GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
350. Usaha menjadi istri yang baik


__ADS_3

Sampailah mereka ke basemen Apartemen Martin.


" Sini biar Lily denganku, tanganmu pasti lelah...!" mengambil Lily yang tertidur pulas.


dan mereka pun berjalan menuju apartemen Martin.


Sansan segera menekan bel


tung tung...


tung tung...


Ceklek...


" oh om Kenzo, Sansan??" Martin Terkejut dengan kehadiran mereka.


" Masuk, masuk!"


mereka pun segera masuk kedalam .


" Di mana Cindy??"


" Ah, dia baru selesai mandi, akan ku panggilkan, mau minum apa??"


" Tidak perlu, jika kalian tidak sibuk...kalian kemarilah kita akan bicara!"


" Oh baik om..."


Martin pun segera .memanggil Cindy untuk segera ke ruang tamu.


" om, San??, eh Lily tidur..., om tidurka. Lily di kamar kami!"


" Oh di sini saja, ... terimakasih!" menidurkan di Sofa di dekatnya.


" oh ya, kita ke intinya saja ya...Aku dan pamanmu sudah sepakat soal membicarakan hal ini pada orang tuamu, aku harap kalian tidak menundanya lagi!'


" Cindy, ayolah mau sampai kapan??, apa anak ini lahir???"


sahut Sansan.


" Kalau Martin kapan pun siap, tapi Martin ikut keputusan Cindy saja!"


"Cindy ...."


Cindy tak tahu harus bagaimana, entah kenapa dia menjadi sangat pengecut saat ini, Martin memegang tangan Cindy, bermaksud memberikan dukungan, apapun keputusannya Martin akan mendukung.


" Cepat atau lambat semua akan terungkap...!" Ujar Kenzo.


" Aku tidak mau kau menunda lagi, seberapa pun kecewanya bibi dia akan memaafkanmu!" tegas Sansan.


" San..kau tidak mengerti perasaanku, dan penderitaanku!"


" Jika membicarakan penderitaan,apa kau juga mengerti perasaan dan penderitaanku selama ini, bertahan hidup sendiri sejak umur 9 tahun diluar sana???, jauh dari kata aman, tidak ada tempat yang nyaman, tidak dapat tidur dengan lelap, perut yang sering kelaparan, tidak ada pelukan seorang ibu, tidak ada bahu untuk menangis, jika perasaan kehilangan seorang ayah kita sama-sama tahu rasanya,ibu ku sekarat, saat bangun dia hilang ingatan, saat aku datang tempatku sudah ditempati orang lain...apa aku pernah mengeluh aku menderita???'


Cindy terdiam, memang tidak bisa dibandingkan dengan penderitaan Sansan selama ini.


" San jangan memohonkan Cindy!" Martin membela Cindy.


" Siapa yang memojokan, kau ini juga tidak bisa ikut pendapat Cindy, jika kau bertanggung jawab, temui paman dan Bibi, katakan sebenarnya jika Cindy tidak siap melihat wajah kecewa paman dan bibi!"


" baiklah ayo kita katakan semuanya!" sahut Cindy.


" Bagus...nanti akan di atur waktunya oleh paman Nathan ,kalian tinggal mengikuti saja.


..!" ujar Sansan.


" Jangan takut Cindy....ini kami lakukan karena kami sangat menyayangimu!"


" Ya om terimakasih, beritahu kami jika semua sudah ditentukan!"


" Ya, ... karena kau setuju, kami langsung saja ya!"


mereka pun segera pergi.

__ADS_1


setelah Cindy setuju Kenzo pun segera mengabari Nathan untuk menentukan waktunya yang tepat.


Nathan pun segera mengatur jadwal dengan Vevey dan Hiro, jadi mereka sepakat untuk berkumpul minggu depan, di aula utama, dan itu hanya Vevey Hiro, Nathan,Savina, Sansan, Kenzo dan juga Martin dan Cindy saja, yang lain tidak perlu ikut dalam hal itu.


...---------------...


Karna istrinya sudah membaik Putra pun berencana kembali membawa Incess ke rumah dinasnya, kali ini rumah dinas itu sudah di rubah total oleh Putra dengan warna biru muda, tentu saja tetap meminta pendapat Incess terlebih dahulu.


" Abang kenapa tidak bilang jika tidak suka pink??'


" Karna tidak ditanya hehehe"


" Ya kan bisa bilang, jangan pink ya...gitu kan enak!"


" tidak apa-apa, sekarang sudah tahukan??'


" Ya, ..."


" Sayang, kita ambil bulan madu bulan depan saja ya, gimana??, kan cuti Satu Minggu udah abis, bisa sih ambil cuti lagi sayang, tapi aku masih memiliki tugas pribadi, jadi belum bisa ajak kamu ke LN...!"


" Nggak papa kok bang, tenang aja..."


" Ehnm, aku berangkat dulu sayang, jika bosen di rumah kau bisa ajak Fathia jalan-jalan!"


" aku sedang ingin di rumah, beri aku pekerjaan apa gitu bang!"


" Ehmmmm, ah...apa kau mau mencucikan baju dorengku sayang, besok mau ku pakai untuk melatih !, oh jangan pakai mesin cuci ya!"


" aku tidak pernah mencuci tapi akan ku coba!"


"Istriku memang luar biasa,untuk makan Gofood saja ya, atau mau memasak juga ada bahan lengkap di dapur, jangan telat makan!"


" Iya bang, semangat kerjanya!"


" Muuuuach...."


Putra pun segera menuju tempat pelatihan yang hanya bersebrangan dengan rumah dinasnya.


mengambil seragam-seragam loreng suaminya.


" OMG... ini kotor sekali!"


Incess segera mengambil sikat dan mengambil 1 bungkus deterjen 240gram.


" Kenapa suamiku ini membeli banyak sampo warna hitam??" gumamnya sambil berjalan menuju tempat cucian.


Incess menumpahkan 240gram detergen bubuk ke 3 style seragam suaminya di dalam ember.


dia putar-putar sampai berbusa, baru setelah sabun merata dan busa melimpah, baru dia menyikat semua pakaian suaminya hingga bersih sekuat tenaga.


" Hiks hiks...tanganku pegal semua, ini baru tiga pakaian, bagaimana jika semuanya minta aku cucikan mana tidak boleh dimesin cuci pula...!"


setelah selesai Incess segera berinisiatif untuk merendamnya dengan pewangi, segera dia ambil sembarangan di lemari .


dan menuangkan satu botol semuanya tanpa sisa.


" Oke aku mau beres-beres kamar sama nyapu dulu baru nanti di jemur!"


Incess baru menikmati rasanya menjadi seorang istri menyapu, mengepel, dan beres - beres, cukup menyenangkan karena hal itu baru dia kerjakan.


karena dia lapar setelah aktivitas, akhirnya memesan Gofood dan makan, setelah makan malah ketiduran selama 2 jam, Saat bangun dia baru ingat dia sedang mencuci dan belum menjemur, Incesss segera menghampiri cuciannya oh betapa terkejutnya seragam suaminya menjadi pudar.


" OMG kenapa berubah warnanya ?, kenapa baunya nyengat banget...!"


Incess segera mengambil botol pewanginya dan membaca dengan benar.


" Pepemutih pakaian???"


Incess sangat terkejut,...


" Mampus..., bagaimana inihhhhhhh hikhikhikhik....pasti abang marah sama Incess!"


Sambil menjemur incess menangis sesenggukan, dia melakukan kesalahan lagi, dan seragamnya besok mau di pakai suaminya.

__ADS_1


Incess menelpon mamahnya sambil sesenggukan


" Maaaa huhuhuhuhu...maaaaa...."


" Incess kamu kenapa lagi??, kamu pasti melakukan kesalahan lagi, pokoknya kalau ada masalah dengan suamimu selesaikan baik-baik, jangan datang ke rumah...kamu hanya boleh datang ke rumah jika suamimu mengijinkan!!"


" Huaaaaaaaa...maaaaa aku ini anakmu!"


" Benar tapi kamu sudah menikah, kamu sudah menjadi tanggung jawab suamimu!'


" Maaaaaaaaa, dengarkan dulu...."


" apa??"


" ma aku mencuci baju abang, tapi salah ambil pemutih pakaian, baju abang luntur semua, huhuhuhu...gimana ini ma??, incess mau tanya mommy malu...jadi telpon mama!"


" Astaga Incesss kok bisa kamu ini bener -bener deh!"


" Huaaaaaa, ma aku kan gak bisa nyuci, lagian incess tidak pernah melihat mama cuci seragam papa!"


" Papamu cuci sendiri seragamnya, dah kamu minta maaf aja sama suamimu, dia juga gak akan marah masalah begitu tinggal beli baru, dah ah mama masih di tempat arisan bye!"


" Maaa....halo...ma...?? huaaaaaaaaaaaa, tega bener ma anak gak mau bantuin, huhuhu"


" Aku pulang..."


" hiks... mampus kenapa Sudah pulang aja si Abang??, bodo pokoknya menangis aja dulu barang kali gak jadi di marahin!"


Incess segera berlari ke depan, dan memeluk suaminya.


" Huhuhuhuaaaaaaaaaa hiks hiks....suamiku..."


Putra yang baru datang langsung panik melihat istrinya menangis.


" kenapa??, apa kau sakit sayang??'


" Huhuhuhu" Incess menangis semakin kencang.


Putra segera membawanya duduk dan mengusap punggung Incess perlahan.


" Tenang, tenang...jika sudah baikan ayo bicara pelan-pelan!"


" Hiks hiks....sayang....hiks hiks, tapi hiks jangan marah ya huhuhu!"


" Iya ayo katakan!"


" Itu aku salah ambil botol seragamu, seragammu....huaaaaaaaaaaa lihat sendiri abang!" menunjuk ke tempat jemuran!"


Putra bergegas berdiri dan menuju tempat jemuran dia sangat terkejut melihat seragamnya menjadi abu muda.


"Astaga, Incess...pfttttt" Putra menahan tawanya dan segera memasang wajah garangnya.


" huhuhu maaf jangan marah jangan marah tolong...!"


" Mencuci saja juga tidak bisa, bisamu apa sih???"


" huaaaaaaaa maaaffffffffff!"


Incess terlihat sangat ketakutan.


Putra segera memeluk istrinya


" Hanya seragam, tak apa besok tidak usah mencuci lagi...nanti aku ambil seragam baru saja, sudah diam sayang!, aku tidak marah... terimakasih karena sudah berusah menjadi istri yang baik untukku, muuuchhhhh " Putra mengecup pucuk kepala Incess.


" Sungguh tidak marah??"


" Ya hanya kadang-kadang aku sangat gemas padamu...hiiiiihhhhh" mecubit pipi istrinya.


" Maaf ya suamiku...!"


" Iya , ayo ganti baju kita keluar, tolong siapkan bajuku juga,aku mau mandi...!"


Incess bergegas ke kamar berganti baju dan menyiapkan baju ganti suaminya, dia merasa lega karena suaminya tidak marah.

__ADS_1


__ADS_2