
sementara Incess dan Fathia sedang asyik mengobrol, Suhail dan Putra pun hendak menyusul tapi mendengar percakapan mereka membuat mereka menghentikan langkah mereka.
" Apa??, hanya satu ronde saja??"
" Iya... memangnya kau berapa ronde dengan adik ipar??"
" Wah dia maniak, dia itu menghajarku tanpa ampun dan sangat kasar, bisa sampai 10 ronde lebih loh ...!"
" apa??, serius?? kau tidak kesakitan??"
" sakit tapikan enak lama-lama hahaha, Tante kecil juga waktu pertama juga bisa sampai 3hari 3 malam itu, gila nggak sih om Kenzo itu, tapi kenapa adik ipar hanya satu Ronde??, dia mungkin sedang lelah kali ya atau jangan-jangan lemah?"
" lelah??, lemah??" Fathia sedang berpikir.
Putra melihat ke arah Suhail yang mengepalkan tangannya .
" Hail, Inces masih kecil hehehe jangan di ambil hati ya...!"
" bang, aku ini bukannya Lemah, tapi aku menahan diri agar tidak membuat istriku kelelahan...!"
" iya iya abang tahu kau ini berhati lembut...dan kau tidak lemah...."
Haduh ada-ada aja ini istriku, ya Tuhan
dalam Hati Putra
" Adik ipar coba kau konsultasi dengan tante kecil...dia pasti akan membuatkan ramuan kusus...!"
" ramuan kusus??"
" iya, ramuan untuk penguat ...adik ipar pasti akan strong seperti suamiku...!"
" Tapi apa itu aman ya??"
haduh tidak bisa ini...tidak bisa...
putra segera melangkah menghampiri mereka berdua.
" kalian ...obrolkan apa??" tanya Putra
" Oh suamiku, ini loe kita obrolin kejan...emmm mmmm...." Fathia langsung membungkam mulut Incess
" heheh kita sedang bahas ini kok...bang, itu obat diare yang cocok buat ibu hamil..." Sahut Fathia berbohong.
" Apa istriku ini diare??"
incess menyingkirkan tangan Fathia
" Tidak...itu teman Fathia hehhehe"
" yayayya benar..." Fathia langsung membenarkan.
" Istriku, tadi Rama datang dengan ibunya, dia memberikan hadiah untuk pernikahan kita...!"
" dari mana dia tahu??"
" aku juga tidak tahu, tapi sepertinya ibunya yang memaksanya datang..."
" aku juga merasa ibu Rama ini sedikit tidak beres...!"
" Tidak masalah, ...aku melihat Rama tidak seperti ibunya, Ayah sudah bangun ayo sapa Ayah lalu kita kembali..."
Huh berani-beraninya mereka membicarakan aku lelah dan lemah, saat pulang nanti lihat saja bagaimana aku menyiksamu sampai tidak bisa berdiri, kalian ini pandai memprovokasi seorang petangguh.
dalam hati Suhail.
...Bagaimana tidak kesal, dia menahan diri sebisa mungkin agar istrinya tidak tersiksa tapi malah di remehkan....
" kenapa cepat pulang ?, aku dan Fathia baru asyik mengobrol..."
" kakak ipar maafkan kami, ya...kami masih pengantin baru harus menghabiskan banyak waktu bersama..."
Tiba-tiba Firasat ku tidak enak
dalam hati Fathia.
__ADS_1
saat ingin menyapa kedua orang tuanya, ternyata mommy nya sedang mengomeli Laksmana dengan sangat kesal,
itu pasti masalah Rumana lagi,
" Abang, sepertinya situasi sedang tidak baik, kalau begitu kami harus pulang dulu, tolong sampaikan pada mommy daddy untuk tidak terus bertengkar, malu dengan menantunya!"
" Oh ya begitulah orang tua kita, itu salah daddy karena terlalu tampan!'
" hahaha, benar juga...dia adalah vampir yang menjelma menjadi Raja lautan, hahaha kalau begitu kami pulang dulu bang kakak ipar, aku masih harus memberi beberapa kepahaman pada istriku...permisi!"
" Hah kepahaman??"
" heheheh ayo pulang bu..."
" kakak-kakak Fathia pamit ya...!"
"baiklah sering datanglah kemari aku belum selesai bercerita tadi..."
" Baik !" mereka pun segera kembali.
Di dalam masih terdengar keributan kedua orang tuanya.
" Sayang kamu kita ke rumah tengah saja dulu, suasana seperti ini tidak baik untuk perkembangan bayi kita!" ujar Putra.
" Baik..."
keduanya pun segera ke kediaman tengah
untuk menghindari keributan kedua orang tuanya, Savina ini tidak pernah marah dengan masalah apapun kecuali mencemburui suaminya.
" Kenapa dia bisa tahu kediamanmu, apa kalian ini berhubungan dibelakangku??"
" Hah??, mana ada sayang jangan cemburu lagi, apa aku perlu membuatnya pergi dari kota ini??, aku padahal hanya menanggapinya saat itu saja makan bersama!'
" Sialan, kau masih berani membahasnya lagi!!"
" Sayang kau sangat cemburu, aku tidak ada hubungan apapun dengannya, istriku sudah memberikan aku kebahagian lengkap kenapa aku harus mencari lain lagi??"
" Huh menyebalkan!!"
"Loh kok kosong??"
" mereka pergi saat kau mengomel istriku!"
" sepertinya aku benar - benar menakuti mereka, aduh aku harus menelepon mereka agar tidak perlu takut denganku, aku mana mungkin akan memarahi mereka..."
"mereka tahu...tidak perlu menjelaskan pada mereka!"
" ini semua salahmu, kenapa kau ini slalu membuat masalah, hah...menyebalkan saja!"
" kenapa aku ini salah terus di matamu sayang??"
" Tanya saja pada Rumana!!" Savina pun segera pergi mencari menantunya barang kali ada di kediaman tengah.
" Apa?, aku diam saja tetap salah, aku harus segera menyingkirkan Rumana dari kota ini, benar - benar membuat rumah tanggaku tidak tenang...!"
Nathan segera menghubungi Kenzo dan keponakan nakalnya
" Paman ada apa??"
" hem, saat makan bersama keluarga terakhir kali, kau juga bertemu dengan Rumana dan Rama bukan??"
"oh ya sebenarnya siapa mereka paman??"
" dia adalah mantan tunangan Sandy, tapi sebelum itu dia menyukaiku begitu juga Rama,dia ingin aku menjadi ayahnya, tapi paman tidak menyukainya orang paman sudah menikah dengan bibimu wktu itu..."
" apa mereka mengganggu??"
" Sepertinya Rumana masih belum menyerah, tapi untuk Rama aku tahu dia anak yang baik...!"
" Paman ingin kami menyingkirkan siapa??" tanya Sansan.
" Bibi slalu marah , padahal paman tidak menanggapinya...!"
" bagaimana pun caranya paman ingin mereka pergi dari kota atau sekalian pulau ini... paman serahkan hal kecil ini pada kalian, aku masih ada pekerjaan lain....jika bibimu terus marah pada paman, itu akan mengganggu pikiran paman..."
__ADS_1
" Bibi ini hanya akan marah saat cemburu, untuk hal lain bibi jarang bahkan hampir tidak bisa marah..."
" nah kau tahu itu, bibi sangat cemburu sekarang, kenapa dia tidak percaya pada paman??"
" Paman tidak tua-tua sih...!"
" Lah apa hubungannya, pokoknya paman minta tolong, paman bulan depan ada urusan di LN...saat kembali paman ingin semuanya sudah beres...paman sudah tua, hanya ingin hidup damai bersama keluarga!"
" Paman jangan khawatir!!"
"kalau begitu paman pergi dulu..."
" Tunggu paman, kami kan juga harus menggaji orang kita, tolong langsung kirim di rek Sansan okey??!!"
" Hahahaha, dasar anak ini ...dengan senang hati...!!"
" ok paman hati-hati dijalan ya paman!"
" Kau ini dengan pamanmu juga perhitungan sayang!"
" Loh ini kan bisnis om..."
" Baiklah yang penting istriku ini bahagia..."
"Om tolong kau aturan orang ya untuk menangani kasus ini..."
" Loh yang terima uangnya siapa??"
" aku??, eh aku kan management keuanganmu om, lihatlah uangmu yang aku kelola...membengkak setiap hari..."
" Baiklah Bos...kalau begitu aku berangkat ke perusahaan dulu, banyakkan waktu untuk anak-anak, i love you..."
" i love you too..."
...----------------...
Di jerman.
Zayan sudah menemukan banyak bukti,
tapi Raja masih belum ingin menjatuhkan pamanya,Zayan tidak tahu dengan pemikiran Raja yang plin-plan ini.
" Dia satu langkah lagi akan menjalankan rencananya!, kenapa kau tidak menghentikan itu meredam secara diam-diam itu lebih baik dari pada terlanjur tercium publik...!"
" oh itu benar Zayan, aku suka caramu...!"
" Aku hanya suka bermain rapi bukan ngeri..."
" kalau begitu, kau tolong bereskan kekacauan ini ...!"
" Kalau kau sudah memberi perintah aku akan jalankan segera!"
" Jalankan!"
" Baik!" Zayan pun segera pergi.
Tak lama Dans pun tiba.
" Tuan anak anda akan lahir..."
" Sungguh...???"
" Dans, rahasiakan hal ini, biarkan Zayan menyelesaikan pekerjaannya baru kabar ini bisa di publikasi...!"
" apa anda akan berada di sana??"
" Ya, aku akan menantikan anakku lahir, tolong urus urusan kerajaan sementara aku tidak di sini, katakan pada yang lain aku sedang tidak enak badan dan tidak bisa menghadiri rapat setiap hari sementara waktu...!"
" Baik!"
ini akan memicu musuh Raja untuk memprovokasi kegelisahan para petinggi.
haduh...tapi asal Raja segera kembali maka semua akan baik.
dalam hati Dans
__ADS_1