
" Apa om lihat-lihat??"
" kau sangat memukau sayang, aku memang lebih baik bergantung padamu seumur hidup, heheheh"
" aku akan memilih selir jika begitu, kan enak om nanti bisa berbagi tugas??"
" jika kau berani, maka akan banyak Selir mu Yang akan hilang ditelan bumi..."
" Tenang saja, aku masih puas dengan pelayananmu om, jadi kau harus mempertahankannya, jangan sampai menurun..."
" Gadis nakal ini berlidah tajam sekali, sangat berani ya...??!"
Kenzo menggendong Tasya, dan segera mencium bibir istrinya yang suka berkicau taj itu.
" kau suka dengan lidahku yang tajam om??"
" sangat suka..." kenzo melumatt kembali bibir mungil yang sangat candu itu.
" Oh tunggu..."
Tasya menyudahinya dan segera berdiri.
" Ponsel bunda...Dai sudah memperbaikinya, aku malah belum melihat isinya!" Tasya segera berlari ke kamarnya, dan membuka laci dalam lemarinya.
" Hemmm, ini dia apakah ada yang bisa membantu di sini..."
Tasya membawa ponsel bundanya pada Kenzo.
" itu pengeluaran terbaru, bagaimana itu ponsel bundamu??"
" Dai memodifikasinya tapi semua berkas di ponsel bunda tidak hilang katanya..."
Taysa segera membuka semua berkas file satu persatu tapi tidak ada apa-apa hanya design gambar bundanya .
" tidak aku ingat bunda mengabadikan moment sebelum kecelakaan terjadi, lalu paman memberikan semua barang - barang fi tangan bunda padaku..."
"cari file di tahun itu 2000 berapa saat itu??"
" ah benar"
Steyfanie pun mencari dengan tanggal kejadian itu, benar saja bundanya merekam 2 video berdurasi 5 menit dan 40 detik terakhir.
" Tasya kenapa??"
air mata Tasya mengucur deras,
" Om aku takut...untuk memutarnya!" Taysa melempar ponsel itu dan berlari kepelukan Kenzo.
" Hiks hiks hiks , Tasya takut mengingat semuanya!" seluruh tubuh Tasya bergetar hebat, tubuhnya sangat dingin dan wajahnya sangat pucat.
Kenzo langsung mencium bibir Tasya, dan menggigit bibir Tasya untuk menyadarkan Tasya, agar tidak terbawa oleh traumanya.
" Aghhhh....om kau...tidak romantis sama sekali kenapa malah kau gigit??"
__ADS_1
" Jangan mengingatnya lagi, aku ambil ponselmu ini, biar suamimu yang menangani ini, kau tidak boleh menyentuh ini lagi..."
" Jangan biarkan bunda juga tahu..."
" tentu saja, kalian tidak boleh mengingat masalalu yang kelam itu!"
" Om, Peluk Tasya..."
" Ayo masuk kamar, anak-anak sebentar lagi pulang, aku akan memelukmu sepuasnya di dalam kamar!"
" ehmmm" Kenzo segera membawa Tasya masuk ke dalam kamar.
bagaimana pun , dan sehebat apapun Tasya, tetaplah dia seorang wanita dan masih sangat muda, Tasya belum bisa mengatasi ketakutan itu.
" Sekarang tidur, jangan pikirkan apapun...serahkan padaku semuanya!"
" terimakasih om, aku mencintaimu!"
" aku juga mencintaimu!"
Tasya meringkuk di dalam pelukan suaminya, di mana itu menjadi tempat ternyaman untuknya bersandar.
...----------------...
" Tiara, kau sudah bisa memulai aktivitasmu seperti biasa, kami sudah mengatur orang untuk menjagamu dan adik-adik mu..."
" terimakasih tuan..."
" Panggil ayah, dan ajari adik-adikmu untuk memanggil kami ayah dan juga bunda....kalian masih punya kami dan tidak sendiri..."
keluarga yang dulu dia bohongi karena bersekongkol dengan Tian, kini malah membalas perbuatan Tiara dengan sangat baik.
" kenapa masih cengeng, anak kami harus mahal air mata, jika sudah dewasa!"
" hiks hiks...tapi Tiara masih merasa bersalah pada Sansan..."
" apa yang kau khawatirkan,dia mengakui mu dan adik-adikmu adalah saudaranya dan juga Lister...dia memang sangat acuh tak acuh, tapi dia adalah anak yang paling perasa,dia slalu mengerti penderitaan orang lain, dan lagi semua itu sudah takdir yang membawamu datang ke sini, dan nasib baikmu adalah memihak kami, jika kau memihak Tian, maka kau dan keluargamu malah tidak akan ada yang tersisa!" ujar Chiko.
" Benar,saudaramu itu tidak akan perhitungan denganmu, jadi kau karena sudah menjadi bagian keluarga kami maka berperilaku lah yang baik, jangan mengecewakan kami oke??"
" iya bunda kami akan menjadi anak yang baik..."
" Bagus, besok Kenna dan Kessa sudah ada yang mengantar jemput, kau juga memiliki seseorang sendiri yang akan menjagamu kemana pun !"
" Siapa??"
" Itu Zarra, Tasya memberikan Zurra padamu!"
" ah ...maaf kakak merepotkan anda seterusnya " ujar Tiara pada Zurra.
" sudah pekerjaan saya nona..."
" kalau begitu semua sudah terkendali, Ayah mau keluar karena ada urusan!"
__ADS_1
" Hati-hati suamiku!"
" Tentu saja, kau makan tepat waktu jangan terlalu, dan tidak usah menunggu untuk makan malam..."
" kau mau makan malam dengan siapa??"
" Tenang saja itu bukan wanita,....muaaach...Lister, jaga bunda ya..." setelah mencium kening putranya Chiko pun segera pergi.
" Bunda, ayah tidak akan macam-macam, apa yang bunda khawatirkan??"
" siapa tahu dia berbuat apa diluar sana!"
" hehehehe bunda kau sangat lucu saat cemburu!"
" siapa yang cemburu, sudah bunda mau menidurkan Lister dulu Tiara!" Sasha pun masuk ke dalam kamar
Tiara hanya tersenyum melihat bunda dan Tasya sangat mirip saat ngambek.
Sementara dikediaman tengah.
Julia dan Inncess bermain dengan Nora dan Dhiren mereka sudah bisa merangkak kesana-kemari tiada henti membuat Anna kualahan menjaga keduanya.
untung banyak yang membantu menjaga 2 bayi yang sedang aktif itu secara gantian.
" Aduh aku sangat sedih harus meninggalkan kedua cucuku ini, tapi bagaimana lagi, kita harus kembali Ke Swiss..." ujar Vevey merasa sedih.
" Kita harus selesaikan permasalahan kita satu-satu agar bisa bermain dengan cucu kita dengan damai..." Hiro mencoba menghibur istrinya.
" Benar, kau benar sayang...kita harus segera membereskan kerikil kecil-kecil itu agar tidak semakin menumpuk!"
" kalau begitu, semangat..."
" Ya, ..." Vevey segera mengambil tas kecil berisi surat - surat yang perlu di bawanya untuk ke LN .
" Ma...apa sudah mau berangkat??" tanya Anna.
" iya sayang, maafkan mama tidak bisa lebih lama menemanimu bermain dengan bayi-bayi lucu ini, tapi mama akan segera kembali lagi..
"
" iya ma hati-hati, Anna pasti merindukan mama..."
" menantu cantikku, ini juga akan kami rindukan!" Vevey memeluk Anna dan bergantian memeluk dan mencium kedua cucunya.
" Tante tenang saja, ada aku dan kak Incess membantu Anna menjaga bayik!" ujar Julia.
" aku sangat lega karena kalian sangat peduli, terimakasih Julia dan Incess, anggap kalian sedang belajar menjadi ibu yang baik oke??"
" siap tante ..." Jawab Julia dan Incess serempak.
Vevey dan Hirosan pun segera kembali ke Swiss, bagaimana pun dia harus segera menyelesaikan masalah Cindy terlebih dahulu, Cindy juga pasti menjadi target, tapi memang hanya Fannan yang benar - benar bisa melindungi Cindy dengan aman.
setelah Vevey dan Hiro sampai di Swiss dia terkejut dengan perkembangan Cindy, sekarang Cindy semakin tenang meskipun Cindy masih belum mau bicara, tapi Cindy sudah mau duduk bersama dengan orang lain.
__ADS_1
Hiro dan Vevey sangat bahagia dengan perubahan Cindy.