
Fahad dan Yuda begitu juga anggita segera masuk ke mobil kedua.
dan mereka menuju istana dalam...
Fahad dan Yuda pun segera berganti pakaian santai mereka yang mereka bawa.
" Pakaiannya tidak cocok untukku!" gumam Fahad.
" Kita berasa pengawal pribadi nona Julia!"
" hahahaahah, Raja itu cukup menarik...!"
" tapi sepertinya Julia lebih ke tuan Ryu jika aku amati!"
" Ya mungkin Julia, merasa lebih enak dengan Ryu karena tidak banyak aturan, kalau dengan Alfred itu apa bisa nanti dia ke sana kesini dengan bebas???"
tok tok tok
" Kakak, Yang Mulia memintamu datang ke ruang utama untuk menikmati jamuan!"
"Haih apalagi, aku hanya ingin fokus pada bisnis, tidak perlu jamuan-jamuan!" ujar Fahad kesal.
" Kita keluar saja dari istana, kan ada banyak hotel, aku juga sangat malas...sepanjang berjalan banyak sekali wanita di sini!"
keluh Yuda.
" Lumayan juga gadis di sini Yud, kau tidak tertarik???" Goda Fahad.
" aih, mereka terlalu patuh, kurang seru Had!"
" Hhhhahahah, yea nanti kalau terlalu patuh jadinya kayak, si Yuna...!"
" dia itu rubah berbulu kadal...!"
" sialan sejak kapan kadal berbulu!"
" sejak ada yang memergoki istrinya selingkuh!"
" Brengsek kau Yud!!!"
" Ah sudah yuk kita ke perjamuan lalu pamit!"
" Lalu bagaimana dengan Julia??"
" ya dia kan ratunya masak mau pamit!"
"sudahlah kita ke sana dulu!"
mereka pun segera menuju tempat keperjamuan .
" Nggit, kau harus stay dengan Julia, setelah perjamuan, aku akan mencari hotel untuk menginap!"
" oh baik kak...!"
" hallo tuan Fahad dan Yuda, apa kalian senang dengan jamuan ya saya siapkan??"
" sangat senang terimakasih Yang Mulia!"
"Ayo - ayo duduk dan nikmati semua hidangan yang ada!, ini juga pesta untuk kepulangan ratuku!"
" siapa ratumu!" ujar Julia lirih.
" siapa lagi ,kamu lah..."
__ADS_1
" His.."
Fahad dan Yuda menikmati hidangan yang ada, sambil mencari tahu, makanan orang negara F itu seperti apa, barang kali mereka bisa memadukan keduanya dengan sempurna .
" Yang ini cukup banyak menggunakan rempah!"ujar Yuda.
"dan juga sepertinya kita bisa menjual makanan kerajaan seperti ini untuk rakyat biasa, tapi ya kita harus membuat sedikit perbedaan!"
" kita mau menjual makanan yang hanya di sajikan di dalam istanah??, bagaimana jika melanggar hukum??"
" Makanya kita coba, berkeliling mencoba setiap makanan khas yang paling di sukai rakyat di sini...!"
" Ehmm baiklah, mengerti..."
mereka menikmati hidangan sambil memanjakan mata mereka dengan para penari - penari seksi di depan mereka.
sampai hari pun sudah larut, semua orang berangsur pergi untuk istirahat.
" Tuan Fahad, apakah ada yang tidak berkenan di hati anda?, dalam perjamuan ini??"
" Cukup Yang Mulia, oh ya...saya ingin keluar dari istana untuk beberapa waktu, di mana saya dapat menggunakan transportasi umum Yang Mulia???"
" ini sudah malam tuan, kalian mau kemana??"
" Karna tujuan kami kesini karna bisnis jadi tolong biarkan kami bebas dalam menghabiskan waktu kami untuk mencari pengalaman baru!"
" Kalian mau kemana??, lalu bagaimana denganku??"
sahut Julia .
" sementara kau di istana dengan Anggita, kami tidak bisa menjagamu di luar !"
" Tapi Had...!"
" Ah, baiklah..."
" Ya sudah...Yang Mulia apakah kami bisa keluar istana sekarang??"
" Kenapa tidak besok pagi???"
" Kami sangat penasaran dengan dunia malam di negara anda Yang Mulia!"
" Kalau begitu saya akan memberikan satu sopir untuk kalian, ...!"
" Oh baik, terimakasih Yang Mulia, maaf merepotkan sekali kami di sini"
" Tidak, tidak, tidak...Dans tolong kau minta sopir mengantar mereka untuk keluar!"
" Baik!"
akhirnya Yuda dan Fahad pun keluar dari dalam istana, Yuda dan Fahad meminta untuk di antar ke perkotaan.
mereka pun menginap di hotel, cukup mewah,
ternyata dunia malam di negara F tidak begitu ramai, banyak sekali jalan sepi dan. hanya beberapa cafe yang buka selama 24 jam, kebanyakan hanya mini market dengan rest area,sangat sedikit tempat hiburan, dan tidak ada anak di bawah umur berkeliaran di atas jam 10 malam.
" Cukup kondusif , Dia memang raja yang bijaksana!"
" Benar, ...!"
" Dihotel pun banyak aturannya, jika tidak ada surat nikah tidak bisa menginap satu kamar...!"
" Had, kita tidur saja, besok pagi petang kita coba keluar mencari makan!"
__ADS_1
" Ya, oke..." keduanya pun segera kembali ke kamar hotel.
sementara di Istana.
" Julia, apakah besok ingin jalan-jalan denganku??"
" tidak Yang Mulia, tidak akan nyaman keluar dengan anda, saya ingin keluar sendiri!"
" kenapa??"
" Ya bagaimana mau nyaman, setiap kemana pun ada yang mengikuti, lagian pasti semua orang akan heboh jika anda jalan bersama saya!"
" kenapa, jalan dengan ratu sendiri apa salahnya!"
" Yang Mulia berhenti omong kosong, aku bukan ratumu, saya tidak suka menjadi ratu!"
" Baiklah, istirahatlah aku tidak akan menggangu, selamat malam...!"
Alfred pun segera pergi.
" Nona, apa anda baik-baik saja??' tanya Anggita pada Julia.
" Ya Nggit, ayo tidur...!"
" iya nona...tapi kenapa hanya bangunan ini yang sangat mirip dengan kediaman Pratama??" celoteh Anggita melihat paviliun yang ditempatinya sekarang.
mendengar ucapan Anggita , Julia teringat jika paviliunnya ini dibangun kusus untuk tempat tinggal dirinya oleh Raja.
" Heh, kenapa dia sangat baik juga menyebalkan!" gumam Julia segera memejamkan matanya, karena cukup lelah berakting sebagai Ratu yang sangat di hormati.
Di Paviliun selatan.
" Yang Mulia, sepertinya nona Julia sedikit kesal dengan anda!"
" Sungguh, apa aku sangat menyebalkan, bagaimana ini, coba kau hubungi Yuzan dan Ami, setelah aku kembali dari +62 apakah Julia dekat dengan orang lain??"
" oh, bukankah dokter dari Jepang itu juga baru kembali dari +62 berapa hari yang lalu??"
" Oh jadi rupanya, begitu...itu teman Sansan, haihhh... sepertinya aku hanya bisa meminta bantuan padanya tentang Julia, dia sengaja membuat jalan rumit untukku dan Julia, coba kau hubungi Dai, Sansan mau apa untuk dia mau membantuku??"
" Apa benar itu ulah nona Sansan??"
" Aku paling mengenalnya, dia slalu punya cara untuk mendapatkan negosiasi!"
" Nona Sansan sangat cerdik sekali!"
" benar, dia terlalu cerdik, jika aku sungguh benar - benar menjadikan dia ratu di sini, bisa-bisa aku turun menjadi selir!"
" Nona Sansan tahu caranya bertahan hidup Yang Mulia, saya akan menghubungi Dai dan segera memberitahu pada anda!"
" Ya, aku juga mau istirahat, oh ya tempatka. penjaga bayangan untuk mengawasi Julia besok...dia sungguh tidak mau aku menemaninya jalan-jalan!"
" baik Yang Mulia!"
" Eh, tunggu kita menyamar saja bagaimana besok membuntutinya??"
" Iya Yang Mulia!"
" oke, begitu saja jadi bangunkan aku dipagi buta!"
" Baik Yang Mulia!"
" Yayaya yaya kau bisa lanjut!"
__ADS_1
Dans pun segera pergi, Alfred pun segera beristirahat ,