GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
445. Si Bapak dan Si Ibu menikah


__ADS_3

Hari pernikahan Suhail itu pun tiba.


Pernikahan itu diadakan cukup megah, dengan prosesi pedang pora.


akhirnya keduanya itu menikah, dan sah menjadi sepasang suami istri.


Setelah pesta pernikahan selesai


Suhail dan segera membawa istrinya ke kediaman barunya yang tidak jauh dari kediaman Pratama.


Dan untuk rumah yang di beli oleh Fathia untuk sementara dibiarkan untuk di tempati oleh Anggita dan juga neneknya karena selama ini Anggita dan neneknya yang sudah membantu dan menjaganya.


padahal Fahad hanya meminjamkan Anggita pada Fathia sementara, tapi malah Fathia tidak bisa lepas dari Anggita.


akhirnya terpaksa Fahad membiarkan Anggita bersama dengan Fathia, lagian Anggita juga lebih terlihat nyaman saat bekerja dengan Fathia dari pada dirinya.


" Sangat lelah menjadi pengantin...!" ujar Fathia pada Suhail.


" Mau aku pijit???"


" boleh ...heheheh...aku lega akhirnya aku bisa menjadi seorang istri Jendral besar, aku kira Melda akan menjadi batu sandungan untuk kita, karena dia sangat cantik sekali...!"


" apa yang kau bicarakan Fathia??"


" ya aku kira anak dan ibu itu akan berusaha mengambilmu dari aku...!"


" Aku juga tidak mau...!, kau kira aku mau hanya karena dia cantik??"


" katanya Janda lebih menggoda dari pada perawan...!"


" hahahah, ya aku pilih yang perawan saja Fathia!"


" bagaimana jika aku tidak perawan apa kau akan membuangku??"


" kalau begitu kita buktikan sekarang, apakah kau ini perawan atau bukan...!" tangan suhaillll mulai bergerilya menyusuri lekuk tubuh istrinya.


" Pak ...bapak ...sabar atuh pak...!"


" kunaon atuh ibu ...kita sudah menikah juga!"


" Abdi bade ibak...!"


" hayu babarengan!"


" teu tiasa..."


" Ah lama ..." Suhail langsung meraih tubuh Fathia dengan tangan kirinya dan segera membawanya masuk ke kamar mandi, Suhail ini sudah tidak sabar ingin segera meng unboxing Fathia.


Tapi Fathia ini sungguh menguji kesabaran seorang Jenderal.


" Aggggg...kau melecehkanku..."teriak Fathia.


Suhail memandikan istrinya , dan segera di bawa langsung ke atas ranjang .


" Suhail, kenapa kau sangat buru-buru, biasanya juga bisa sabar!"

__ADS_1


" iya kan belum sah, sekarang sudah sah, ngapain harus sabar...kau sudah menjadi hakku!!"


" Dasar bapak ini, tapi ya lembutlah pak,,,aku ini hanya wanita biasa pak... tolong belas kasihan nya pak...!"


"Tenang saja aku akan mengasihanimu... sekarang aku sangat bahagia, kesabaran ku sudah terbayar...apa kau sungguh masih ingin mengujinya Bu??"


" Tidak, tidak....aku juga sudah menunggu hari ini akan tiba, gadis miskin yang pernah buta ini tidak pernah membayangkan akan datang hari ini, karena bisa menghidupi diri sendiri saja aku sudah sangat bersyukur!"


" Kau tahu Tuhan maha adil bukan??"


" ehmmm, iya...Pak... terimakasih karena mau bersabar denganku... terimakasih sudah mencintaiku dengan semua kekuranganku...ayo pak langsung di mulai pak!"


" Hahahahahahahah..." Suhail slalu bisa tertawa lepas setiap kali berada dengan Fathia, wanita yang kini sudah sah menjadi ibu persit Kck itu memang sangat Humoris.


" Ketawa malah, ....yang lama itu bapak loe...!"


Suhail langsung mencium bibir yang sangat cerewet dan lucu itu .


Bisa dibayangkan bukan Gairah pengantin baru, agar tidak direcokin keluarganya Suhail memang tidak membawa Fathia di kediaman Pratama, karena pengalaman abangnya putra, yang penuh drama di malam pengantin apalagi ada Sandy dan Julius.


" Pak lembutlah pak... bibirku rasanya mau robek..."


sepasang pengantin itu pun segera meleburkan kasih dan cintanya malam itu dengan menggebu-gebu.


Satu ronde di awal ini sangat lama, sekali... keduanya menempuh waktu yang cukup lama untuk menuntaskan ronde pertama.


" Pak aku nafas dulu..." Fathia terengah-engah dia merasakan malam pengantin ya memang perih juga nikmat itu cukup menguras tenaga dan mentalnya.


" Baiklah..." Suhail mendekap istrinya dengan erat, Rasanya tidak mau jauh lagi setelah tahu rasanya bagaimana.


" masak kuncinya kan biar pas bu...kan masih baru...!"


" ahahahahahahahahah" keduanya tertawa bersama, maklum baru pemula .


" Pak, bisa gendong aku nggak ke kamar mandi?"


" Sebentar kakiku juga gemetaran!"


" Hahahahahahahah..."


" kalau gitu nanti saja deh, bapak ini loe seorang Jenderal masak begini juga gemetaran!"


" Lawannya kamu soalnya!!"


" Hahahahaha...halasan pak...!!"


" yang ini kan aku belum pernah latihan, ya wajar dong, kalau sudah berarti aku sudah tidak perjaka menikahimu!"


" Makasih loe pak udah jagain si Jaka buat Fathia seorang!"


" Sama-sama, Kamu juga terimakasih sudah menjaganya untukku..."


" tentu saja..." Fathia mengeratkan pelukannya pada Suhail, dia mendapatkan suami yang hebat dan sangat menyayanginya, terlebih keluarga besarnya begitu baik dan juga bisa menerimanya, Fathia tidak merasa sendiri lagi, dia sangat beruntung menjadi salah satu menantu keluarga Pratama.


Fathia terlelap dalam pelukan suaminya,

__ADS_1


sementara Suhail masih terjaga.


melihat istrinya sudah sangat puas, Suhail pun segera bangun dan membersihkan dirinya.


" Padahal cuma push up di ranjang tapi rasanya kayak abis lari maraton 300 putaran!" Gumam Suhail.


sebenarnya bisa saja Suhail menggempur istrinya itu semalaman, tapi Suhail merasa kasihan pada istrinya yang baru saja buka segel.


Selepas mandi suhail membuat minuman hangat dan meminumnya sambil bermain game di sofa .


Tak terasa matahari sudah terbit , Suhail melihat istrinya masih terlelap.


Suhail segera ke dapur membuatkan susu hangat untuk istrinya dan roti bakar.


" Sayang, apa kamu masih mau tidur?, semalam belum makan, ayo mandi baru makan!"


" ah...aku sangat lemas ...kenapa kau sudah tampan dan rapi??"


" Tentu saja agar istriku senang melihatku, aku bantu mandi ya!"


" Harus dong pak..." Fathia mengulurkan kedua tangannya pada Suhail.


Suhail pum segera memandikan istrinya, memgambilkan pakaian, dan juga menyuapi istrinya dengan roti bakar buatannya.


" mau makan apa Bu??"


" makan bapak lagi boleh??"


" Langsung dong tersaji setiap saat untuk istriku...!"


" Konyol...!, aku yang akan memasak untuk suami baru ku!!"


" Suami baru??"


" ya kan baru??"


" Memangnya kan ada yang lama??"


" nanti kalau sudah satu tahun ganti panggilan suami Lama..."


Suhail slalu saja tertawa dengan ucapan istrinya yang aneh-aneh itu,


Fathia pum mencoba berdiri, meski jalannya sedikit dipaksakan tapi dia harus bangun dan memasak untuk suami barunya.


Suhail mengikuti istrinya ke dapur membantu istrinya memasak .


" Suami baruku, hari ini telur dadar sama sambel terasi segar saja ya, sama lalapan mau??"


sambil melihat bahan-bahan di kulkas.


"oh ternyata lengkap ya, ini juga ada bahan Frozen, tapi aku agak malas masak, telur sama goreng sosis saja dah ya...bikin sambel gitu aja oke??"


" Siap bu...."


Fathia bagian goreng-goreng dan sambel, Suhail bagian memasak nasi dan mencuci sayuran.

__ADS_1


setelah selesai mereka membawa masakan di depan televisi, mereka makan sepiring berdua lesehan dengan menu sederhana sambil menggap-menggap kepedesan, sederhana tapi menghabiskan nasi satu megicom.


__ADS_2