
" Ah ...om kau sengaja menggigit ku!"
" Aku sangat gemas tapi belum waktunya di makan karena kau masih setengah matang!"
" om, setengah matang itu seger om...!"
" Hehehe...jangan menggodaku, aku takut kau tidak mampu menanggungnya!"
mereka tidur sambil berpelukan,
" Om pikirkan cara untuk membawaku keluar dari sini bersama anak-anak!"
" anak - anak ini yang sulit Tasya, bagaimana bisa kita membawa anak dari negara ini begitu saja, hukum di sini sangat tajam!"
" Anak - anak sangat pandai dan patuh, aku ingin merawat mereka!"
" Baiklah, pelan pelan saja...sebelum hari kau akan menikah aku akan membawa kalian semua pulang dengan selamat!"
" Om, kau harus menyayangi mereka loe!"
" tentu saja, aku akan menjaga semua yang berarti untukmu!"
" Om yang terbaik!, kami menunggumu !"
" ehmmm, muach!" Kenzo mencium kening Tasya dengan penuh kasih sayang.
" Aku dengar kau sangat lelah dengan pekerjaanmu, sekarang istirahatlah dengan baik, agar besok pundi-pundimu semakin bertambah!"
" Om apa besok pagi buta kau akan pergi??"
" untuk sementara aku bersambunyi, karna Token itu gantian untuk di pakai Dai masuk!"
"Apa Dai bisa mauk??, tentu saja bisalah!"
" Bagus...!"
" Kalian akan sembunyi di mana??"
" Aku akan berada di sekitar mu!"
" Bagaimana jika ketahuan??"
" Tenanglah, kau lakukan saja kegiatan mu seperti biasa! jangan pikirkan kami...!"
" Baik aku sangat lelah, aku tidur dulu ya om!" Tasya pun segera memejamkan matanya tertidur pulas di dekapan Kenzo.
Kenzo tersenyum bahagia , karena akhirnya wanita yang dia cintai sudah kembali kedekapannya.
...----------------...
Kediaman Pratama
" Fahad, kenapa kau memundurkan jadwal keberangkatanmu??" Tanya Vevey pada putra satu-satunya itu.
" Iya ma, nanti malam aku berangkat!"
" Hmmm, ada apa??, apa ada masalah??"
" Tidak ada ma, hanya sedang ingin berpamitan dengan seseorang saja!"
" Oh apakah dia wanita yang kau sukai??"
" Ya, aku ingin mendengar jawabannya!"
" Sudah 2 hari kau menunda keberangkatanmu, apa gadis itu tidak datang??"
" Ya ma, ini adalah kesempatan terakhir untuk meyakinkan diri Fahad, jika memang dia tidak datang berarti dia tidak mau menjadi menantu mamah!"
" Hehehhe...perasaan kemarin baru di timang-timang mama, tiba-tiba sekarang sudah mau memberikan mama menantu, rasanya sangat tidak nyata!"
" Mama, seharusnya mama menyadari bahwa mama semakin tua!"
" Anak nakal ini ya...,berani sekali mengolok mamanya tua!"
__ADS_1
" Hehehe...mama...tapi mama mana terlihat tua, berjalan bersama Fahad saja justru terkadang dikira teman Fahad mama adalah kakak Fahad!"
" Hilih, sekarang pura-pura bermulut manis ya!!!"
Mencubit gemas putra satu-satunya itu.
" Jangan berkecil hati putraku, jika kali ini kau ditolak, setelah kau sukses nanti akan banyak wanita berjajar yang ingin menjadi pendampingmu!"
" Hahaha, Ya... bagaimana ya ma...padahal Putra mu ini sangat luar biasa...apa masih ada yang menolak??"
" Hahahahah...kau sama seperti papahmu jika seperti ini!"
" Kan aku anaknya ma...!"
" Ya benar putraku, sini peluk mama...!"
Vevey meraih tubuh putranya yang sudah bertumbuh menjadi seorang pria itu.
" oh ya ma... apa mama tahu jika Iyus menyukai Kak Aina??"
" Tahulah, kalian anak - anak mama, mama akan tahu gelagat-gelagat tidak beres kalian!"
" Oh tapi Iyus kan bukan anak mama!"
" Dia juga anak mama...tapi dari paman dan Bibimu, kalian itus tumbuh bersama ,mama tahu sifat anak dan keponakan mamalah, kakakmu itu juga menyukai Iyus!"
" Rupanya mama sudah tahu!'
" Ya, jika itu Iyus...itu lebih baik...jika kakakmu Aina menikah dengannya dia akan menjadi bagian inti dari keluarga Pratama sayang! bukan anak angkat lagi!"
" Aku juga bisa menghajar Iyus jika dia membuat kakak sedih!"
" Hehehe...jangan gunakan kekerasan Fahad!"
" Biar saja, oh ya ma..
bagaimana dengan bang Fannan??"
" Oh rupanya Fahad menyukai Fanan??"
" Hmm tapi itu tergantung pada kakak tertuamu Fahad!'
" Benar juga, dan sebentar lagi Bajiiiingan itu akan bebas ma...!"
" Jangan mengatai Martin seperti itu ...!"
" Mama tidak membencinya??"
" Hmmm tidak, hanya saja mama tidak ingin berhubungan dengannya lagi !'
" Bagaimana jika kakak masih menyukainya??"
" Jika memang begitu maka kita yang harus menanggung sakitnya untuk kebahagiaan kakakmu!"
" Ma...!"
" Sudah, jangan bahas ini lagi...mama akan mendukung keputusan anak-anak mama!"
" Mama, mama jangan terlalu baik hati...!"
" Heheh mana ada baik hati?, sudah jam berapa ini??, ayo cepat pergi barang kali anak itu datang!"
" Oh benar Fahad hampir lupa...!"
" Sana cepat pergi, semoga beruntung!'
" Terimakasih ma!" Fahad segera mengambil kunci motornya dan segera pergi ketempat di mana mereka membuat janji bertemu .
Fahad pun tiba, namun tak melihat seseorang yang dia harapkan datang, dan dia sudah menunggu 2 jam lamanya.
" Tunggu, Satu jam lagi Fahad!" Gumam Fahad yang sudah hampir menyerah.
Akhirnya pun satu jam berlalu dan Yuna tidak datang lagi untuk ketiga kalinya.
__ADS_1
" Yuna apa kau sungguh tidak menolakku??"
Karena sudah merasa sangat putus asa, Fahad pun kembali ke kediamannya dengan wajah yang penuh dengan kekecewaan.
" Fahad, kenapa denganmu?, apa dia menolakmu??"
" Jika ditolak, aku tak apa mama, tapi dia tidak datang lagi...!"
" Tak apa sayang, berangkat saja sekarang yuk ke bandara, atau masih ingin menunda lagi keberangkatan mu??"
" Ma, ayo ke Bandara!"
" Baik ayo....!" dengan hati yang kecewa Fahad harus tetap berangkat.
setelah mengantar putranya ke Bandara Vevey pun segera kembali pulang.
Hemmm, pertama jatuh cinta hatinya sudah terluka, tak apa Putraku, memang begitulah kehidupan, Jika dia adalah jodohmu tidak akan pergi kemana pun, Mama selalu mendoakan kebahagiaan kalian anak-anakku.
dalam hati Vevey.
Beberapa hari setelah keberangkatan Fahad,
" Aina, ada apa?? kenapa menangis??"
" huhuhu...Kakak Cindy....mama...!"
" Ada apa anakku??, siapa yang menindasmu??"
" Ma, kak...pantas saja hampir satu minggu ini Aina tidak nampak Yuna, rupanya Yuna mengalami kecelakaan dan dia mengalami cidera yang cukup serius!"
" Apa???, kapan??"
" Ya hari minggu..."
Vevey komat kamit memainkan jarinya menghitung.
" Pantas, pantas ....!"
" Apa ma??"
" Pantas Fahad menunggu Yuna selama 3 hari tidak muncul, bisa jadi saat akan pergi menemui Fahad Yuna mengalami kecelakaan, aduh kasihan nya...!"
" Janji???, janji apa ma??"
tanya Cindy bingung.
" Saat itu mama tidak sengaja mendengar pembicaraan Fahad dan Yuna, Fahad menyatakan perasaannya pada Yuna, namun Fahad memberi waktu sebelum dia berangkat , Fahad sudah menunda sampai 3 hari akhirnya dia menyerah berangkat dengan kekecewaan!"
" apa jadi seperti itu??" Aina terkejut.
" Bagaimana keadaannya sekarang?"
" seharusnya harus segera menjalankan operasi namun sepertinya terkendala biaya!"
" Ayo bawa mama ke sana!" ujar Vevey terburu-buru.
" Loh sayang mau ke mana??"
Tanya Hirosan yang baru tiba.
" Itu mau ke rumah sakit darurat...!"
" Apa siapa yang sakit?"
"Teman Aina!"
" Oh ya Aina, temanmu Yuna mengalami kecelakaan apa Fahad sudah tahu!"
" Loh kenapa kau tahu sayang??" Tanya Vevey bingung.
" Lah, Aina yang memintaku memasukan ke bagian kebersihan, awalnya aku tidak tahu jika itu wanita yang di sukai Fahad, aku membiarkan dia langsung bekerja saja, dan pekerjaan nya sangat rapi,saat ibunya meminta ijin, aku melihat datanya... ternyata dia wanita yang sukai Fahad sayang!"
" Ayo cepat ikut!" Vevey menarik Aina dan Hiro segera pergi menuju rumah sakit di mana Yuna di rawat.
__ADS_1
Haduh...perjalanan Cinta Fahad rupanya juga tidak begitu mulus, semoga gadis itu akan baik - baik saja dalam hati Cindy mendoakan.