GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
117. Membujuk


__ADS_3

Di siang hari Sansan datang ke tempat dimana Fathia tinggal.


" Apa ini rumahnya??, kok kecil sekali?"


Pyarrrrr krompyang krompyang...


terdengar suara gaduh di dalam rumah Fathia, Tasya segera mendekat, untuk memastikannya.


" Kau, wanita murahan...berani sekali kau merebut Suhail dariku!"


Apa??, ini terdengar seperti seseorang yang sedang merebutkan Suhail.


Tasya segera mendobrak pintu kediaman Fathia,


"Hei apa yang kalian lakukan...?"


terlihat seorang wanita menarik rambut Fathia dan beberapa orang lainnya memegangi tangan Fathia.


Dengan kecepatan kilat Tasya mengambil gambar dengan ponselnya.


" Lepaskan atau bukti ini akan sampai ke tangan polisi!" Ujar Tasya mengancam.


" Hahahahah, apa kau temannya?"


" Siapa aku tidaklah penting bagimu,...!"


" Kau tahu, ayahku memiliki koneksi hebat di sini , polisi justru akan takut pada ayahku!"


" Oh seperti itu?, karena polisi tidak dapat menyelesaikan masalah ini terpaksa aku harus turun tangan sendiri!"


" Hahahahah, kalian dengar itu??, dia ingin berurusan dengan kita!"


" hahahaha, lucu ya?, tertawalah...kau sangat kejam pada seorang yang tidak dapat melihat, kau sangat kejam!"


" Kejam??, dia menggoda pacarku!"


" Oh siapa pacarmu??"


" Pacar ku Suhail, mentang-mentang Suhail sudah menjadi Jenderal besar ,dia menggoda Suhail, dia pelakor!"


" Apa Jenderal?" Fathia sangat terkejut


" Hahahah sekarang kau pura - pura tidak tahu agar aku melepaskan mu?, kau pelakor yang tidak tahu diri!"


" Pufffffffffffffftttttttttt.....!"


Tasya menahan tawanya.


" Apa yang kau tertawakan??"


" Hallo bestieeeee abang Suhail tidak akan menyukai wanita gila seperti dirimu!"


" Apa kau kenal Suhail?"


" Tentu karena aku adalah sepupunya!"


"Sepupu nya?"


" ya....!"


" Hahahahahaha...mana tahu kau bohong...!"


" Cepat lepaskan dia!!" tegas Tasya.


" Hanya Kau seorang diri,apa kau kira aku takut?"


" Oh...baik jika begitu lepaskan dia 3 lawan satu sini!"


" tidak, aku akan memeganginya...kalian berdua cepat tangkap dia!"


Kedua orang yang memegang Fathia itu pun segera menyerang Tasya.


Dalam hitungan detik, kedua orang itu sudah babak belur.


" Bagaimana mungkin??" Sangat terkejut.


" Hahahaa sekarang kau baru terkejut??"


" Jangan mendekat, jika kau mendekat aku akan membenturkannya ke tembok!" Mengancam dengan segala cara.


Tasya segera menggunakan langkah ringannya menghampiri wanita yang mengaku kekasih Suhail itu, dan memukul bagian belakangnya.


" Hanya wanita lemah saja sok paling hebat, siapa sih kau ini?"


Tasya meriksa seluruh tubuh wanita itu dan menemukan dompet dan membukanya.


" Oh namamu Yohana rupanya!"


" Apa Yohana??' Fathia sangat terkejut.

__ADS_1


" oh aku lupa, nona apakah itu sakit?, ayo kita ke rumah sakit!' ajak Tasya.


" Ini tak apa kok , oh ya Fathia mengucapkan terimakasih padamu, siapa namamu?"


" Bukan hal besar ,namaku tidaklah penting aku hanya kebetulan lewat saja nona!"


Fathia tersenyum,..


" Kenapa kau tersenyum?"


" Tidakkah kau harus slalu mengingat apa yang kau ucapkan nona?" ujar Fathia


" apakah ada kesalahan?'


" tidak ada,..kau sepertinya masih berumur 15 atau 16 tahunan bukan?"


Dia tadi mengatakan sebagai sepupu suhail jika aku tidak salah dengar,aku akan pura-pura tidak mendengar nya lah,tapi aku penasaran dengan namanya dalam hati Fathia.


" Oh bagaimana kau tahu?"


" Aku tahulah...hehehe!"


" Sebentar ya, aku bereskan orang - orang ini dulu!"


" Apa kau menghajarnya sampai parah?, bagaimana kau akan mengatasinya?" tanya Fathia.


" tenanglah kakak mereka masih bisa dikenali...Dai, keluarlah...kau bereskan mereka, selidiki keluarga wanita tidak tahu malu ini dengan segera!" perintah Tasya.


Dai pun keluar tanpa bersuara dan segera membereskan Yohana dan orang - orangnya.


Dia sudah tahu jika aku mengikutinya, dalam hati Dai


" Nona sekali lagi terimakasih,...bolehkah aku tahu namamu?"


" Tentu saja boleh...tapi ada syaratnya!"


" Apa itu??"


" Ayo kita ke rumah sakit dulu untuk mengobati lukamu!"


" Jika aku mau,apa kau akan memberitahu namamu?, dengan Jujur!"


" Ah, baiklah... ayo ke rumah sakit dulu!"


" Beritahu namamu dulu!'


" Sania...!"


" Jujur, ayo kita ke rumah sakit!" Tasya segera membawa Fathia ke rumah sakit terbaik di kota itu.


" Dok, obati lukanya berikan pengobatan terbaik agar tidak meninggalkan bekas luka!"


" Ini hanya luka ringan, kami akan berikan pengobatan terbaik!"


" Dok, tolong kau periksa matanya sekalian, adakah harapan untuk pengobatan yang terbaik?"


"oh tidak ...jangan...Sania...aku belum ada uang!"


" Diamlah kak... aku tidak bermaksud membantumu, aku ingin tahu kronologi penyebab kebutaanmu saja apa sangat parah atau tidak!"


" oh baiklah!"


Setelah melalui berbagai tahapan pemeriksaan, Dokter pun menjelaskan kondisi Fathia pada Sania di ruangan dokter.


" penyebab kebutaannya adalah karena terjadinya penggumpalan pembuluh darah nona!"


" Kenapa bisa seperti itu?'


" itu, bisa dikatakan Stroke mata!"


" Stroke mata?"


" Oh ya??, lalu bagaimana pengobatan terbaik nya?"


" Karena stroke mata terjadi karena banyak Faktor, namun setelah saya pelajari dari riwayat nona Fathiah dulu pernah mengalami kecelakaan, bisa jadi hal itu ,terjadi cedera mata dan membuat pembuluh darahnya tersumbat, sehingga mengakibatkan kebutaan, harapan kembali bisa melihat mungkin 85%!"


" apa harus operasi?"


" tergantung dengan kondisi tubuh pada nona, kita sedang menunggunya hasil pemeriksaan menyeluruh agar bisa mengambil tindakan yang tepat agar tidak mengakibatkan komplikasi!"


" Baiklah jika sudah keluar hasilnya bisa hubungi aku, percepat ya dok!, berapa pun biayanya tak masalah!"


" Baik nona, kami akan mengusahakan yang terbaik!"


" Hmmm...!"


Tasya segera membawa Fathia kembali ke rumahnya.


" Kakak, apa kau tidak ingin pindah ke tempat yang aman?'

__ADS_1


" Di mana tempat yang aman itu Sania?"


" Aku akan mencarikan untukmu!"


" tidak perlu, hari ini kau sudah sangat baik membantuku, aku belum bisa membalasnya, jangan terlalu baik padaku ya!"


"Sayangnya aku juga bukan orang baik. kakak!"


' Kenapa kau menolongku? ,jika kau bukan orang baik?'


" Aku hanya lewat saja hohoho...!"


" Jika kau mau tinggallah di apartemen ku, bukan sekedar tinggal saja, tapi aku memberimu pekerjaan agar kau tidak berhutang budi pada kami!" sahut Dai yang tiba-tiba muncul.


" Oh Dai,...!"


" perkejaan apa itu tuan?"


" Karena kami akan keluar Negeri, dan kami tidak tahu kapan harus kembali kau bisa tinggal di sana sementara kami tidak ada, tolong rawat apartemen ku!"


" itu ada dilantai berapa ya tuan?"


" Lantai bawah!"


"Eh??"


" Ssssssttt!" menutup mulut Tasya.


" Boleh tuan, tapi apa saya sendirian di sana?"


"Tentu tidak, ada adikku yang akan tinggal di sana dan dia masih kuliah...!"


" Oh laki- laki atau perempuan?"


" Adiku perempuan!'


" Oh baik tuan saya bersedia!"


" Besok aku akan menjemputmu di sini jam 8 pagi!"


" Ya saya akan bereskan perlengkapan saya dan pindah!"


" deal ya!"


" Eh Kakak apa kau kenal dengan wanita tadi?'


" Ya, dia adalah teman SMA Suhail...setahuku begitu...aku percaya Jika suhail bilang masih sendiri maka masih sendiri, karena sejak SMA Yohana slalu mengekor Suhail, jadi aku tahu Yohana menyukai Suhail sejak SMA, tapi kenapa Suhail tidak mengatakan jika dirinya sudah menjadi seorang Jendral?"


" Mungkin dia memiliki alasan sendiri kakak!'


" Ya, kau benar Sania...andai saja aku tidak buta, sekarang aku semakin down karena dia sangat jauh dari jangkauan ku!"


" Apa kakak ingin melihat lagi??"


" Tentu saja, ....!"


" Kalau begitu kakak mau tidak ikut denganku?"


" Hei mau kau bawa kemana Dia?" tanya Dai.


" Negara M lah...!"


" Kau gila, kita di sana tidak bisa menjaganya!"


" Di sana aku bisa meminta mama untuk mengobatinya!"


" Ada Dokter....kenapa harus bibi Yu?"


" Kau lihat kak Fathia sangat takut pada alat medis!"


"benarkah itu nona Fathia?"


" Benar tuan, kami sekeluarga kecelakaan dan Ayah ibuku meninggal di rumah sakit, aku membuka mata namun semua gelap aku hanya bisa mendengar suara alat-alat medis dan bau khas rumah sakit itu membuatku teringat kedua orang tua ku!"


" Kakak, aku paling tahu apa yang kau rasakan karena aku juga pernah mengalami kecelakaan dengan kedua orang tuaku, ibuku Hilang ingatan dan ayahku meninggal di tempat!"


" Oh, kau juga mengalami penderitaan rupanya!"


" Kakak, maukah kau mencoba ikut dengan kami?"


" tapi aku memiliki kontrak kerja dengan sebuah restoran!"


" Kakak kan tinggal menerima pemasukan di rekening kakak, simpanlah uang kakak dengan baik, jika nanti Tuhan mengembalikan penglihatan kakak, kakak bisa memakai uang itu untuk membeli rumah yang bagus, kakak bisa membuka bisnis seperti yang kakak mau!"


" kalian ini sebenarnya siapa kenapa mau membantuku?"


Fathia sangat berhati-hati,


Aku tidak boleh percaya pada siapapun bukan?, siapa yang tahu niat hati orang?

__ADS_1


dalam Hati Fathia.


__ADS_2