
" Sayang kenapa mukamu begitu kesal??" Savina yang melihat wajah suaminya tertekuk berlipat-lipat.
" Mana ada orang di lamar, mereka malah baru bangun tidur??"
" apa?? ,kok rasanya mereka tidak niat sekali??"
" Entahlah....!"
" Apa mungkin Vevey memang sudah tahu jika keluarga Yuna tidak beres, makanya dia tidak mengijinkan semua membantu Fahad, alih-alih dengan alasan mendidik putranya untuk bertanggung jawab??"
" Nanti aku akan menyelidikinya...!" tegas Nathan.
" Ya sudah sayang, jika pun memang tidak beres ,kita tahu bagaimana tekad Fahad, jadi kita hanya bisa mendukung keputusan bulatnya, takutnya dia mengira kita terlalu ikut campur...!"
" Hmmm, ya benar sudah biarkan dia menjalani apa yang menjadi pilihannya, ku harap keluarga itu tidak aneh-aneh!"
" Ya...aku ingin Fahad bahagia!"
" Pastilah,kita ssmua menginginkan kebahagiaannya, sayang aku masih ada janji dengan orang ku aku pergi dulu...!"
" Baiklah aku juga akan ke toko...!"
mereka segera melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
sementara Sansan dan Kenzo masih berbincang
" Kenapa, apa ada yang salah dengan kekasih Fahad??" tanya Kenzo pada gadis nakalnya.
" Aku hanya merasa dia tidak baik untuk Fahad!"
" Aih, anak itu sangat sopan, dan lemah lembut apa yang tidak baik??"
" Yah, om jangan lihat dari Covernya aja...!"
" Hmmm, jadi kau tidak akan menyembuhkannya??"
" Tidak!"
" Alasannya?"
" Aku juga tidak tahu om...!"
" Kenapa begitu, kau berlaku tak adil, kau merawat Fatia dengan Suka rela, lalu bagaimana dengan Yuna??"
" Aku akan pikirkan lagi deh, jika memang harus menyembuhkan Yuna, aku akan meminta bayaran sangat tinggi sampai Fahad kuwalahan...!"
" alihkan tagihannya padaku...!"
" Tidak om...!"
" Kenapa?"
" Ehm...instingku kurang baik om, mengertilah insting seorang wanita!"
" Ya biarkan saja, itu pilihan Fahad, kita pandang Fahadnya saja ...semua untuk Fahad, jika Yuna sembuh setidaknya tidak akan menjadi beban untuk Fahad!"
Sansan diam seribu bahasa, Sansan bukan orang yang mudah merubah keputusannya, dia tidak plin-plan, tapi perkataan Kenzo sedikit ada benarnya..
" Ya sudah aku akan menghargai keputusanmu sayang, jangan cemberut lagi, ayo kita masuk!"
" Ini rumah siapa om??"
" Rumah kita...aku membangunnya sesuai dengan selera mu bukan??"
" Woh...." Mata Sansan melongo melihat rumah minimalis yang memiliki halaman cukup luas itu.
" Apa kau suka??"
" Suka om...!"
" Rumah ini sudah atas namamu, ini milikmu"
" Om, aku cinta padamu, di mana surat-suratnya??"
" kenapa kau menanyakan itu, jelas aku yang simpan!"
" Kenapa??, katanya milikku??"
" aku sangat tahu isi kepalamu sangat, jangan macam-macam mengerti??"
" Sansan hanya satu macam saja ih ..."
"aku takut kau akan menyekolahkan surat-surat itu ke bank!"
" Ih...om aku kan tidak kekurangan uang..."
" Memang tapi kau sangat menyukainya...!"
" heheheheh, ya biar suratnya makin pintar om kan kalau di sekolahin ..."
" Kamu saja tidak sekolah , malah mau menyekolahkan surat rumah!"
__ADS_1
Sansan mengalungkan tangannya pada pinggang Kenzo.
" Om serius amat sih, Sansan kan hanya bercanda!"
Kenzo menarik pinggang ramping Sansan dan menggendongnya di depan seperti koala.
" Jika nanti kau memberikan aku anak, aku akan mengalihkan semua hartaku padamu!"
" Berapa anak yang om mau...?"
" Banyaklah, mumpung calon istriku ini sangat muda, aku mau 3 anak kembar"
" Om apa kau melihatku seperti kucing betina??"
" Hahahahahah, kau adalah rubah kecil yang licik, sangat jauh dari kucing...!"
" Hufff" Sansan memonyongkan bibirnya kesal
cup
kenzo melabuhkan kecupan pada bibir monyong lima senti itu.
Masih tetap pada gendonganya, Kenzo mengajak Sansan berkeliling melihat rumah minimalis milik Sansan.
" Suka??"
" Sukalah, makasih om Ken,aku berdoa semoga Tuhan slalu melimpahkan harta om kenzo, semoga om awet muda , dan slalu murah hati padaku, slalu tetap mencintaiku, tidak melihat wanita lain selainku, pokoknya semuanya tentang om ken itu hanya untuk Sansan"
" Hahahaha" Kenzo pun duduk di sofa, dan Sansan sekarang berada di pangkuannya mengahadapnya.
" Iya aku hanya untukmu seorang sayang...dan jangan lupa kau juga hanya untukku seorang..."
" Om, kenapa kau sangat tua ya??"
" Apa??"
" Om tua...!"
" Apa kau berubah pikiran?? sudah terlambat aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun!"
Sansan segera berdiri dan berlari mengelilingi Sofa yang di duduki Kenzo, sambil menjulurkan lidahnya
" Weeeeekkkk...aku akan lari darimu..."
Kenzo terkekeh melihat tingkah gadis nakalnya yang sangat kekanakan itu, sangat menggemaskan
" Ayo om kejar aku!"
" Tidak!"
Kenzo segera berdiri bersiap untuk mengejar Sansan yang sudah memanasi telinganya dengan kata tua dan Encok.
" Oh baiklah, biar kau akan tahu orang tua ini sehebat apa, jangan menangis jika kau tertangkap...!"
" Wlek wlek...tangkap aku" menggoyang - gayangkan badannya.
Kenzo segera mengajar Sansan, adegan india acha acha pun di mulai, Kenzo dan Sansan main kejar-kejaran mengelilingi rumah
Gadis itu memang cukup lincah untuk berlari dan melompat untuk mempertahankan dirinya agar tidak tertangkap oleh macan kumbang di belakangnya.
" Hahahahha, sangat lambat..." Ejek Sansan sangat puas karena orang tua itu tidak dapat menangkapnya.
" Hahahhahahahahahah" Sansan tertawa begitu Sombong , sampai lupa diri bahwa kesombongan itu hanya milik Tuhan semata.
Gedebukkk...
Sansan tersandung kakinya sendiri jatuh nyrungsuk ke depan
Dukkkk...
sudah jatuh tertimpa gajah...
Gedebukkk....
dan masih tertimpa pohon beringin...
( hihihihi, sebentar author ketawa dulu....hihihihihi...)
Sansan yang jatuh nyrungsuk ke depan, kepalanya terbentur meja, dan masih tertimpa Kenzo yang tersandung Sansan karena tidak bisa menghentikan laju larinya.
" Oughhhhhhhhhhh...apa ini kok mati lampu??"
" sekarang kok keluar kunang-kunang" efek terbentur membuat kepala Sansan gelap dan langsung berkunang-kunang.
Kenzo segera berdiri,,,
" sayang, apa kau baik-baik saja??"
membalikan tubuh Sansan untuk melihat keadaan gadis nakalnya.
" OMG????"
__ADS_1
Kenzo sangat terkejut melihat kening bagian tengah Sansan benjol.
Bagaikan badak bercula satu...
" Om, kepalaku sakit...."
Kenzo segera menggendong Sansan dan menidurkannya di sofa.
Kenzo meraih ponselnya segera menelpon Dai.
" Dai cepat ke rumah minimalis Sansan"
" sekarang tuan??"
" Setelah monyet kawin sama sapi, sekarang!!" tegasnya kesal.
" Siap!!" Dai segera bangkit dan pergi menuju rumah Sansan Dai tahu karena Dai orang yang mencarikan lahan untuk rumah itu.
Tak perlu waktu lama Dai pun tiba.
" Tuan ada apa??"
" lihat..." menunjuk Sansan yang benjol
" Hah??? pfffffffttt...." melihat tampilan Sansan yang seperti badak bercula satu Dai tak bisa menahan tawanya.
" Huaaaaaaaaaaa...om Dai jahat!"
" Dai cepat kau tangani cula itu agar tidak muncul lagi!"
" Baik...tapi saya tidak bawa bahan-bahan herbalnya tuan"
" Apa yang kau butuhkan??"
Dai berpikir keras apa yang bisa dia buat untuk mengurangi benjolan itu.
" Tuan, apa dapurnya sudah berisi??"
" Sudahlah, sudah lengkap!"
Dai segera berlari ke dapur.
Dia mencari bumbu-bumbu dapur yang ada,
" Aku ingat bibi Yuki pernah menyembuhkan benjolan di kepala anjiing dengan Kencur dan beras yang di tumbuk!" gumam Dai segera mencari bahan. tersebut.
setelah dapat dia segera mencari cobek.
setelah dapat Dai menumbuknya setelah selesai di tumbuk dan halus, Dai menempelkan pada cula yang muncul dikening Sansan.
Sensasi dingin perih dan semriwing menjadi satu .
" sudah Tuan, besok pasti akan kempes!"
" ehmm apa itu pelajaran dari Yuki?"
" Iya, saat bibi menemukan Anjjingnya dalam keadaan benjol bibi membuat obat dari bahan yang ada di dapur!"
" What, kau samakan aku dengan anjiiiing???" Sansan yang mendengar tidak terima.
" Pfffffff....hihihihi..."
Kenzo dan Dai tak kuasa menahan tawanya
" Huaaaaaaa huaaaaa kalian jahat, tertawa dia atas penderitaan ku"
" Hahahahahaha, ayo istirahat ki bawa kau ke kamar!" Kenzo segera menggendong gadis nakal yang masih merengek itu.
" Dai, selidiki Yuna segera!"
" Baik Tuan!" Dai pun segera pergi
" Om??, kenapa kau menyelidiki??"
" Penasaran , sebelum aku juga memiliki insting sama denganmu, sepertinya kita harus tahu lebih dulu..."
" Lalu apa kau akan memberitahu Fahad??"
" Hanya orang bodoh yang mau memberitahu orang yang sedang dilanda Bucin"
" Ha??"
" Iyalah, orang bucin akan slalu menerima keburukan orang yang di cintainya, tapi itukan kita tidak tahu, jadi jangan berprasangka buruk dulu, ayo kau tidur agar besok sudah lebih baik!" Kenzo menidurkan Sansan dan memeluknya
Sansan dan Kenzo sama-sama memiliki insting yang sangat kuat.
Jadi apa sebenarnya yang terjadi dengan Yuna??
sabar ya bestie....
nanti semua akan terbuka pada masanya.
__ADS_1
tinggalkan jejak di kolom komentar, tak lupa Likenya