GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
79. Bidak Catur


__ADS_3

" aku akan mengganti namaku menjadi, Bram...!"


" Bram??" Alfred memperjelas.


Dai hanya tersenyum, karna hanya dia yang tahu siapa itu Bram untuk Tasya.


" Ya sudah, aku akan kembali, kau dan Dai bisa melalui kepala pelayan, untuk menjadi orang baru!"


" Tapi kan Dai, sudah banyak yang tahu Yang Mulia!"


" Dai hanya mengantarmu, dia hanya akan menjadi pengawal bayangan, dan kau akan menjadi pelayan pribadiku, kau akan berhadapan dengan pangeran Albert, jangan sampai ketahuan di awal, patuhi saja perintahnya!"


" Lah, apa Yang Mulia memberikanku pada Pangeran?"


" Apa kau ini barang??"


" Bukan, hehehe...!"


" Ayo Jalanlah!"


mereka pun segera kembali ke istana, Alfred kembali lebih awal, dan Dai hanya mengantar Tasya di depan istana , kemudian pergi.


" Nona ,anda sangat tampan... semua wanita pasti jatuh cinta melihat anda!"


" Kepala pelayan,aku memang terlahir sempurna, hehehehe jangan membuatku kebesaran kepala!"


"nona, siapa nama anda nanti, ah aku harus membiasakan diri memanggil anda dengan sebutan seorang pria!"


" Panggil aku Bramm!"


" Wah, namanya maskulin sekali, baik Bram...silahkan ikut saya, hari ini Pangeran yang akan menginterview anda!"


" Baik!"


Kepala pelayan pun mengantar Tasya menghadap Alrberd.


" Saya, Albert memberi hormat pada Yang Mulia Pangeran!"


" Siapa namamu?"


" Saya Bram Yang Mulia!"


" Bram???, apa ini kenapa namamu tidak sama dengan datamu??"


" Apa???" Tasya terkejut.


" wah kau ini pasti mau menipuku!"


" Menipu??, tidak Yang Mulia!"


" Lalu kenapa datamu berbeda??"


Sial, kenapa Raja tidak mengatakan jika,aku sudah memiliki data, awas raja gila, sepertinya kau mencari masalah dengan orang yang sama.


" ahahahah, maaf Yang Mulia Pangeran, nama saya sebenarnya Tejo, saya membuat nama panggilan sendiri yang agak sedikit mudah diingat!"


" Apa sulitnya Tejo!"


Wah mereka kakak adik yang sangat menyebalkan


dalam hati Tasya menahan diri untuk tidak marah.


" Kau sepertinya tidak bodoh,...!"


" terimakasih atas sanjungan anda Yang Mulia!"


" Maukah, kau menjadi orang ku, aku berjanji akan memberikan jabatan lebih tinggi jika kau berhasil menjalankan misi dariku!"


Tasya terdiam, berpura -pura berpikir...

__ADS_1


" Kenapa diam saja?"


" Tidak, Yang Mulia, hanya saja saya bingung dengan pertanyaan Anda!"


" Apanya yang bingung??"


" Karena, di sini anda yang melakukan interview, jika tidak menjadi orang anda, lalu saya menjadi orang siapa lagi?"


" hahahaha, kau ini lucu, aku sedang mencari orang yang akan merawat raja , selanjutnya jika kau mengatakan setuju, maka kita akan lanjut mengobrolkan masalahnya di tempat lain!"


" oh, baik saya setuju!"


setuju saja dululah...dalam hati Tasya.


" Okey, kau di terima... sekarang kau minta kepala pelayan menunjukkan ruanganmu, dan nanti malam, orang ku akan menjemputmu untuk menemuiku!"


" Baik Yang Mulia, terimakasih atas kemurahan hati anda, saya undur diri!" Tasya pun segera berjalan menuju tempat kepala pelayan, di tengah perjalanannya, Tasya selalu berpapasan dengan para buruh - buruh perempuan , yang melihat Tasya, malu- malu salah tingkah, Tasya dengan kepedean yang super tinggal, menggoda para buruh wanita dan membuat mereka sangat histeris kegirangan.


Tasya mendadak menjadi idola para buruh di istana, ...


beberapa kali Tasya mengedipkan satu mata pada wanita yang berpapasan dengannya.


Dai yang mengamati tingkah laku Tasya,hanya mengelus dada menepok jidtanya.


semenit tidak membuat huru - hara saja tidak bisa anak ini.


Dai pun kembali keruangan Raja.


" Bagaimana apa anak itu lolos?"


" Itu tidak perlu ditanyakan lagi Yang Mulia!'


" Bagus,...!" Raja terlihat sangat puas.


Jika Raja melihat tingkah, Tasya sekarang entah apa yang akan dilakukan Raja,


Dai menggeleng kepala.


Tok tok tok...


" Tejo,...apa sudah tidur?"


Tasya membuka pintu,...


" Ya tuan?, siapa??"


" Saya asisten Pangeran, pangeran mengundang anda di halaman belakang rumahnya!'


" Oh okey, ...!" Tasya mengikuti Asisten itu dari belakang menuju halaman belakang kediaman Pangeran.


" Pangeran, Tejo sudah datang!"


" Tejo, menghadap Yang Mulia, Pangeran!"


" Aku memanggilmu Tejo atau Bram??" tanya Pangeran.


" Bram saja bolehkah, Yang Mulia, agar lebih keren di mata para wanita!"


" Ya, sudah...kabarnya kau membuat gaduh, para wanita!"


" Hihi, mereka pasti tidak tahan melihat ketampananku ini Yang Mulia!"


" Hahah, sudahlah itu urusanmu, yang terpenting tugasmu, denganku akan ku perjelas!"


" Silahkan Yang Mulia memberikan arahan pada saya!"


" Ya, tugas mu merawat Raja, tapi jangan membiarkan dia sembuh, buat dia semakin tertekan, dan sisanya biarkan kami yang urus!"


Lah, orang Raja saja sehat bugar begitu, apanya yang tidak membiarkannya sembuh?

__ADS_1


" bagaimana Kondisi Raja sekarang Yang Mulia?"


" Dia hanya berbaring dengan alat saja, sesekali kau harus melepaskan alatnya !"


" Bagaimana jika ada cctv di ruangan Raja??"


" Mana mungkin ada!"


" Oh tidak ada baiklah!"


Mau dilepas berkali - kali pun juga, Raja tidak akan mati.


memang tidak ada cctv, jika ada Raja juga sudah ketahuan olehmu jika pura-pura sakit dudul....


" Kenapa kau tidak menolak ,ajakan kejahatan ini?"


" Ya, jika anda menghianati saya sebagai pembunuh raja, juga tidak apa - apa, saya akan dikenang sebagai pahlawan menyelamatkan rakyat yang tersolimi, eh terdzolimi oleh Raja tidak berguna itu!"


Dia memang Raja tidak berguna,


dalam hati Tasya mengumpat Rajanya.


" Oh, ternyata kau memang bukan orang bodoh, kau cukup tahu diri!"


" Saya, hanya orang kecil, negara ini tidak akan kehilangan apapun jika saya mati, namun mati terhormat setidaknya cukup keren kan Yang Mulia!"


" hahahahahahahah, hahahahhaha, bagus ,bagus, aku tidak salah memilihmu, dari 20 orang yang aku interview, memang hanya kau yang berbeda!"


Gue gitu loh, tidak akan bisa disamakan dengan yang lain.dalam hati Yang menyombongkan diri.


" Hanya itu tugasmu merawat Raja, buat dia semakin menurun kondisi tubuhnya ,gampangkan!, karena aku menyukaimu makan aku berjanji tidak akan membiarkan mu mati setelah kematian Raja!"


" Tidak, itu tidak akan anda bisa tetapi, ...!"


"???????" Albert kebingungan kenapa Tejo mengatakan itu.


Ah, hidupku dari hari ke hari slalu palsu, bagaimana bisa begini?, hampir setiap hari berganti identitas...sampai lupa dengan identitas diri sendiri.


dalam hati Tasya yang sedikit bosan.


" heheh becanda Yang Mulia, anda akan menjadi Raja selanjutnya, seorang Raja tidak akan mengingkari janjinya!"


" Hahahahha, kau terlalu pemberani, membuatku kaget saja!"


" Maaf jika membuat, Yang Mulia tidak nyaman, beginilah adanya saya, tidak dibuat - buat...!"


Aku adalah orang termunafik di dunia


dalam hati Tasya .


" Aku menyukai orang - orang seperti mu, tenanglah!"


" Heheh terimakasih, jika begitu saya pamit , saya akan melakukan tugas saya mulai besok!"


" Yayaz cepatlah istirahat!"


Tasya segera meninggalkan kediaman Albert.


"Tuan, ada sebaiknya anda tidak, terlalu percaya pada anak yang sembrono ini!"


" Ya, kita memang harus hati - hati, anak ini terlalu berani,...!"


" Syukurlah jika anda mengerti!"


" Seberani - beraninya bagaimana pun, dia juga tidak akan bisa menyalahkan kita, dia mengatakan seperti itu dia tahu jika dia kita jadikan bidak catur , yang suatu saat kita bisa membuangnya kapan saja, cukup pintar!"


" Saya akan menyelidiki latar belakangnya!"


" Ya, itu lebih bagus lagi!"

__ADS_1


Jika sudah menjadi orang ku, itu berarti mau menjadi bonekahku, aku akan memegang kelemahanmu untuk menggunakanmu sepenuhnya.


dalam hati Albert.


__ADS_2