
" oh Laksmana...!"
" Derie... panggil Nathan sajalah...!"
" Baik Nathan, ayo masuklah dan duduk...!"
" Derie aku tidak bisa lama-lama bisakah kita ke intinya??"
" Tentu saja, ayo ke ruanganku...!"
Nathan mengikuti Derie menuju ruangannya,
terdengar suara seseorang berlari
" Brukkkkkkkkk....!"
" Ah sial siapa yang berdiri di tengah jalan!" gumam gadis itu yang kini dia berada diatas tubuh Nathan.
wuoooooh, kenapa ada Ahjussi tampan di sini??
dalam hati Gadis itu.
" Apa aku sedang mengalami perjalanan waktu dan mendarat di korea, ommoo...!"
" Princess...berdiri tidak sopan!" teriak Derie sangat marah.
Gadis itu tersadar dan bangun,
" Hah, rupanya aku masih di rumahku...!" menepuk pipinya keras.
" Nona, kau sudah tumbuh besar, senang bertemu denganmu lagi...!" Sapa Nathan dengan senyum ramah.
" Ommo, kenapa Ahjussi ini sangat tampan??"
" Princess minta maaf cepat!!" tegas Derie
" Ayolah Derie putrimu tidak sengaja, aku tidak bisa berlama-lama loe...!"
" Ah, baik Nathan ayo masuk...!"
Nathan pun segera masuk ke ruangan Derie.
sementara Princess masih berpikir
" Apa, jangan - jangan ayah ingin menikahkanku dengan Ahjussi itu??, oh tidak...dia memang sangat tampan, tapi itu seperti aku ini anaknya kan???"
Princess segera menempelkan telinganya di pintu ruangan ayahnya untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Oh sayangnya keduanya malah mengobrol dengan bahasa Rusia...
akhirnya princess menyerah dan pergi meninggalkan ruangan itu.
" Hahaha, putrimu sudah pergi Deriie!"Nathan dan Derie tahu pergerakan princess di luar.
" Maafkan anakku Nathan, aku dan istriku terlalu memanjakannya, padahal kami memberinya nama princess agar dia menjadi wanita yang anggun, tapi malah kebalikannya!"
" Hahahaha, itu cukup menggemaskan!"
" Nathan apa yang ingin kau bicarakan??"
" Soal perjodohan....!"
" Ha?? cepat sekali, pasti putra menolaknya ya?"
" Ah, kau salah putraku setuju dengan perjodohan ini, dia mengatakan sangat menyukai Princess...!"
" Sungguh????"
Derie sangat terkejut dan tidak menyangka.
" Sungguh, jadi kita akan bicarakan hal ini bersama istri kita di lain waktu, aku harus segera kembali Derie...!"
" Yayaya aku ikut padamu kapan kau siap, kita akan bertemu untuk membahas ini lebih lanjut...!"
" Oke kalau begitu Derie....sampai jumpa...!" Nathan pun membuka pintu .
" waaaaaaa...!"
"boooook..."
ternyata Princess masih menguping di depan pintu.
Nathan membantu Incess untuk berdiri,
" Rupanya kau sangat suka menguping Incess...???"
" Ti tidakkkkk paman....!"
" Apa ada yang terluka ??"
__ADS_1
" ti...ti...ti...dak....!"
" Bagus, kita akan menjadi keluarga,jangan sungkan lagi oke!" mengusap kepala inces dan tersenyum ramah.
" Deriie aku pergi ya!"
" Oke...!"
" Sampai jumpa kembali Incess...!"
Nathan pun meninggalkan kediaman Derie sahabatnya.
" Incess, memalukan apa yang kau lakukan di depan pintu??!"
" aku sedang bersih - bersih ayah, tapi aku lupa menaruh kemocengnya tadi...!"
" Haaaaaaaa, kau ini slalu berbohong...Incess, ingat untuk merubah sikapmu, kau akan menjadi bagian dari Keluarga Pratama, Jangan membuat malu ayah dan ibu...!"
" Ah, ayah apa boleh beri waktu lebih lama lagi, Incess kam masih sangat kecil ayah, bagaimana bisa Incess jadi istri yang baik...!"
" Nanti aku akan membiarkan kalian tunangan lebih dulu...!"
" Aaaaapppaaaaaa??"
" Ayahhhhhhh Incess belum siap incess tidak mau...!"
" Dia adalah pria yang baik, kau akan bahagia dengannya....!"
"Tidak....!"
" Hei, kau tahu abang-abangmu sudah menikah semua, mereka tidak akan bisa menjagamu yang amat bandel ini seperti dulu, mereka sudah memiliki kehidupan sendiri tanggung jawab sendiri, mereka tidak bisa memanjakanmu dan mengawasimu, tapi Tunanganmu akan menjagamu dengan baik!"
" Tidaaaaak aku tidaaaaak mau menikah dengan orang tua, meskipun dia sangat tampan dan baik, aku tidak mauuuuuuuu!"
" Hei apa kau...!"
" Blaamammmm"
suara membanting pintu.
" Haaaaaaaahhhh, anak itu kenapa keras kepala, padahal dia belum bertemu, sudah mengatakan tua, tua dari mana??, sudahlah!" Derie mengelus dada dan kembali masuk ke dalam ruangannya.
Incess adalah putri satu-satunya, seperti halnya Julia di kediaman Pratama, Incess memiliki 2 kakak laki-laki namun bekerja di luar negeri dari kecil Incess sangat di manjakan, sehingga dia terbiasa dengan kehidupan mewah, Derie dan istrinya sangat sibuk jadi Incess sangat kesepian, apalagi semenjak kakaknya satu persatu menikah, dia slalu membuat masalah agar mendapat perhatian dari keluarganya, namun itu ternyata tidak berhasil.
semakin Incess membuat masalah kedua orang tuanya semakin tidak perduli, jika Incess membuat onar kedua orang tuanya hanya akan memblokir kartunya sehingga dia kehilangan sumber uang jajannya.
" Apa karena aku sudah tidak lucu, makanya mereka ingin menyerahkan aku pada Ahjussi itu??"
Incess segera menumpulkan barang-barangnya,
"Aku akan menjual semua barang tidak bermanfaat ini, apa yang ku pikirkan saat membeli barang-barang ini?, dan tidak pernah aku pakai!"
" Oke ayo kita jual online dengan separuh harga hihihi...!"
Incess pun memulai perjuangannya.
...----------------...
" Dai, Kenapa om Ken belum pulang??"
" aku juga tidak tahu Sansan...!"
" Aku khawatir...!"
" tidak perlu khawatir, dia cukup hebat untuk urusan di luar percintaan.."
" Puffffffft.... benar juga, oh ya...Dai, aku butuh bantuanmu untuk menganalisa racun yang berada pada client ku...heheh...mau kan membantu Dai...!"
" Berapa persen??"
" Ha??, kau minta bagian??"
" Semua harus ada hitungannya meskipun kita adalah sahabat, karena kau slalu membahayakan nyawaku, aku harus mengumpulkan konpensasi untuk masa tuaku nanti...!"
" Baik, baik aku berikan 1 M...!"
" No ...no ..no ..!"
" Apa apaan, itu sudah banyak kau mau memeras ku??"
" Uang muka 2,5 M lah....!"
" A, apa??"
" Tidak sepakat maka tidak ada kerja sama...!"
" Yayayaya.... oke aku kirimkan ke rek.mu sekarang!"
" Oke...!"
__ADS_1
Dengan wajah yang amat buruk Sansan terpaksa, mentransfer uang pada Dai.
Oh sayang, kau harus berpindah tempat begitu cepat, maafkan ibu nak, ini demi kafir ibu di masa depan, tenang saja kesayangan ibu, ibu akan mengumpulkan kau lebih banyak lagi di masa depan...
dalam hati Sansan menangis, berpisah dengan kesayangannya yang adalah uang.
Dai sangat puas bisa membuat Sansan cemberut.
" Aku pulang...!"
" Oh tuan...!"
Kenzo melihat ke arah Sansan, yang wajahnya terlipat-lipat, yang tidak menyadari kehadiran Kenzo.
" Oh kenapa Sayang ku??"
" Om ken...!" Sansan segera tercerahkan melihat Kenzo yang baru tiba.
" Kenapa cemberut??"
" Ehmmm, om begini...aku membutuhkan jasa Dai, tapi mahal sekali jasanya...!"
" Oh berapa??"
" Dia meminta bayaran 4,5 M tapi Sansan tidak punya uang sebegitu banyaknya, tapi bagaimana ini aku sudah berjanji pada nona Mizu, sedangkan nona Mizu baru memberiku, 2 M , huhuhu om aku sedih...!"
menampakan wajah terzolimi.
" Tuan, tidak begitu... sungguh...say...!"
" Dai kau ini memang luar biasa, seharusnya kau tidak begitu perhitungan dengan Sansan, bagaimana pun kalian sangat dekat,...!"
" Om, jangan begitu pada Dai, itu memang keahlian yang tidak banyak orang miliki, aku, aku , akan mencicilnya Dai...!"
akting pun di mulai.
Lain kali aku akan memilih dihukum saja , dari pada repotasiku ternodai oleh sahabat laknat ini.
dalam hati Dai menahan diri .
karena seberapa kerasnya dia membela diri akan kalah dengan wanita rubah di depannya.
" Dai, kali ini aku yang akan menanggung biayanya, berapa norekmu??"
" Ha, tidak usah tuan, Free saja kok...hehehe!"
" jadi Free??"
" Ya Tuan...!"
" Bagus...!"
Heheheheh, Sansan mau apa kamu? aku masih bisa membalasmu
dalam hati Dai senang.
" Om, bayar saja om...nanti kalau Sansan sudah ada akan Sansan ganti...!"
" Aku akan mengirimkan 5 digit padamu, kau bisa membayarnya pada Dai...jangan pikirkan mengembalikan, segalanya yang aku punya adalah milikmu!"
" Huaaaaaaaa ommm aku mencintaimu...!" Sansan segera melompat ke dalam pelukan Kenzo.
" Tuan, ...!"
"Apa lagi Dai??, apa masih kurang?"
" Bukan , tidak...!"
" Karena kau sudah membuat Sansan sedih, aku akan memotong gajimu dalam 3 bulan!"
" Ha?? apa???"
" Tidak terima??"
" Terima, terima, terima, terimakasih...!"
" Baiklah sayang, aku sangat lelah aku butuh mengisi dayaku padamu!"
" Ayo om, ke kamar...!, Dai selamat beristirahat..!" ujar Sansan Full senyum
Blammmm....
tertutup pintu kamar
Aku, aku sungguh tak berdaya menghadapi sepasang rubah di hadapanku, jika tuan memotong gajiku 3 bulan, sama saja 2 digit itu tidak ada apa-apanya, dan di sini yang di untungkan si rubah betina, dan Tuan rubah sama saja tidak kehilangan 4,5 digit karena mengambil gajiku, betina untung besar, tuan rubah, tidak rugi dan mendapatkan cinta lebih besar dari Sansan, Oh Tuhan dosa apa yang ku lakukan di kehidupan sebelumnya, kenapa nasibku seperti ini.
Dai yang terzolimi meratapi nasibnya.
" Om Gerry,tolong ambil aku kembali...!" Gumam Dai tak berdaya.
__ADS_1