GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
191. Perpisahan


__ADS_3

" Tapi tuan dia bos kami!"


" Aku mau dia...aku ingin tahu sehebat apa bos kalian dalam memperkenalkan menu-menu itu pada kami!'


" Bos... bagaimana??"


" Oh, baiklah...!" Cindy pun segera mengambil meja dorong itu dan berjalan menuju para tamu VIP .


" Ini adalah selat, lalu ini adalah soto tengkleng , ini Rica-rica, ini adalah terancam blablabla....!" Cindy memperkenalkan masakan restonya dengan sabar dan Full senyum yang ramah,


Martin tak henti-henti melihat Cindy yang sangat cantik dihadapan nya.


" Menu selanjutnya bisa ditunggu sebentar lagi ya Tuan, selamat menikmati!" Cindy pun kembali memasak.


setelah semuanya selesai, Cindy segera mengucapkan selamat makan dengan sangat sopan dan ramah tamah.


" Tuan - tuan, semuanya sudah lengkap, apakah ada yang lain??"


" Hmmm...!" Sahabat Martin berpikir, namun martin segera memberi kode pada sahabat cukup.


" Sudah nona... terimakasih!"


"Sama-sama Tuan, selamat menikmati!" Cindy dan 2 kokinya pun pergi.


" Wah....sungguh Cantik dan luar biasa, iya kan Yudi??"


" Iya tuan...!"


" Kalian jangan macam-macam ya, dia milikku!"


" Sebelum jalur kuning melengkung ...masih bisa di tikung hahahahhaha!"


" Dasar bajiiiingan, bercanda kalian sadis....!"


" Hohoho Ya tuan saya mana berani!" Ujar Yudi menahan tawanya.


" Ya, kami tidak berani merebut barangmu Martin, sudah ayo makan...!"


" hemmm...!"


" apa kau masih kurang puas melihatnya??"


" Ya, kurang setahun lebih aku tidak melihat senyuman manisnya, akhirnya aku terobati...!"


" Haaaah.... oh begitulah cinta derita tiada akhir...Yudi, kau harus belajar untuk tidak bucin seperti bosmu ya!"


" heheh iya Tuan!"


" Lihat saja jika kau nanti jatuh cinta...awas saja sampai kau bucin!"


" Ahahahahaha...kita sahabat jangan mengutuk sahabatmu ini dengan kejam!'


" siapa suruh kau meledekku dari tadi!"


" tuan saya tidak ikut-ikutan ya!" Ujar Yudi angkat tangan.


" Iya, ayo makan yang banyak Yudi...!"


mereka makan sambil bercanda, setelah di rasa cukup mereka segera pergi meninggalkan resto itu.


...----------------...


...----------------...


Negara F,

__ADS_1


" Ibu kami memutuskan memilih pilihan kedua...kami akan di kirim kemanakah ibu??"


" Kalian akan ku kirim di 2 tempat, pertama di tempat ibu angkatku, yang kedua kalian akan di latih di mana tempat aku dilahirkan, apakah kalian bersedia!"


" Ya ibu,tapi bagaimana dengan Lily??" Tanya Geo khawatir.


" Dia akan bersama ibu angkatku, sampai dia bisa sembuh total!"


" Kita selesaikan tugas pokok kita dulu ya, setelah semua warga sembuh kita akan pikirkan lagi caranya!"


" Iya ibu...kami mengerti!'


" Bagus, ayo saatnya istirahat!"


mereka pun beristirahat,


Setelah satu bulan lebih, akhirnya seluruh warga kembali sehat, tentu saja Dai diam-diam slalu mendapingi Tasya.


" Sudah selesai kan tugasmu?"


" Sudah...!"


" Sekarang apa yang kau pikirkan??"


" Bawa anak - anak ke negara M, ubah identitas mereka menjadi warga +62 saja, karena kita juga akan tetap kembali ke sana!"


" Baik aku akan mengurus semuanya, minta anak-anak untuk bersiap -siap!"


" Oke...!" Tasya pun segera meminta anak-anak untuk berkemas dengan sedikit barang yang penting saja.


setelah itu Tasya menghadap pada baginda Raja untuk menagih janjinya.


" Oh permasuri ku...!"


"Tentu saja tidak, kau memintaku membebaskan tahanan kecil itu, hari ini juga aku bebaskan!"


" terimakasih Yang Mulia, jika begitu saya akan memberitahu anak-anak!"


" Ya, beritahu mereka, oh ya aku lupa, perwakilan Rakyat, memintaku untuk mengajak sang ahli pengobatan ke altar umum, rakyat ingin mengucapkan terimakasih pada Ahli pengobatan !"


" Yang Mulia,anda lebih tahu yang sebenarnya, saya tidak pantas menerima ucapan terimakasih dari rakyat!"


"oh kenapa??, mereka bahkan lebih sehat 3x lipat dari sebelum sakit!'


"Itu memang benar Yang Mulia...!"


" Apa kau tidak bisa bersikap formalitas saja??"


" Ya sudah yang mulia, kalau begitu besok saya juga akan hadir...!"


" Baik, lanjutkan apa yang ingin kau lakukan sekarang!"


" Baik Yang Mulia, hamba undur diri...!"


" Ya ratuku...!"


Tasya segera kembali ke Paviliunnya,


" Anak - anak kalian sudah boleh keluar dari Istana sekarang...nanti akan ada yang datang menjemput kalian, namanya adalah Dai, dia akan membawa kalian ke Negara dan baik-baik belajar di sana ya!, ibu angkatku sangat galak tapi dia sebenarnya sangat peduli, dan satu lagi Jessie...boleh aku minta tolong padamu, ini resep untuk membuat salep mata untuk Lily, dan tolong berikan resep ini pada ibu angkatku, dia bisa membuat kan untuk Lily dengan dosis satu, dan membuatkan untuk seseorang yang bernasib sama dengan Lily dengan dosis ke ketiga, kalian harus patuh pada ibu angkatku okey??"


" Ya, ibu...akan aku sampaikan !"


" Geo...ini adalah tabungan ibu di sini, semua aku berikan untuk kalian, minta paman Dai memegangnya,kalian lanjutkan pendidikan, dan jadilah apa yang kalian mau, di negara sana sangat berbeda, berdaptasi dengan baik!"


" Ibu, ini hasil kerja kerasmu bagaimana kami bisa memakainya??''

__ADS_1


" Kalian adalah anakku, tentu saja itu ada hak kalian, berjanjilah pada ibu, untuk menjadi kuat dan harus bisa mengandalkan diri kalian sendiri, menjadi pribadi yang baik, dan berguna untuk orang lain, kalian bertujuh adalah saudara,kalian harus bahu membahu satu sama lain okey!"


" Kami akan mengingatnya!"


"anak pintar...!" Tasya memeluk dan mencium kening mereka satu persatu kemudian mengantarkan kami ke gerbang utama Istana, mata Tasya berkunang-kunang melihat langkah kecil anak - anak itu semakin menjauh darinya.


Semoga kalian selamat sampai tujuan...


dalam hati Tasya.


Tasya segera kembali masuk ke dalam istana, air matanya berderai sangat deras, singkat membangun kasih sayang bersama anak-anak angkat namun ,sangat berat untuk berpisah.


" Nona...!" sapa Selir ketiga.


" Oh, hormat Selir ketiga...!"


" Oh jangan...anda adalah calon ratu kami nona, jangan menundukkan kepala pada saya!"


" Saya belum resmi menjadi ratu, maka belum bisa menjalankan aturan yang ada, dan itu tidak terbiasa!"


" Gadis bijak, kau sangat muda, pintar dan sangat cantik, bagaimana Raja tidak tertarik padamu ...!"


" Tolong Selir jangan mengolok saya!"


" Nona, itu pujian dari lubuk hati yang paling dalam...!"


" Terimakasih atas pujian selir, saya amat tersanjung, karna saya masih ada urusan saya mohon undur diri!" Tasya segera pergi meninggalkan Selir ketiga.


sebaiknya tidak membuat masalah apapun Tasya.dalam hati


" Tasya...!"


" Kakak selir ke 7...kenapa kau di sini??"


" Hanya penasaran saja, apa kau sudah berubah pikiran??'


" Tidak, hanya menunda untuk sementara dulu, Raja sangat baik, aku sampai tidak tega!"


" Wah, apa kau jatuh cinta pada Raja??"


" Tidak, aku tidak plinplan dalam menentukan pilihan kakak!"


" Oh bagus sekali adikku, anak - anakmu sudah keluar? kau pasti merasa sangat sedih berpisah"


" Ya kakak, namun sebaiknya berpisah dulu agar tidak repot di belakang nanti..!"


" Anak pintar, Tuhan itu sangat adil padamu, memberikan wajah cantik, otak pintar, hati yang baik, semoga kau bisa menggapai bahagiamu nanti!"


" Uh ...kakak terimaksih...!" Tasya memeluk selir ketujuh dengan sangat erat.


" Hemmm, nanti jangan lupakan kakak ya!"


" Tidak akan, kakak sangat baik padaku!"


" Aih... tadinya juga hanya simbiosis mutualisme tapi siapa sangka kau anak yang menyenangkan, pantas putri Elena sangat menyukaimu!"


" Oh ya sudah lama aku tidak melihat putri...!"


" Oh dia sedang di negeri gingseng, karna suatu urusan, entah kapan dia kembali!"


" Oh... begitu...putri juga sangat baik, semoga dia juga berlimpah agama!"


" ehm ...kau juga ya! semangat...!'


Dua saudara angkat itu saling memberikan support satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2