GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
261. Kalah di start


__ADS_3

Cindy segera masuk ke kamar dan menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.


" Oh, aku sudah gila...aku sudah gila!" Cindy memegangi kepalanya


" Papa, maafkan Cindy...huhuhu, Cindy sangat mencintai Martin, Cindy sudah berusaha membencinya tapi Cindy semakin menderita!"


Cindy membolak balikkan tubuhnya di ranjang.


Tok tok tok...


" Cindy ini mama..!"


" Apa mama sudah pulang???" Cindy segera menghapus air matanya merapikan dirinya.


" Ya ma...!"


membuka pintu.


" Tumben kau siang-siang masih di rumah??, apa kau sakit??"


" Titidak ma...!"


" Kau kenapa??" keheranan pada putrinya.


" Ah, tidak apa-apa ma...!"


" Cuaca panas kenapa kau pakai pakaian panjang hingga kerah menutup leher, itu bukan gayamu!"


" Hehehe, hanya ingin mencoba berbeda sedikit, hehehe...!"


" Itu tidak cocok untukmu...!"


" Benarkah, tapi untuk saat ini aku nyaman dengan ini ma...!"


" Aih...anak ini, apa kau libur??"


" Ya, aku sedikit lelah karena perjalanan bisnis...!"


" Apa ada masalah di percabangan??"


" Ya ada sedikit kendala tapi semua sudah teratasi ma..!"


" Hmm, kau pasti sangat kelelahan menanggung semua, tapi itu adalah perjuangan Papamu, sudah semestinya salah satu dari anaknya melanjutkannya , jangan buat dirimu terlalu keras juga, kau juga sudah waktunya mencari kebahagiaanmu, lihat saudara - saudaramu, sudah pada ribut menikah,, kenapa kau masih datar saja??"


" Ma...!" Mata Cindy terunduk dia tidak tahu harus mengatakan apa pada mamanya dia harus jujur atau berbohong.


" Ada apa??"


" Ehmm.... tidak apa-apa ma, nanti kalau sudah yakin aku juga akan menikah ma, jangan khawatirkan itu...!"


" Sayang, kau gadis tertua di kediaman kita, jangan sampai jadi perawan tua karena gila kerja!"


" Mama, ih tidak lucu...mama Cindy mau istirahat, nanti kita ngobrol lagi ya!"


" Oh baiklah, selamat istirahat!"


Vevey pun pergi menuju kamarnya


Anak itu kenapa sih??, apa yang sudah terjadi, kenapa dia terlihat berbeda


dalam hati Vevey khawatir.


Cindy menutup pintunya, air matanya mengalir cukup deras, dia terduduk di depan pintu dengan menutup mulutnya


" Gadis??, perawan tua??, aku tidak bisa di sebut keduanya, aku sudah tidak perawan lagi, aku sungguh mengecewakan!" Gumamnya sambil terisak-isak.


Cengkling cengkling...


mendengar ponselnya berbunyi Cindy segera bangkit menuju ranjang,


My Love


" Martin...!" Cindy segera mengangkat telpon dari sang kekasih hati.


" Abang,...hiks hiks...!"


" Hei, ada apa denganmu sayang?"


" Hiks hiks...Abang Cindy merasa bersalah karena berbohong pada mama...!"


" aku akan ke rumahmu untuk meminta restu...!"


" Huhuhu...jangan Cindy belum siap!"


" Aku akan menanggungnya untukmu sayang, apapun resikonya..!"


" Jangan, jangan sekarang abang...!"

__ADS_1


" Baiklah, kapan kau siap katakan pada abang ya...!"


" Iya Abang...!"


" Apa kau libur??"


" Ya badanku sakit semua...!"


" Ehmm.... maafkan aku sayang, lain kali aku akan lembut padamu...!"


" Kau sudah mengatannya seperti itu terus tapi kau sangat kasar...!"


" Hahaha, iya mau bagaimana lagi, kau sangat menyiksa batinku...Sayang aku sudah dapat tempat tinggal dekat restomu, kau mau ke sini??"


" Tidak sekarang aku sangat lelah abang...!"


" Istirahat di sini sayang...aku akan memberikan. pijatan!"


" Tidak aku berpikir aku tidak akan bisa istirahat jika ada abang!"


" Heheheheh...tapi aku kesepian di sini, karena kau lebur kenapa tidak memasakanku, untuk syukuran pindah rumah??"


" Tidak!"


" Ayolah....!"


" Tidak...aku tidak bodoh abang!"


" Aih...padahal aku sangat lapar...aku rindu masakanmu...!"


" Apakah Yuda di sana??"


" Tidaklah, aku membayarnya untuk menjaga kediaman di sana!"


" Ehmmmm..!"


" Kau apa jatuh cinta padanya??"


" Mana ada, hanya saja anak itu sangat seru dan juga pintar, bagaimana jika dia bekerja di restoku, aku akan mengandalknya untuk sedikit santai...!"


" Ehm...itu kedengarannya tidak baik, hehehe tidak biarkan dia tetap dengan pekerjaannya!"


" abang kau pelit!"


" Iya, memang pelit...aku memang tidak menginginkan dia memperluas pengalamannya, biarkan dia monoton seperti itu agar selalu patuh...aku tidak suka penghianatan!"


" Setelah aku keluar dari Penjara, aku tidak memiliki apapun, temanku saja menjauhiku, aku hanya memiliki 3 orang yang ku percaya di sisiku, sahabatku, Yuda dan kau... adikku saja aku tidak percaya!"


" Abang ...maafkan aku...!"


" Tidak jangan meminta maaf akulah yang harusnya meminta maaf padamu meskipun maafku tak akan merubah apapun!"


" Aku ke sana sekarang, share lock...!"


" Oke,,,!"


Cindy segera mengambil tasnya dan pergi ke garasi,


cengkling cengkling


" Ya aku otw loe....!"


" Apa kau sibuk Cindy??"


Cindy terkejut mendengar suara Fannan, dia asal angkat saja tanpa melihat siapa yang menelepon, dia kira itu Martin.


" Ah, mas Fannan...hehe iya mas..!"


" Beberapa hari ini ternyata sangat sibuk ya!"


" Iya mas, maaf ya..!"


" Ya sudah tidak apa-apa ,kalau begitu lanjutkan!"


" Baik, makasih mas semoga harimu slalu dimudahkan!"


Cindy segera melaju pergi menuju alamat yang sudah di berikan Martin, tanpa dia sadari Fannan mengikutinya dari belakang.


Dan sampailah Mobil Cindy di sebuah apartemen yang tak jauh dari restorannya.


Betapa terkejutnya Fannan melihat Martin keluar dari pintu masuk apartemen itu.


" Martin....!" Fannan mengepalkan tangannya dan memukul keras pada kemudi.


Terlihat Martin masuk ke dalam mobil Cindy dan mereka memasuki basement apartemen itu.


" Cindy...kenapa kau tidak bisa melupakannya??" gumam Fannan, hati Fannan sungguh tersayat, melihat wanita yang di cintainya lebih memilih masalalunya.

__ADS_1


" Jadi...3 hari ini kau bersama Martin!"


Fannan, pasrah saja karena memang Cindy hanya menganggapnya sebagai teman saja, dan dia sangat mengerti posisi Cindy, Fannan tidak dapat berbuat apa-apa selain mendukung keputusan Cindy untuk kembali pada Martin.


Walaupun Sejatinya dia sangat ingin memukul Martin habis - habisan agar menjauh dari Cindy, namun Fannan tidak akan melakukannya karena itu akan menyakiti Cindy.


Fannan pun memutuskan untuk pergi, dan kembali bekerja.


" aku butuh 5 orang berganti Sift mengawasi Cindy kemanapun dia pergi!, laporkan padaku jika terjadi sesuatu...!" pinta Fannan.


" Baiklah Cindy, aku harap kau bahagia dengan pilihanmu, aku akan tetap menjagamu !"


Fannan, tidak akan mengganggu Cindy dan Martin, tapi Fannan akan slalu menjaga Cindy semampunya dengan jarak.


...----------------...


" Fahad, sebentar lagi kau akan menikah, Kenapa murung??"


" Nona, apa sudah selesai pelajarannya??"


" Ehm...Fahad setelah menikah apa kau juga akan berhenti bekerja?"


" Nona, saya akan tetap bekerja dengan anda, aku harap anda tidak memecat saya, jika itu terjadi bagaimana saya menghidupi keluarga saya...!"


" Hemmm...tidak, aku tidak akan memecatmu kecuali kau yang mengundurkan diri...!"


" Terimakasih nona, ...!"


"Ini, hadiahku untukmu... berikan ini pada calon istrimu...aku harap dia menyukainya!"


" Nona ini mahal sekali... pastinya!"


" Apa kau tahu tentang perhiasan??"


" Tidak...!"


" Dari mana kau tahu itu mahal??, itu murah kok...!"


Yang Jelas ini Lambang toko emas milik tante Sasha, lambang S ini jelas aku tahu, semua dikeluargaku memakai merk ini, karena mama yang mengelolanya sekarang.


dalam hati Fahad.


" Nona, saya berjanji akan menjagamu dengan sepenuh hati...!"


" Ya jawabannya cukup memuaskan, aku sudah 3 hari tidak makan masakan kakakmu, apa yang terjadi??"


" Oh kakak saya keluar kota nona,tapi saya akan membelinya di restoran kakak saya...!"


" Wah jika itu bukan tangan kakakmu aku tidak akan makan...!"


" Aku telpon kakaku sekarang nona!"


" Tidak tidak, jangan ganggu pekerjaan kakakmu, nanti dia dapat masalah lagi di kerajaannya...!"


" Oh, iya benar hehehehe...lalu nona mau makan apa?"


" Buatkan aku mie rebus saja Fahad, apa kau bisa menyalakan kompor??"


" Hahahahah, saya bisa memasak nona meskipun tidak sehebat kakak saya, kami menuruni bakat dari mendiang papah kami...!" ujarnya bangga.


" Oke chef, tolong bantu perut saya!" Pinta Diana.


" dengan senang hati, tolong menunggu!"


" siap!"


Fahad pun, bergegas menuju ke dapur, untuk menjalankan perintah tuannya.


Tak butuh waktu lama, mie rebus ala-ala warung pinggir jalan pun selesai dengan campuran sayur mayur, telor 2 dan toping segala macam. tak ketinggalan bawang goreng bertabur indah di posisi paling atas, dan harumnya sungguh menggugah perut yang sudah lapar.


" Silahkan makan nona, tidak pedas !"


" Luar biasa, ini sangat keren...!" Diana mengambil sendok dan mencicipi kuahnya lebih dahulu.


" Hmmmm enak Fahad, baiklah sepertinya aku akan bergantung padamu sekarang untuk makan!"


" Hahahah, baiklah dengan senang hati nona, tenang aku akan memberikanmu bonus setiap akhir pekan, dengan uang jajanku sendiri!"


" Tidak nona, gaji saya cukup!"


" Tidak ini adalah kontrak antara perutku denganmu, aku akan membayar sendiri untuk makanku!"


" Baiklah saya tidak akan sungkan!"


" Bagus...!"


Diana segera menyantap makanannya dengan semangat.

__ADS_1


__ADS_2