
" Ah, aku merasa tangan Nyonya bergerak seperti nya itu hanya perasaanku saja!"
Hmmmm,...aku sangat berharap nyonyaku sadar, sampai berhalusinasi dalam hati Chiko.
Namun tiba-tiba Chiko di kejutkan dengan apa yang dia lihat dan rasakan.
" Nyonya, nyonya menggenggamku??" Chiko mengusap matanya untuk meyakinkan lagi.
Tangan Sasha, menggenggam tangan Chiko, meski terasa lemah,
" Dokter, dokter...!" Chiko berteriak keras.
" Panglima ada apa?, apa yang terjadi pada nyonya?"
" Dimana dokter jaga cepat panggilkan dokter cepat!"
Dokter pun segera datang, untuk memeriksa keadaan Sasha.
" Bagaimana dok, bagaimana??"
tanya Chiko sangat senang.
" ah, ini adalah kabar baik, tuan biarkan kami memeriksa pasien secara menyeluruh!"
" Baik dok!"
Chiko pun segera keluar,
Lalu berjalan menghampiri anak buahnya
" Pukul aku!!!"
" Apa?, panglima saya tidak berani!"
" Pukul!!, apa kau mau melanggar perintah!!!"
" Bruuuuookkkk!"
" Panglima mohon hukum saya!"
" Ah, ini bukan mimpi, ini bukan mimpi, nyonya akan segera sadarkan?, hahahaha, aku harus memberi tahu Kenzo !!"
Chiko segera menghubungi Kenzo, namun nomer Kenzo tidak dapat dihubungi.
Kenapa di saat seperti ini kau tidak bisa dihubungi?
aku harus memberi tahu keluarga Pratama, tapi tunggu...jika ini tersebar maka istri Kenzo akan tahu, ini aku tidak bisa membahayakan nyonyaku, aku harus meminta Lidya dan Crisht untuk merahasiakan ini dulu sampai Kenzo kembali, aku sangat negatif thinking pada istri Kenzo ini
dalam Hati Chiko.
Setelah Sasha di periksa, Chiko segera menemui Lidya dan Crisht.
" Hah, Chiko aku menyesal sudah putus asa menjadi dokter, aku hampir mengubur harapan kalian!, sungguh aku merasa sangat tersiksa sendiri melihat Sasha begini, aku sangat dekat dengannya, aku berpikir dia kehilangan anak dan suaminya, mungkin dia juga menyerah untuk hidupnya, aku sekarang sangat senang, harapan kita pun terkabulkan!" ujar Lidya sangat kegirangan.
" Benar, mulai saat ini kita akan berusaha keras agar Sasha bisa segera kembali seperti semula!"
" Lidya, Crist, bolehkah aku meminta tolong pada kalian?"
" tentu apa itu?"
" Bolehkah merahasiakan semua ini?"
" Kenapa, ini kabar bahagia, kau harus berbagi , Vevey, Savina Nathan dan anak - anak sangat menantikan kabar ini!"
" aku tahu, aku tahu, namun ini yang terbaik, kita juga masih belum menemukan dalang di balik kecelakaan itu, kau tahu apa maksud ku??, dan lagi aku sangat merasa terganggu dengan keberadaan istri Kenzo!"
__ADS_1
" Ah kau benar...kita harus membuat Sasha pulih dalam keadaan aman dan Nyaman, jika Sasha sudah benar - benar sembuh, kita juga belum terlambat memberitahu yang lain!"
" Hmmm, aku akan menambahkan beberapa penjaga untuk nyonya!"
" Kau ini ,jangan banyak - banyak ,ini kan rumah sakit!" Ujar Crist
" Tidak bisa, aku harus benar-benar memastikan nyonya dalam keadaan aman!"
" Chiko, aku tahu kau sangat menyayangi Sasha ,tenanglah kami akan memberikan ruangan kusus untuk Sasha, dengan akses yang hanya pihak tertentu saja yang bisa masuk!"
" Oh baiklah!, jadi kapan nyonya akan sadar?"
" Dari hasil yang keluar rangsangan nya cukup baik, dalam dekat ini semoga dia akan terbangun, ya namun dia kan koma sangat lama ,jadi mungkin dia akan kehilangan kendali fungsi - fungsi organ nya!"
" Yang terpenting nyonya siuman!"
" Iya kita akan cari cara agar dia sembuh total!"
" Hmmm, apa aku bisa melihat nyonyaku lagi?"
" Nanti ya, kita masih belum selesai, masih ada beberapa yang perlu kita pastikan!, sekalian menyiapkan tempat yang lebih aman untuknya!"
" hmmm, kalau begitu aku ke tempat Gery dulu!"
" Baik, Chiko...serahkan pada kami di sini!"
Chiko pun bergegas pergi, namun sebelum dia ke tempat Gery dia ke kediaman Pratama dulu.
" Oh, Tuan Chiko anda datang?" Sapa Mbok Yem yang sedang duduk santai di halaman depan.
" Mbok, selamat siang...apa nona masih belajar??"
" Ah, nona sangat lamban dalam menangkap pelajaran, sudah ganti guru sampai 10x namun sama saja hasilnya!"
" Nona mengalami banyak insiden mbok, jadi kita harus sabar!"
" Ya, tuan mbok Yem.tahu itu...padahal nona dulu sangat pandai sampai - sampai gurunya saja malah balik diajari oleh nona!"
" iya, aku sering mendengar bos Bram mengeluhkan nona, yang harus di pindahkan ke sekolah mana lagi, aih...lalu nona sedang apa sekarang?"
Mbok Yem tiba - tiba berjalan mendekati Chiko
" Tuan, mbok sangat curiga dengan istri tuan Kenzo, jangan - jangan nona sudah di cuci otaknya oleh istri tuan Kenzo, karna nona sangat patuh pada perkataannya, nona seperti takut dengan istri tuan Kenzo, mbok sangat kesal!" bisik mbok Yem mencurahkan isi hatinya.
" Ah, apa istri Kenzo tinggal di sini?"
" Tidak namun sering kesini menemui nona, kasihan nona pasti sangat tertekan!"
" Hmmm, begitu rupanya!, mbok tolong awasi nona saat bersama dengan istri Kenzo ya!"
" Baik Tuan, saya mengerti!"
" Hmmm, kalau begitu aku tidak jadi menemui nona, aku harus menemui Gery dulu!"
" Oh baik tuan!"
" Paman Panglima!"
" Oh Martin, apa kau tidak ada kerjaan?"
" Paman, menemui Sansan?"
" Tidak jadi, aku harus segera ke markas!"
" Paman kita berangkat bersama ya!"
__ADS_1
" Oh okey...aku ikut mobilmu saja!" ujar Chiko segera masuk mobil Martin yang tetap di ikuti para ajudanya dari belakang .
" Apa Sansan tidak ada di rumah?"
" Ada istri Kenzo, aku sangat malas berhadapan dengan orang seperti itu!"
" istri om Kenzo ada salah apa pada Paman?"
" Tidak ada juga!"
" Lah??"
" Masalahnya insting paman sangat tidak enak dengannya!"
" Sama paman, kenapa dia tidak mengikuti om Kenzo malam menetap di sini?"
" Kenzo tidak tertarik pada istrinya!"
" Lalu??"
" Aku tidak ingin tahu urusan pribadi orang, kau juga harus bisa membedakan hal itu, oh ya adikmu kapan pulang Si Juno, seharusnya dia mau menjadi dokter pendamping nyonya Sasha kan?"
Martin terkejut dengan pertanyaan Chiko sampai mengijak rem mendadak.
" Hei kau ini bagaimana menyetir??"
" Maaf paman, aku tiba - tiba nyeri di ulu hati!"
Wajah Martin langsung terlihat pucat.
" Ayo cepat tukar posisi, aku bawa ke rumah sakit, kau sangat pucat sekali!"
" Tidak paman, ini tidak masalah, hanya aku belum makan dari kemarin!"
" Astaga ayo kita makan dulu kalau begitu!"
" Tidak usah paman, sedang buru - buru kan?"
Aku harus mengalihkan topik agar paman melupakan pertanyaan dan niatnya tentang Juno dalam hati Martin.
" Tak apa, kita jarang mengobrol juga kan, lagian kau juga masuk Black Dragon jadi paman ingin kau menceritakan banyak hal yang paman tidak tahu!"
" Oh baik paman!"
" Kau ingin makan apa?"
" hmmmm....setelah pertigaan kanan. jalan ada tempat makan ke sana saja paman!"
Chiko mengikuti arahan Martin, sampai tibalah mereka di tempat tujuan.
" Apa paman sungguh tidak repot?"
" Tidak ,ayo masuk dan pesan apa yang kau mau!"
" Paman yang bayarkan?"
" Aman itu!"
" aku akan menguras dompet paman!"
" Haihhh, kau yakin tidak perlu ke rumah sakit?"
" Amaaan paman!"
mereka segera masuk dan duduk kemudian memesan makanan yang mereka mau.
__ADS_1