GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
70. Salah paham


__ADS_3

" Jangan meremehkan Tasya Yang Mulia, jika kau sudah tahu niat kakakmu, berarti kematian Ratu tidak sesederhana yang ada!"


Alfred tersadar, dan segera bangkit.


" Benar, kakaku mengatakan jijik soal ratuku, sebenarnya ada apa dengan semua ini!"


" Ayo kita cari keadilan untuk Ratu Yang Mulia!"


Alfred memandang gadis nakal di depannya itu dengan penuh haru, di dalam dirinya bertanya - tanya kenapa harus orang lain yang membantunya, kenapa harus saudara sendiri yang menusuknya.


" Yang Mulia, namun sebelum kita mulai berperang bisakah anda memberiku waktu untuk pulang ke kediaman keluarga angkat saya?"


" Berapa lama?"


" Seminggu!"


" Tidak!!"


" 6 hari??"


"Tidak!!"


" 5??"


" Nooooooo!"


" lalu berapa?"


" 1 hari!"


" Apa???"


" Kenapa tidak puas?"


" 3 hari 2 malam bagaimana?"


Alfred terdiam, berpikir panjang ....


" Tasya juga harus berpikir di tempat yang hening untuk menyusun rencana!"


" Ya sudah, tapi Dai tetap di sini!"


Barangkali kau mau kabur, aku akan menjadikan Dai jaminan. dalam hati Alfred.


" Okey, ambil saja Dai Yang Mulia!"


" Oh???, bukankah kau tidak bisa berpisah lama dengan kakakmu?"


" karena situasinya berbeda, jadi tidak apa - apa!, heheh"


Ya kali, Dai lebih penting dari om Kenzo, Tetap om Kenzoku nomer satu dalam hati Tasya sambil tersenyum penuh makna.


Alfred pun juga tersenyum penuh makna pada Tasya


Ah, jangan - jangan anak ini sudah terpikat oleh, ketampanan dan kebaikan hatiku, sampai rela berkorban seperti ini, aku sedikit terharu, namun aku nanti akan menjelaskan padanya, jika aku masih belum bisa move on dari Ratuku, namun sebenarnya juga sedikit tertarik, aduh apa yang aku pikirkan, aku harus setia pada Ratuku, tidak ada yang bisa menggantikannya, tapi aku juga tidak rela dia pergi wah, aku akan gila sungguhan jika seperti ini.


Alfred menggaruk - garuk kepalanya keras.


" Pangeran, apa anda datang untuk melihat Raja?"


terdengar suara dari luar.


" Tentu saja untuk memastikannya, masih bernafas atau tidak, jika tidak itu lebih baik!"


" Woh, itu kakakku!!"


" Hah?, bagaimana ini aku harus dimana?"


Tasya dan Alfred kebingungan.

__ADS_1


" Yang Mulia cepatlah berbaring!" Tasya mendorong Alfred dengan keras ke ranjang.


" Och..., Tasya,. saat kau mendorongku kemarin aku belum memperhitungkannya, sekarang kau berulah lagi!"


" Sssshhhhhtttttt!" Tasya membungkam mulut Alfred.


" Yang Mulia diamlah, jika tidak ingin ketahuan!" Tasya,memasang alat medis dan segera masuk kedalam selimut Alfred yang lebar itu.


"Apa yang kau lakukan??"


" ini mendesak, cepat tidur!"


Ceklek...suara pintu terbuka,


Albert memandangi wajah adiknya...


" Apa kau tahu orang - orang terdekatnya?"


" Dans, maksud pangeran?"


" Bukan, katanya ada 2 orang yang menjadi anak emasnya di sini!"


" Oh, 2 orang yang melindungi Raja dari serangan seorang penari itu?"


" ya, dimana mereka?, jika masih berada di sini habisi mereka tanpa jejak!"


" Jika yang Wanita sudah di pecat oleh Raja sendiri kabarnya yang saya dengar!"


" Di pecat??, apa kesalahannya?"


" Sepertinya karena mengungkit tentang mendiang ratu!, dan membuat raja tersinggung!"


" Ahahahz Lihat betapa bodohnya adikku itu, kenapa dia harus memecat orang yang sudah melindunginya!, lalu yang satu lagi di mana??"


" Semenjak kejadian itu sudah tidak pernah terlihat batang hidungnya lagi!"


" Dia malah percaya pada musuhnya dan melukai orang - orangnya sendiri!"


" Ya, dan sekarang Dans juga masih belum sadarkan diri!"


" Tidak ada yang melindungi Raja!, itu bagus karena semua orang sangat membencinya!"


" Ya , anda yang akan menjadi Raja selanjutnya!"


" Memang ini adalah tempatku!"


" Ah benar pangeran, maafkan saya!"


" Oh, Alena apa selama aku tidak ada dia dekat dengan Alfred?"


" Dia masih tetap di kediamannya, dia masih menjandi putri yang tidak perduli dengan saudaranya!"


" Bagus, jika dia tahu apa yang harus dia lakukan, menjadi seorang putri harus pintar, jika dia tidak bergerak membantu Alfred, aku juga tidak akan mengusiknya!"


Haaaa??, apa maksud raja?? putri malah sangat baik, jika tidak , dia juga tidak akan membawaku ke sini untuk menolong raja, ah... orang - orang di sini memang sangat rumit


dalam Hati Tasya.


terlihat tangan Alfred mengepal sangat kencang,


Apa - apaan ini dia bisa melukai dirinya,


Tasya menggenggam tangan Alfred dengan lembut, untuk meredakan kemarahan bm yang di tahanya.


" Kita temui dokter itu, apakah sudah menemukan racun untuk memperburuk kondisinya, yang tidak akan meninggalkan jejak!"


" Mari saya antar Pangeran!"


mereka pun meninggalkan ruangan Alfred.

__ADS_1


Tasya segera keluar dari selimut saat mendengar pintu tertutup.


" Ah .....! Yang Mulia apa anda baik - baik saja?"


Tasya merasa khawatir .


Terlihat mata Alfred sudah sangat merah karena menahan air matanya agar tidak keluar.


Tasya melepaskan semua alat yang menempel pada tubuh Alfred.


" Yang Mulia, Tasya tahu anda sedang tidak baik - baik saja, menangislah agar sedikit lega!"


Tasya sangat merasa kasian pada Alfred.


Alfred segera duduk dan menarik Tasya kedalam pelukannya.


" Bisakah, sebentar saja begini , aku akan mengganti rugi berapapun jika kau merasa di rugikan!" Ujar Alfred yang rapuh itu.


" Hmmm...!" Tasya mengiyakan permintaan Yang Mulianya.


" Kakakku yang pertama ternyata munafik, dan kakak keduaku tidak perduli padaku, bagaimana bisa aku terlahir di antara 2 saudara yang membenciku!"


" Saya tidak pernah pecaya 100% pada siapapun , saya tidak pernah menunjukan kelemahan saya pada siapa pun, saya hanya percaya pada diri saya sendiri , apalagi untuk berbahagia, saya hanya mengandalkan diri saya, memang ada beberapa orang terdekat, namun saya juga tidak pernah percaya pada mereka 100%!, karna mereka orang yang berpeluang besar menghianati kita!"


" Ucapanmu sangat benar!, tapi entah kenapa aku sangat mempercayaimu dan Dai, meskipun baru saja bertemu!"


" Jangan Yang Mulia, jangan percaya pada kami, terlepas dari itu, kami akan berusaha untuk tidak mengecewakan yang Mulia!"


" Ya, baiklah!"


" Namun, Dans adalah orang baik, dia bisa anda percaya!"


" Tentu saja, kami dari kecil tumbuh bersama, dia satu - satunya teman yang aku pilih sendiri dalam hidupku!"


" Ah, bagus itu... sementara aku kembali, Yang Mulia tetaplah dengan rencana ini, Dai akan menjaga anda tanpa diketahui oleh orang lain!"


" Ya, ingatlah untuk kembali tepat waktu!, jika tidak aku akan menjemputmu sendiri!"


" tenang Yang Mulia!, aku akan kembali tepat waktu!"


Tasya pun segera pergi meninggalkan istana dan kembali ke kediaman yang ditinggali oleh Yukini dan Mimoto.


" Dai, cepatlah kembali ke istana, Raja membutuhkan penjagaanmu, dan awasi dokter yang menangani Raja, jangan sampai dia berkhianat!"


" Tenanglah, Raja akan baik - baik saja!"


"okey!"


" Ya, nikmati waktumu dengan Tuan Kenzo!"


" Dai aku sangat terharu!" bermanja pada Dai


" Menjijikan pergi kau, membuatku gatal - gatal saja!" mendorong Tasya menjauhi tubuhnya.


" Kau kira aku ulat bulu?, dasarnya kau itu kudisan!"


" Kudisan kepalamu, sudahlah malas berdebat denganmu, bibi ,paman Dai pamit dulu!"


Tasya masih bergumam kesal,


" Tasya, berapa banyak masalah yang kau buat di dalam istana?, kau membuatku jantungan, saat kepala pelayan itu melapor!" Yukini sekarang sedikit lebih lembut pada Tasya.


" Mana ada buat keributan, bukankah tugas Tasya membatu Raja?, Raja sekarang sudah satu perahu dengan kami, jadi mama tenanglah!"


" Syukurlah , cepat istirahat besok kau yang menjemput Tuan ke Bandara!"


" Oh sungguh ma?, baiklah aku tidur!!"


Tasya dengan semangat memasuki kamarnya dan segera beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2