
" Begitulah ceritanya kak Aina!"
" oh kasihan sekali Yuna untung ada Fahad, Fahad bukankah kau menyukai Yuna?"
" Aina kenapa saat masalah percintaan kau sangat cepat paham?" Gumam Iyus keheranan.
" oh itu aku juga tidak tahu Iyus...apa aku tidak boleh mengerti?"
" Iya kau ini Yus, jangan meremehkan kakakku lah!" merasa kesal.
" Yaaaaaaa!"
" Kakak, jangan pikirkan aku dan Yuna,kakak kenapa aku tidak pernah melihatmu berkencan dengan seorang pria? , kakak sangat cantik dan baik hati!"
" Dan juga sangat lemot!" Tambah Iyus.
" Iyus!!!" Fahad sangat kesal
" Yayayya maaf...!"
" Hehehe ... sebenarnya banyak laki-laki yang mendekati kakak,...!"
" siapa???" Tegas Iyus.
" Kenapa kau ini?" Tanya Fahad.
" Ah tidak,aku hanya tidak menyangka jika ada yang mau dengan Aina!"
.
" Iyus diamlah, aku juga tidak segan untuk memukulmu!"
" Ya......ya....!"
"memang kau tidak mau dengan Aina?"
" Kau ini bicara apa fahad?"
" tidak kakak, aku hanya bercanda...kakak tutup jam berapa?"
" ini sudah mau pulang !"
" Ya Sudah, ayo kami bantu!"
"boleh, ....!"
Setelah membantu kakaknya beberes akhirnya mereka pun pulang ke rumah.
" Kak Cindy katanya masih ada urusan pulang terlambat kita tidak usah menunggunya!"
" Oh baiklah, kalau begitu...!"
mereka pun segera beristirahat begitu juga dengan Iyus segera kembali ke kediamannya.
...----------------...
sementara masih di kediaman Fanniiya
" kruyuk kruyuk kruyuk....!" terdengar sekali suara perut Fannan.
" Apa itu?? ,memalukan sekali seorang pria keroncongan!"
" ini aku juga tidak tahu padahal aku tidak lapar!"
" Maafkan saya tuan, karena saya pasti anda melewatkan jam makan siang!"
" Tidak nona santai saja, jangan hiraukan saya lanjutkan saja perbincangan anda dengan kakak saya!"
" mana boleh anda kelaparan, kalau begitu kita makan saja dulu keluar!"
" Oh????"
" Cindy, adikku tidak bisa memakan makanan di luar, lambungnya sangat sensitif dia tidak bisa terkena sejenis micin dan teman - temannya, dia sangat merepotkan, tidak perlu kau menghiraukanya!"
" Dia tidak bisa terkena penyedap makanan?, apakah ada hal semacam ini?"
" Ya, dia memang sangat aneh...!"
" Apa akibatnya jika dia memakan hal semacam itu?"
" Dia akan muntah dan sesak nafas!"
" Oh, begitu...Kak Fanniiya apa kakak ada bahan makanan?"
__ADS_1
" Tentu saja ada, aku menyetok kebutuhan selama satu bulan ,kau juga tahukan rumah ku jauh dari kota, dan sulit mencari apa - apa di sini!"
" Bolehkah, Cindy memasak untuk kalian di sini?"
" Tentu saja, ....!"
" Kakak Cindy kan tamu, kenapa kau minta dia memasak?"
" Tak apa tuan, memasak adalah keahlianku!"
" cantik, dapurku di ujung sana pakailah sesukamu, oh ya adikku hanya bisa makan makanan berkuah !"
" oh baik!"
" Nona aku bantu ya?"
" Tidak perlu tuan...!"
Cindy segera menuju dapur untuk membuatkan masakan.
"Kejarlah dia jika kau menyukainya, dia wanita baik, keluarganya juga baik, tapi kau harus banyak bersabar, karena seluruh hatinya sudah dimiliki orang lain!"
" Kakak, apa yang kau bicarakan...dia dari keluarga yang luar biasa, kita sangat jauh!"
" Kita cukup mampu, dia bukan tipe wanita yang memandang kasta , kau juga bukan pengangguran!"
" Jika seluruh hatinya sudah di miliki orang lain, lalu apa dayaku kakak!"
" Dia sangat mengutamakan Logikanya, dia tidak akan menyakiti orang - orang sekitarnya, pelan-pelan saja Fannan, hati seseorang pasti bisa berubah, kau tidak boleh mengecewakannya!"
" Fannan, tidak mau berharap jauh...bisa menjadi teman baiknya saja Fannan sudah sangat senang!"
" Aduh, adikku ini sangat lemah lembut hatinya , Fannanku kakak ingin punya adik ipar seperti Cindy!"
" kakak mintalah yang lain, hal ini tidak bisa Fannan janjikan!"
" Kita hanya hidup berdua dari kecil, tidakkah kau mau mencarikan kakak saudara, dan memberikan keponakan yang lucu??"
" Bagaimana jika sebaliknya?"
" Kakak tidak mau menikah lagi, kakak akan setia dengan kakak iparmu!"
" Hmmm, Fannan juga tidak memaksa kakak!"
" Kakak slalu begitu!"
" Jika kau mau mengejarnya, kau masih ada harapan, tapi kau tidak bisa memiliki seluruh hatinya...!"
" kakak meskipun orang bisa hidup dengan hanya satu ginjal saja, tetap saja tidak sempurna!"
" Hemmm... ya sudah terserah padamu, namun dengan begitu kau bisa menyelamatkannya dari keterpurukannya!"
" Sungguh?"
" Ya,... meskipun seperti itu dia tetap akan menjadi istri yang baik untukmu ke depannya!"
" Kakak, apa kau sangat ingin aku bersamanya?"
" Ya, bukankah takdir yang mempertemukan kalian sampai tiba hari ini?"
Fannan terdiam dan berpikir....
" Kakak, Tuan... makanannya sudah siap ayo makan!" Cindy dengan sangat telaten menyiapkan hasil masakannya di atas meja makan.
" Tidakkah kau ingin melihat pemandangan seperti ini setiap pagi, dia sangat cantik bukan ?"
" Cantik sekali kakak!" Fanan sangat terpesona dengan kecantikan Cindy, yang sangat natural tanpa make up.
" Dia tidak bisa mencintaimu sepenuh hati, tapi dia bisa memberikan keluarga yang utuh untukmu!"
"apa itu bisa?"
" pelan-pelan Fannan, tapi kau harus banyak bersabar untuknya!"
" kakak!!, kau mencoba mendoktrin ku!!"
" Dasar bodoh, sudahlah aku mau makan lapar juga!" Fanniiya segera beranjak dan berjalan menuju meja makan.
" Kakak, maaf aku lancang di rumah kakak!"
" Tidak apa-apa kedepannya kita adalah keluarga!"
" Heheeheh...kakak sangat baik hati!" Salah dalam mengartikan
__ADS_1
Fannan hanya menggaruk kepala saja karna bingung ingin berbicara apa.
" Cindy, tidurlah di sini... mungkin saat ini kau tidak ingin pulang bukan?"
" Kakak, dia perempuan baik-baik loe!"
" Siapa juga yang bilang dia tidak baik? menyebalkan!"
" hehehe, aku takut adikku khawatir kak... sebenarnya juga ingin...tapi ...!"
" Mana ponselmu aku akan telpon adikmu!"
" Oh???" dengan menurut saja Cindy memberikan ponselnya.
" Siapa nama adikmu?"
" Fahad kakk!"
" Fahad, ok ketemu ...!" Fanniiya segera menghubungi nomer Fahad.
tutttttt tutttttttt tuttttttttt...
" Halo kak, di mana ini sudah malam!"
" Halo adik manis...!"
" Siapa ini?"
" Aku teman kakakmu, hari ini kakakmu tidak pulang bolehkah?, aku sangat kesepian di rumah!"
" Sejak kapan kakak punya teman?"
" Ih, memangnya kakakmu tidak pernah menceritakan ku pada kalian?"
" Tidak!, mana kakakku aku ingin bicara!"
" Fahad ini kakak, tenanglah kakak aman!"
" Oh, kakak kenapa kau tidak pernah bercerita padaku jika kau punya teman wanita!"
" Heheheh, kau kan sibuk...apa kakak tidak boleh punya banyak teman?"
" Tentu saja boleh kakak...Fahad sangat senang mendengarnya, nikmati waktu bersama temanmu !"
" Oke, selamat malamn!"
panggilan pun berakhir.
" Kalian keluarga saling menyayangi ya?" ujar Fannan.
" memangnya kita tidak?"
" Tidak kakak sering mengomeliku setiap hari menyebalkan!"
" Ya sudah cari saudara selain aku sana!"
" Tuh kan, kakak kau sudah tidak muda lagi loe, jika kau darah tinggi dan mati aku benar -benar tidak akan punya saudara lagi !"
" bajiiiingan kau mengutukku !"
plooookkkkk
memukul kepala Fannan dengan centong nasi.
" Ah, ampun kakak...malu ada tamu!"
" Hihihihihi,...hihihihi....hihihihi...!" Cindy sangat terhibur dengan keributan kakak adik di depannya itu.
" Huffft, Cindy ayo kita lanjut makan, maaf membuatmu tidak nyaman!"
" Hehehe tidak apa kak, Cindy sangat terhibur ayo makan dulu, bukankah kalian butuh tenaga untuk bertengkar?, hehehe...!"
" Benar aku akan makan , setelah itu aku akan memukulinya!"
" Kakak....!"
mereka makan malam bersama penuh dengan keributan dan canda tawa.
Lama sekali aku tidak merasakan kehangatan keluarga seperti ini, setelah papah tiada semuanya berubah menjadi dingin, aku sangat rindu suasana seperti ini.
dalam hati Cindy.
semenjak papahnya meninggal semua sangat sibuk termasuk dengan dirinya sendiri, saat dia menemukan secerca harapan dari martin justru sekarang harapan itu membakar seluruh hatinya hingga habis, mamanya juga sangat sibuk dengan bisnis nya bersama Hirosan, dan adik - adiknya sudah punya kesibukan sendiri, mereka sudah jarang berbincang lagi.
__ADS_1