
" kenapa tidak menginap di sini dulu baru ke rumah baru??" tanya Savina
" Mom, kan rame...kita kan butuh nuansa romantis gitu loh...."
" hahahahahahah" semua orang menertawakan Julius.
" kenapa tertawa??"
" tidak ada Julius, mau abang antar??"
" tidak Fahad yang antar kami..."
" ya sudah kalau tidak mau menginap sini, astaga anak-anak ku kalian ini sudah tidak suka dekat dengan orang tua lagi... menyedihkan!"
" mom bukan begitu...masak mommy tidak tahu rasanya menjadi pengantin baru?.."
" Sudah sayang anak-anak sudah besar, Mereka punya jalan hidupnya sendiri, jangan terlalu memegang erat mereka..."
" iyalah ... iyah... Aina peluk mommy sekarang, aduh kau sekarang adalah menantu mommy...jika julius menindasmu katakan pada kami...."
" tidak mom...Julius sangat baik..."
" syukurlah...kalau begitu kalian hati-hati di jalan nanti mommy dan saudara kalian akan berkunjung...Joven masih tidur...sementara ini biar Joven kami rawat, kalian nikmati masa-masa pengantin baru dulu..."
" iya mom... terimakasih titip Joven.
"mom, dad, semuanya kami pulang dulu..." ujar Julius.
Julius dan Aina pun di antar ke tempat tinggal mereka yang baru oleh Fahad dan keluarga kecilnya.
karena Fahad lah yang paling dekat dengan Julius dan Aina.
" ayo kalian masuk..." ajak Julius.
" ini mah bukan gubuk Yus, mana ada gubuk bertingkat, ada kolam renangnya pula..."
" tapi kan tidak seluas kediaman Pratama!"
" itu kan warisan nenek yang di renovasi menjadi 3 kediaman..."
" ya takutnya Aina tidak terbiasa dengan kediaman kecil..."
" jangan menilai kakakku seperti itu !"
" iya iya, aduh aku belum ada apa-apa untuk menjamu maklum dong gubuk baru...."
" hahahaha sombong..."
" Baiklah karena sudah aku antar dengan selamat, kami akan pamit...tidak menggangu pengantin baru...nanti mobilmu di antarakan ke sini Yus..."
" iya makasih ya Bro...."
" sama-sama ..."
" aduh anak-anak maafkan paman ya paman tidak bisa memberikan jajanan, tapi ini untuk beli permen nanti..."
" memberika. Angpau pada nora dan Dhiren..."
" acih amannnn"
" aciiiihhhh"
nora dan Dhiren berterima kasih pada Julius.
mereka pun segera kembali.
saat baru akan menutup pintu, terdengar suara mobil di depan gerbang.
" Tuan ini kediaman, Julius Pratama??"
" oh kenapa ya pak??"
" mengantarkan mobil anda..."
" lah tapi ini bukan mobil saya pak..."
" ini pengirimannya Fahad Pratama, gimana ini??, masak salah??, ini sudah sesuai alamat..."
__ADS_1
". Saya telpon saudara saya dulu..." Julius segera mengambil ponselnya dan segera mencari nomer Fahad, belum sempat menekan panggil, Fahad sudah mengirim pesan.
Mobil itu hadiah untuk pernikahanmu, mobil yang lama ku aku buang ke laut
" kurang ajar ..., oh ya pak saya terima ya pak..."
" benar ya tuan??"
" benar pak, makasih ya pak saya terima!"
" minta tanda tanganya pak dan foto sebentar untuk bukti penerimaan!"
Setelah tanda tangan dan semua selesai Julius masuk ke dalam .
" Aina adikmu membelikan ku mobil baru..."
" oh ya??, hehehehe dia paling perhatian..."
" Aina...kita coba mobil baru buat pergi berbelanja kebutuhan kita yuk..."
" tapi bukankah kita akan menyusul om ken dan sansan??"
" ya beli untuk beberapa hari ini sajalah, lsgian kita juga nggak lama cuma satu minggu ke Itali..."
" Iya ayo..."
mereka pun segera pergi ke market terdekat, karena keduanya tidak bisa masak, jadi memutuskan membeli beberapa makanan dan minuman instan saja, selebihnya mereka akan pesan saja di resto Fahad.
drrrt drrrrtttt...
" Ya Yun...??"
" Tuan perut saya sakit, apakah anda bisa mengirimkan dokter pada saya??"
" kau sakit???"
" yuna sakit??" tanya Aina
Julius mengagguk, ...
" kita ke sana saja yus..."
" tidak Ai...biarkan dokterku saja... apa kau khawatir padanya??"
" iya ...kalau begitu kita ke sana..."
Julius segera menambahkan kecepatan lajunya dan sampailah mereka ke basecamp, Aina langsung turun dan berlari masuk mencari Yuna ke kamarnya.
" Yun...."
Yuna malah terkejut melihat kedatangan Aina.
" kau makan apa??, kenapa sakit??'
Kebetulan dokter pribadi Julius juga tiba, Julius meminta untuk segera memeriksa Yuna.
" Kenapa dia dok?"
" Ini GERD, ...apa makanannya tidak teratur??"
" seharusnya teratur dia makan dengan baik..."
" apa anda sedang banyak pikiran??"
" iya mungkin dok..."
" sebaiknya nona tidak berpikir, saya akan meresepkan obatnya tolong di minum sesuai aturannya..."
" baik dok, ..."
" tuan nanti orang ku akan mengantar obatnya, dan tolong hindari makanan yang memicu asam naik, ..."
" mengerti..."
" aku pesankan bubur saja ya ..."
" Sudah besar tapi tidak bisa menjaga diri kau ini..."
__ADS_1
" Aina...maaf merepotkan kalian..."
Aina hanya menggeleng, lalu dia memesankan makanan khusus untuk penderita Gerd.
" apa kau memikirkan kematianmu??" tanya Julius.
" Iya, aku sangat takut setiap kali Fahad muncul tiba-tiba dihadapanku..."
" selama kau belum selesai membalas dendam dia tidak akan membunuhmu, bagaimana jika kau menundanya lebih lama..
??"
Yuna terdiam, pikirannya selalu kacau setiap kali bertemu dengan Fahad padahal dia sudah mencoba pasrah saja tapi sangat takut.
" Lagian aku akan pergi beberapa hari keluar negeri Yuna..."
" iya tidak apa-apa..."
" permisi paket..."
" biar aku lihat..."
Aina sedang keluar
" jangan takut aku akan berpesan pada uncle San untuk menjagamu selama aku pergi!"
" terimakasih tuan...."
"Yun kau minum obat sebelum makan dulu, setelah setengah jam kau baru makan..."
" iya...Aina maaf ya Aina..."
" sudah lupakan saja itu sudah berlalu, aku hanya melakukan ini karena kita sesama manusia saja, jangan berpikir lebih, meski kita bukan teman lagi, tapi aku masih bisa bersimpati karena sesama manusia saja" tegas Aina.
Aina tidak pernah melihat ke wajah Yuna sama sekali, seakan tidak sudi melihatnya.
" apa Aina membenci ku??"
" Tidak, aku sudah memaafkanmu, hanya saja aku tidak akan melihat wajahmu...itu membuatku sesak Yuna..."
Yuna terdiam, memang tidak bisa dikatakan kesalahannya adalah kesalahan kecil, karena Aina sudah sangat tulus padanya begitu lama, tapi dirinya hanya memanfaatkan saja ketulusan Aina, kini Yuna merasakan perihnya .
" Aku sudah agak baik...kalian bisa kembali terimakasih untuk kebaikan kalian...dan selamat ya kalian sudah menikah semoga bahagia selalu untuk kalian berdua..."
" oke, aku letakan di sini, kami kembali ..."
ujar Aina.
" Yuna, kau bisa meminta rekan lain untuk membantumu, aku akan mengatakan pada mereka untuk membantumu..."
" baik..." Julius pun segera mengikuti Aina ke masuk ke dalam mobil.
" kenapa cemberut??"
" apa aku jahat Yus??"
" tidak, itu wajar...kau sangat kecewa padanya, sudah jangan di pikirkan lagi, kita pulang ya sekarang..."
Aina menyenderkan kepalanya pada pundak Iyus.
" tega pada orang yang sudah menyakiti kita aja rasanya sesak, kenapa mereka sangat begitu senang berbuat jahat..."
" Namanya juga hidup Ai, tanpa mereka, hidup kita tidak berwarna...tidak ada pelajaran yang bisa kita ambil untuk memperbaiki diri..."
" benar, ayo kita pulang dan tidur..."
" Tidur apa tidur??" Goda Iyus.
" tidurlah, orang suamiku masih tidak tahu rumus membuat anak!"
" hahahahaha, awas kalau nanti aku sudab mahir .."
" Aku akan menunggu datangnya hari itu!, hahahaha"
Sialan istriku sendiri menertawakan ku
dalam hati Julius agak kesal.
__ADS_1