GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
246. Kembalinya anak tertua


__ADS_3

Dai yang sudah selesai menyiapkan air berendam untuk Sansan terkejut melihat Sansan menangis sesenggukan.


" Hei kenapa?"


" Dai.....hyg hug hug...!"


Dai segera meraih Sansan dan memeluknya untuk menenangkannya.


" Hug hug hug...!" Dai membelai rambut panjang Sansan dengan lembut, Dai tahu itu pasti berhubungan dengan ponsel itu, namun Dai memilih untuk tenang dan tidak menanyai apapun pada Sansan.


setelah cukup lama menangis akhirnya Sansan mulai tenang.


" Apa sudah tenang, aku ambil minum dulu!" Dai melepaskan pelukannya dan segera mengambil air dan memberikannya pada Sansan.


" Apa mau mandi??"


" Ya...!"


" Ya sudah mandilah aku di ruang tengah, panggi aku jika kau butuh sesuatu!"


" ehmmm...!"


Sansan pun segera masuk ke kamar mandi.


...----------------...


Kediaman Pratama.


Hari ini Putra mendapatkan cuti selama sebulan karena sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik, Putra tidak memberitahu siapapun tentang kepulangannya.


Putra yang pulang menggunakan ojek online pun tiba di gerbang pintu Pratama.


Putra menghirup dalam-dalam udara di kediaman yang sudah memberikan banyak kasih sayang padanya dan mendiang ibunya yang bukan siapa-siapa itu.


Putra pun berjalan menuju kediaman Utara


namun langkah kakinya terhenti karena melihat 2 orang gadis asing bermain selang air dengan penuh canda tawa di depan rumah.


" Siapa mereka??,apa mereka turis tersasar??"


Putra pun berjalan mendekati mereka yang sedang bercanda.


" Permisi nona, kalian siapa??"


Yuzan dan Ami terkejut melihat kedatangan Putra yang masih mengenakan seragam loreng dengan topi pipih yang melingkar di kepalanya Perwarna biru, karena Putra sekarang menjadi seorang polisi militer.


" Maaf tuan, kami juga tinggal di sini, apa anda mencari Tuan Nathan??"tanya Yuzan.


" Pfffffffttt....!" Putra menahan tawanya


" Kalau begitu ada siapa saja di dalam??"


" Semua ada...!"


"kalau begitu bawa saya masuk, katakan jika saya ingin bertemu dengan Laksmana dan juga istrinya!"


" Oh baik, tunggu sebentar!" Yuzan segera menarik Ami masuk


" Tuan, nyonya...!"


dengan buru -buru.


" Ada apa ??" Tanya Nathan


" Di luar ada tamu, katanya ingin mencari Laksmana dan juga istrinya!"


" siapa??" ujar Julia penasaran.


" Saya mana kenal nona, dia mengenakan seragam seperti kemiliteran!"


" Siapa Sayang??" Tanya Savina


" Ya aku tidak tahu sayang..., suruh masuk saja!"


" Baik....!"

__ADS_1


segera keluar


" Mom dad aku pergi ya!" Julius yang bersiap-siap untuk keluar.


" mau ke mana kau??" tanya Nathan.


" Mau keluar lah dad..!"


" Iya kemana??"


" Biasalah anak mudah, dad...!"


" Oh nie anak ditanya orang tua jawabnya ngawur...!" Nathan sangat kesal jika berhadapan dengan putra bontotnya itu.


" Tuan ini tamunya!" Ami membawa Putra masuk.


semua mata tertuju pada seseorang yang dikatakan tamu itu.


" Abang???" Julius langsung memeluk abangnya itu dengan girang.


" Abang??" Ami dan Yuzan saling memandang.


" hahahahaaha putraku kau sangat usil!" Ujar Nathan tertawa bahagia melihat putra angkatnya itu semakin gemilang.


" Abang ...!" Julia segera berlari mendorong Iyus dan memeluk putra.


" Hihihihi, Ami Yuzan dia adalah putra tertua kami...hihihi...!"


" Astaga , Maafkan kami tua...kami tidak tahu!" Yuzan dan Ami membungkuk meminta maaf.


" Eh, jangan seperti itu, itu bukan suatu kesalahan...oh jadi siapa kalian berdua??"


" Abang dia sekarang menjadi keluarga kita!" sahut Julia.


" oh bagus, apa dia temanmu Julia??"


" Benar abang, aku membawanya dari negara F..heheh mereka adalah kakak perempuan ku dan adik perempuanmu juga!" ujar Julia sangat bahagia.


" Abang senang karena Julia mendapatkan saudara yang baik....tapi ada apa dengan kalian Julia dan Julius ada banyak bekas luka pada tubuh kalian??, apa kalian bertengkar??"


" Heheheheh....tidak abang...!" ujar Julia merenges .


" Hei kau tidak sopan apa itu tidak cukup??!!" Nathan mulai naik darah.


" Sayang, sudah jangan marah putra baru kembali , bagaimana bisa kau marah-marah di saat putra tertua kita baru tiba!"


" Heeeh... sebaiknya kau cepat pergi Iyus!" Nathan mengusir Iyus agar tidak semakin emoasi.


" Baik, Abang, nanti malam kita keluar, untuk saat ini aku masih ada urusan penting!"


" Hahaha Aina pasti...!" Ujar Putra menggoda.


" Hihihihi abang paling tahu, selamat atas kepulangannya bang, bye!" Iyus pun segera pergi.


" Oh...Putraku, cepat lah istirahat... kebetulan sekali aku dan mommy mu tadi sedang membahas dirimu, tapi nanti saja kita bicara sekarang kau istirahatlah!"


" Baik daddy...!" Putra memeluk Savina dan Nathan bergantian.


" Putraku,kau sangat mengejutka. mommy!"


" Aku sengaja membuat kejutan, aku malah yang terkejut dengan dua saudara perempuan ini...!"


" hehehe, anak nakal apa yang ingin kau makan sayang?"


sambil memeluk dan mencium pipi putra dengan penuh kasih sayang.


" Mom buatkan putra tiramisu kesukaan tante Vevey, aku ingin makan yang manis...!"


" Tentu akan mommy buatkan, sekarang cepat berganti baju dan istirahat mommy akan buatkan!"


" Ya...mom...!"


segera masuk kamar.


" ehm...Andaikan Julius seperti dia!" gumam Nathan.

__ADS_1


" Sayang, Iyus adalah hasil dari Genmu, jangan di bandingkan dengan gen orang lain....!"


Savina bergegas pergi ke dapur.


" haih itu terdengar sangat menusuk hati bukan anak-anak??" ujar Nathan bertanya pada Julia dan kedua temannya.


" Dad... begitulah darah dagingmu, Yuzan Ami kita keluar yuk!" Menggandeng keduanya meninggalkan Nathan yang mendapat tusukan tambahan dari putrinya.


" Ah, kalian memang suka menyakiti hati orang!' Nathan mengelus dadanya.


...----------------...


Di dalam hutan,


" Nona, kita kesiangan rupanya hehehe ..!"


" Ya, aku kira kita terlalu lelah... sampai alarm berbunyi pun tidak membangunkan kita!"


" Hehehehe...maafkan aku nona, ini menjadi healing yang buruk untukmu!"


" tidak ,tidak buruk cukup menyenangkan, bagaimana mana cara menembak mangsa??"


" Nona, perhatikan saya dulu....!"


" Oh tidak ini akan membunuh mereka bukan??"


" Tidak, kami tidak menggunakan peluru, ini menggunakan obat bius!"


" Aku juga mau belajar!"


" Ya maka. anda boleh melihat saya...baru nanti saya ajari langsung!"


" Oke, tapi adakah sesuatu untuk diburu??"


" Pasti ada, nona tolong perhatikan jalanmu, lihat sekitar, untuk waspada, dan saat saya menembak jangan membuat pergerakan sedikitpun!"


" mengerti....!"


mereka berdua pun memulai perburuannya, Diana memperhatikan Fahad saat menembak, beberapa kali, setelah memperlihatkan kemampuannya pada Diana, Fahad mendapat 2 kelinci dan 3 ayam hutan, Diana membantu Fahad memasukan hasilnya ke kerangka ringan yang mereka bawa.


" Nona giliranmu mendekatlah...!" Diana pun mendekat.


" Pegangnya begini, dan ini begini....aku akan membantu menyangga!"


" Baik...!"


" Fokus pada target, lihat itu ada musang di pohon...!"


Diana sudah melihat Fahad menembak 3 kali, dia pun sekali mempraktekkan langsung kena sasaran.


" Nona anda luar biasa!" ujar Fahad yang berada didekat telinga Diana.


" tentu saja, kau terlalu dekat Fahad pergilah!"


mendorong Fahad menjauh.


" Oh maaf nona, ok...anda bisa melakukannya sendiri!"


Diana memang gadis yang pandai , dia sangat menikmati pemburuanya.


dan tidak terasa hari sudah hampir gelap.


" Nona kita kembali ya...!"


" Ya lalu bagaimana dengan hasil buruannya??"


" lepaskan lagi nona...!"


" Fahad bolehkah aku memelihara 2 kelinci ini??"


" Apa anda serius ingin memelihara??, hewan ini sangat rakus makanya tidak boleh terlambat nona!"


" Ya, mereka sangat lucu...!"


" Kalau nona suka bawa saja...!"

__ADS_1


" Oke... terimakasih!"


" iya biarkan aku yang bawa, ayo kita pulang!" mereka pun segera kembali ke markas dengan rasa puas dan senang, untuk Fahad ternyata Diana yang slalu membuat masalah , saat hutan dia justru bisa lebih tenang dan tidak ribut, sementara Diana cukup puas karena healing dihutan selain mendapatkan udara yang baik juga pengalaman yang luar biasa.


__ADS_2