
" Sansan cepat panggil orang tua mu untuk datang!"
" Tidak perlu!"
" anak ini!"
" Sebentar lagi ayahku datang!"
" Permisi....!"
" Nahkan datang!"
" oh, kenapa bisa begini??"
" Tuan, kebetulan sekali anda datang,...!"
" Oh ada apa ini'??"
" Ehmmm, sebelum itu silahkan tuan lebih dulu jika ingin ada yang di bicarakan!, silahkan duduk!"
" Oh, jadi begini saya ingin meminta surat pemindahan sekolah untuk putri saya!"
" Oh itu tidak perlu tuan!"
" Loeh kenapa?, apa kau berubah pikiran?" Chiko melihat' ke arah Sansan.
" tidak ayah!" Jawab Sansan cuek.
" Sansan memukuli semua teman satu kelasnya!"
" Tidak semua, bu guru ini tidak memberikan informasi yang benar!"
" Itu benar!"
" Tidak ada satu yang tidak ku pukul!"
" Apa??" Chiko sangat terkejut.
" Jadi saya yang akan memberikan surat pengeluaran sekolah!"
" what???" Chiko semakin Terkejut
" Sansan jadi ini yang kamu maksud ingin keluar kau membuat masalah besar!"
" Ayah, wali kelas ini tidak adil, hanya karena aku bodoh dia diam saja saat aku dibully teman sekelasku, dia tidak pantas menjadi seorang guru!"
" Tidak benar itu pak, ...!"
" Cukup, saya tidak ingin panjang lebar, waktu saya terbatas...cepat keluar kan saja suratnya, dan kasus ini akan saya serahkan pada pihak kepolisian untuk di usut!"
" loh loh pak kok lapor polisi!"
" Aku ingin tahu siapa yang salah dan benar jika yang dikatakan putriku bohong, aku akan memberikan kompensasi besar untuk semua murid, namun jika terbukti benar putriku mengalami pembulian maka sekolah ini tidak perlu berdiri lagi!" tegas Chiko merasa kesal.
Sansan sangat terkesan dengan ketegasan Chiko, Sansan seperti melihat ayahnya yang sedang berdiri membelanya.
" Baiklah, kita buktikan!" ujar Wali kelas itu percaya diri.
" Lancang kau!!!" teriak kepala sekolah yang baru datang.
" Kepala sekolah ada apa?"
" Ada apa kepalamu!!, kau ini hanya wali kelas tapi sudah lupa diri, apakah tugasmu menjadi wali kelas mengeluarkan murid seenaknya?"
" Tapi anak ini sudah sangat kelewat batas kepala sekolah!"
" Kau adalah wali kelas, bukankah kewajibanmu mencari tahu kebenaranya sebelum memutuskan??"
" Saya sudah sangat benar kepala sekolah!"
" Heh, kau tidak mendengar perkataan ku dengan baik, kau merasa paling benar, sungguh makhluk kotor!" ujar Kepala sekolah kesal.
" Panglima maafkan saya yang tidak bisa mendisiplinkan orang - orang saya, saya akan memberikan keadilan untuk putri anda!"
" Tapi kepala sekolah dia bersalah!"
" Tutup mulutmu!!!, apa kau tahu Dia adalah Panglima dari keluarga Pratama, dia donatur nomer satu di sini baraninya kamu menyinggungnya!"
Ah sialan kepala sekolah tua bangka ini, aku kira dia sangat adil, rupanya demi uang ...
dalam hati Tasya kesal.
" apa??, maafkan saya tuan maafkan saya Sansan!" ujar wali kelas merasa ketakutan.
__ADS_1
" Tuan, apa yang ingin anda tuntut untuk mendapatkan keadilan untuk putri anda!"
" pecat wali kelas ini, atau sekolah ini lenyap!" tegas Chiko.
" Wahhh ayah sangat keren!" menepuk tangan kagum.
Anak ini astaga, kenapa malah bertingkah seperti itu dalam hati Chiko agak canggung.
" Tolong jangan pecat saya panglima, kepala sekolah mohon beri saya kesempatan sekali !"
" Di mana rasa angkuh dan keberanian mu tadi??" ujar Chiko kesal sekali.
" maaf maafkan saya, saya butuh pekerjaan saya akan memperbaiki kesalahan-kesalahan saya!"
" Bagaimana putriku??"
"tidak, dia juga tidak memberiku kesempatan untuk membela diri!"
" Kau dengar itu??, pecat dia atau Dana bantuan kita berhentikan!"
" Baik, baik kami akan memecatnya!"
" Dan lagi, aku ingin semua data anak - anak yang sudah membuli putriku !"
" Saya akan kirimkan tuan Panglima!"
" bagus!"
" sekali lagi saya meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kami!"
" Putriku apa kau masih mau bersekolah di sini?"
" Tidak!"
" Siapkan surat pindah untuk putriku!"
" Tatatapi??"
" Masih mau apalagi??"
" Tidak ada, baik saya akan urus semuanya tuan!"
" Putriku, ayo kita pulang, dan mencari sekolah yang terbaik lainnya!"
" Oke ayah!"
Tasya segera masuk ke dalam mobil, begitu juga Chiko,
mereka pun pergi meninggalkan sekolah.
" Ayah, mau kemana kita??, ini bukan jalan pulang? oiii aku lupa oiii motor ayah tertinggal"
" Biar orang ku nanti yang mengambilnya!"
Chiko menepikan mobilnya, kemudian mengunci pintu otomatis.
" ada apa ayah?"
Chiko mengeluarkan pistolnya,
" Siapa kau sebenarnya??, katakan??"
" Aku Sansan!"
" Tidak mau jujur lagi??, apa istri kenzo memasukan orang lain lagi?? , Sansan yang sebelumnya tidak seperti sekarang, katakan!!" menekan pistol pada kepala Tasya.
" Jika kau ingin tahu jawabannya perhatikan aku baik-baik!!" Tegas Tasya dengan wajah yang memerah menahan air matanya.
Chiko memperhatikan dari ujung rambut sampai kaki, dan mengamati lekat, wajah Tasya.
" Heiii...kau om Chiko bermainlah denganku, sebentar saja aku sangat menyukai punggungmu!" Ujar Tasya dengan air mata yang mengalir deras.
Chiko teringat akan Sansan kecil yang suka memaksanya untuk menjadi kudanya, karena nona kecilnya sangat menyukai punggungnya yang lebar .
" Kau....kau....!" Pistol Chiko terjatuh tangannya gemetaran, mencoba meraih wajah cantik yang berada di hadapannya itu.
" Apa kau juga melupakanku om??"
" Nona kecilku, ini ... sungguh dirimu??" Chiko segera memeluk Tasya dengan erat dengan air mata yang berlinang.
" Maafkan saya, maafkan saya nona, saya tidak bisa melindungi keluarga anda!"
" Om, aku selalu memanggilmu saat aku sendirian di balik pohon itu, aku berharap om datang untuk membawaku pulang, huhuhu tapi tak ada seorang pun yang datang untuk membawaku pulang, hiks hiks hiks!"
__ADS_1
" Maaf maaf, ...maafkan saya nona!"
" Sudahlah om, Semua sudah berlalu...aku sudah baik - baik saja!" Tasya segera menghapus airmatanya.
" Nona biarkan saya memeluk anda lebih lama!"
" Om kau sangat serakah, kau memelukku dan juga Bundaku!" Ujar Tasya kesal.
"Nona, saya sangat menyayangi kalian, kalian adalah semangat hidup saya, tanpa Keluarga anda saya juga tidak akan hidup!"
" Om, Jaga bundaku aku akan mencari Juno dan Renata!"
" Tentu saja, aku sudah mengambil cuti panjang , aku tidak akan mengulangi kesalahan ke dua kalinya!"
" Om, jangan katakan pada siapapun jika aku kembali!"
" Kenapa ini kabar baik!"
" Aku masih ingin memabalas dendam pada Om Kenzo! dan fokus mencari juno dan Renata!"
" Jangan - jangan... wanita simpanan Kenzo itu kau!!!???"
" Benar, ....!"
" Bagaimana bisa, kau bersaing dengan bundamu??"
" Om, jika kau menyukai Bundaku maka jangan dilepaskan, biarkan aku bisa mendapatkan peluang besar bersama om Kenzo!"
" Astaga, kalian belum melakukan apa-apa kan?, Kenzo tidak menyentuhmu kan??"
" Tidak, om...tenanglah dia pria yang baik meskipun sangat bodoh!"
" Bagaimana bisa kenzo tidak menyadarimu, selama ini kau bersamanya??"
" Karena dia bodoh!"
" Tapi kau tidak bisa menjadikan alasan untuk tidak kembali sekarang!, semua orang mencari mu!"
" Aku tidak akan kembali sebelum mereka di temukan!"
" Fahad, Julius dan Putra sedang mencari merka di negara M, kau pulanglah!"
" Aku harus mencarinya sendiri!" tegas Sansan.
" keras kepala, jadi Dai apakah tahu ini kau?"
" Dia orang pertama yang menyadari ku dan om adalah yang kedua!"
" Sansan palsu berbanding terbalik 360° dari Sansan yang asli, dan tiba - tiba berubah dengan sekejab!"
" itulah kenapa Ayah sangat membanggakan om Chiko!"
" Aku sangat sulit berperan menjadi suami dan seorang ayah!"
" Aku mendukungmu, ...lanjutkan jika bundaku marah tetap kejar!"
" Kau sangat menyukai Kenzo??"
" Ya,...!"
" Istrinya sangat berbahaya, sebaiknya kau tidak berharap jauh!"
" Kata om Kenzo, dia akan menceraikan istrinya!"
" Ya, paman dan bibinya ada bersamaku menjadi orang tua angkatku!"
" tapi, mungkin itu akan menjadi masalah besar untuk orang - orang terdekat Kenzo!"
" Om, tenanglah aku adalah anak dari seorang Bram Steve, aku bisa hidup sampai sekarang itu tandanya aku tidak mudah ditindas bukan?"
" Baik, om akan menjagamu!"
" Om jaga saja, itu calon mertuaku, kan dan bundaku!"
" dasar nona, kau masih sangat kecil masa depanmu masih panjang, Kenzo lebih cocok menjadi ommu!"
" tenang saja sebentar lagi Sansan 17 tahun om!"
" Baiklah, nona lakukan apa yang kau mau!"
" Hmmm.... sekarang antar aku ke apartemen Dai om, aku sedikit lelah ingin beristirahat, bawa Sansan Palsu kembali denganmu!"
" Apa kau tak ingin lebib lama tinggal??"
__ADS_1
" Biarkan dia memilih sekolah sendiri, aku sudah membantunya banyak, bagaimana bisa dia menggunakan nama Sansan tapi sangat mudah ditindas, harga diriku sudah hancur!"
Chiko hanya tersenyum, Chiko meresa sangat lega, karna nona kecilnya sudah kembali benar- benar masih hidup.