GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
290. bau busuk


__ADS_3

" Mom, ...!"


" Ya Honey??"


" Tolong minta tante Sasha, mendesign Cincin pernikahanku ya!"


" Oh ya mommy, akan bicara pada tante sekarang, mumpung mommy longgar


, ayo kamu ikut!"


Savina menarik tangan Putra segera menuju ke kediaman Selatan.


" ehm...ya mom!" Putra mengikuti langkah mommy nya .


tok tok tok...


tok tok tok...


ceklek....


" eh nyonya Na, apa mencari nyonya Sasha??"


" iya mbok, apa ada ??"


" Ada, tuan Chiko juga ada nyah, saya panggil dulu ya nyah!, ayo masuk dulu...!"


Savina dan Putra pun segera masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.


Tak lama, Sasha dan Chiko pun keluar


" Haduh, lengket terus ya kalian kayak perangko!" ujar Savina.


" Kak, Na , Putra hehehehe" Sasha terkekeh


" Kak Savina,putra tumben jam segini udah di rumah??" tanya Chiko basa-basi.


" iya kak Na agak lelah jadi pulang cepat!"


" Ehm.... begitu lalu ada perlu apa ini kak Na dan Putra??"


" Ah, Sa...Putra mau kamu designkan cincin pernikahan untuk Calon istrinya, kau sudah lihat kan calon istri Putra??"


" oh iya kak, cantik sesuai namanya!"


" hihihi, iya cantik ya Shah nah jadi tolong design khusus untuknya bisa??"


" Ehmm, Sasha akan coba untuk keponakan ganteng Sasha...!"


" Tan, makasih ya tan!" Putra sangat senang.


" Sama - sama...percayakan pada Tante oke, semoga pernikahan kalian lancar, sampai hari H"


" aamiin mekasih tante, nanti Putra TF ya ke rekening tante!"


" Ih Putra jangan...."


" Ha??" semua melihat ke arah Sasha


" Jangan Lama-lama dan jangan sedilit ya...hehehehhehe"


" ahahahahahha "semua tertawa


meski pun hilang ingatan, Sasha masih tetap mata duitan ternyata.


" Kak, Na dan putra sudah makan belum??, makan malam??" tanya Sasha


" Kami belum, baru pulang tadi Putra memintaku ke sini!"


" kita makan bersama ya...."


" Tentu kita lama tidak makan bersama, tapi Sebentar anak-anak dan suamiku juga akan pulang...!"


" Ah, pinta ke sini!"


" okey, sayang...kakak akan mengirim pesan pada kakakmu dan juga keponakanmu dulu agar mau ke sini!"


" Ya, lama sekali aku tidak melihat Cindy loe kak, hanya ada Aina saja dan mbak Zara di rumah!" ujar Sasha.


" Iya, anak itu kemana ya??, aku jadi khawatir, Vevey dan juga Hiro sangat sibuk sekali, aku harap mereka berdua lebih sering di rumah membersamai anak-anaknya...!"


" Semenjak Fahad menikah, kak Vevey seperti sangat kecewa kak!" sambung Chiko.


" Ya jelaslah ... dia bukan wanita baik-baik kan ternyata!"

__ADS_1


" Ya, begitu...Fahad masih sangat muda, circle pertemanannya pun tidak luas, dia hanya menimbang berdasarkan karakter Aina, karena Aina baik, maka temannya pasti juga baik!" ujar Chiko


" Aina sangat polos... bagaimana bisa dia menimbang hanya dengan karakter kakaknya!" Savina jadi gemas.


" Hahahha ngomongin Aina, Dia kan jadi pilihan Iyus kan kak??" sahut Sansan.


" Ya, jika itu Aina aku sangat setuju!"


" Aku tidak!"


Nathan datang bersama dengan Julia, Yuzan dan Amin.


" Ah, kau ini datang-datang menyebalkan!"


" Ada acara apa ini tumben makan bersama di rumah Sasha??" tanya Nathan heran.


" Kebetulan, ayo cepat duduklah di sini!, Julia, Zuyan dan ami!"


" Sansan dan Natali mana te?" tanya Julia.


" Sebentar lagi keluar kok!, lagi ngapain sih mbok mereka berdua??"


" heheh lagi lihat drakor Nyonya!"


" Hah, hari-hari deh dua anak itu hanya di dalam kamar tiap hari, tidak pernah keluar hanya saat sekolah saja!"


" biarkan, justru mereka mudah di awasi!"


sahut Nathan.


" iya juga tapi juga gak di dalam kamar terus jugalah kak!"


"mbok....tolong lihat ke rumah tengah ada siapa panggil kesini!" pinta Chiko.


" Baik Tuan!"


setelah mbok Yem ke ruang tengah, Nathali dan Tiara atau Sansan palsu keluar.


Tiara dan Nathali paling takut berhadapan dengan Nathan ,saat melihat Nathan mereka sangat terkejut dan menunduk.


" Hei, ada apa dengan kalian?, ayo duduk makan!" pinta Sasha.


" Iya bunda!"


" Iya tante!"


mereka berdua serempak menggeleng kepala.


" bagus, apa yang kalian takutkan?, paman tidak menggigit!" dengan nada tegas, karena Nathan masih pakai seragam.


" Sayang, jam kerjamu sudah habis, bicara lebih halus pada mereka!, kau diam saja menakutkan apalagi bicara!"


pungkas Savina


" Yayayaya...paman, mana galak pada kalian, ayo cepat makan, anggap paman tidak ada kalau takut!"


" Kau sebesar ini , bagaimana Mereka menganggapmu tak ada, kau ini memang kaku!"


" sayang kok dari tadi aku salah di matamu, lalu aku harus bagaimana??" Nathan serba salah


Savina kesal saat Nathan mengatakan tidak setuju dengan hubungan Iyus dan Aina, tapi di tahan.


" Sudah makan sajalah!" Savina semakin kesal, chiko dan Sasha hanya pringas pringis melihat kedua kakaknya bertengkar, selalu seperti itu.


" malam..." Aina pun datang dan berjalan mendekati kursi Tiara dan juga Nathalie.


"Aina...!" sapa Nathan


" heheheh Paman!" Aina salah tingkah.


" sayang kau diam saja, makan jangan membuat keponakanmu mati kutu begitu!"


" Oh God , salah terus aku di matamu sayang!"


" Mom, Dad!!, please Stop!!!" tegas Julia kesal pada kedua orang tuanya.


" Hah, ayo semua makan,....!" semua makan tanpa suara sampai Mereka semua selesai makan.


" Aina...paman boleh tanya??" ujar Nathan membuka suara.


dag dig Dig deg dog


**Apa ini??, paman mau bertanya apa??

__ADS_1


apa tentang Iyus?


apa paman ingin aku meninggalkan iyus ?


bagaimana ini??"


dalam hati Aina tak karuan**.


" Tanya ya tanya saja, jangan menakutinya!" ujar Savina.


" Aina..."


deggggggggg...


" apa kau sering memberikan uang ada Yuna??"


" Haaaa??" semuanya terkejut


karena Aina orang yang tidak bisa bohong, maka dia jujur.


" iya paman, setiap bulan Aina kirim!'


Nathan bertanya karena heran saja pada Aina, toko bunganya terlihat ramai setiap harinya, meskipun tokonya tidak besar, tapi jika di amati oleh Nathan seharusnya Aina bisa memiliki karyawan lebih, hal itu karna saat Sansan dan Kenzo datang juga sempat membahas itu, jadi Nathan meminta Gery menyelidik lebih lanjut pada Aina.


"Jujur pada paman, sejak kapan kau memberinya uang?"


" sebelum kenal dengan Fahad, hidupnya sangat tidak beruntung paman, jadi Aina kasihan!"


" berapa perbulannya??"


" 30-50 juta, ayahnya seorang pemain dan memiliki utang menggunung jadi Yuna bekerja keras untuk melunasi hutang ayahnya, yang sampai sekarang belum lunas!"


seketika semua menepuk jidat mereka serempak mendengar jawaban Aina, yang sangat polos sekali.


" Apa Yuna itu anak yang baik??"


"Iyalah paman, persahabatan kita Awet, sekarang dia menjadi adik iparku!"


" Hentikan itu Aina, jika mamamu tahu dia akan marah!" sambung Savina.


" Aina sudah janji bibi ...!"


" Janji apa??" tanya Sasha


" Janji pada Yuna, akan membantu melunasi hutang ayahnya...!"


" Aina, seberapa banyak hutang ayah Yuna??"


" 1 M "


" Apa?????????" mereka tekejut.


ya bukan tekerjut nominal hutangnya, tapi hutang 1 untuk ukuran keluarga Yuna itu untuk apa, kalau puluhan juta itu mungkin, mengingat kehidupannya sangat sederhana.


" tidak mungkin jika itu ayah Yuna, meskipun itu rentenir juga tidak akan sebanyak itu Aina!" pungkas Julia.


" Apa kamu kenal dengan ayah Yuna??"


selidik Chiko


" Ya om, ayah Yuna sangat baik loe, dia sangat ramah!, aku juga sangat terkejut saat tahu Ayah Yuna seorang pemain!"


" Aina, kau ini sangat polos...!" Julia menggeleng kepala.


" apa yang salah Jul??"


" Coba hentikan selama 2 bulan kau membantu Yuna, lagian dia juga udah ada Fahad, biar Fahad yang menanggungnya!"


" Fahad sudah pernah melunasi hutang Yuna dulu, tapi gak tahu tiba-tiba ada penagih lagi, Yuna takut jika Fahad tahu dan menceraikannya!"


" Aina, aku sangat gemas...ihhhhh" Julia mencubit gemas pipi Aina.


" Sudah tidak apa-apa!, sesuatu yang busuk itu pasti akan tercium juga!" Nathan terlihat seperti sudah memiliki rencana.


" sudah kalau begitu, tidak usah di bicarakan lagi, kita bicara yang lain...!"


sahut Savina.


mereka pun mengalihkan topik pembicaraan lain, dan berbincang hingga larut malam, dan akhirnya mereka pamit kembali untuk istirahat.


Author


baca komen kalian bikin aku semangat deh,

__ADS_1


buat nulis maksih ya para pembaca setia ku😘🥰


sehat selalu berlimpah rejeki


__ADS_2