
" Suhail, kau tidak boleh terlalu diam pada 2 gadis tadi, mereka bagian dari kita juga!"
" Ya Dad!"
" Julia sangat menyayangi mereka!"
" Apa Raja sedang menaruh pion di keluarga kita??"
" Kau memang seorang Jendral, kau paham itu, tapi niat Raja itu hanya untuk mengawasi Julia saja!"
" Bukankah Raja menyukai Sansan?"
" Sepertinya dia menyukai adik perempuanmu!"
" hmmm...!"
" Bagaimana dengan wanitamu nak??" Nathan mengalihkan topik yang akan di sambut dengan sangat antusias oleh Suhail.
" Aku akan menemuinya Dad, 3 hari lagi...!"
" Dia sudah cukup banyak kemajuan!"
" Benarkah??"
" Ya, Sansan juga di sini...kau bisa bertemu dengannya dan menanyakan keadaan Fathia!"
" Iya Dad!"
" Ehmmm, sebentar lagi Putra menikah, apa kau juga tidak ingin??"
" Tergantung pada Fathia Dad, dia mau menerimaku atau tidak!"
" hehehe... Jendral yang satu ini memang sedikit lambat ya!"
" Ya, yang jelas Suhail akan menikah sebelum Julius Dad...!"
" Hemmm, baiklah Daddy akan mendukungmu!"
" Oh ya Dad...kenapa Fahad bercerai??"
" Wanita itu penipu, dia menipu saudaramu dengan kelembutan, dia hanya menguras Fahad untuk mendapatkan uang, dan uang itu diberikan pada selingkuhannya, untuk mendapatkan donor dana!"
" Wah, berengsek sekali, bukankah Dia cacat??"
" Fahad memohon pada Sansan untuk menyembuhkan Yuna !"
" Kenapa tidak dibuat cacat lagi Dad, sekarang Fahad dimana??"
" Ada di kediaman tengah!"
" Ehm...oke...Dad, Suhail ke tempat Fahad dulu ya!"
" Ya, kau harus menghiburnya!"
" Baik Dad!" Suhail pun bergegas ke kediaman Tengah.
Terlihat Fahad baru selesai sarapan.
" Ehemmm...wajahmu tampak lebih tampan Had lama tidak berjumpa!"
" Abang ...!" Fahad begegas memeluk abangnya
" Yoi...masih kekanakan!"
" Abang, kapan datang??"
" Baru saja, dan aku dikejutkan oleh berita mu!"
" Oh aku baik-baik saja abang, abang Cuti berapa lama??"
" Cukup lama, kau tidak ada kegiatan??"
" Tidak aku. menganggur heheh, abang kita duduk di taman belakang yuk, lama sekali tidak mengobrol!"
__ADS_1
" kekhawatiran ku sia-sia kau tampak lebih baik setelah bercerai!"
" Abang, jangan meledekku, aku masih muda sehingga melakukan kesalahan dalam memutuskan sesuatu!"
" Tak masalah, kegagalan itu harus kita rasakan Fahad!"
" Ya, aku akan menjadi lebih baik di masa depan !"
" Itu baru saudaraku!"
" Abang, jangan buru-buru menikah...!"
" Aku tidak buru-buru, apa kau akan membalas perbuatannya??"
" Tentu, tidak sekarang!"
" Ehmm, jangan biarkan mereka hidup tenang karena sudah berani mencari masalah dengan keluarga kita!"
" Tentu saja bang, mobil dari abang aku kembalikan saja ya!"
" Kenapa?, jual saja jika kau tak butuh mobil itu...!"
" Ya mana enak bang...!"
" santai saja abang tidak masalah, gunakan uangnya untuk apapun yang kau inginkan!"
" terimakasih abang!"
" Sama-sama..., aku ingin menemui Sansan apa kau bisa mengantarkan aku ??"
" Tentu saja...!"
" Kalau begitu kita ke sana sekarang ya!" ujar Suhail.
" Ya abang ...!"
mereka pun bergegas ke tempat tinggal Kenzo dan Sansan.
" Noah, dari mana??" tanya Fahad
"ehm... apa Om dan Sansan ada??"
" Ada, silahkan masuk!"
Terlihat Sansan dan Kenzo sedang olahraga bersama.
" Pagi om...Sansan!" Sapa Suhail.
" Abang...!" Sansan berlari ingin memeluk abangnya tapi, kaki Kenzo sengaja menghalang sehingga Sansan malah terjatuh.
" Pfffffffffffttttttttt....!" Fahad sangat bahagia melihat Sansan jatuh.
Sansan melirik Kenzo dengan sangat kesal,namun Kenzo pura-pura seakan tidak terjadi apa-apa.
" Hati-hati, kenapa kau selalu ceroboh San!" Suhail membantu Sansan untuk berdiri.
" Abang,...!" Sansan memeluk abangnya dengan sangat erat karena rindu.
Fahad melihat muka Kenzo sudah berubah kusut, segera memisahkan keduanya.
" hei, jangan membuat seekor Cetah marah!"
" San, abang mau tanya tentang Kak Fathia!"
" Oh, iya kak. Fathia sudah bisa melihat meski masih kabur...sudah cukup baik itu bang, Sansan masih berusaha keras agar mata kak Fathia kembali normal, Lily sudah bisa melihat malahan, ya karena dia masih anak-anak jadi proses pemulihannya lebih cepat, tapi Sansan yakin kak Fathia akan bisa melihat lagi!"
" Oh baguslah San, berapa aku harus membayar jasamu??"
" Tidak, kita adalah saudara...jangan seperti itu abang!"
" Apa??, kenapa abang tidak kau kenakan biaya, dan kau memintaku membayar!"
Fahad protes.
__ADS_1
" Aku sudah mentransfer nya kembali uangmu, aku hanya membantumu menyimpan uangmu saja!" sahut Sansan.
" Fahad kau sudah berprasangka buruk dengan Sansan, ayo minta maaf!" ujar Suhail.
" Maafkan aku tante...maaf dan terimakasih!"
" Tante???"..Suhail sangat terkejut.
" Hehehe...aku yang meminta Fahad memanggilku tante bang!"
" Oh kau akan menikahi om Kenzo, aku juga akan memanggilmu Tante sekarang!"
" Eh jangan abang itu, itu aku hanya suka mengerjai Fahad saja hehehe!"
" Tak masalah karena memang itu panggilan yang benar!, iya kan tante?"Suhail ikut memanggil Sansan tante.
" Itu terdengar aneh!" Sansan menggaruk kepala.
" Hahaha, rasain...!" Fahad tertawa puas
" Had, rumahmu yang baru mau kau lanjut atau di jual??"
" Jual aja om, maaf ya om sudah merepotkan om Ken!"
" Tidak, aku akan mentransfer bagianmu jika sudah terjual!"
" Tidak perlu om... simpan saja!"
" Tidak, nanti akan ku Transfer saja, jadi kau tak ada hutang apapun sekarang!"
" Hemm, terimakasih kalau begitu om!"
" Ya... sekarang kau fokus untuk belajar bisnis biar om membukakan jalan untukmu balas dendam!"
" Ya om..!"
" Noah, apa kau sudah mendapatkan apa yang aku minta??" tanya Kenzo pada Noah yang masih setia berdiri membawa amplop coklat.
" Sudah tuan, silahkan anda lihat!" memberikan amplop coklat pada Kenzo.
" Lalu jelaskan semua yang kau tahu!"
" Baik!"
"Menurut informasi yang di dapat dari orang yang mengikuti ibu Maura Yuvia, ibu Maura menjual ginjalnya...!"
" Apa???" semua terkejut.
" Sepertinya memang rumah itu sangat berarti untuk ibu Maura !"
" Keluarga mana yang membeli ginjal ibu Yuna?" tanya Sansan.
" Cukup berpengaruh di kota sana!"
" Sebenarnya kasihan juga om, tapi itu sudah keputusannya !"
" itu pasti ada jasa penyalurnya, mana ada ginjal harganya hanya 500 juta saja??, harga ginjal itu paling tidak 3 M, resikonya besar, Noah minta orangmu menyelidiki lebih lanjut termasuk rumah sakit itu...kenapa rumah sakit berani melakukan prosedur ilegal??"
" Tapi om, jika itu secara suka rela itu juga tidak bisa di katakan ilegal kan??" ujar Sansan.
" Kita harus selidiki lanjut Sayang, dan aku curiga anak-anak yang di bawa Yuna itu pasti dijual organnya!"
" Oh astaga, dia sungguh manusia biadab!" Fahad benar -benar emosi.
" Sudah serahkan itu pada om Had, kau fokus belajar dulu, sesuai kesepakatan kita...beri mereka sedikit nafas!"
" Ya om...!'
" Rupanya cukup mengerikan mantan istrimu Had!"
" Ya,bang...Fahad juga sangat terkejut...om jangan serahkan mereke ke polisi, biar aku yang akan menyiksa mereka dengan tanganku sendiri!"
pinta Fahad yang sebenarnya sudah sangat gatal ingin menghabisi Yuna.
__ADS_1
Oh Tuhan, untung aku tidak memiliki anak dari rahim wanita mengerikan itu, bisa rusak keturunan Pratama.
dalam hati Fahad.