GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
293. Menemani


__ADS_3

mengingat kembali pesan Arnold padanya.


" Fahad, kenapa kau tidak mengatakan padaku jika kau keponakan Jonathan Pratama, maaf karena aku tidak melihat jelas tentang biodatamu!"


" Tuan saya hanya keponakan!"


" Kau adalah keluarga Pratama, level kita jauh Fahad, maafkan putriku karena telah banyak merepotkan mu, tapi dia sudah Banyak berubah semenjak ada dirimu!"


" Tuan, terlalu menyanjungku!"


" Fahad, oh tidak tuan muda Fahad!"


" Tolong jangan seperti itu Tuan, saya ini bawahan Anda!"


" Hahahahaha, baiklah... keluarga Pratama tidak pernah gagal mendidik anak-anaknya, jadi Fahad, bolehkah aku meminta bantuanmu??"


" tentu, katakan tuan!"


" panggil aku paman saja!"


" Ah, baik Paman!"


" Bagus, aku akan memindahkan semua uangku ke akun bankmu, dan gajimu 6 bulan ke depan,tolong jika nanti putriku sudah lulus , tolong kirim putriku ke amerika!"


" Low???"


" Fahad, aku mohon jangan menanyakan apapun, agar kalian tetap aman, tidak tahu itu adalah keamanan paling tinggi!"


" tapi...!"


" Jual rumah ini, aku akan mengirimkan semua suratnya sudah aku ganti namamu, jual semuanya dan berikan uangnya pada Diana saat dia sudah di amerika!, apa kau mengerti...dan uang tabunganku untuknya!"


" Ada apa sebenarnya tuan!"


" Aku tidak bisa memberitahumu!, lakukan saja perintahku!"


" Baik!"


setelah Fahad menerimanya surat-surat itu Fahad segera membawanya ke kediaman Pratama menyimpan surat penting itu di kamarnya.


...----------------...


" Nona, ujian anda sudah selesai bukan??"


" hiks hiks...su sudah...!"


" Tuan pernah mengatakan , bahwa setelah anda lulus anda harus meninggalkan Indonesia!"


" Hiks hiks hiks hiks,Bisakah kau tidak mengatakan sekarang?, aku sedang kehilangan ayahku!, huhuhuhu"


" Maaf nona, maafkan saya!" Fahad memeluk erat tubuh Diana.


Fahad merasa dirinya sangat bodoh, karena mengatakannya diwaktu yang tidak tepat.


" Apa kita hanya bisa menunggu di sini??"


" Tunggu kabar dari pamanku ya!"


Diana mengangguk mengerti, saat ini Diana hanya merasa bahwa dirinya ini sedang bermimpi buruk.


" Ayah dan ibuku tidak mau bersamaku!"


gumamnya lirih.

__ADS_1


Fahad hanya diam sambil mengusap lengan Diana dalam pelukannya, dia tidak tahu cara menenangkan seorang wanita.


Drrrrrrr drrrrrr drttttttt...


" Ya paman??"


" Had, ajudanku akan menjemput kalian, pukul 4 pagi petang, menuju bandara militer, setelah tiba di sana Arnold akan segera di makamkan di makam pahlawan, setelah upacara penghormatan!"


" Baik paman, Fahad mengerti!"


" Aku akan mengurus semuanya untuk putrinya perihal santunan dan lainnya!"


" Paman, tunggu...!, nona... sebentar ya saya bicara dulu dengan paman!" Fahad berjalan keluar menuju halaman depan.


" Paman, paman Arnold sudah tahu identitas Fahad, lalu paman meminta tolong pada Fahad sebelum pergi tugas!"


" Apa??"


" Semua surat berharga dibalik nama Fahad, dan semua tabungan paman di kirim ke akun Fahad, sebelum pergi tugas!"


" Fahad kenapa kau tidak bicarakan hal penting ini pada paman sejak awal, kematian Arnold berarti bukan murni kecelakaan!, dia tahu nyawanya terancam!"


" apa maksud paman...?"


" Ya, begitu...apalagi yang dia katakan??"


" Dia meminta Fahad mengirim Nona Diana ke Amerika, setelah di Amerika Fahad harus memberikan semua tabungan paman pada Diana!"


"lalu??"


" semua rumah dijual dan di berikan pada nona!"


" Dengar Fahad, kau minta tolong pada Kenzo untuk mengurus tabungan itu!, sekarang cepat!!!!"


panggilan pun berakhir,


Fahad segera menghubungi Kenzo, dan menceritakan semua pada Kenzo.


Tak lama rombongan Kenzo datang.


" Nona, saya turut berduka cita!".Sansan memeluk Diana dia tahu posisi Diana sekarang.


" Dai, ayo ikut kami...!" ajak Kenzo menunu kamar Fahad.


sementara sansan dan Noah mendampingi Diana.


" Om, surat-surat itu ada di kamar Fahad, di lemari putih di laci!"


" Itu akan om urus, sekarang kau TF semua uang milik Diana itu ke akun bank milik om secara terpisah!, Dai bantu Fahad...!"


Dai pun membantu membagi uang itu ke ke 2 akun. lalu di bagi lagi ke 3 akun , dibagi lagi ke 5 akun sampai 10 akun dengan identitas berbeda - beda, sambil di catat dengan detail.


" Sudah tuan!"


" bagus, biarkan berada di sana sementara sampai semuanya selesai, untuk semua rumah Diana biarkan om yang membelinya, nanti om akan buatkan akun untuk pembayaran pada Diana!"


" ehm... terimakasih om...!"


" oh ya, untuk keberangkatan Diana, biarkan Dai yang mengurus setelah pemakaman selesai dia harus sudah tidak ada di sini!"


" Ya om, terimakasih, tapi bagaimana Diana tinggal di sana dengan siapa di mana??"


" anak buah om ada di sana, semua akan di atur sesuai kemauan Diana!"

__ADS_1


"terimakasih om, Fahad jadi tenang!"


" Ya, nanti biar Dai yang mengambil surat-suratnya!"


" Ya, nanti bilang aja sama mbak Zara jika Fahad yang menyuruh!"


"Ok!"


" Om, bisakah tetap tinggal dan ikut ke bandara militer??, Fahad tidak tahu caranya menenangkan wanita!"


" Ya, tak masalah!"


" Om, apa kau tahu tentang Martin??"


" Ya, dia sekarang bekerja untukku!"


" Jadi om tahu jika Kakakku bersama dengan Martin??"


" Ya...!"


" Jadi hanya aku yang tidak tahu???"


" Keluargamu tidak tahu!"


" Ohya Om, apa kau tahu alasan kenapa keluargaku tidak menyukai Yuna??"


" Fahad ini bukan waktu yang tepat untuk membahas itu, nanti setelah urusan Diana selesai, om Janji akan memberikan jawabannya!"


" Ah, baik om!"


" Ya, ayo turun!"


Mereka bertiga pun turun kebawah, terlihat Diana masih terisak-isak bersandar pada tubuh Sansan.


" Nona, semua sudah takdir, aku harap anda adalah orang yang bisa menerima ketetapan dari garis takdir !"


" hiks hiks hiks...hiks hiks hiks!" Diana mengangguk sambil terisak -isak, entah kenapa hati Fahad juga ikut merasakan kesedihan yang menimpa nonanya itu,tapi Fahad menyimpulkan itu, karena dia juga tahu rasanya kehilangan seorang ayah.


mereka menemani Diana sampai ajudan Nathan tiba.


" Saya akan membawa keluarga Arnold ke bandara militer!"ujar ajudan itu langsung ke intinya.


" Ya, bawa kami semua!" tegas Kenzo.


Mereka pun segera naik mobil Dinas dengan plat berwarna army menuju bandara militer yang membutuhkan waktu 4 jam sampai ke sana.


Fahad dan rombongan Kenzo, setia menemani Diana dalam perjalanan menuju Bandara Militer.


Diana masih setiap mengeluarkan cairan bening itu yang terus membasahi pipinya.


Sansan juga masih setia menepuk lembut punggung Diana itu untuk memenangkan sambil memberikan semangat pada Diana agar tidak terpuruk dalam ke sedihan.


Fahad juga setia menatap nonanya yang terlihat sangat menyedihkan, namun Fahad tidak bisa berbuat banyak untuk menghibur nonanya yang slalu baik padanya itu, karena di waktu yang bersamaan Fahad juga memikirkan dan mencemaskan sesuatu yang lain.


" Fahad,.untuk saat ini fokus pada yang ada di hadapanmu, lainnya bisa menunggu!" bisik Kenzo di telinga Fahad.


Fahad pun mengangguk mengerti, dan segera pindah di samping Diana, mengambil alih Diana dari Sansan.


Author


Mau kasihan Diana ,tapi kok lebih kasihan ke Fahad ya.


like dan komen penyemangatnya ya?

__ADS_1


siapa tahu sehari bisa 2 bab.


__ADS_2