
Putri Alena pun menyusul adiknya itu...
" Yang Mulia, berikanlah keringanan pada Pangeran Albert!"
" Kakak, aku tahu kau sudah membantuku, urusan ini kakak tidak bisa ikut campur!"
" Tapi, Yang Mulia...!"
" Kakak Aku sangat berterima kasih padamu untuk ini, tapi tolong tinggalkan aku sendiri dulu!"
" Baik, tapi bagaimana pun dia adalah kakak kita!" Ujar Putri Alena segera meninggalkan Raja.
Putri Alena pun segera menghampiri Tasya yang berdiri di depan pintu.
" Tasya,...tolong kau tenangkan Yang Mulia Raja, bujuk dia untuk memaafkan kakakku!"
" Maafkan saya putri, saya tidak berani mengubah titah yang sudah di keluarkan sang Raja!"
" Ayolah hanya kau yang mampu membujuknya, bukan ini yang aku mau,...!"
Namun Tasya hanya terdiam, tidak menjanjikan apa pun pada putri.
" Tasya ku mohon bicaralah!"
Alena masih membujuk.
" Tugas saya hanya membantu Raja mengubah peraturan di larang menikah bukan?"
" Tapi, tolonglah selamatkanlah kakakku, kakaku saja!"
Tasya, menggeleng kepalanya,...
" Hiks hiks hiks, bukankah kau orang ku kenapa kau tidak menuruti perintah ku??"
" Karna anda mengirim saya berada di sisi Yang Mulia untuk patuh pada peraturan Yang Mulia!"
pyarrrrrrrrr krompyang krompyang, terdengar suara gaduh dari dalam kamar Raja.
" Putri, maaf saya harus melihat Yang Mulia!" Tasya segera masuk ke dalam ruangan.
Alfred memecahkan semua barang-barang di depan matanya, dan sebuah vas besar melayang ke arah Tasya, dengan sigap Tasya menangkap vas itu .
" Yang Mulia tenanglah!" Tasya segera meletakkan vas dengan sangat hati - hati.
" Kau lihat semua orang menertawakan ku hari ini! " Ujar Alfred.
" Mereka semua sudah dalam penjara menanti hukuman Yang Mulia!"
" Apa aku harus memaafkan kakakku meskipun sudah membunuh istriku??"
" Semua aturan hanya Raja yang bisa merubah!"
" Jika kau jadi aku, apa yang kau lakukan Tasya??"
" Saat saya kecil, ayah saya slalu mengatakan, jika ayah yang di sakiti, ayah akan diam jika orang itu meminta maaf maka akan ayah maafkan,namun jika orang yang di sakiti adalah orang yang ayah sayangi, maka ayah akan membalasnya , mata di balas mata, gigi dibalas gigi!, saya slalu mengingat itu sampai sekarang, namun karena saya hanya bisa percaya pada diri sendiri saya akan membalas perbuatan orang yang menindas saya yang mulia, tidak akan menyisakan sedikit pun!"
" Apa alasanmu,tidak menyisakan sedikit pun??"
" Alasannya adalah, jangan biarkan tunas bertumbuh, itu akan menjadi masalah di kemudian hari!"
" oh... begitu....!"
" Namun, jika anda ingin memaafkan nyawa Pangeran, itu juga terserah pada anda, bukan berarti masalah ini selesai kemudian tidak ada masalah lagi,...pasti akan ada masalah baru di setiap harinya!"
" jika aku mengampuninya, lalu hukuman apa yang pantas untuknya???, bagaimana jika dia berulah lagi?"
" Cacat seumur hidup!"
__ADS_1
" Apa???"
" Buat dia tidak bisa bicara atau tuli, atau buta, atau lumpuh permanen!"
" dia akan lebih menderita dari mati!"
" Hukuman paling ringan, dan itulah yang paling ringan!"
Alfred terdiam, ...
" Istirahatlah yang mulia, agar besok anda bisa memutuskan hukuman pada para pemberontak itu!"
" Ya, kau juga istirahatlah!"
perbincangan berakhir sampai di situ....
...----------------...
Keesokan harinya
Raja mulai menetapkan hukuman dan menghapuskan Larangan menikah.
Semua penghianat akan di jatuhi hukuman mati .
Dan peraturan Di Larang menikah, telah di hapuskan!!!
Setelah titah raja di turunkan hukuman mati pun di mulai.
Alfred tidak menyisakan satu pun penghianat termasuk kakaknya sendiri.
" Yang Mulia, kenapa kau tidak mengambil nyawaku dan putraku sekalian?? " Ujar Istri Albert yang bernama Bella
" Kakak ipar, kenapa saat kakakku berencana membunuh Ratu kau tidak mencegahnya?"
" Aaaa, aaa aaakuu....!" Bella terbata - bata tak bisa menjawab.
" Tidak, tidak....!"
" Sayangnya kau tidak akan menjadi permaisuri, karena kakakku akan memilih putri dari Menteri untuk menjadi permaisuri nya!"
" siapa yang ingin menjadi permaisuri?, aku juga tidak mau!"
" Kau hanya menghawatirkan dirimu sendiri bukan??"
" Tidak yang Mulia kau salah paham...!"
" Aku tidak bisa memaafkanmu, kau tahu suamimu berbuat jahat, tapi kau diam saja!, Jika kau menetap akan menjadi budak, atau keluarlah dari istana maka kau bebas dari hukuman!"
" Yang Mulia bahkan kau tahu aku memiliki seorang putra, dan masih bayi!"
" Bawa pergi bersama mu aku tidak bisa melihat wajah - wajah orang yang menghianatiku!'
" Yang Mulia, dia masih sangat kecil...hiks hiks dia tidak akan bertahan hidup di luar istana!"
" Yang Mulia, biarkan mereka berada di istana Barat, anda tidak pernah menginjak istana di sana, biarkanlah mereka tinggal !" Putri Alena mencoba membantu Bella
" Tinggalkan putramu, kau boleh pergi!" ujar Alfred berlalu pergi.
" Yang Mulia, saya tidak bisa berpisah dengan putra hamba, ku mohon Yang Mulia jangan pisahkan kami!"
Bella merengek di bawah kaki Alfred, namun Alfred mengabaikannya.
Karena Alfred tahu, keponakannya itu hanya di jadikan senjata untuk Bella, karena selama menjadi istri Pangeran Bella tidak begitu peduli dengan keponakannya itu.
" Putri Alena, tolong bujuk Yang Mulia, bagaimana bisa kami dipisahkan??"
" Maafkan aku kakak ipar, aku hanya bisa membantu sampai di sini, ....kakakku saja tidak selamat, kakak beruntung karna kakak tidak di jatuhi hukuman!"
__ADS_1
Bella, terdiam...
akhirnya mau tidak mau dia menerima semua itu, hidup menjadi rakyat biasa, di luar istana, dan hidup sebatang kara, karena semua keluarganya sudah di habisi oleh sang Raja, Bella sangat mendendam, namun dia tak bisa berbuat apa - apa.
Namun tak lama beberapa hari berlalu, terdengar kabar Bella, bunuh diri .
" Tasya, bagaimana bisa kau menyarankan hal itu pada Yang Mulia??"
" mau bagaimana lagi, agar semua yang masih tersisa tidak akan berani melakukan hal yang sama pada Raja, biar mereka tahu bahwa rajanya adalah singa yang tertidur selama ini!"
" lihatlah , keponakan Raja sekarang menjadi yatim piatu!"
" Itu lebih baik dari pada dia memiliki ayah ibu yang sangat jahat!"
" Kau...ini....??" Dai tidak bisa berkata-kata lagi.
" Dia lebih baik di didik oleh seorang budak yang memiliki hati yang baik dari pada bergelimang harta namun dia di didik oleh orang berhati dengki!"
" Sudahlah, selanjutnya kita tidak ikut campur lagi, tugas kita selesai kita bisa pergi meninggalkan Negara ini!"
" Yaaaaaa....aku sudah rindu pada om Ken!"
" Isi kepalamu apa hanya ada dia??"
" Benar hanya Dia, oh ya...ayo katanya kau bisa membawaku pulang tanpa orang tahu heheheh!"
" tentu saja...!, namun sebelum itu permasalahan kita ada Raja sekarang, kau kira raja akan membiarkan kita pergi dengan mudah?"
" Oh benar, itu merepotkan...kita harus bagaimana??"
" kita?? loe aja kali, gue enggak!"
" Ha????"
" Kau yang membuat masalahnya rumit, jangan mengambil hati Raja!"
" Siapa yang mengambil??, kau ini tidak jelas!!"
" Tasya, Dai??"
" itu suara putri Alena!"Tasya segera membuka pintu.
" Oh tuan Putri... silahkan masuk, maaf jika berantakan!"
" Tidak apa - apa!"
Dai segera menyiapkan tempat duduk untuk Putri Alena.
" Hem...maaf mengganggu kalian ya!"
" Tidak sama sekali, tapi apa sebenarnya yang membawa putri kemari?"
" Tugas kalian sudah selesai bukan?, aku akan memberikan semua yang sudah ku janjikan!"
" Terimakasih atas kebaikan putri!"
" Tidak ini sudah sesuai kesepakatan, sebenarnya aku tidak ingin adanya pertumpahan darah, namun jika hanya itu solusi terbaik ya mau bagaimana mana lagi, yang terpenting Rakyat tidak menderita!"
" Anda sangat bermurah hati Yang Mulia!"
"Aku terima sanjunganmu Tasya,...jadi kapan kalian akan pergi??"
" Sesegera mungkin, namun sebelum itu saya harus berpamitan Langsung dengan Raja!'
" Mau kemana kau???????!"
Alfred yang tiba-tiba datang
__ADS_1
semuanya sangat terkejut dengan kedatangan sang Raja.