
Fahad dan Anna pun sudah Sah menjadi suami istri, mereka sama seperti Kenzo dan Tasya tidak mementingkan kemewahan dalam pernikahan, karena mereka sudah menyepakatinya demi kebaikan Anna dan juga Nora, karna Fahad dan Anna juga memiliki orang -orang yang menargetkan mereka.
" Anna kenapa kau cemberut??"
" Aku rindu ayah dan ibuku, saat ini..." ujarnya lirih.
" mereka pasti sangat lega karena kau sudah bersama dengan orang yang tepat " ujar Tasya.
" Maafkan keluargaku yang juga tak bisa hadir Anna, mereka tidak membencimu, kau sudah tahu keadaan keluargaku kan??"
" Aku mengerti had...aku tidak masalah aku tahu..."
" Hallo, adik ipar ...." sapa Incess.
" Iya kakak ipar...."
" selamat ya buat Fahad dan Anna ...semoga slalu bahagia...kalian baru menikah sudah punya 2 anak sangat menggemaskan!" ujar Incess
" iya ya...kita kapan sayang??" sahut putra.
" Iyalah, mana cucu buat kami, kalian seharusnya kejar tayang..." Sahut Nathan.
" Kau ini, Incess masih sangat muda, kasihanlah"
" Anna juga sama masih muda itu sayang hehehe"
" Anna, Fahad, kami turut bahagia untuk pernikahan kalian, semoga kalian saling melengkapi, menjaga, dan slalu sabar dalam merawat dan mendidik anak-anak kalian..."
" Terimakasih bibi na... karena sudah mendampingi kami"
" kami juga orang tuamu Had" sahut Nathan.
" iya benar, kami juga minta maaf karena jarang bisa membantu kalian dalam keseharian "
" kami tahu kalian sibuk terimakasih sudah di sempatkan paman bibi...."
" Had, kau tidak boleh marah pada mama papamu, ....kau tahu keadaan kakakmu Cindy bukan??, mereka pasti juga sedih karena tidak bisa hadir dimoment bahagia kalian, ku harap Fahad dan Anna sangat mengerti hal ini..."
ujar Nathan.
" Fahad mengerti Paman, kakak tidak bisa ditinggalkan, dan tidak mungkin di bawa kemari juga..."
" Anna juga tidak masalah paman, yang terpenting mereka merestui hubungan kami"
" tentu saja, kau anak dari sahabatku, mereka tahu jika kau adalah anak yang baik, mereka sangat senang kau mau menerima Putranya dengan apa adanya..."
" Paman kapan Julius pulang??"
" 3 bulan lagi" jawab Nathan sambil melihat ke arah Aina.
" Apa dia jadi menikahi kakakku??" tanya Fahad.
" Aina, kau sebaiknya memikirkan lagi untuk hubungan kalian, bukanya paman, tidak menyukaimu Aina, paman sangat menyayangi Aina..."
" sayang, sebaiknya kita tidak mengikut campuri urusan anak-anak, mereka sudah bukan anak kecil lagi "
" Ya sudahlah,..." ujar Nathan.
Aina hanya diam, dia memang takut dengan Nathan soal pembahasan hubungannya dengan Julius.
Sasha dan Chiko pun baru datang, untuk menghadiri jamuan kecil kusus keluarga itu.
" Maaf ya terlambat, Fahad Anna" Ujar Sasha yang menggendong calister, Sasha mengambil tempat duduk di dekat Tasya.
" Halo Tasya, ..."
" Hai juga kak...."
semua tersenyum melihat ibu dan anak itu akur.
__ADS_1
" Sha, apa Sansan dan Natali betah di Korea??" tanya Nathan.
" Iya kak, mungkin 2 bulan lagi mereka pulang"
" ehmmm,...biarkan saja sesuka mereka, pasti Natali sangat rindu dengan Roy dan Jihan"
" iya kak... yang terpenting Sansan itu bisa menjaga dirinya"
" iya Roy dan Jihan pasti membantu menjaganya"
" iya kak...apa Julia juga masih betah di Jepang??, aku sudah lama tidak melihat Julia"
" Iya dia suka di jepang, aku kira dia pilih negara F ternyata ke jepang hehehe" ujar Nathan.
" Paman, Tapi Raja kampret itu tidak akan mudah menyerah loe"
" Hahahhaa, ya semua tergantung Julia, kami hanya bisa merestui Sya"
" Si kampret itu tumben tidak memaksa??" sahut Kenzo.
"Bapaknya Julia, kan bukan sembarangan. om, gimana sih??"
" Ha, benar juga, semua saudara Julia juga bukan orang sembarangan, apa mau minta perang??
hahahaahahaah Semua tertawa.
" Had, bukankah kau ada bisnis di negara F??"
" Iya, Yuda dan Raja Alfred sedang dalam negosiasi, besok aku harus ke sana..."
" Yah pengantin baru mau pergian jauh??" tanya Fathia yang juga hadir.
"mau bagaimana lagi kak, perencanaannya sudah tertuda cukup lama, oh ya kak, minuman barumu itu nanti juga Fahad bawa ke sana..."
" Haih, repot yah kalau Keluarga kita kumpul, pasti jadinya pembahasan bisnis..."
" Hahahahahahahha"
semua pun menikmati jamuan keluarga itu dengan sederhana dan sangat membahagiakan.
...----------------...
Keesokan harinya.
Fahad mengeratkan pelukannya di pinggang sang istri dan mencium kepala belakang Anna berkali-kali, antara percaya dan tidak percaya, bahwa dia dan Anna kini menjadi suami istri dengan 2 orang anak.
meski malam pengantin mereka sering diganggu oleh rengekan anak-anak mereka tapi itu tidak membuat mereka terganggu justru rasa bahagia mereka lebih terasa.
" Sayang...."
" Ehmmm..."
" Aku harus berangkat ke negara F pagi ini..."
" berapa lama??"
" apa kau mau ikut??"
" kasihan anak-anak kalau di ajak perjalanan jauh ..."
" mungkin aku agak lama sayang, tak apa ya??"
" berapa lama??"
" Satu bulanan, maaf ya karena setelah menikah aku malah sibuk..."
" iya tak apa, hati-hati dijalan..."
" aku mau bekerja keras, agar bisa membeli jet pribadi, agar bisa membawa kalian kemana-mana dengan aman"
__ADS_1
" tidak perlu seperti itu juga..."
" Harus sayang, oh iya ini pakai saja, sandinya tanggal lahir Nora, jangan berhemat untuk menghabiskan uangku, beli apapun yang kau mau...jangan ragu-ragu, asal kau bahagia maka suamimu ini akan lebih giat bekerja!"
" Aku juga masih punya uang loe, kau kira aku tidak punya apa-apa??"
" hei...aku tahu, istriku ini sangat kaya, tapi itu uangmu, ini adalah nafkah untukmu, uangmu simpan saja, gunakan uang suamimu ini sesuka hati..."
"Baiklah, terimakasih suamiku...aku akan menggunakannya dengan baik...terutama untuk kebutuhan sehari-hari!"
" oh tidak, itu sudah urusan mbak Zara, mbak Zara yang mengurusi semua kebutuhan sehari-hari sayang, mbak Zara ini bukan sembarang asisten rumah tangga, mbak Zara ini S1 loe sayang, makanya dia bisa 5 bahasa, dia dengan bibimu bisa berkomunikasi dengan baik, karena dia memiliki kemampuan, memang dia sangat sederhana dalam berpenampilan, anak-anak mbak Zara saja kuliaah diluar negeri..."
" what??, aku kira mbak Zara masih single"
" Dia janda anak 2... mendiang papahku yang meminta mbak zara untuk kuliah,dan membiayai anak-anaknya sampai kuliah, makanya mbak Zara sangat setia di sini, katanya hidup matinya cuma mau di sini saja"
" keluarga mu sangat baik ya!, pantas anak-anaknya tidak ada yang gagal..."
" Sayang,...aku percaya kau bisa mendidik anak-anak kita dengan baik, walaupun kita mampu,ajarkan pada mereka untuk tidak meninggi, selalu merendah, tapi ada kalanya mereka harus meninggi dengan orang yang tidak tahu diri..."
" Aku akan belajar, dan terus belajar untuk menjadi ibu yang baik dan mendidik Mereka menjadi anak-anak yang kuat, baik hati dan tidak sombong..."
" hei ....jangan lupa menjadi istri yang baik juga..."
" oh ya, itu juga harus ..."
" Apa kau bahagia sayang,menikahi duda?"
" Bahagia, duda kaya tampan, dan sangat berkualitas..."
" bagaimana jika aku tidak tampan??"
" oh itu, pasti tidak akan ada Nora,hahahah"
" dasar...aku mau mandi lalu berangkat"
" apa tidak sarapan dulu..."
" nanti diperjalanan..."
Fahad segera mandi setelah itu bersiap-siap, Anna membantu Fahad memakaikan jas dan juga dasi.
" Sudah sangat tampan suamiku...ingat kau sudah memiliki 2 anak, tundukan pandanganmu"
" aku akan menabrak jika menundukkan pandangnku sayang"
" ih...jangan melirik wanita lain...!"
" Oh ya, tapi di pesawat ada pramugari cantik yang suka sekali perhatian pada penumpang , bagaimana ya sayang??" goda Fahad.
" Tak masalah sayang, aku dengan kartu ini juga bisa menyewa berondong, atau oppa-oppa tampan hihihi..."
" aku akan membunuh mereka, jangan sampai satu helai rambutmu tersentuh pria lain, apa kau mengerti sayang??"
" Kau menyeramkan,...aku kan hanya bercanda, kau yang memulainya duluan!"
" jangan pernah menghianatiku, aku juga tidak akan menghianati mu"
" Ya ..."
" Muuaaaach.."
" Had, Fahad kau lama sekali..." terdengar suara Yuda di luar.
" oh Yuda sudah datang,..." Fahad membuka pintu
" Ayo...oh halo nyonya Fahad, wah anda sangat cantik, Had...untung saja saat itu kau tidak, ehmmmmmm"
Fahad langsung membungkam mulut Yuda.
__ADS_1
" hehehe Sayang kami buru-buru ...jaga diri baik-baik" Fahad segera membawa Yuda keluar.
Anna hanya menggeleng kepala, dia tahu ada sesuatu yang suaminya tidak ingin dia tahu, tapi Anna percaya suaminya.