GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
308. Jadi ayah


__ADS_3

" Tuan nyonya kenapa??" mbok Yem yang terbangun dan keluar karena mendengar teriakan Sasha.


" Tidak tahu mbok, tolong tunggu Crist mbok jika datang bawa dia masuk!, apa anak-anak tidur di rumah tengah??"


" Iya tuan!"


" Ehmmm...!" Chiko memandang cemas istrinya yang terus mengeluh sakit, dan menyebutkan nama Sansan terus menerus.


" Putriku, Sansan... tidak...sakit!"


" sayang, seharusnya kau tidak terlalu memaksakan!" Chiko memegangi tangan istrinya menciumnya terus menerus.


Tak lama Crist pun datang di dampingi mbok Yem.


" Kenapa dengan Sasha Panglima??"


" Dia kelelahan sepertinya Crist!"


" Biarkan aku memeriksanya!"


Chiko pun memberikan ruang untuk Crist memeriksa Sasha.


" Benar dia kelelahan, jangan membuatnya terlalu lelah Panglima, memang Sasha itu cantik janga terlalu keras padanya!"


" Apa??"


" Apa?, kau itu...kau akan menjadi seorang ayah!"


" Aku??"


" Siapa lagi??,masak aku, kau kan yang mengahamilinya??, jangan bilang kau tidak mau bertanggung jawab!"


" aku , istriku hamil??"


" Ya, kau tidak percaya??"


" Ya aku tidak percaya, apa itu benar Crist aku akan menjadi seorang ayah??"


" Sudahlah, besok kau bawa langsung kedokter kandungan sekalian agar tahu berapa usia kandungannya, dan segera mendapat vitamin untuk calon anakmu!"


Chiko, masih terpaku tak percaya, jika dia akan menjadi seorang ayah.


" Huft...tak apa dia sudah pulih, yang terpenting jangan biarkan dia kelelahan, itu akan memicu alam bawah sadarnya sehingga membuatnya memaksa membuka ingatannya, itu akan menyakitkan untuknya!"


" Aku mengerti, terimakasih Crist!"


" Ehmmz selamat Panglima, aku pergi dulu!"


" Hati-hati dijalan Crist salam untuk Lidya!"


" Oke...!"


Crist pun pergi di antar ke depan pintu oleh mbok Yem.


Chiko mendekati istrinya mengecup kening istrinya lembut.


Dia sangat bahagia, dan juga takut, bagaimana jika ingatannya kembali, dan dia akan membenci Chiko dan tidak menginginkan anak itu.


"Tuan...!"


" Mbok...!"


" tuan, saya tahu apa yang tuan pikirkan, kita sama-sama mengenal nyonya Sasha, meskipun sangat trouble maker setiap harinya, tapi dia bukanlah wanita yang jahat, apa yang tuan pikirkan tidak akan terjadi?"


Chiko tersenyum, ternyata mbok Yem cukup mengerti atas apa yang di khawatirkan.


" Mbok, minta Tiara kembali ya, dia harus slalu ada di samping Sasha saat ini, dan tolong jangan biarkan dia mengerjakan pekerjaan rumah sekecil apapun!"


" Baik tuan, saya mengerti!"


" Mbok tahu kan apa yang dibutuhkan untuk ibu hamil??"


" Saya akan memasak sup ayam untuk besok tuan!"


" Ya mbok terimakasih, setelah memanggil Tiara mbok bisa istirahat, katakan pada Tiara jika dia harus Stay di sini !"

__ADS_1


" baik!"


mbok Yem pun segera pergi ke kediaman tengah


...----------------...


Keesokan paginya


Fahad, Sansan dan juga Anggita sarapan bersama dengan banyak obrolan lucu yang membuat mereka tertawa.


" Fahad kau buaya, kau mengobok-obok Diana di saat dia sedang rapuh kau sangat pintar memanfaatkan kesempatan!"


" Kau kira Diana air??"


" Bagaimana jika dia hamil??"


" Uhuuuuuuukkkk...uhukkkkkk" Fahad langsung tersedak.


" Eh kakak minum!" Anggita buru-buru menuang air putih pada gelas Fahad.


Fahad segera meneguknya mengatur nafasnya.


" Kau mau membunuhku dengan pertanyaan konyolmu!"


" Aku hanya melakukan beberapa kali saja tidak sering dia tidak akan hamil!"


" Hei...siapa tahu dia sangat subur, satu tetes saja bisa saja langsung tokcer!"


" Diam, Anggita mendengarnya!"


" Dia juga harus tahu hal-hal seperti itu, itu pelajaran untuknya!"


" Kau memang sangat Vulgar Tante!"


" Hei, aku kan bertanya!, bagaimana jikalau???"


" Ya jika dia mengandung anakku aku akan tanggung jawab, tapi dia kan memutuskan hubungan denganku dan keluarga ku, dia juga bisa saja segera meminum pil atau, suntik agar tidak hamil melihat dia berusaha keras ingin kita saling melupakan!"


" Ehm benar juga sih Had, kenapa aku jadi ikut campur padahal aku sudah mengatakan pada om mu tidak akan ikut campur tentang ini!"


Sansan mengangguk paham, apalagi dia sudah dikhianati setelah mencintai setulus hati itu akan sulit membuat Fahad membuka hatinya.


" Nggit, lanjut sekolah ya??"


ujar Fahad.


" Anggita tidak mau sekolah kak!"


" Sama Nggit, jika tidak mau jangan di paksa!" ujar Sansan santai.


" Tidak, tidak kau tidak boleh mengikutinya dia sesat!"


" Itu benar jangan seperti aku, kenapa kau tidak mau sekolah??"


" Ehmmm... Anggita tidak kuat mikir kak, tan!"


" brrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr,buahahhaa maaf Fahad!"


" sialan kau kira kau dukun main sembur aja??" Fahad memberikan makanan yang di semburkan Sansan


" Maaf, jawaban Anggita membuatku Terkejut!"


" tapi kau harus tetap lanjut sekolah loe!"


" Tidak kak, tidak mau!".


" Ya sudah, kalau tidak mau tidak apa-apa kau bisa belajar di mana saja, kau bisa belajar dari Fahad atau tante, memangnya kau tidak punya Cita-cita??"


" Aku hanya ingin menghasilkan uang, cukup untuk berobat nenek, makan setiap hari begitu saja kak!"


Fahad dan Sansan terdiam mendengar cita-cita sederhana dari Anggita, padahal itu tidak masuk dalam kata cita-cita.


" Apa kau sering kelaparan??"


" Bukan kelaparan kak, kami masih bisa makan sehari sekali kok, meskipun hanya satu potong roti aku bagi 2 dengan nenek!"

__ADS_1


Sansan dan Fahad langsung terasa tertampar,


" Anggita mulai sekarang kau tanggung jawabku, kau dan nenekmu akan makan 3x sehari bila perlu lebih, katakan padaku jika kau ingin sesuatu aku akan belikan!"


" Berikan Anggita gaji untuk pekerjaan Anggita saja kak, Anggita tidak ingin sekolah Anggita hanya ingin nenek segera sembuh dan kami memiliki cukup uang saja sudah cukup!"


" Hei, kau akan tetap mendapatkan gajimu Nggit, Fahad akan membayarmu, dan kau juga nenekmu tetap dapat jatah makan 3 kali sehari, udah kayak minum obat kan, hehehe!"


" Itu terlalu banyak tan!"


" Sudah jika kau masih mau bekerja denganku menurutlah!"


" Baik!"


terdengar suara kaki melangkah masuk,


" Hai Yun,...!"


" Ya tante... apa sudah datang lama??"


" Dari semalam Yun!"


" Ahz begitu...!"


" Kau dari mana Yun?"


" Dari kantor Polisi tan...!"


" Oh....!"


" Fahad, bisakah kita bicara berdua??"


" Katakan saja di sini!"


" Tolonglah bantu ibu...!"


" Aku tidak memiliki banyak uang Yun!"


" Tante, bisakah Tante pinjamkan aku uang??"


" Berapa Yun??"


" 400juta tan...!"


" Yun bahkan aku tak memiliki uang sebanyak itu...!"


Di dompet....


dalam hati Sansan takut jika berbohong uangnya akan hilang.


" Baiklah, tak apa Tante...Yuna masuk kamar dulu...!"


Yuna berjalan menuju tangga


" Yuna...kamar di atas sekarang kamarku seorang, jangan kotori kamarku!" Tegas Fahad.


" Hei dia istrimu Fahad jangan kejam-kejam padanya!"


" Tidak apa-apa tante, Yuna di ruang tamu saja!"


saat akan membuka kamar tamu


" Berhenti, di sana kamar Anggita!"


" appa??"


" Fahad tak apa, aku dan Anggita tak masalah bertambah satu orang lagi, iyakan Nggit??"


ujar Sansan pura-pura baik.


" Aku akan tinggal bersama ibu!"


" Ke penjara!" pangkas Fahad.


Mata Yuna berkaca-kaca mendengar perkataan Fahad begitu mengiris hatinya, rasanya Yuna tak terima tapi Yuna tak bisa apa-apa saat ini, dia masih tidak menyadari kesalahan terbesarnya.

__ADS_1


__ADS_2