
Setelah beradu selama puluhan menit, Tasya mulai terengah-engah.
" Apa sudah cukup?" tanya Kenzo.
Tasya segera memeluk Kenzo, ternyata Tasya masih memiliki rasa malu, namun Tasya sangat bahagia,karena Kenzo menciumnya penuh dengan kelembutan.
" Kau masih sangat dini untuk hal ini, jangan kau lakukan dengan orang lain!"
" Om, apa aku terlihat murahan??"
" Tidak bukankah kau yang mengklaim dirimu adalah milikku?, kau harus menjaganya hanya untukku!"
" Tenang saja, aku adalah milikmu, ... !"
" Sudah malam, ayo kau tidurlah!"
" Gendong ke kamar!"
" Oke,kau mau tidur di kamar ku atau kamar lain!"
" Yang jelas aku tidak ingin lepas darimu!"
ujar Tasya yang masih memeluk erat tubuh Kenzo.
" Aih, aku di perintah oleh anak nakal seperti mu ini, tapi aku sungguh kau buat tak berdaya!"
" Apa om menyesal menemukanku??"
" Tidak sama sekali, aku sangat beruntung menemukanmu!" Kenzo mengeratkan pelukannya dan menggendong Tasya masuk ke dalam kamarnya.
Dengan perlahan Kenzo membaringkan Tasya ke ranjangnya,
" Ayo cepat tidur, jangan lupa berdoa!"
" Om dekap aku!"
Kenzo tidak pernah bisa mengatakan tidak pada gadis nakal di hadapannya.
" Apa kau ini seorang penyihir?"
" aku adalah Sailor Moon om, demi kekuatan Bulan, Aku tidak selalu berjuang untuk cinta dan keadilan. Aku berjuang untuk teman dan orang yang aku cintai." Tasya mengcopy kata - kata sailor moon.
" Pufffffffffffffftttttttttt....hahahahahahah....itu anime lama, atau kau jangan - jangan memalsukan umurmu!"
"Mana ada, ibuku slalu melihat itu sebelum tidur'... aku jadi menyukainya!"
" ibumu pasti 11 12 denganmu kan?"
" Tetaplah aku yang lebih cantik!"
" Ibumu lah!"
" aku masih muda dan sangat cantik !"
" Ibumu sudah laku dan memiliki anak nakal sepertimu...!"
" Om ayolah beli aku agar aku laku dan mendapatkan predikat cantik!"
" Hahahahahah...jika aku membelimu kau tidak akan sebebas saat ini...aku sangat memikirkan masa depanmu Tasya!"
" Kenapa?, masa depanku adalah bersamamu!"
" hmmmmm...!" Kenzo memeluk Tasya dan mencium aroma anak nakal itu untuk menenangkan hatinya.
" Kejarlah semua apa yang kau inginkan, aku masih tetap di sini, dan nikmati masa mudamu, barangkali kau akan menemukan seseorang yang lebih baik dariku!"
" Apa om, serius dengan ucapanmu?, kenapa?, apa om sangat yakin bisa mendapatkan wanita itu??"
" Saat ini aku tidak bisa berjanji bersamamu Tasya, karena aku berjanji untuk membahagiakan dia, aku ingin melihat pasti dia bahagia, jika dia terluka aku akan datang untuk mengembalikan senyumannya, aku takut ketika aku menjajikan hal itu padamu, aku akan mengingkarinya, dan kau yang akan terluka, sebenarnya jika dipaksa jujur, aku mungkin menyukaimu karena kau sangat mirip dengannya, jika aku tidak mengikat diriku dengan janji, kau adalah pilihan yang baik, tapi aku harus bersabar lagi karena kau masih sangat kecil...bukan??"
" Lalu bagaimana jika dia menemukan kebahagiaan lain?"
" Aku ingin memastikan dengan benar jika dia benar-benar menemukan kebahagiaannya dan berarti janjiku gugur karena dia menempatkan orang lain dihatinya!"
__ADS_1
" langkah mu salah om...jika kau ingin dia menempatkan mu dihatinya kau seharusnya menemuinya, meberikan perhatian setiap hari padanya, sehingga dia tahu jika kau sangat mencintainya!"
" Benar aku salah langkah, tapi sudah terlanjur ada seseorang di sampingnya!"
" Maka kau tidak akan pernah ada di hatinya!"
" Benar, namun jika ingatanya kembali, mungkin aku masih ada kesempatan!"
" kenapa kau itu bodoh sekali sih om!"
" Berapa kali kau mengatai aku bodoh?"
" Sudahlah, aku malas menasihatimu!"
" Kau baru anak kemarin sore sudah menasehatiku?"
Aku sudah mencoba membantu ,tapi dia terlalu bodoh, ya sudah...aku tidak menolak peluang untuk diriku sendiri atas kebodohannya.
dalam hati Tasya.
" Aku tidak bicara lagi!" Tasya mendorong Kenzo dan membalikkan tubuhnya membelakangi Kenzo.
Namun Kenzo meraih tubuh Tasya dan memeluknya dari belakang.
" Kenapa kau sering marah dan mengataiku bodoh??"
Tasya hanya bungkam, karena dia malas meladeni kebodohan Kenzo.
Rasanya juga bahagia dengan anak ini, karena dia slalu membuatku tertawa dengan tingkah konyolnya, di umur yang sangat belia, dia memiliki pemikiran yang luas, dan keberanian yang aku pun juga tidak miliki, terlalu terus terang, dan tidak akan menyakiti orang lain jika tidak di sakiti, sayangnya kita bertemu diwaktu yang tidak tepat, aku harus memenuhin janjj yang aku buat sendiri dan aku harus menemukan Sansan...
Kenzo sangat dilema dengan keadaannya, namun saat ini dia takut untuk mengambil keputusan, dia berpikir jika Tasya suatu saat nanti juga akan berubah pikiran dan meninggalkannya, dan dia juga tidak ingin menyakiti Tasya dengan harapan yang palsu jadi kenzo membiarkan hubungan yang tidak jelas itu berjalan begitu saja.
Tasya dan Kenzo pun tertidur sangat pulas,...
...----------------...
" Selamat pagi Aina... apa kau mau berangkat ke toko ?"
" Hmmm...!" Jawab Aina yang agak malas
" terimakasih Hana...aku sudah ada yang mengantar, dan kakakku tidak pernah terlambat memberiku sarapan!"
" Aina, apa aku ada salah padamu?, kenapa kau sepertinya menghindari ku?"
" Tidak ada...aku hanya agak kurang mood saja!"
" Oh, baiklah....kalau begitu apa Suhail ada di rumahnya?"
" Aku tidak tahu karena tidak satu rumah dengannya!"
" Bukankah. kalian tetanggaan?"
" Hana aku pergi dulu!" Aina segera masuk ke dalam mobil Zayn.
" om zayn...ayo jalan!"
Ada apa dengan Aina?
sudahlah aku cari tahu sendiri Suhail ada di rumah atau tidak.
Yohana menekan tombol bel, rumah Nathan.
" Siapa??"
" oh, om...apa Suhail ada?"
" Kau siapa??" tanya Nathan
dengan nada tegasnya.
" saya temannya om...!"
" Apa Suhail mengundangmu ke rumah?"
__ADS_1
" tidak om...!"
" Sebagai wanita kau harus menjaga harga diri, jangan datang ke rumah seorang laki-laki, sendiri!!"
" Ah???"
Yohana kebingungan.
" Ada apa ini sepagi ini sudah sangat ribut?" Savina keluar karena mendengar kegaduhan.
" Oh, bukankah kau teman Julius!"
" Bukan dia teman Suhail!"
Nathan menegaskan.
" Oh, apa aku salah mengingatnya?"
tanya Savin lembut.
" ah benar Tante,...!"
" Jadi kau mencari Julius atau Suhail??'
" Jika saya mencari julius saya pasti langsung kerumahnya tante, hehe... berarti saya mencari Suhail!"
" eh apa kau tidak salah bicara, ini juga rum...mmmmmm!" Savina segera membungkam mulut Suaminya.
" Suamiku sebaiknya kau diam, dari pada nanti malam tidur diluar, akan aku urusi anak ini kau masuklah!" bisik Savina pada suaminya.
Dengan sangat patuh Nathan segera masuk ke dalam.
" maafkan suamiku, jika membuatmu takut,memang begitu gaya berbicaranya, harap maklum ya!"
ujar Savina ramah.
Wah, ibu Suhail sangat cantik sekali, pantas saja Suhail sangat tampan,
dalam hati Yohana.
" Tapi maaf Nona...Suhail tidak ada di rumah!"
" Oh lalu kemana Suhai tante??"
" entahlah...dia kan anak laki-laki aku tidak harus tahu kemana dia pergi hehehe!"
" Yah....sayang sakali...!"
" Nona, bolehkah orang tua ini memberi nasehat untukmu?"
" apa itu tante?"
" Lain kali, jika anakku tidak membawamu datang kemari, jangan menginjakan kakimu sendiri di sini, begitulah adab di kediaman Pratama, jika tidak ada undangan juga jangan datang, itu juga termasuk mencerminkan harga diri seorang wanita!"
Ibu Suhail, sangat lembut tapi juga sangat menakutkan, apakah aku tidak diterima datang di Kediaman ini?
dalam hati Hana.
" Oh, maafkan ketidak tahuanku ini tante, karena kebetulan lewat jadi saya mampir karena sudah lama tidak bertemu!"
" oh benarkah?, putraku itu seperti patung tidak banyak tingkat dan tidak pandai bergaul, apa kalian teman dekat??"
" Oh, ah...saat SMA tante heheheh...!"
" Oh, jadi begitu... sepertinya tidak dekat ya... aduh sudah hampir siang, maafkan orang tua ini tidak menyambutmj dengan baik nona saya harus pergi bekerja, oh saya lupa ada yang ketinggalan bye!". Savina masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan keras.
Sehingga Yohana terkejut,
**apa??, orang tua suhail kenapa sangat kolot sekali?
tak apa jika aku berhasil menaklukkan Suhail, mereka pasti juga mau menerima ku.
Yohana tidak menyerah.
__ADS_1
Author
okey bestieeeeee jangan pelit jempolnya ya... terimakasih**