
Keesokan paginya Putra dan Incess melihat pergi Dhiren.
Incess dan Putra sangat terkejut,melihat ada sepasang orang tua terlelap bersama di samping kedua bayinya.
" sayang, apa itu Fahad??, bukankah dia tidak bisa dekat dengan wanita asing???" tanya Putra tak percaya.
" Tidak tahu juga, sepertinya Fahad tidak terganggu dengan ibu susu Dhiren..."
" apa Itu anak ibu susu Dhiren???"
" Benar namanya Nora,..."
" kenapa Fahad malah memeluk anak orang??" mereka berdua berbisik-bisik.
" Aku juga tidak tahu, tapi aku merasa Dhiren dan Nora sangat mirip..."
" Oh ya, garis mata mereka sama seperti Fahad dan Cindy..."
" Ya aku merasa bayi perempuan itu sangat nyaman dengan Fahad "
"Kita tidak usah mengganggu istirahat mereka sayang, ini hari minggu kita pergi saja, dan biarkan mereka memiliki waktunya bersama..."
" aoh ya..."
" aku ambil cuti panjang sekarang, apa mau ke luar negeri???"
" Apa tidak apa-apa,,??"
" sementara keadaannya masih baik , kita bisa pergi, kau tentukan pilihanmu saja..."
" Baiklah..."
...----------------...
Fahad pun terbangun,
" Rupanya aku ketiduran di sini semalam, hadeh, sangat melelahkan mereka mengajak begadang semalaman.."
Fahad merenggangkan saraf ototnya, dan melihat ke arah Dhiren, yang masih pulas tidur di dekat ibu susunya.
" Dia pasti lelah, mengurus dan menyusui 2 bayi sekaligus...beruntung sekali kau Dhiren, dia sangat sayang padamu!" gumam Fahad
sambil melihat ke arah Nora, terlihat bayi itu menggeliat sangat menggemaskan, dan membuka mata.
Fahad segera menggendong Nora dan menciumnya.
" Good morning baby Girl, hemmm kau bau asem, asem sekali ya..."
sudah tahu asem tapi masih diciuminya.
"ayo aku akan memandikanmu..."
Fahad ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Nora mandi.
Baru akan membuka baju Nora Dhiren, ikut menggeliat dan menangis, dan membuat Anna terbangun.
" Ah, Anna...kau tenangkan Dhiren dulu...aku bantu mandikan Nora..."
" Ha???"
Anna terkejut.
" Oh ya baik, maafkan saya karena bangun kesiangan tuan..."
Anna segera meraih Dhiren dan menimangnya agar tenang.
Fahad pun segera membawa Nora ke kamar mandi, Anna mengikuti Fahad dari belakang, dia sedikit ragu jika Fahad bisa memandikan bayinya.
tapi tidak di sangka, Fahad lebih telaten dalam memandikan Nora.
Ya Tuhan, Ayah Nora ini sangat luar biasa, beruntung sekali kau Nora...
dalam hati Anna.
Anna sangat senang karena Fahad sangat baik memperlakukan putrinya, meskipun Fahad tidak tahu jika Nora adalah darah dagingnya.
" Hei, ada apa???"
" ah tidak tuan.."
__ADS_1
Anna segera berbalik .
Setelah Fahad selesai memandikan Nora, dan memakaikan baju, kini gantian Dhiren yang akan dia mandikan.
" Nah, Kau susui anakmu biar kenyang dulu, aku akan memandikan Dhiren..."
" tapi tuan, anda apa tidak bekerja??"
" ini hari minggu ..."
" Ah saya lupa..." Anna segera berbalik dan menyusui Nora, sementara Fahad segera memandikan Dhiren.
" woh kenapa kau semakin Gembrot Dhiren, kau akan buruk rupa jika jadi pria gendut, kau jangan rakus-rakus kalau menyusu...!"
Anna yang mendengar percakapan Fahad terkikik kecil.
Fahad segera memakaikan pampers pada Dhiren saat akan di pasang Dhiren mengeluarkan air mancur ke muka Fahad.
" Ahhhhh wouiiii anak sialan ini, kurang ajar sekali, kenapa kau menyembur kan Air sucimu ke papah!"
Fahad segera mengambil tisu dan mengelap wajahnya.
" Pfffffffffffttttttttt...hihihihi" Anna pun tak kuasa menahan tawanya.
" Anna kau urus anak nakal ini sebentar!, biar Nora bersamaku,!"
" Ya tuan..." Anna segera memberikan Nora dan segera mengurus Dhiren, masih sambil terkikik.
" Kau tampak bahagia Anna??"
" Tidak tuan, maaf..."
" kenapa aku punya anak seperti itu?, alangkah baiknya jika dia itu seperti Nora..."
" Tuan jangan membandingkan seperti itu, dia masih bayi tuan, jika nanti tuan Dhiren sudah dewasa jangan membandingkan seperti itu dengan anak lain, setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, jangan melukai batinnya, hanya karena mungkin anak tidak tumbuh sesuai ekspektasi kita ..."
" ..anna...kenapa kau tidak membuka maskermu saat di rumah, aku juga tidak akan mengekspose mu , rasanya otakku dan telingaku harus bekerja 2x lebih keras saat kau berbicara dengan masker,..."
" maaf tuan saya,..."
" Ya sudah tak apa,lanjutkan saja ..."
" Kemana Tuan??"
" Ke taman saja, biar mereka menghirup udara segar, masih jam 8 juga ..."
" Baik tuan saya mandi dulu..."
" Pakai baju santai saja, jangan pakai baju seragam seperti itu, setiap hari pakai baju biasa saja ..."
" tapi ..."
" cepat keburu siang..."
Tanpa bicara lagi Anna segera mengambil baju ganti dan segera masuk ke kamar mandi, Fahad masih menjaga kedua anak kecil di hadapannya.
15 menit kemudian Anna sudah siap, dia memakai dress selutut, dan mengurai rambutnya.
meskipun mengenakan masker, aura Anna sungguh sangat cantik, dan aromanya cukup Familiar untuk Fahad.
" Tuan saya siapkan perlengkapan anak-anak dulu ya ..."
" ehnmm"
Kenapa aromanya sama seperti Diana, membuatku merindukannya saja .
dalam hati Fahad.
Fahad mengamati Anna yang mondar- mandir menyiapkan perlengkapan kedua bayi, ke dalam tas.
" sudah tuan .."
" biar sopir yang membawa tas itu, kau bawa Dhiren padamu, biar Nora denganku...!"
" Baik tuan...maaf merepotkan !"
" Tidak ada masalah..."
Saat Anna hendak membuka pintu bagian depan.
__ADS_1
" siapa suruh di depan??, ayo belakang..."
" Tapi..."
" kalau nora menangis kan mudah bertukarnya"
" oh baik..." Anna pun mengikuti perintah Fahad, meskipun dia agak canggung dan juga takut .
Apa tidak salah, tuan menyuruh ibu susu Tuan kecil duduk di sampingnya?, biasanya satu mobil dengan wanita dia tidak mau, apakah tuan sudah tercerahkan?
dalam hati pak Bambo.
" Pak, kenapa tidak jalan??" ujar Fahad.
" ah baik tuan, kita kemana??"
" Taman panca..."
" Baik..."
Fahad memandangi wajah Nora lalu bergantian melihat Dhiren yang sudah banyak tingkah di gendongan Anna, tapi Anna tetap sabar menggendong Dhiren.
" Dhiren jangan membuat mama lelah..." ujar Fahad tanpa sadar.
" apa?"
pak Bambo terkejut, mendengar perkataan Fahad, begitu juga Anna sampai tak berkedip.
" kalian kenapa??"
" tidak tuan..."
" Pak fokus jalan lah pah, bawa anak-anak ini..."
" Maaf - maaf tuan..."
Pak Bambo, lanjut fokus pada jalanan, sementara Anna masih bingung, apa maksud dari Fahad .
Sampailah, mereka di taman, mereka berjalan-jalan di taman, duduk- duduk bercanda dengan bayi-bayi mereka, seperti keluarga yang sedang bahagia
" Dhiren, sangat menyukaimu Anna..."
" Oh ya??, syukurlah jika begitu ..."
" kenapa kau sangat...tidak ingin orang lain mengetahui identitas mu?"
" tidak papa tuan..."
" aku janji tidak akan mengatakan pada siapa pun Anna..."
" Sebaiknya tidak tuan... setelah Dhiren selesai Asi, tugas Anna selesai, dan saya akan membawa Nora kembali ke Roma bersama bibi...!"
" Kenapa, apa kau harus pergi???" ujar Fahad tidak senang.
" lalu saya harus bagaimana??"
" sudah aku tiba-tiba badmood, kita kembali!"
Fahad segera berdiri meninggalkan Anna yang masih bingung, dengan kesalahan apa yang membuat Tuannya itu marah.
Kenapa aku harus marah??, memangnya siapa dia??, tapi kenapa aku tidak rela jika Nora di bawa pergi?
dalam hati Fahad .
Fahad memandangi Nora yang begitu sangat menggemaskan.
" Tuan kenapa kembali??"
" kita pulang pak...!"
" ha???"
" Cepat ...!"
" yayaya..." kini Fahad duduk di depan, bersama Nora sambil menunggu Anna datang Fahad mengamati Nora dengan sangat lekat.
Sepertinya ada yang tidak benar
dalam hati Fahad.
__ADS_1