
Di Jepang...
" Bangun sayangku...bangun muach muach muach...!"
" Lima menit lagi Ami...!"
" Haaaaa?, apa kau pikir di sini masih negara F, kau masih terbiasa dengan orang -orang milik kampret itu!" Kenzo sangat cemburu meskipun itu hanya pelayan perempuan di istana Alfred.
Kenzo mencubit pipi Sansan yang cukup menggemaskan itu dengan sangat keras.
"ah.... sakit sakit...!"
" Bangun sayang matahari hampir tenggelam!"
" Om sakit, kenapa kau kasar sekali...!"
" Siapa suruh kau memanggilku Ami!"
" Ah, maafkan aku...mungkin aku rindu padanya, karena dia yang paling baik padaku di sana!"
" Baiklah, ayo bangun dan mandi sayang, kita akan menghadiri pelelangan hari ini...!"
" Ehmmm baik...Apa ada barang bagus di sana??"
" Aku juga tidak tahu, tujuanku bukan barang - barang di sana tapi, mencari informasi di sana!"
" Ehm...ok aku akan segera mandi!" Sansan segera melompat turun dari ranjang dan segera masuk kamar mandi.
Kenzo segera mengganti pakaiannya, dan Sansanpun selesai mandi dia keluar dengan handuk yang melingkar di tubuhnya, mata Kenzo langsung melotot melihat kucing kecilnya sangat sexy.
" Om, matamu hampir lepas!" Ujar Sansan meledek.
" Ah, kau sengaja menggodaku!"
" Om kau berharap aku menggodamu??" Sansan berbalik berjalan menghampiri Kenzo.
" Cepat ganti bajumu!"
" Om, apa kau menginginkanku??" menempel seperti cicak pada dada Kenzo.
" Sansan...jangan suka memancingku ,kau akan tahu konsekuensinya!"
" Om, bukankah kita akan menikah??, bagaimana jika kau mencicipiku dulu??"
Lihatlah wajahmu dikaca om?? kau sangat menggemaskan saat wajahmu memerah .
dalam hati Sansan yang sangat bahagia menggoda Kenzo.
" Sansan, aku hitung sampai 3 jika kau tidak segera menjauh, aku akan membuatmu menyesal!"
" Tapi apa yang ku sesalkan om??, kita kan saling mencintai bukan??" meraih wajah Kenzo mendekatkan wajahnya pada Kenzo.
Sialan, anak ini lebih keras kepala dari ibunya
Benar - benar nakal, lihat bagaimana om mu ini menghukum kucing nakal sepertimu.
" Tentu saja,...kalau begitu aku juga tidak akan ragu mencicipimu, masih ada waktu 2 jam untuk menyayangimu sayang...!" Kenzo mendorong Sansan ke ranjang, Kenzo menarik handuk yang membalut tubuh Sansan.
" Agggggghh, om aku hanya bercanda tunggu tahan, tahan...tenang om tenang...!" segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Kenzo mengendorkan dasinya dan melepasnya.
" Om, om ...kita akan terlambat pakai lagi dasinya, aku akan berganti pakaian!" Sansan mulai panik.
" Bagaimana ini aku hampir gila dibuatmu, bukankah kita saling mencintai??, aku sangat menginginkanmu sejak lama, tapi aku menahannya, tapi karena kau memberikanku daging yang lezat aku akan makan dengan lahap!"
" Tidakkkkk..." Sansan segera bangkit dan berlari keluar kamar.
" Om, aku akan melaporkan pada komnas perlindungan anak!" sambil mencari tempat sembunyi.
" Hahahahahah, hahahahahaha, hahahahaha, hahahahahah!" Kenzo tertawa sejadi-jadinya melihat Sansan terbirit-birit kabur.
__ADS_1
Kenzo segera memakai kembali dasinya dan merapikan bajunya.
" Hahahah, anak itu sangat menjengkelkan, tapi juga menggemaskan, jika aku orang yang tidak bisa menahan diri, jangan harap kau bisa lepas begitu saja, aku cukup sabar menghadapi kucing nakal sepertimu ini!" Gumam Kenzo.
Kenzo segera mencari Sansan yang sedang bersembunyi,
" Haih apa yang kau lakukan di atas lemari Sansan ??, cepat turun...dan ganti pakaianmu!"
" Tidak kau akan memakanku nanti!"
" Hahah, itu tergantung bagaimana dirimu!"
" Aku tidak mau turun!"
" Baiklah kalau begitu, kau tinggal di sini saja...aku akan menghadiri pelalangan sendiri!"
" Oh apa kau mau meninggalkan ku??"
" Bagaimana kau juga tidak mau turun, lalu aku harus bagaimana??"
" Aku akan menunggu di lantai dasar...!"
" Om, ... tunggu bagaimana aku turunya??"
" Ha??, kau bisa naik tapi tidak bisa turun???, bahkan kau bisa melompati tembok tinggi, bagaimana aku akan percaya jika kau tidak bisa turun!"
"om,apa kau tidak sayang padaku??"
" Tentu saja sayang...!"
" lihat lemarinya sangat licin jika aku jatuh lalu amnesia bagaimana??"
" Cepat lompat, aku akan. menangkapmu!"
" Baik!" Sansan segera mengencangkan selimut yang melilit tubuhnya.
Kenzo sudah siap menangkap Sansan dari bawah, Sansan segera melompat ke arah Kenzo.
menangkan Sansan dengan tepat, Sansan segera mengalungkan tanganya pada leher Kenzo.
" Om, terima kasih! muaaach " Sansan mencium pipi Kenzo.
" Jangan memancing lagi....Sayang, ayo cepat ganti pakaianmu!"
" Siap om!" Sansan segera turun dari gendongan Kenzo dan segera berganti pakaian.
Kenzo menuggu di ruang tamu.
" Om aku sudah siap...!"
Sansan keluar dengan dress yang sangat elegan berwarna putih yang sangat cocok untuknya.
" Aih gadis kecilku sudah tumbuh sangat besar, kau sangat luar biasa, benarkah kau adalah Sansan kecilku??"
" Benar, apa kau meragukanku??" menarik dasi Kenzo.
" Muaaaach...ayo kita berangkat sayang!" mencium kening Sansan dengan lembut.
Sansan segera merangkul lengan Kenzo dan mereka pun segera pergi ke tempat pelelangan diantara oleh mamoto.
...----------------...
" kenapa kau kembali ke Indonesia??"
" Apa kau tidak tahu jika Julia kembali ke Indonesia??" ujar Aka.
" Aku tidak tahu!, dari mana kau tahu??"
" ada deh, aku senang karena akhirnya aku bisa menemuinya kapan saja heheheh!" Aka sangat bahagia.
" Hohoho...aku akan menjadi sandaranmu nanti saat kau patah hati sob??"
__ADS_1
" Hilih, bilang saja kau mencari teman untuk bersedih... bagaimana dengan Cindy apa kau sudah menemuinya??"
" Belum...!"
" Kau tidak berani??"
" Belum waktunya!"
" Haaaah, baiklah ,!, apa Yuda berkerja dengan. baik??"
" Ya dia cukup baik dalam menjaga rumah ini dari debu!"
" Oh aku merasa lega!"
" Aka, apa kau sudah menemukan keberadaan adikku Juno??"
" Belum... keluarga Fang sudah tidak terlihat lagi, seperti yang di duga, mereka berganti identitas untuk mendapatkan backingan kuat!"
" Juno sepertinya tidak akan menyerah!"
" Ya Juno adikmu sangat tolol...aku sangat kesal sejak dulu padanya!"
" Hei...apa kau punya dendam pribadi padanya??"
" Tentu saja, tapi aku sangat menghargai pertemanan kita ,aku tidak perhitungan padanya!"
" Apa yang sudah dia perbuat padamu??"
" Dia melecehkan sepupuku, dengan teman-temannya...!"
" Juno tidak seperti itu!"
" Tahunya tidak seperti itu, kau mana tahu tentang adikmu kau lebih peduli pada saudara angkatmu saat itu!"
" Itu salahku Aka, tidak mendidiknya dengan baik aku gagal menjadi seorang kakak untuk adik-adikku!"
" Sudah berlalu, sepupuku sudah bangkit dari keterpurukannya, dia memang menyukai adikmu namun adikmu sangat tidak bernurani, sepupuku tahu aku teman baikmu makanya dia tidak melapor dan memendamnya sendiri sampai saat dia down dia menceritakan semua padaku, dan dia melarangku untuk membalasnya!"
" Sob, kenapa kau tidak menghajarku untuk membalas perbuatan adikku?, aku sangat menyesal untuk itu!"
" Kau berbeda dengannya, kau sangat dekat dengan keluarga Pratama, sedangkan Juno tidak, kau orang yang tulus...dan itu bukan salahmu... walaupun kalian adalah saudara sekandung bukan berarti kalian sama!"
" Lalu kenapa kau tetap baik padaku??"
" Karena aku menghargai pertemanan kita Martin!"
" Maafkan aku Aka...!"
" Sudahlah tahu begitu aku tidak memberitahu mu yang sebenarnya tentang adikmu!"
" Haaaa...jika kau tidak memberitahuku aku akan ragu dengan keputusanku , sekarang aku yakin dengan keputusan ku, aku akan mencarinya dan akan memberikannya pada Sansan!"
" Keadilan itu sangat penting kau harusnya menghukum adikmu dengan hukuman yang setimpal!"
" Iya...aku tahu apa yang harus aku lakukan!"
" Ku harap kau tidak mengecewakan mereka lagi...mereka sangat berbesar hati memberi kesempatan kedua padamu dan Renata!"
" Ya sob...aku tidak akan merusak kepercayaan mereka lagi!"
" hmmm aku senang kau memilih jalan yang benar meski pun itu pilihan sulit!"
" Ya...!"
" Aku pamit dulu aku akan pergi mencari Julia, hehehehe!" Aka pun segera pergi dari kediaman Martin.
Aku bisa, aku bisa...
aku pasti bisa....
Martin mencoba meyakinkan dirinya.
__ADS_1