GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
11. Martin dan Cindy


__ADS_3

" Abang Martin, tolong jemput Cindy Jam 4 diresto!" pesan Cindy pada Martin yang slalu mengantar Cindy sekolah, dan menjemputnya di resto.


Karna Cindy menekankan pada dirinya untuk bisa mengelola bisnis yang sudah mati - matian di dirikan oleh papahnya.


" Semangat jangan menyerah!" Martin selalu menyemangati putra tertua Jovan itu.


Satu tahun pun berlalu,


Diusia 16 tahun, Cindy sudah lulus SMA dia anak genius, dia tidak suka bermain ,dia menghabiskan waktunya belajar dan mengelola bisnis ayahnya.


Cindy diusia sangat muda dia menjadi Food and Beverage Director, Seorang F&B Director bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kinerja di Departemen Food and Beverage, yang terdiri dari F&B Service dan F&B Kitchen. F&B Director juga dipercaya memimpin penanganan event dan menyeimbangkan anggaran serta profit.


Tentunya itu dibawah bimbingan sang ibu,...


Vevey sangat bangga pada putri tertua suaminya itu karna, dalam hal berbisnis dia sangat mewarisi kecerdasan suaminya.


Karna ketidak beruntungan Cindy yang masih sangat kecil dia sudah ditinggal ibunya dan diusia remaja diapun kehilangan papahnya, itu membuat Cindy menutup diri dalam pergaulan, dia tidak memiliki teman dekat, keluarga adalah orang - orang yang bisa dia percaya.


Dan dia sangat dekat dengan Martin,


dia sangat mempercayai Martin untuk mecurahkan segala keluh kesahnya.


okey, untuk Sasha dia masih terbaring dan tidak ada kemajuan sama sekali, Sansan pun belum diketahui keberadaanya, jadi kita skip dulu, kasihan yang lain kalau gak nampil.


Tapi tenang aja mereka itu tidak berhenti mencari Sansan...mereka tidak akan menyerah begitu saja.


Kita mulai dari anak - anak Vevey dan Jovan dulu.


Cindy sibuk sekali dengan resto yang menjadi tanggung jawabnya dan belajar


Cindy meski sangat cuek, dia sangat penyayang dia sangat menjaga adik - adiknya.


" Kak Cindy...kakak tidak pergi bermain?" Tanya Aina yang bersandar di bahu Cindy yang sibuk dengan laptopnya.


" Tidak ada waktu dek!" Jawab Cindy tetap fokus dengan Laptop.


" Kakak mengingatkan Aina pada papa, dia juga suka begitu! fokus pada laptop setiap harinya, makan sambil lihat layar minum sambil lihat layar sampai tidak tahu itu yang di minum bekas kobokan.


" Puffffffffffftttttt!" Cindy tak bisa menahan tawanya.


" Heiiii...kau membuatku rindu pada papah!"


" Kakak, aku rindu papah dan om tante, juga Sansan aku merasa kesepian tidak diganggu dia setiap hari!" ujar Aina berkaca - kaca.


" Kakak Aina jangan menangis!" Fahad mengusap air mata Aina.


" Adek...kau sangat membenci Sansan jadi kau tidak akan merasa kehilangan huhuhu!" Ujar Aina menangis.


" mmmm...awalnya aku merasa lega akhirnya tidak ada yang membuat kakakku menangis lagi...tapi..."


" Huhuhu tapi apa??"


"lama kelamaan Fahad merasa ada yang kurang, semua terasa abu - abu tanpa keusilannya, Fahad juga merasa kehilangan, Fahad sangat rindu pada Sansan, jika dia kembali aku akan membiarkan dia mengganggu kakak, asalkan itu ada Fahad di samping kak Aina!"


" Iya, aku berjanji tidak akan cengeng jika dia mengusiliku!"


" Hmm, kita doakan saja di Mana pun dia berada, dia tetap menjadi Sansan yang sangat ceria!" Ujar Cindy memeluk kedua adiknya.


" Kalian membicarakan apa?" Martin yang datang membawa banyak makanan dan es cream.

__ADS_1


" Abang, apa tidak sibuk?" tanya Cindy.


" Aku ambil cuti 2 hari, apa kau besok senggang temani aku ke suatu tempat!"


" Hmm, bisa diatur!"


" Abang aku mau es cream!" Aina mengambil es cream dari tangan Martin.


" Ya makanlah, ada banyak kok!" Martin memberikan semua kantong makanan pada Aina.


" Fahad, kita bagi ke julia dan julius yuk!" Ajak Aina, mereka pun segera pergi ke rumah pamannya.


" Abang, apa kasus papah tidak ada titik temu?"


tanya Cindy.


" Maafkan abang yang tidak bisa menuntaskan kasus ini!"


" Hmmm sudahlah bukan salah abang!, abang juga pasti sangat sibuk!"


" Hmmm...Cindy...Jika nanti pembunuhnya tertangkap, apa yang akan kau lakukan?"


" Aku, serahkan pada hukum dalam negeri ini !"


" Apa kau akan memaafkannya?"


" Abang!!!, apa kah aku ini Tuhan? aku bukan Tuhan yang slalu bisa memaafkan Kesalahan umatnya aku hanya manusia biasa, sampai mati aku tidak akan memaafkan orang yang menyakiti keluargaku!!"


" okey, maafkan abang yang kelewatan!" Martin merasa sangat bersalah.


Cindy menyeka air matanya yang ia tahan,...


" Hiks hiks...!" Cindy pun menangis, dia slalu menahan air matanya di depan Vevey karna tidak ingin membuat ibu sambungnya itu sedih, tapi Cindy tak pernah bisa menahan air matanya di hadapan Martin.


" Abang, bisakah kau slalu di sisi Cindy?, hiks hiks!"


" Tentu saja aku slalu bersamamu!" Martin memeluk Cindy dan mengecup ujung kepala Cindy.


" Terimakasih!"


" Jangan slalu berterimakasih padaku, karna aku bukan orang baik!"


" Abang sangat baik, abang menjaga kami seperti papah menjaga kami!"


Cindy slalu menemukan sesosok Jovan pada Martin.


Tolong berikan aku waktu, aku akan memberikan keadilan pada keluargamu, hanya saja aku belum siap, tolong beri waktu aku...


Kedua Mata Martin berkaca - kaca.


Martin sangat ingin memberikan keadilan pada keluarga Jovan, namun itu berarti dia tidak bisa melindungi adik kandungnya sendiri, namun ini juga kesalahannya yang tak bisa menghentikan niat buruk adiknya, karna Martin juga tidak berpikir semua ini akan dilakukan oleh adiknya.


Cindy mendongak melihat Martin,


" Abang menangis??" tanya Cindy.


Martin menggeleng kepala dan mengeratkan pelukannya.


" Abang pasti juga sangat rindu papah, bukankah papah selalu menelphone abang saat malam?"

__ADS_1


" Emmmm, aku sangat merindukannya!"


" Apa papah di sana sungguh bahagia??"


" Dia akan bahagia jika melihat kalian juga bahagia!, jadi kalian harus bahagia!"


" Hmmm baik!"


" Apa Ibu belum pulang??, aku lama tidak bertemu ibu!"


" Mama, masih sibuk mengurus usaha tante Sasha yang dibantu oleh uncle Hiro!"


" Hmm mm, kau apakah merasa jika uncle Hiro itu sangat menyukai ibu Vevey?"


" Ya, bibi mengatakan jika uncle Hiro itu jatuh cinta pada pandangan pertama itu pada, mama tapi uncle hiro saat itu tidak tahu kalau mama sudah menikah dan punya anak"


" hmmm begitu, bagaimana mereka bertemu ya??"


" Jadi kata bibi, dulu ada manager yang dipecat papa karna korupsi dan dia ingin menyakiti mama, dengan menabraknya, dan saat itu uncle Hiro datang menolong mama, begitu Ceritanya mereka menjadi teman, dan saat itu kebetulan toko fashion uncle di samping resto papa, dan papa ingin memperlebar restonya untuk bisnis kue bibi, jadi mama mencoba bernegosiasi dengan uncle agar mau pindah di bangunan papa di sebrang resto!"


" Oh ya kebetulan sekali?"


papahku juga Manager ayah Jovankan?


dalam hati Martin bertanya - tanya namun martin tidak Ingin membicarakannya pada Cindy.


" Iya, jadi sampai sekarang mereka berteman baik!"


" Ayah Jovan tidak cemburu?"


" Kata bibi, papa slalu mempercayai mama, dia sangat tahu hati mama tidak akan berpindah dengan mudah ke lain hati!"


" Jika, ini jika loe ya???, uncle Hiro mengejar ibu, bagaimana?"


" Itu terserah pada mama, aku hanya ingin melihat mama bahagia, jika memang itu terjadi uncle Hiro harus banyak bersabar untuk mendapatkan hati Mama!, papah pernah bilang pada Cindy , mama itu sangat sulit didapatkan!"


" hmmmm, kau tak apa memiliki papa baru jika ibu menerimanya?"


" hmmm tidak masalah, aku dulu kehilangan ibu dan mama datang menjadi ibuku, mama adalah IBU tiri rasa ibu kandung, meski aku sangat menyayanginya, dan mencintainya, itu tidak membuatku mengurangi rasa cintaku pada IBU yang sudah melahirkanku, Bagaimana pun dialah yang memberiku kehidupan dengan nyawanya!"


" Aku juga merasakan hal sama soal kasih sayang ibu!"


" Iya begitulah!, jika uncle Hiro bisa membuat mama bahagia kenapa tidak, hanya saja mungkin uncle harus menunggu lama!"


"Hmm, ... ibu dan ayah itu tidak terpisahkan, jadi meskipun uncle hiro diterima mungkin juga tidak sepenuh hati!"


" Abang kenapa jadi membicarakan ini?"


" Ohya?, lalu bagaimana denganmu?,apa adikku ini sedang dekat dengan seseorang?"


" Tidak!"


" Benar saja!, siaapa yang mau dengan wanita jutek sepertimu ini ha??" mencubit gemas pipi Cindy.


" Jika tidak ada yang mau dengan Cindy, abang harus menemaniku menjomblo seumur hidup!"


" Ohohoho tidak mau, aku akan menyia- nyiakan wanita- wanita cantik yang mengejarku!"


" akan ku hajar mereka sampai tidak cantik!"

__ADS_1


" Hahahaha!"


begitulah kedekatan Cindy dan Martin.


__ADS_2