GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
7. Ingin semua tak nyata


__ADS_3

Jenazah, Bram dan Jovan pun dikebumikan berdampingan.


Semua isak tangis memenuhi pemakaman,


Satu minggu berlalu,...


kabar buruk itu baru terdengar ditelinga, Kenzo...


" Kenzo, ini sudah hampir satu minggu, kau tidak bisa mengabaikan istrimu!!!" ujar Bibi Kenzo bernama Yin Suan.


" Bibi, aku belum siap!" Ujar Kenzo.


" Hei...di mana - mana itu wanita yang tidak siap kenapa kamu yang tidak siap??"


" Bibi tidak mau tahu, malam ini kamu harus tidur dikamar bersama istrimu!!"


" Hmmm...Bibi keluarlah dulu!"


" Kau iiiiiniiiiii!" Yin Suan sangat gemas pada Kenzo, tapi bagaimana pun Kenzo adalah satu - satunya keponakanya, yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri.


Yin Suan pun keluar....


Kenzo segera mengambil ponselnya, dan menhubungi Sasha,


" Baiklah, tidak seharusnya aku marah padanya!, mungkin saja mereka sedang ada urusan!"


Kenzo pun mencoba menghubungi Sasha,


" Aku akan mrngomelimu habis - habisan!" ujar Kenzo.


" Nomer yang anda tuju sedang tidak aktiv!"


" Apa???, tidak aktiv, bukan kebiasaan dia mematikan telphone!, ah mungkin kehabisan batrai!"


Kenzo meletakan ponselnya dan kembali, menggabar design.


Dan terlintas kata - kata bibinya


Hmm, aku sudah menikah...dan kenapa aku tidak siap melakukan malam pertama dengan istriku?, dia sangat cantik, Tapi tidak cukup menggoyahkan hatiku, eh apa jangan - jangan, aku sudah tidak normal lagi???, tidak mungkin, ya sudahlah malam ini aku akan tidur denganya.


Kenzo sudah membulatkan tekatnya.


malam pun tiba, Kenzo memberitahu bibinya bahwa dia akan bermalam dengan istrinya.


" Anak baik, biarkan istrimu menyiapkan diri dulu!, nanti bibi akan memberitahumu jika sudah siap!"


" Okey!"


Jadi ceritanya adat di keluarga Kenzo itu , ada kayak ritual buat calon menantu perempuan, yang akan berganti marga mengikuti suaminya,


dilayani kayak ratu - ratu gitulah, didandani pakai baju adat dan sebagainya.


3 jam kemudian,


" Istrimu sudah siap!"


" Ya!" Kenzo segera memasuki kamar pengantin.


terlihat, sang istri yang sudah siap duduk di atas ranjang, dengan rambut panjang terurai indah, kulit putih, dan gaun transparan yang sexy.


Senyuman indah sang istri, menyambut kedatangan sang suami.


" Tan Xia, ....!"


" Ya suamiku...!"


" Apa kau sudah siap?"


" Ya...!" Jawab Tan xia malu - malu.


Kenzo, mulai merangkak perlahan di atas ranjang duduk menghadap istrinya, istrinya memang sangat cantik, namun kenapa tidak bisa menggairahkannya.


Perlahan, Kenzo mendekati wajah istrinya, untuk memulai ciuman pertamanya dengan sang Istri.


cengkling cengkling...


ponsel Kenzo berdering,...


" aiiiih aku lupa mematikannya, maaf!" Kenzo melihat ke layar ponaelnya.


" Oh...mbok Yem???"


Kenzo mengangkat dengan segera.

__ADS_1


" Ya, mbok?"


" Huhuhuhuhuhuhu, tuan Ken...huhuhuhu....!"


" Mbok, kenapa menangis?"


" Tuaaaaan, Tuan Bram dan nyonya mengalami kecelakaan hikhik!"


" Mbok jangan bercandak, Berikan telphonenya pada Sasha, jangan mencari alasan karna tidak datang kepernikahanku, pasti ini keusilannya!" Kenzo tidak percaya


" Hukhukhukhuk...tuan Nona kecil menghilang, nyonyah, huhuhu nyonya koma....hukhuk dan dan...!"


" Bibi jangan bercanda seperti itu, bilang pada Sasha itu tidak lucu!!!"


Kenzo mematikan Ponselnya karna kesal.


" Suamiku, ada apa?" tanya Tan xia.


" Aku sedang tidak mood, kita tunda malam ini ya!"


Tan Xia menunduk kecewa, namun kenzo mengabaikannya, pikirannya kembali terfokus pada Sasha.


Tunggu, apa jangan - Jangan mbok yen tidak bercanda.


Kenzo, menghubungi nomer Bram, juga tidak bisa, lalu Menghubungi Jovan juga tidak bisa, menghubungi Vevey tidak diangkat, dan terakhir Kenzo menghubungi Nathan.


" Kak, apa yang terjadi?" tanya Kenzo tanpa basa - basi.


" Mereka kecelakaan, Sasha selamat, Sansan menghilang!"


" Aaapa, maksudnya?, bagaimana keadaanya?"


" Haaaaaaaaaaa, ...!" Nathan menghela nafan.


" Bram dan Jovan tidak selamat, Sasha koma, dan Sansan...hilang!"


Air mata kenzo menetes, ...


" Suamiku...!" Tan xia bingung melihat suaminya menangis.


Kenzo, segera bangkit...


" Suamiku mau kemana?"


Kenzo segera mengambil, dompet tas kunci mobil dan segera melaju ke bandara tanpa memakai alas kaki.


Kenzo tidak memikirkan apapun kecuali dirinya harus segera sampai dan melihatnya sendiri.


" Aku harap ini adalah kejahilanmu yang keterlaluan, ...aku akan memaafkanmu asal semuanya baik - baik saja!" Gumam Kenzo dengan air mata berlinang.


pukul 02.00 pagi pesawat pun tiba di indonesia,


Kenzo segera masuk ke dalam Taxi menuju ke kediaman Pratama.


Tibalah Kenzo di depan gerbang utama kediaman Pratama,


Kenzo melangkah dengan tergesa - gesa memasuki gerbang, namun kakinya melambat setelah melihat banyaknya ucapan duka terjejer rapi dihalaman.


" Bercandanya sangat serius, lihat saja akan ku jambak rambutmu nanti!" Kenzo bingung kemana dia harus pergi, Karna tidak tahu Rumah Sasha yang mana.


" Kenzo...!"


" Ah, kak Savina...coba katakan, ini semua settingan Sasha kan?"


" Apa maksudmu?"


" Ini tidak lucu, aku memang marah karna Sasha dan keluarganya tidak hadir dipernikahanku, tapi juga jangan bercanda seperti ini kak!, dimana mereka?"


" kenzo, kapan menikah? "


"jumat minggu lalu!"


" Tidak ada yang tahu semua itu terjadi dihari itu, Kau harus percaya itu semua bukan bercanda!" Savina meyakinkan Kenzo, meskipun dirinya juga masih belum percaya.


Kaki Kenzo lemas, dan terjatuh...


" Kak, tolong jangan membantunya berbohong!"


" Kenzo, jika kau tidak percaya datanglah ke rumah sakit Crist, Sasha dirawat Di Sana, anak buahku akan mengantarmu!, maaf kami tidak bisa menyambutmu dengan baik!" Tegas Nathan, merangkul istrinya masuk.


Kenzo pun di antar anak buah Nathan,


ke rumah sakit Crist.

__ADS_1


" Tuan silahkan masuk!"


Kenzo pun masuk, dengan langkah yang sangat pelan dan Lemas...


" Sasha..., bangun ,bangun, jangan bercanda lagi, aku memaafkanmu!, bangunlah tolong katakan kau baik - baik saja!" Kenzo memegang tangan Sasha sambil menangis sesenggukan.


" Tuan, Nyonya mengalami patah tulang yang sangat parah, kemungkinan untuk....!"


" Diam, jangan mengatakan sesuatu yang belum pasti!!!" tegas Kenzo.


" Baik!"


" Apa Sansan, benar - benar hilang?"


" Ya, Tuan!"


" Sasha, aku akan mencari Sansan untukmu, aku akan mencarinya sampai ketemu!!!, aku berjanji padamu!" Kenzo menemani Sasha selama 2 jam.


" Tuan, anda tidak bisa di sini terus menerus!" Ujar anak buah Nathan.


" Lalu aku harus di mana?"


tanya Kenzo dengan raut wajah yang menyedihkan.


" Oh, Panglima...!"


" Tinggalkan kami!" Ujar Chiko.


" Siapa kau?"


" Saya Chiko,...!"


" Oh, kau Chiko, ...eh...Chiko???"


" Ya,..!"


" Kau tangan kanan Kak Bram kan?"


" Emmmm...!"


" Lihat, bagaimana kau menjaga mereka?, apa yang kau lakukan?, bagaimana bisa kau disebut tangan kanan!"


" Hmmm, seharusnya aku Tetap bersama mereka, seharusnya aku tidak menjadi abdi negara, untuk apa semua ini jika mereka tidak ada!" Chiko menahan air matanya.


" Siapa yang mencari Sansan?, dengan statusmu kau tidak leluasa bergerak sendiri!"


" Geri sudah mulai bergerak dengan anak buah Tuan Bram!, saya juga sudah mengerahkan beberapa orang!"


" Aku juga akan mencarinya!"


" Hmmm, terimakasih !"


" Apa ini pembunuhan??"


" Ya....kami sedang menyelidikinya!, namun kami kesulitan, kasus ini cukup rumit, dan sangat rapi!"


" ini membutuhkan waktu lama, tapi tolong seberapa pun lamanya jangan pernah menutup kasus ini!"


" Tentu saja, mari kita bekerja sama Kenzo!, kita seumuran kan?"


" Ya, ...kita seumuran, mari kita bekerja keras, aku akan tinggal dikediaman mereka, karna aku tidak membawa apa -apa saat ini, aku juga baru sadar aku telanjang kaki dari jepang ke sini!"


" Itu tidak masalah, mbok yem masih tinggal di Sana juga!"


" Antarkan aku !"


" Ayo!"


mereka pun menuju kediaman Bram dan Sasha yang satu lingkup dikeluarga pratama.


...----------------...


" Aku sudah membantu menutupinya, kau sudah gila, kau sebaiknya cepat pindah ke luar negeri!!!"


" Tidak, aku harus membunuh mereka sampai tuntas!!"


" Tidakkah kau ingat kebaikan mereka pada kita?"


" Mereka yang membunuh ayah kita!, mereka baik karna mereka pasti merasa bersalah ,kebaikan palsu ini apa yang perlu di ingat?"


Bersambung...


Author...

__ADS_1


Aduh siapa sih pembunuhnya...?


__ADS_2