
di negara F
"My Lady...apa anda tidak lelah, bisakah saya menggendong putra mahkota??"
" kau ingin menggendongnya??"
" hehehe....iya...anda makan siang dulu...Yang Mulia memerintahkan agar Nyonya tidak terlambat makan ,jika tidak kami akan dihukum!"
" baik, aku akan makan...tolong gendongkan Tobby sebentar ya!" Julia menyerahkan pada pelayan yang melayaninya.
" ooeeeeg oeeeeeeggg oegggggg..." belum sempat berpindah tangan sudah menangis begitu keras .
" ahhhh dia tidak mau berpisah dengan ibunya, hehehe dia sangat bucin pada anda Nyonya..."
" kalau begitu tunggu dia tidur lebih nyenyak...nanti baru makan..."
" bagaimana jika saya suapi??"
" jangan, kalian Makanlah dulu..."
" kami mana berani makan dulu sebelum nyonya makan "
" kalian makanlah, biar nyonya kalian aku yang urus..." Alfred datang setelah kembali dari pertemuan dengan para petinggi.
" abang .."
" Juli...apa Tobby tidak mau turun dari gendonganmu...?"
" Iya bang..."
" Coba aku yang gendong..." Alfred mengambil Tobby.
ternyata Tobby tidak menangis di gendong Ayahnya.
" ah .. makanlah Juli...*
"ya bang..."
Julia pun segera makan siang, karena dia tahu mengurus anak itu extra melelahkan. jadi dia harus menjaga kesehatannya dengan baik.
" abang sudah makan??"
" belum aku baru selesai dari Aula... langsung ke sini..."
" sini abang, aku suapin ..."
Alfred langsung gas aja duduk di samping Julia, dan langsung melahap suapan dari Julia, mereka menghabiskan hidangan makan siang sampai habis.
" Julia makanmu banyak juga ya??"
" ya kan aku ibu yang baru melahirkan bang hahahahaha"
" hahahahahah...iya juga...makan yang banyak jangan sampai sakit, kalau kau sakit kasihan anak kita!"
" hahahaha, kau membuatnya dengan wanita lain, lalu aku yang harus mengurus anakmu...abang ini sadis...!"
" Heheheh...tapi kau mau kan merawat Tobby...!"
" jika tidak sekarang aku juga tidak di sini bang..."
" ya terimakasih...jika cinta ku tak terbalas aku tak masalah, asalkan kau memberikan cintamu pada Tobby..."
" iya dong...dia lebih tampan dari abang..."
" Itu juga Tampan karena warisanku...!"
" abang Julia mau jalan-jalan sebentar Abis makan biar nggak ngantuk...bawa sini Tobby!"
" Ayo jalan bersama, biar Tobby denganku..."
__ADS_1
" oh baiklah..."
mereka berdua berjalan-jalan di taman utama bersama, seperti sepasang orang tua baru yang mengajak anaknya mencari udara segar.
semua para pelayan melihat mereka dengan senang, apalagi melihat rajanya bisa tersenyum itu sebuah keajaiban.
" apa kau tidak mau mempertimbangkan posisi permaisuri??" tanya Alfred dengan tersenyum.
" wah itu sangat berat...!"
" Tidak akan memberatkanmu, tetap jadilah Julia seperti ini,kau hanya harus bahagia bersama dengan Tobby saja sudah cukup, mau menjadi wanita karir juga tidak masalah, mau rebahan saja juga tidak masalah..."
" andaikan Julia mau, lalu Julia memiliki seorang Putra??, bagaimana??"
" apa kau ingin anakmu dan aku menjadi putra mahkota??"
" aku tanya jawab dulu abang..."
" maaf Julia, Tobby adalah anak pertamaku, dialah pewaris utama tahtaku, untuk putra kita dia akan menjadi pangeran tapi aku akan menyayanginya dengan adil, dan orang lain hanya tahu mereka adalah saudara kandung, juga dia tidak akan kekurangan apapun...!!"
Julia terdiam,...
" apa kau kecewa dengan jawabanku??"
" tidak abang, ...kan itu hanya seandainya, aku kan belum mengiyakan hahahahah..."
" benar juga ya?, hahaha aku terlalu berharap tinggi sih hehehe...jangan buru-buru memberikanku jawaban,berapa lama pun akan ku tunggu jawabanmu, karena jika tidak menikah denganmu aku tidak akan menikah!!"
" apa??"
" lalu kenapa aku melakukan IVF??"
" abang kau ini sudah gila ya??"
" Ya...Gila karena mu Julia..."
" Apaan sih abang....tidak lucu..."
" abang kau... jangan begitu!"
" lalu harus bagaimana Juli??, hehehehe sudah ada Tobby sih aku sudab bahagia dan lagi kau mau memberikan identitas ibu padanya, jika suatu saat nanti kau mau menjadi permaisuri ku katakan, hal itu tidak ada masa kadaluarsanya untuk Julia..."
" okeh Abang.... terimakasih!"
Memang abang ini raja yang sangat baik,
dia tidak pernah berubah dan dia juga bukan orang yang tamak...
sebenarnya juga nyaman dengan dia tapi Julia masih tidak bisa memberi jawabanya sekarang.
dalam hati Julia.
...****************...
Di kantor Julius
Julius memeriksa semua data yang diberikan oleh Yohana.
lalu menyelidiki mereka satu persatu
" gimana??" tanya Sandy yang datang lalu duduk di samping Iyus.
" Bau bau apa ini ya??, bau bau bunga bersemi..."
ujar Julius menggoda Sandy.
" haiiih...kau meledekkku??"
" tidak hahahaha uncle uncle... akhirnya nggak jombloh lagi ...apa kita perlu merayakannya??, double date yuk...!!"
__ADS_1
" hai kau ini sudah mau merampokku!!, gimana datanya??"
" ada uncle,masih aku minta orang ku mengawasi gerak geriknya dulu..."
" oh ya Ada berapa orang ya??"
" 5 itu ternyata orang - orang besar berpangkat tinggi semua rupanya!"
" Hati-hati Boy...kau minta orang mu berhenti, kau minta bantuan anak buah kenzo saja...!"
" Iya uncle ... mereka hanya mengawasi saja dari jauh aku sudah minta bantuan om Ken...tapi tunggu besok mereka baru ada yang menyelesaikan misi...baru bisa di kirim membantuku...!"
" pokoknya kau harus hati-hati jangan gegabah...turun tangan sendiri..."
" iya Uncle...aku sudah selesai hari ini...jadi gimana kita jadi merayakan hari jadi uncle tidak??"
" aih ..ayolah .. memangnya pacarmu sudah pulang kerja??"
" sebentar lagi, uncle cari tempatnya dulu...aku akan menyusul dengan pacarku!!"
" oke...aku hubungi dulu Tiara!, nanti aku telpon!"
" Oke uncle San..."
Sandy pun segera pergi begitu juga dengan julius dia segera pergi menuju toko bunga Ai Ai.
Sementara Sandy segera mencari kekasihnya di rumah.
" Koh ... cari siapa??" tanya Sasha
" Tiara...apa di rumah??"
" ada ko...lagi masak dia..."
" Oh ya aku ke sana ya!"
" iya boleh!!
Sandy segera menyusul Tiara yang sedang sibuk memasak
Sandy langsung memeluk Tiara dari belakang, sangking gemasnya dengan kekasihnya itu.
" eh ..om...bikin kaget aja..."
" kau sangat cantik kalau lagi sibuk di dapur, jadi aku gemas ..."
" om...lepasin malu nanti kalau bunda tahu...atau adek- adek dan mbok Yem..."
" iya deh, nanti kalau cuma berdua boleh ya, peluk ...??!!"
" iya iya tapi lepasin dulu!"
Sandy melepaskan pelukannya,
" Apa kau masih lama memasak??"
" ini sudah selesai...om mau makan??"
" mau sebenarnya...tapi aku janji dengan julius dan Aina...ngedate bareng...gimana kamu mau nggak...??"
" ah sekarang??"
" iyalah mau kapan?? tapi kalau nggak bisa juga nggak apa-apa..."
" oh ya...baiklah...aku selesaikan ini lalu ganti baju dan berangkat!"
" Oke manisku ...aku tunggu di luar ya ...!"
" oke..."
__ADS_1
Sandy pun menunggu kekasihnya di luar sambil berbincang dengan Sasha...