GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
161. Anak angkat


__ADS_3

" Lalalalala...lalallala...." Tasya sangat senang dengan fasilitas yang diberikan Raja padanya setiap hari dia melakukan eksperimen untuk membuat obat-obatan, apa saja dia buat untuk menghilangkan kejenuhannya.


" apa kau senang Calon permaisuri ku??"


" Hormat pada Yang Mulia, saya senang terimakasih atas kebaikan raja, tapi saya bukanlah calon permaisuri Raja!"


Alfred hanya tersenyum, dia tidak akan berdebat dengan anak yang banyak akal ini, lebih baik Alfred menunjukkan ketulusannya untuk membuat Tasya berubah pikiran.


" Aku dengar kau membutuhkan seseorang yang buta untuk kelinci percobaan??"


" Ya, apa Yang Mulia mau menjadi kelinci percobaan ku??"


" Lancang!!" teriak Dans.


Alfred menghalangi Dans Yang sudah mau mengeluarkan pistolnya.


" Maafkan hamba karena gegabah Yang Mulia!" Dans memasukan lagi senjatanya.


" Kau bisa memilih beberapa para tahanan, untuk kau jadikan kelinci percobaanmu!"


" Apa???"


" Ya, kau bisa datang ke ruang bawah tanah untuk memilih orang yang akan kau jadikan kelinci percobaan!"


seseorang ditahanan pasti bukan orang baik, tapi rasanya tidak manusiawi sekali menjadikan mereka kelinci percobaan, tapi aku akan lihat dulu saja


dalam hati Tasya.


" Di sana pasti banyak tahanan yang terluka bahkan sakit parahkan??"


" Tentu saja, tidak sedikit yang disiksa di sana!"


" Baik bawa Tasya ke sana!"


" Dans kau kawal permaisuri ke bawah tanah!"


" Baik Yang Mulia!"


Baiklah demi menemukan obat untuk kak Fathia aku tidak akan perhitungan kali ini


dalam hati Tasya.


Dans mengawal Tasya menuju ruang bawah tanah untuk memilih orang yang akan menjadi kelinci percobaanya .


Bau amis yang sangat menyengat menjadi khas ruang penyiksaan.


" Nona, anda bisa memilih sesuka hati anda!"


" Dans, di sini adakah yang buta??"


" Di sebelah sana kumpulan tahanan yang sakit!"


terlihat Satu sel yang sangat kumuh dan bau yang tidak sedap, mereka terlihat sangat buruk.beberapa orang merintih kesakitan, ada yang terdian di pojokan dan ada pula yang berteriak ingi. mati dengan segera.


" apa yang mereka lakukan sampai berada di sini?"


" Mereka, ada diantara mereka seorang pembunuh berantai, ada juga dari mereka pemerkosa anak dibawah umur, dan masih banyak lagi!"


" Kenapa tidak dibunuh saja, kamatian lebih baik dari pada penyikasaan seperti ini!"


" Raja membiarkannya untuk merasakan penderitaan untuk menebus dosa mereka!"


" Raja memang gila, adakah tahanan dengan kasus ringan?"


" Di sana , mereka pencuri, korupsi, penipu dan orang - orang yang memakan hak anak yatim!"


" Anak yatim??"

__ADS_1


" Ya, Raja mendirikan 100 panti asuhan dengan segala fasilitas lengkap untuk anak-anak yatim piatu, namun beberapa orang serakah menguasai hak anak yatim dengan rakusnya!"


Raja memang tidak seburuk yang terlihat


dalam hati Tasya .


" Kenapa ada anak kecil yang di tahan??"


" Mereka adalah anak - anak pemberontak, yang harus menebus kesalahan keluarganya seumur hidup di penjara!"


" Kenapa??, mereka tidak bersalah!, buka pintunya!"


Dans segera mengisyaratkan penjaga untuk membuka pintu penjara yang terdapat 10 anak kecil berumur sekitar 4- 7 tahunan.


mereka ketakutan melihat Tasya dan Dans masuk, mereka bertuju berlari di sudut ruangan dengan ketakutan.


" Kemari nak, aku tidak akan menyakiti kalian!"


" Nona jangan terlalu dekat pada mereka!"


" kau diam saja!" tegas Tasya berjalan mendekati anak-anak yang ketakutan itu.


Tasya membelai kepala anak - anak itu dengan lembut.


" Anak - anak jangan takut, kalian pasti sangat menderita bukan??, di sini sangat gelap dan pengap...aku akan berbicara pada raja agar kalian keluar dari tempat mengerikan ini!"


" Nona, jangan membuat raja kesal...!"


" Dans, apa kau tidak punya hati?, mereka masih sangat kecil tidak tahu kesalahan orang tuanya, bagaimana bisa mereka menanggung semua kesalahan yang tidak mereka perbuat?"


" Huhuhu...Ibu....Ibu ...!" Seorang anak kecil merengek menangis mencari ibunya.


" Heiii jangan menangis ...kau rindu dengan ibumu?"


Tasya memeluk anak berumur 4 tahun itu dengan penuh kasih sayang.


" Apa dia buta??" tanya Tasya yang melihat pandangan anak itu mencari -cari kesegala arah


"Benar Nona, dia cidera pada matanya diumur 2 tahun!"


" Aku bawa anak ini ke paviliunku...!"


" Tapi Nona...!"


" Bukankah raja yang mengijinkan aku untuk memilih??"


" Ya Baik!"


" Kalian berenam tunggu beberapa waktu, aku juga akan mengeluarkan kalian!"


Tasya menggendong anak itu dan membawanya keluar ruang bawah tanah.


" Kasihan sekali kau nak...!"


Tasya membawa anak itu ke paviliunnya


" Amiii...siapkan air hangat, dan carikan baju untuk anak ini, dia laki-laki apa perempuan ya??" Tasya membuka celana anak itu.


" Wah dia laki-laki karena berbeda bentuk denganku!" Ujar Tasya dengan polonya.


Raja yang masih duduk menunggunya tersenyum mendengar ucapan Tasya


" Raja kau masih di sini??"


" Ya, apa ini yang kau pilih...dia masih kecil kenapa tidak memilih yang lain??"


" Kau saja kejam mengurungnya di ruang bawah tanah!"

__ADS_1


" Itu lebih baik dari pada membunuhnya!"


" Raja aku mau mengangkat anak ini menjadi anakku dan 6 anak sisanya!"


" Apa??, mereka anak penghianat!"


"Raja, aku kira kau sangat baik membangun panti untuk anak yatim tapi aku malah mengurung anak dari penghianat ke dalam penjara, mereka juga tidak mau menjadi anak seorang penghianat jika mereka tahu, kenapa tidak membawa mereka ke panti asuhan!"


" Tasya, mereka akan membalas denda jika aku membiarkan mereka hidup berkeliaran !"


" Mana boleh Raja begitu??, jika raja menunjukkan kasih sayangnya pada mereka mereka pasti akan membalas budi pada Raja!"


" Apa kau tidak belajar dari kejadian orang tuamu 8tahun yang lalu???" tegas Alfred kesal.


" Apaaaa?????, ja ja jadi kau sudah tahu identitas asliku??, bagaimana bisa??"


" Aku bukan orang yang bodoh seperti pria yang kau sukai itu!, bagaimana dia tidak menyadari orang yang dicarinya selama ini hidup bersamanya!"


" Bagaimana munkin ....!" Tasya sangat terkejut.


" Tasya, aku bisa membalaskan dendammu, maka bersamaku kau bisa melakukan apa yang kau inginkan!"


" Tidak ...!" Tasya memandang anak 4 tahun itu dengan kebingungan.


Benar....Ayah dan pamanku meninggal dicelakai oleh anak dari seorang penghianat,


lalu...apa itu benar baik untuknya di dalam penjara.


tubuh Tasya bergetar, dan kedua kakinya lemas hingga jatuh terduduk .


" Tasya...!"


" Huhuhuhuhuhu....!" Tasya menangis tersedu -sedu mengingat apa yang telah menimpanya 8 tahun lalu.


" Jangan menangis!" Alfred memeluk Tasya dengan lembut.


" huhuhuhu ...aku bukan anak berbakti...!" ujar Tasya menangis.


" Tidak kau anak yang baik, kau anak yang berbakti, mengorbakan semuanya demi kebaikan orang -orang disekitar mu, aku tahu betapa selama ini kau sangat menderita, aku tidak akan membuatmu menderita lagi...!"


" Huhuhu...Raja tapi mereka masih kecil,,, jadi begini rasanya ya...tapi mereka masih sangat kecil Raja...!"


" Apa kau sungguh ingin menjadikan mereka anak angkatmu??"


" Ya, mau...!"


" Baiklah, aku akan mengabulkan permintaanmu!"


" Yang Mulia, itu sama saja memelihara penjahat!"


" Sudah keluarkan semua anak - anak itu bawa mereka ke sini, dan siapkan kebutuhan anak-anak itu...!"


" tapi Yang Mulia....!"


" Apa aku harus mengulangi nya lagi??!" Tegas sang raja


" Baik Yang Mulia!"


Yang Mulia kau sangat memanjakan Tasya, aku khawatir dia akan membuat anda terluka nantinya


dalam hati Dans.


" Sudah, aku sudah mengabulkan keinginanmu jangan bersedih lagi ya...tapi Tasya aku minta padamu didiklah mereka dengan baik, selama itu bisa membuatmu senang aku akan menyetujui semua keinginanmu selama kau tetap di sini!"


" Terimakasih Yang Mulia!"


Tasya kembali bersemangat, dia tahu bukan salah mereka menjadi anak penghianat, mereka masih bisa didiknya dengan baik, Tasya tidak akan menutupi kejahatan orang tua mereka agar mereka tidak mencelakai Raja di masa mendatang nanti .

__ADS_1


__ADS_2