GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
282. Belum berjodoh


__ADS_3

setelah siap Fahad mengantar makanan Diana ke kamar menunggu Diana makan lalu menyiapkan obat untuk Diana, setelah itu mengoles salep di kaki Diana.


" Nona, saya kan kerja malam...jika begini saya tidak tenang meninggalkan anda!"


" Tak apa Fahad... pergilah!"


" Tunggu nona,....saya ada kenalan dia sangat hebat dalam pengobatan, di jamin anda pasti lekas membaik...!"


" Oh benarkah??"


" Ya, tapi bayaran dia sangat fantastis, dia yang menerapi kaki istri saya!"


" Oh tak masalah bisakah dia datang??"


" Ya saya hubungi dulu!"


Fahad segera merogoh ponselnya dan berjalan keluar menghubungi Sansan.


" Ya Fahad, kan hari minggu jadwal terapi istrimu!"


" San, nonaku terkilir kakinya bisakah kau menyembuhkannya? tapi maukah kau datang ke kediamannya??"


" 20 juta ya??"


" aku bilang dulu...!" Fahad kembali masuk.


" Nona, dia meminta bayaran 20juta apa nona mau??"


" 20 juta??" Diana pun mengangguk karena penasaran dengan kenalan Fahad itu.


" San, nonaku setuju, aku share lock cepat ke sini!"


" Ok!"


Panggilan pun berakhir


" Nona saya akan menunggunya di depan nona istirahat dulu...!"


Fahad pun menunggu Sansan di halaman depan sambil mengobrol dengan ajudan yang berjaga di kediaman Diana.


Dan akhirnya yang di tunggu tiba,


" kau bersama Dai?? di mana om Ken??"


" Ada perlu, jika ada pasien aku butuhnya Dai, om Ken tidak bisa di andalkan!"


" Is aku bilang om ken loe!"


" Bilang saja!"


" Eh, San tolong nanti bilang kita kenalan saja bukan saudara ya??"


" Aku tidak punya saudara sebodoh dirimu!"


" His..." Fahad hanya mendengus kesal.


Tok tok tok...


" Nona, Kenalan saya sudah datang...!"


" Oh Ya, aduh nona maaf merepotkan anda harus datang kemari!"


" Tenang saja nona , sudah pekerjaan saya...di mana yang terkilir nona?"


" ini kaki kanan, bisakah anda mengobatinya??"


" Maaf ya nona saya lihat dulu..." Sansan melihat kaki Diana yang sangat merah.


" Dai minyak tolong....!"


Dai segera mengambilkan mniyak yang diinta Sansan.


" Nona, karena tidak bengkak, saya akan melakukan satu hentakan , akan membuat kaki anda membaik dan anda bisa cepat berjalan!"


" Lakukan nona!"


" Ya tapi minyak ini agak panas, ini agar saraf kaki anda melemas...lebih dulu!"


" Ya nona,...!"


Dai tolong kau oleskan pada kaki Diana.


" Nona, maafkan saya ya!" Ujar Dai lembut.


Dai dengan hati-hati mengoleskan minyak itu.


niat Sansan terbaca jelas oleh Dai dan Fahad


" sudah selesai..."


" Baik nona, anda rileks ya, Dai tolong ajaklah mengobrol nona dulu!"


" Nona, dari tadi kita belum kenalan, Saya dai, dan ini partner saya Sansan, kalau boleh tahu siapa nama anda??"

__ADS_1


" Panggil saya Diana....!"


" Wah, bukan nama anda saya yang cantik tapi juga anda, anda tahu ratu Diana kan??"


" Oh ya Tahu, dia memang cantik tapi nasib percintaan nya tidak secantik dirinya karena suaminya justru menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya!"


" Ah, benar itu cantik saja tak cukup untuk bahagia nona!"


" Hahahah " Diana tertawa


Saat Diana lengah dan terlarut dalam obrolannya dengan Dai, Sansan dengan satu Sentakan menarik kaki Diana.


" Agggggggh"


" Baik Sudah selesai nona!"


" Apa??" betapa terkejutnya Diana dengan cara kerja Sansan yang ajaib.


" Ya ,sudah coba gerakan kaki anda??"


Diana dengan perlahan menggerakkan kakinya tidak sakit lagi


" oh my God?? ajaib!" Diana mencoba berdiri dan berjalan kakinya sudah tidak sakit lagi meskipun masih sedikit terasa nyut-nyutan tapi tidak menyakitkan lagi.


" Fahad, ini hebat!" Diana sangat girang.


" Ya nona, saya jadi tenang..."


" Nona, karena tugas saya selesai saya boleh pamit ya, karena masih ada pasien yang menunggu!"


" Oh tentu, nanti biar Fahad yang Tf uangnya ya nona San??"


" Baik nona, kami pamit...!"


Dai pun menunduk pada Diana dan mengikuti langkah Sansan keluar.


" Sansan terima kasih!" ujar Fahad senang.


" Fahad Nonamu sangat cantik, dia sangat baik hati, kenapa kau tidak tertarik padanya??" ujar Sansan keheranan.


" Bukankah, kau berniat mendekatkan pada Dai??"


" Iya, tapi sepertinya dia menyukaimu jadi tidak jadi!"


" apa??" Fahad terkejut


" Tidak aku bercanda, ayo Dai kita pulang!, oh segera TF ya, 15 saja 5 nya untukmu!"


" Sudahlah,itu namanya kerjasama!" Sansan segera masuk ke dalam mobil, di susul dengan Dai.


Dan mobil mereka pun meninggalkan Mansion Alexcey.


" San, nona Diana sangat cantik, kenapa Fahad tidak meliriknya ya??" ujar Dai.


" Ya dia sudah terguna-guna oleh mbak kunti kan Dai....!"


" Ehmmm, sayang sekali kenapa dia salah pilih...!"


"Kau mau dengan Diana??"


" Mau sih, tapi aku tak sanggup jika harus bersanding dengan Putri Diana, kita tidak sekasta!"


" Lagian seleranya lumayan !"


" Ya dia menyukai Fahad, sangat bisa terbaca sayang sekali Fahad tidak tahu itu...!"


"namanya belum berjodoh itu, kau kejar saja Diana itu Dai, dia baik loe..jika dia wanita gatal pasti sudah menggoda Fahad sampai dapat, karena dia wanita baik-baik dia hanya memendam saja !"


" Ya wanita itu bisa memendam perasaanya selama 40 tahun tapi tidak bisa memendam rasa cemburunya walau satu menit!"


" Kau ngomong apa sih??"


" Tidak, ngomong - ngomong kau sudah melakukanya kan dengan tuan ?? goda Dai.


" Omong kosong apalagi sih??"


" Hilih, kau itu pasti sengaja pura-pura menyuruhku mencari tuan, kalian pasti ingin melakukannya tanpa sepengetahuanku kan??"


" Diam saja kalau tidak tahu!" ujar Sansan kesal


" Ya itu hak kalian, hanya mengingatkan saja, kau di pihak yang dirugikan karena belum ada ikatan!"


" Aku membantunya, dia minum obat perangsang bahan herbal di lantai atas tidak ada yang bisa menawarnya!"


" Oh ya aku lupa, saat terakhir mengambil paket Herbal itu, anak buah tuan Ryu berpesan jika Tuan Ryu akan datang menemui mu!, oh kau membantunya agar tidak mengalami kelumpuhan??"


" Ya..., oh Tuan Ryu akan datang??"


"heem tapi tidak tahu kapan, Kau harus segera menikah, bagaimana jika kau hamil??"


" Iya, Dia akan segera menikahiku...!"


" Hmmm, aku akan menghajar tuan jika dia sampai meninggalkanmu!"

__ADS_1


" Itu tidak mungkin, aku percaya padanya!"


" Ehmmm...okelah...!"


" Oh ya, berbicara soal tuan Ryu, nona Mizu juga akan menemui kita minggu depan...!"


" apa ada perkembangan??"


" Ya, katanya sudah sedikit ada perubahan, dia mau lanjut!"


Sansan tersenyum senang.


" Oh baguslah....!"


Sampailah mereka di kediaman, Sansan segera turun dan berlari mencari Kenzo.


Dai hanya menggeleng sambil mengambil peralatan dan membawanya masuk.


" Ommmmm....ommmmmmm"


berlarian mencari ke sana kemari


" Om Ken, kemana??"


" San, Tuan ada di lantai atas berenang!"


Sansan segera naik ke atas, benar saja , Kenzo sedang berenang.


" Ommmm" Sansan berlarian ke tepi kolam , Kenzo yang melihat Sansan pun tersenyum dan segera menepi.


" Sudah selesai sayang??"


" Sudah om, nona Fahad sangat cantik sekali om, kayak putri kerajaan!"


" oh ya??, baru ini kau memuji kecantikan wanita selain dirimu sendiri!"


" Dia sangat cantik, dan memiliki kepribadian yang baik!"


" Kau baru sebentar bertemu tapi sudah banyak menyanjungnya!"


" benar loe, om...kenapa Fahad tidak berjodoh dengan dia ,malah sama kunti itu!"


Kenzo mendekat pada Sansan yang duduk di tepi dengan kakinya yang bermain air, lalu menarik pinggang Sansan merapat pada tubuhnya.


" Ah, om basah!"


tapi Sansan justru mengalungkan tangannya di leher Kenzo.


Kenzo segera menariknya masuk kedalam Air, dan memeluk erat Sansan.


" Om nakal...!"


Cup


Kenzo mengecup bibir ranum Sansan, dan tersenyum.


" Gadis nakalku kan yang mengajari?, kenapa datang-datang kau sudah terlihat kesal??"


" Menyayangkan saja, gitu om...!"


" Ya kalau jodohnya Kunti, Kita bisa apa??, apalagi Fahad, sudah jangan terlalu ikut campur urusan orang lain, urusan kita semalam belum selesai mau di lanjut di sini??"


" Ih, om...genit, om kenapa jadi genit banget, om semalam udah ya, jangan setiap hari minta, aku kan bantuin om aja waktu itu, kenapa malah minta jatah tiap hari?" Sansan mengerucutkan bibirnya.


" Iya maaf, aku akan menahannya sekuat mungkin, tapi kau yang slalu menggodaku lebih dulu...kenapa rasamu enak sekali??"


" hiiih Diam, memalukan!" membungkam bibir Kenzo agar tidak bicara sembarangan.


" ehemmm...maaf mengganggu, Tuan om Gerry ada di ruang tamu!" ujar Dai.


" Ya, ...sayang aku lepaskan kau kali ini, tidak untuk malam ini!"


Kenzo mencium kening Sansan dan segera naik ke atas kolam.


" Ayo naik cepat!" Dai mengulurkan tangannya


setelah Sansan naik Dai merangkapkan handuk pada Sansan.


" Dai kau baik sekali!"


" Bajumu terlalu tipis, sampai tembus lewatlah sana di ruang tamu banyak orang dari Blackdragon...!"


" Ih bawel sekali melebihi om Ken!"


berjalan ke tempat yang di tunjuk Dai.


Dai mengikuti langkah kecil Sansan dari belakang.


" Ada apa kenapa paman Gerry datang?"


" Ehm, sepertinya ada sesuatu yang serius, cepat ganti baju dan ke ruang tamu jika ingin tahu!"


" ehmm".Sansan segera masuk ke kamarnya untuk berganti sementara Dai setia menunggu di luar.

__ADS_1


__ADS_2