
Tasya, membuka lemari Kenzo, mencari handuk dan pakaian yang bisa dia kenakan sementara.
" Wah, om Kenzo benar - benar bersih, tidak ada barang wanita satupun, kenapa pakaiannya hitam semua, dia sungguh sangat menyukai kegelapan!" Tasya mengambil kemeja hitam yang berada di rak gantung
" Baiklah, lumayan untuk membalut tubuhku sementara, tapi ini sepertinya memakai daster!"
menempelkan kemeja pada tubuhnya sambil berkaca.
" Sudah, mandilah...aku sudah cukup bau aspal!"
Tasya segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dan menyegarkan' tubuhnya .
setelah selesai, Tasya keluar dengan kemeja hitam yang di pakainya sampai di atas lutut,dengan rambut yang masih basah, Tasya menghampiri Kenzo di ruang tamu.
" Ooommmmm, Tasya pinjam bajunya ya...baju Tasya kotor!" Sambil mengibaskan rambutnya yang masih basah.
seketika mata, Kenzo hampir keluar melihat Tasya yang sangat sexy dengan kemeja hitamnya dan rambut yang setengah kering, Kenzo benar - benar tersihir oleh kecantikan gadis di bawah umur itu.
Jantung Kenzo berpacu begitu kencang, ...
" Heiiii Ommmmm....ada apa denganmu??" Tasya menyadarkan Kenzo yang mesti terpukau.
" Oh, heiiii .... bagaimana bisa kau belum selesai memakai baju sudaj keluar??"
Kenzo membalikkan tubuh tasya, dan mendorong punggung Tasya masuk lagi ke kamar,
Astaga??, jangan bilang anak ini tidak memakai Bra !,
Kenzo merasa nyata memegang punggung Tasya yang transparan.
" Ommm kenapa mukamu sangat merah?, apa kau sakit?"
" Cepat masuk!" Kenzo segera mendorong Tasya masuk dan segera mengunci pintu.
Astaga, Kenzo jangan macam - macam kau bukan pedofil.
dalah hati Kenzo mencoba menenangkan diri.
dok dok dok.
" omm bukalah, om....aku sudah wangi tahu!"
" Jangan keluar sebelum bajumu datang!"
" aku kan sudah pakai pakaian!"
" Huhuhuhu...om...aku ingin memelukmu lagi loe!"
" Tidak bisa!"
ting tong ting tong...
" Itu sepertinya pakaianmu sudah datang!" Kenzo segera berlari ke arah pintu.
" Selamat siang pak, paket!"
" Oh ya !, kau datang di saat yang tepat!, ini tips untukmu!"
Broooookkkkkk!!!
Kenzo segera menutup pintu dan kembali ke arah kamarnya.
Harus cepat, membiarkan dia berpakaian rapi sebelum Cindy datang...bisa - bisa dia akan berpikir macam-macam.
tok tok...
" Pakaian mu di depan pintu, jangan keluar sebelum pakaianmu benar-benar lengkap!" teeiak Kenzo.
Kenzo segera kembali ke ruang tamu ,dia mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya yang sudah tak karuan.
Ho....anak jaman sekarang terlalu vulgar, dia masih di bawah umur tapi tubuhnya benar-benar menggoda iman, aneh sekali padahal Tian juga sangat cantik, tapi kenapa aku tidak pernah bisa merasa seperti saat aku melihat Tasya,... sulit sekali menghilangkannya dari pikiranku.
Ting tong...
" Ah itu pasti Cindy!"
Kenzo segera membuka pintu...
" Maaf pak, ini tadi ketinggalan...hehe maaf ya!"
" Apa ini??"
" kalau di sini tulisannya kosmetik, istri bapak mungkin yang pesan kan!"
" istri??"
" Lah, memang bapak yang pesan??"
" Sembarangan, ya istriku yang pesan terimakasih!"
Kenzo kembali ke kamarnya.
Tok tok tok...
__ADS_1
" Tasya, ini kosmetik mu!" teriak Kenzo.
" Ya omm...!" Tasya segera keluar.
" Hei ... kenapa belum berganti baju??"
" Om, Rupanya Tasya sangat cepat bertumbuh, ukuran baju di luar negeri dan dalam sangat berbeda itu kekecilan, ********** juga kekecilan, dada ku sesak pakai bra ini, ini ****** ******** juga cuma sampai paha tidak bisa masuk!"
sambil menunjukan semua pakaian dalamnya
mendengar celotehan yang sangat vulgar dari mulut Tasya, Otak pria sejatinya mulai beraksi.
Kenzo membungkam mulut Tasya dan memeluk tubuh Tasya dan berbisik.
" Tasya, jangan dilanjutkan lagi, aku ini adalah pria dewasa yang sangat normal, jangan sampai membuat ku tidak bisa mengontrol tubuhku!"
Tasya menyingkirkan tangan Kenzo,
" Oh apa itu om??, kenapa ada yang menonjol di dibawah sana??" Tasya menunduk kebawah karena penasaran ada benda apa di sana kenapa terasa sangat keras dan hangat.
" Jangan di lihat!" Kenzo semakin erat memeluk Tasya.
" Biar Tasya lihat om ... sebentar saja!"
terlalu penasaran.
Astaga anak ini...
Tasya yang sangat penasaran meronta melepaskan diri, dan terlepaslah dari pelukan Kenzo, Saat Tasya melihat ke arah bawah dan akan mendekat, Kenzo menarik Tasya dan segera mencium bibir Tasya.
" Uchhhh...!" Tasya terkejut, dan tersadar.
OMG, om Kenzoooo menciumku lebih dulu...
sepertinya cara ini lumayan ampuh untuk mendapatkan ciuman dari om Kenzoooo, hihih...
Kenzo benar - benar tidak bisa berpikir jernih, dia benar-benar sangat rakus mencium bibir gadis nakal itu.
Kenzo mendorong Tasya ke tembok, dan menarik kemeja hingga terlihatlah belahan dada Tasya, Kenzo mulai turun mencium leher Tasya dan pundaknya.
Tasya yang terlihat girang, seketika gemetaran karena Kenzo menciumnya dengan sangat kasar, Tasya hanya memejamkan mata dan meremas kencang pakaian Kenzo.
" Ahhhh..."
Desahannya sangat indah...
dalam hati Kenzo.
Kenzo memeluk Tasya dengan lembut...
" Maafkan aku, maafkan aku membuatmu ketakutan!"
" Huaaaaaaaaaaa....ommmm, ommm menakutkan sekali....tadi.... Tasya sangat takut!"
Tasya memeluk Kenzo dengan sangat erat,
Kenzo, kau benar-benar Bajinnnngannn
dalam hati Kenzo memaki dirinya.
" Aku janji hal ini tidak akan terulang lagi, kita pesan baju lagi ya??"
" Tidak mau....!"
" Lain kali jangan seperti ini, dan jangan lakukan hal seperti ini di depan pria lain!"
" Huhuhu...aku mau tidur saja!"
" Lah, bukankah kau mau makan??"
" Tidak mau lagi!"
"Ya sudah, aku akan menelpon Cindy jika tidak perlu datang ke sini!"
" ya!"
" Cepat tidurlah!, Tasya aku sungguh minta maaf!"
" om, setelah telpon kembali ke sini!"
" Ha??, kau tidak takut padaku??"
" Tidak!"
"oke baiklah!"
Kenzo segera menelpon Cindy dan segera kembali ke kamarnya, terlihat Tasya sudah berselimut rapat.
Kenzo menghampiri Tasya,
" Om.... itu tadi om Kenapa?"
Kenzo duduk di samping ranjangnya dan menjelaskan perlahan pada Tasya, karena Tasya memang harus tahu hal seperti itu.
__ADS_1
" Kau sungguh tidak bersekolah ?"
" Tidak!"
" Hal seperti ini wajarlah setiap orang memiliki nafsu, apalagi aku ini sudah sangat matang, aku juga tidak tahu kenapa aku langsung terangsang olehmu, kau juga tahu istriku itu tidak jelek, tapi aku tidak terangsang saat bersamanya, apa kau sangat takut padaku?"
" aku takut karena mata om sangat tajam dan liar, seakan om akan memakanku hidup - hidup!"
" Hahah, ya bahasa kasarnya juga aku hampir memakanmu hidup - hidup tadi!"
" Om kanibal?"
" Tidak, hahaha kau ini bergaya ingin menjadi simpananku, apa yang kau bayangkan jika menjadi simpananku?"
"menemani om tidurlah!"
" Menamani tidur di pikiran mu dan dipikiranku itu sangat berbeda!"
" oh bedanya apa??"
" aku ingin tahu yang ada dipikiran mu dulu!"
" Oh, baik...ya menemani tidur berpelukan, pegangan tangan, begitu!"
" hahahah, jika dipikiranku menemani tidur itu kita menjadi satu!"
" Berpelukan kan menjadi satu!"
"hahahaha, sudahlah...nanti kau juga tahu!"
" Om pernah tidur dengan siapa saja?"
" Sempai detik ini yang menempel pada tubuhku, hanya kau dan satu orang lagi!"
" Siapa satu orang itu??, apa dia lebih cantik dariku??"
" kenapa memangnya?"
" ayo cepat katakan!" Tasya merasa sangat cemburu,
Ternyata ada wanita lain selain Bundaku, dasar buaya...huh...buaya betina mana itu yang menggatal pada om Kenku?
" Dia adalah anak dari wanita yang ku cintai!"
mendengar ucapan Kenzo Tasya senyum - senyum sendiri.
" Kenapa senyum - senyum?"
" Tidak apa - apa om!, aku yakin dia pasti sangat cantik kan??"
" Ya, saat masih bayi saja aku sudah dibuat klepek-klepek dengan anak itu, dulu saat masih ada mendiang kak Bram, aku lebih fokus pada putrinya, sangat - sangat cantik, membuatku sangat nyaman, aku harus setiap hari menggendong san memeluknya ,jika tidak rasanya ada yang kurang!"
" Oh ya???, wahhhh....anak itu memang luar biasa, baiklah aku mengaku kalah padanya!"
" Tapi kau sangat mirip dengannya!"
Kenzo kemudian bangkit melihat Tasya lebih dekat lagi,
" Kau, kau...jangan - jangan...kau!"
Waduh, jangan - jangan aku ketahuan...
" a.apa??"
" Kau mata - mata yang di kirimkan istriku?'
Bajiiiiingan ini, memang bodoh sekali...
dalam hati Tasya merasa sangat kesal.
" Om, ....!"
" Ya??"
" Keluar sekarang!!!" ujar Tasya kesal.
" Kenapa?"
" Aku malas berbicara dengan orang bodoh tuju turunnan!"
" Hei...aku hanya bercanda, kenapa kau kasar?"
" Keluar!!!"
" Tapi ini kamarku!"
" Bodo amat, keluar!!!"
" Ah, baik - baik!" Kenzo keluar dengan menggaruk kepala.
" Huuuy, temperamen anak itu labil sekali, tapi aku tidak bisa marah padanya!"
Kenzo pun kembali ke ruang tamu dan sementara dia akan tidur di sana sampai gadis nakal itu tidak marah lagi.
__ADS_1