GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
238. Kejailan


__ADS_3

Keduanya menikmati pesta BBQ berdua dengan pemandangan pantai yang indah dan suara suara ombak yang membuat suasana malam itu menjadi sempurna, bulan bintang bertaburan sangat cantik di angkasa.


" Hmmm... indahnya!" ujar Aina melepas kepenatan pekerjaaan yang slalu menyita waktunya .


" Kau suka kan??"


" Ya...!"


" Sini duduk lebih dekat, ...!" Iyus menarik Aina merapat di samping nya, Angin pantai membuat rambut indah Aina berterbangan di udara, dan menambahkan pesona kecantikan yang luar biasa terpancar dari manis senyumnya.


" Aina kenapa kau sangat cantik??" sudah gemas tapi tidak tahu harus bagaimana mengatasi kegemasanya pada Aina.


" Iyus...jangan menggodaku terus...aku tidak cantik!"


" Ya terserah kau percaya atau tidak. tapi aku sangat mengaggumi kecantikanmu!" merangkul Aina dari samping sambil menikmati hebusan angin, suara ombak dan indahnya pemandangan, Iyus merasa sangat bahagia.


" Memang benar sesuatu yang indah itu tidak di dapat dengan mudah, kau tahu Aina hari ini aku sangat bahagia bersamamu, rasanya aku ingin menghentikan waktu saati ini, aku tidak ingin semua berlalu dengan begitu cepat!"


" Sama Iyus...!"


" Apakah kau tidak bisa mengatakan sesuatu yang lebih baik...kau hanya menurut saja!"


" apa aku tidak pandai mengatakan hal - hal indah sepertimu tapi apa kau tidak bisa melihat dari raut wajahku jika aku bahagia denganmu saat ini??"


Mereka saling menatap satu sama lain di bawah sinar rembulan yang menenangkan hati.


" Kau bahagia??"


" Ya, sangat bahagia... terimakasih Iyus sudah sudi mencintai ku...aku berharap kau tidak pernah berubah...!"


Iyus mengusap lembut pipi Aina dengan ibu jarinya dan ciuman itu pun berlanjut, sekarang hati mereka bisa mengisi satu sama lain, mereka bisa merasakan kasih sayang yang tulus satu sama lain, rembulan menjadi saksi untuk dua insan yang sedang dilanda cinta membara.


" Rasa saus BBQ nya semakin enak di bibirmu!" Ujar iyus mengusap bibir Aina dengan lembut.


" Ahhhh...!" Aina sangat malu Aina menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, Iyus sangat puas dengan wajah malu Aina.


" Sudah kenyangkan??" tanya Iyus


" Sudah...!"


" Ayo masuk dan istirahat!" Iyus menggandeng tangan Aina masuk ke dalam.


" Besok bangun pagi petang kita lihat sunset ya!"


" Hmmm...!" Aina berdiri kaku di depan pintu


" Kenapa berdiri, sini...ayo tidur bersama!" Iyus menepuk ranjang kosong di sampingnya.


Dag Dig Dug , Dag dig Dug...


Tidak bisa, aku belum siap...apa Iyus sungguh seberani itu?, oh bagaimana ini?

__ADS_1


aku sangat takut.


dalam hati Aiana.


" Sayang...!" Panggil Iyus


Aina berjalan dengan sedikit gemetar menghampiri Iyus yang sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Iyus meraih tangan Aina sehingga Aina jatuh dalam pelukan Iyus.


" Ayo tidur....!"


" Mmm ya... aku aku di samping!" melepaskan diri dari dekapan Iyus dan pindah di samping Julius.


Iyus sangat bingung dengan tingkah Aina yang sangat aneh,


" Sayang apa yang kau pikirkan??"


" ah ehnmm tidak...tidak ada heheh...!"


" Sini mendekatlah...!"


" ah aku di sini saja...!"


" Apa kau marah...??"


" Tidak kok tidak....!"


" Heee ada apa denganmu???" Iyus semakin heran dan medekati Aina yang terlihat gemetaran tubuhnya.


" Ehmmm ti ti dak ...!"


Iyus memegang kening Aina,


" Tidak demam...apa? ada apa denganmu??" Iyus semakin panik.


" Aku tidak tidak apa-apa...aku belum siap Iyus!" teriak Aina sangking takutnya.


" Belum siap??, belum siap apa??" Iyus bingung dengan maksud Aina.


"huhuhu....jangan jangan sekarang!"


" Apa lagi Aina, apa yang salah denganmu?, apa aku menyakitimu, katakan padaku jangan menakutiku, ini tidak lucu!" sangat khawatir.


" Kau tidak menyakiti ku, tapi aku aku belum siap , aku tidak mau melakukannya!"


" Ha????" Iyus yang polos tidak mengerti apa yang di katakan Aina.


" aku tidak menyakitimu, kau belum siap?, tidak mau melakukan apa??, bukankah kita akan tidur?? aku tidak memintamu untuk melakukan apa-apa Aina...kenapa kau ketakutan??"


" Bukankah kau mengajakku tidur bersama?"

__ADS_1


" Oh benar, apa salahnya dengan itu??"


" Salah kita belum menikah kau tidak boleh melampaui batas Iyus...!"


" Melampaui batas, kita hanya tidur diranjang yang sama saja...ke sinilah mendekat, apa kau takut padaku??" Iyus masih berusaha keras memikirkan kesalahannya di mana sampai membuat Aina ketakutan.


" Iya...!" Aina mengangguk


Iyus tak mengerti kenapa Aina tiba - tiba takut padanya,


"Kalau begitu aku tidur di sofa saja jika takut padaku...!" wajah Iyus terlihat sangat kecewa, padahal hari ini sudah berciuman 2x kenapa Aina ketakutan.


Ah sial...aku baru mengerti!, pfffffffffffttttttttt....astaga dia lucu sekali, dia pikir aku akan memakannya malam ini...ah , padahal aku tidak ada sedikit pun pikiran ke sana, ternyata dia yang terlihat lola ini malah memiliki pikiran yang kotor hihihi, baiklah karna kau berpikir buruk tentang ku biar aku mengerjaimu sedikit...


" Tunggu Aina...!" Iyus berbalik badan dan berjalan mendekati Aina, Aina terlihat semakin pucat.


Iyus merangkak naik keranjang mendekati Aina, Aina segera bangun dan mundur menghindari Iyus, sampai Aina terpojok tak bisa kemana-mana.


" O...ow...mau kemana sayang??" Iyus mengunci Aina denga kedua tangannya menempel pada dinding.


keringat Aina bercucuran,


" Sayang, kenapa kau ketakukan??, bukankah kau mencintaiku??"


" eg egnmmmm ya...!"


" Lalu apa kau keberatan jika aku menyentuhmu??, aku akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu!" berbisik ditelinga Aina.


" Jangannnnnnn!" Aina mendorong Iyus sekuat tenaga.


" Aku, aku tidak bisa iyus maafkan aku, aku belum siap, huhuhuhu...!" Aina merengek ketakutan.


" Hahahahaahahaahhaha, aahahahahahahahah, ahahahahahahah....!"


Iyus tertawa terpingkal - pingkal.


" Hahaha, hmmm Aina maafkan aku , aku hanya bercanda, siapa suruh kau berpikiran jelek padaku, Sumpah demi Tuhan, aku tidak berpikir sedikitpun untuk mengunboxing mu..hahahaha...kemarilah sayang jangan takut!"


" Sungguh??"


" Jika aku melakukannya aku mati hari ini...!" Tegas Iyus,memang Iyus tidak memiliki pikiran kotor dalam dirinya, dia hanya ingin menghabiskan waktu membahagiakan Aina dengan beberapa moment bergandengan tangan berpelukan, dan ciuman itu di luar agendanya.


Aina pun segera menjatuhkan tubuhnya ke dalam pelukan Iyus.


"Kenapa kau jahat, huhuhu...!" Aina merengek sambil memukul kecil dada iyus.


" Ah, di sana masih ada bekas tendang pamanmu sayang, bisakah kau sedikit lembut??"


" Maaf maaf...!" Aina sangat malu pada dirinya karena berpikir yang tidak-tidak terhadap Iyus.


" Sudah, sekarang kita tidur...aku janji hanya memelukmu saja tidak macam-macam, apa boleh Ai ....??"

__ADS_1


" Ya...!" Mendapat persetujuan dari Aina Iyus segera merobohkan tubuhnya yang memeluk Aina ke ranjang, pelukan hangat itu menenangkan hati Aina dengan cepat, sehingga Aina pun tertidur dengan pulas seketika dalam hangatnya dekapan sang Julius .


" Hemmm...kasihan sekali kau ini mudah di kerjai...jika bukan aku apa kau juga akan seperti ini?? menjaga kesucianmu?" Gumam Iyus tetap memeluk dan membelai rambut Aina,Iyus pun memejamkan matanya untuk segera tidur.


__ADS_2