GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
223. Firasat seorang Ibu


__ADS_3

Kediaman Pratama.


" Haduh akhirnya kau pulang...!" Savina dan Nathan menunggu Julius di ruang tamu.


" Anak tidak tahu di untung...apa nyawamu itu 9??" Nathan sudah kesal menunggu anaknya.


Dan tiba-tiba Aina masuk,


" Bibi paman maafkan Julius, itu karena menunggu Aina tutup lebih terlambat, karena besok ada banyak pesanan, makanya kami lembur sampai jam segini, Aina seharusnya mengabari paman dan bibi agar tidak khawatir!"


Melihat Aina, meminta maaf membuat amarah Nathan mereda .


" Aina...apa kau kekurangan pegawai??" Tanya Savina


" Memang belum bisa untuk menambah lagi bibi, karena memang belum terlalu ramai, ...!"


" Tapi kau bisa mencari jasa partime saat banyak pesanan Aina...!"


" Oh benar juga bibi... lain kali aku akan cari...!"


" Ya, Aina...kau pasti kerepotan dengan Julius kan??"


" Tidak sama. sekali bibi...!"


" Aina jika Julius membuatmu terbebani , tidak usah kau pedulikan ya!" Ujar Nathan dengan nada lembut.


" Oh, Paman ...Aina tidak kerepotan sama sekali sungguh!"


" Hmm... baiklah Aina kau harus segera pulang...dan istirahat agar besok lebih fresh!"


" Ehmm...tapi paman, Aina takut jika Aina pulang Iyus nanti di marahi oleh paman!"


" Pffftttttt....!" Iyus menahan tawanya.


" hahahahaha, apa yang bisa paman lakukan??, anak paman sudah paman hajar sampai tak berupa...tenang saja bagaimana pun dia adalah anak paman...!"


" Benar Aina,...ada bibi kok Iyus tidak akan dihajar lagi...!"


" Baiklah, bibi paman, Aina pulang dulu, Iyus cepat tidur!" Aina pun segera kembali ke kediaman tengah.


" Cepat istirahat!" Tegas Nathan sambil berjalan masuk ke kamarnya.


" Ma, di mana Julia??"


" Julia di negara F, kau istirahat saja besok mama akan beritahu semuanya!"


" Oh begitu, baiklah!" Iyus sebenarnya juga sangat penasaran karena selama pendidikan dia tidak tahu kabar apa pun, namun matanya sudah sangat lelah tubuhnya baru berasa sangat sakit dia pun segera masuk kamarnya dan tidur.


Kenapa aku jadi kepikiran Julia, sedari kecil jika satu sakit, maka satunya lagi juga akan merasa sakit, aku sebaiknya menelponnya.


dalam Hati Savina


Savina mencoba menelpon Julia, namun tidak diangkat sama sekali...


hatinya semakin tak karuan.


" Sayang, sudah malam kenapa tidak masuk kamar??"


" Oh, Ya ...!"


" Apa kau mencemaskan kembaran Iyus, Julia??"


" Benar, ...sudah aku telpon tapi dia tidak mengangkatnya...!"


" Oh tunggu aku akan menghubungi Dai...!'


" Apa kau menyimpan nomornya?, kalau gitu cepat hubungi dia sayang!"


" Ada sih, hanya saja anak itu bisa dihubungi tidak di dalam istana??"


" Coba dulu...!"


Nathan pun mencoba menghubungi Dai,

__ADS_1


Ternyata bisa terhubung...


" Halo Laksamana...!"


" Dai kau bisa menggunakan ponselmu??"


" Ya Laksmana, Raja sudah tahu keberadaan saya, dan mengijinkan saya menjaga Nona tanpa sembunyi-sembunyi lagi!"


" Oh, Raja memang baik...Dai... bagaimana kabar Julia apa dia baik-baik saja??"


" Hmmmm, Nona bertengkar dengan Selir ketiga, dan mendapatkan hukuman pukul sebanyak 20x nona sedang beristirahat, tapi Laksmana, tidak perlu khawatir karena Raja berada di pihak Nona... Selir ke-tiga mendapatkan balasan yang sama!"


Nathan mendengar putri kesayangan terluka sangat tidak terima, namun karena kata Dai tidak perlu khawatir berarti putrinya sudah dalam keadaan baik dan aman, tapi itu masih mengganggu hati seorang ayah, untuk tidak diam, tapi untuk saat ini Nathan sebaiknya tidak memberitahu istrinya.


" Oh baiklah Dai, tolong jaga putriku dengan baik ya...!"


" Tenang saja Laksmana!"


" Hmmm kalau begitu aku tutup !"


Nathan segera mematikan teleponnya.


Aih, firasat seorang ibu memang tidak meleset,tapi aku tidak bisa memberitahu istriku yang sebenarnya, nanti dia malah jatuh sakit seperti dulu...


" Sayang, bagaimana??"


" Oh, anak kita baik...dia sedang sibuk karena tokonya mulai rame kata Dai, kau ini, sekarang di sana jam sibuk-sibuknya...kau malah telepon, ini waktunya kita istirahat ayo masuk!"


" Sungguh baik-baik saja??" Savina belum yakin.


" Ya kau bisa meninggalkan pesan untuk putrimu, jika dia senggang, pasti juga akan di balas...!"


"ayayaya...!" Savina segera mengirim pesan untuk putrinya.


" Jika sudah ayo istirahat...kau jangan banyak berpikir aku tidak ingin kau jatuh sakit sayang...!"


" Iya ,iya ayo tidur...!"


...----------------...


" Dai, bagaimana??"


" Nona tidak ayahmu menelpon...!"


" Oh ya ada apa dengan daddy??"


" Menanyakan kabar anda!"


" Apa kau memberitahu yang sebenarnya??"


" Ya, Nona...saya tidak bisa berbohong dengan Laksmana, karena dia tetap akan tahu jika saya berbohong!"


" Haduh, Jika Daddy kembali ke sini semua akan menjadi rumit Dai...!"


" Lalu bagaimana nona??"


" aku akan menenangknya!, tolong Dai ambilkan ponselku di ruang tamu...!"


" Oh ya...!" Dai segera mengambil ponsel milik Julia dan memberikan pada Julia.


" Terimakasih Dai!" Julia segera membuka ponselnya,


" oh tidak... Mommy memanggilku sudah sebanyak 30x, apa Daddy memberitahu Mommy?" segera membuka pesan dari Mommy, hatinya lega karena sepertinya mommy nya tidak tahu apapun, Julia segera membalas pesan Mommy nya.


" Mom, maaf baru membalas... karena sangat sibuk, Julia di sini baik kok...Raja menjagaku dengan sangat baik, jangan khawatirkan Julia,bagaimana dengan Iyus Mom?"


Julia memandangi layarnya terus.


" Mommy anda pasti sudah tidur nona!"


" benar Dai, aku sudah memberi kabar, semoga tidak khawatir, nanti malam aku akan menelpon Daddy !"


"Baik Nona!"

__ADS_1


" Oh ya Dai bagaimana dengan apa yang aku minta??"


" Saya hanya mendengar para petinggi itu mendesak Raja untuk melahirkan seorang Putra mahkota!"


" Memangnya Raja belum punya anak??


" Belum, Raja memang harus melahirkan keturunan, permintaan itu memang sulit di tolak oleh Raja!"


" Lalu apa jawaban Raja??"


" Ya, katanya dia akan berusaha...!"


" Ya, seharusnya begitulah...biar selir-selirnya berguna sedikit, mereka marah padaku karena tidak di sayang oleh raja, memangnya apa salahku??, aku kan hanya pebisnis disini, apa Sansan juga mengalami hal yang sama seperti ku??"


" Tidak, Sansan sangat ditakuti oleh semua orang di istana , karena Sansan membangun kekuatannya sendiri, semua penjaga, prajurit dan beberapa orang bangsawan, ditaklukannya, selir ketuju sangat menyayanginya tapi selir Ketiga lebih menjaga jarak saja dengan Sansan... karena banyak pendukungnya ditambah lagi Raja juga memanjakannya!"


" ehmmm...kenapa selir ketuju tidak menyukaiku dan saat itu tidak mau membantuku, padahal dia tahu aku saudara Sansan!"


" Itu saya juga kurang mengerti...!"


" Wah, aku tidak bisa seperti Sansan aku hanya seorang pebisnis pemula saja, Sansan kan multitalenta... makanya banyak orang menyukainya!"


" Ah,setiap hari Sansan membuat kegaduhan yang tak berkesudahan sampai pernah melakukan eksperimen yang hampir membuat Istana ini habis terbakar!"


" Oh apa di Paviliun tengah itu ada 3 bangunan terbakar apa itu ulahnya??"


" Ya...!" Dai tersenyum sambil menggeleng kepala, mengingat ulah sahabatnya.


" Hahahahahahahahah...Raja tidak marah sama sekali??"


" Tidak sama sekali, Raja mengatakan tak apa bangunan itu memang akan di robohkan dan direnovasi!"


" Wah Raja sangat penyabar sekali terhadap Sansan...tapi sayang sekali Sansan lebih memilih Om Kenzo!"


" Ehmmm, Benar nona!"


" Om Kenzo memang butuh wanita seperti Sansan, jika tidak maka dia akan menjadi orang payah seumur hidupnya, bukan begitu Dai??"


" Ya nona, Tuan sangat banyak pertimbangan dalam memutuskan suatu hal, dan Sansan wanita yang sangat tegas dan cepat dalam mengabil keputusan karena dia berani mengambil resikonya!"


" Dan Sansan juga membutuhkan om Ken, karena Om Kenzo adalah pria yang sangat penyayang, aku tahu kenapa Sansan menyukai Om Kenz karna om Kenzo bisa menjadi siapapun yang Sansan inginkan, menjadi ayah, sahabat, teman ,kekasih !"


" Ya, di banding dengan Raja yang punya segalanya, tapi tidak bisa dimiliki Sansan seutuhnya, dan seorang Raja tidak akan bisa memberi Sansan kasih sayang sepenuhnya, perhatian yang cukup banyak karena Sansan selama 8 tahun ini tidak mendapatkan semua itu...!"


" Benar nona... bagaimana keadaan anda??"


" Putri Alen tadi datang memberiku ramuan tubuhku lumayan enakan!"


" Putri Alen??"


" Ya, aku kira dia datang ingin membela Selir ke-tiga ternyata tidak!"


" Putri tidak dekat dengan selir mana pun nona, syukurlah jika Putri Alen memihak anda!"


"Ya benar Dai aku merasa bertambah teman, selama ini aku tidak punya teman !"


" Namun tolong jangan mudah percaya dengan siapapun nona di sini, cukup Andalkan saya, Yuzan dan Ami!"


" Oke... Dai...kau bisa istirahat...!"


" Baik Nona...!"


" Oh Ya Dai...kenapa kau tidak memperlakukanku seperti Sansan menjadi temanmu...bukankah itu lebih menyenangkan?"


" Boleh tentu saja...nona!"


" Jangan panggil aku nona panggil Julia!"


" baiklah Julia...aku istirahat dulu!"


" Oke...!"


Julia sangat senang, karena sekarang dia memiliki teman dekat, sehingga harinya tidak terasa hambar.

__ADS_1


__ADS_2