
" Abang ..." Julia sadar jika Alfred menatap ke arahnya dan segera mengembalikan ekspresi datarnya.
" kenapa apa kau tidak menyukainya ,Juli??"
" bukan... terimakasih...sudah sangat baik pada Julia..."
Alfred mengusap lembut kepala Julia.
" Aku 4 hari tidak bertemu dengan kalian sangat rindu....apa Tobby rewel??"
" Ya...sangat rewel karena Ayahnya tidak melihatnya selama 4 hari berturut-turut..."
" Bukankah ibunya juga rewel???" sahut Zayan yang tahu - tahu datang.
" tidak siapa bilang??"
Julia membantah keras
" Yuka, di mana Yang Mulia apa dia tidak ingat dia punya anak??, Yuka apa yang mulia masih sibuk??, Dasar laki-laki mulutnya tidak bisa di percaya!" Zayan menirukan semua ucapan Julia.
" apa sih om, mengarang saja...."
" Yuka Dans, aku butuh bantuan kalian sini!" ajak Zayan pada keduanya untuk memberikan waktu pada keluarga kecil itu.
" abang jangan dengarkan ucapan om Zayan!!"
" tapi aku mendengarnya juga tadi kau mengomel...."
" iiiiiih abang, jangan bahas lagi, ..." Wajah Julia sangat merah Julia meletakkan vas teratai itu dan segera menghampiri Tobby yang masih terlelap di kereta bayi.
Alfred langsung melingkarkan tangannya pada pinggang Julia, sehingga Julia terkejut bukan main, jantungnya makin berpacu kencang.
" Juli, Aku sangat merindukanmu...biarkan aku memelukmu !!" Alfred mengeratkan pelukannya dan menghirup aroma pada tubuh Julia yang begitu menenangkan.
Julia terlena dalam pelukan sang Raja, sampai dia sadar jika dirinya terbuai dalam kehangatan rengkuhan sang Raja.
Julia melepaskan diri,
" Abang, peluk Tobby sana!!!" Julia langsung mengambil kembali Vas teratai dan berlari pergi ke kamar Tobby .
" hihihihi, lucunya dia saat salah tingkah, menggemaskan!"
Alfred pun segera menggendong putra mahkota, betapa sang ayah itu rindu pada Putranya.
" maafkan ayah Tobbby, itu semua demi ibumu, sepertinya ayah tidak bisa menyerah!!"
Alfred berencana, mengejar Julia lagi, dan kali ini dia akan bersungguh-sungguh menyingkirkan segala penghalang untuk mendapatkan Julia dalam pelukannya, Julia akan menjadi satu-satunya permaisuri dalam istananya dan satu-satunya ibu untuk Tobby.
" Tobby, kau hanya boleh memanggil ibu hanya pada Julia, tidak ada wanita yang pantas kau panggil ibu selain dia...!!, apa kau mengerti...??!!!"
Alfred pun segera membawa Tobby kembali ke kamarnya.
terlihat Julia memandangi bunga teratai itu dengan sangat senang.
" Juli..."
" oh abang..."
masih salah tingkah.
__ADS_1
" Bisakah kita bicara??, di mana Yuka??"
" Saya di sini Yang Mulia!"
" tolong jaga putra mahkota...aku dan ibunya ada urusan...!"
Alfred langsung menarik tangan Julia keluar ke taman belakang taman bambu milik istana.
" abang kenapa??"
" Julia, aku berubah pikiran maaf karena aku sangat tidak bisa menepati janji, untuk satu hal ini aku harus ingkar janji!!" ujar Alfred pada Julia .
" apa bang??"
" Julia, aku akan mengejarmu lagi sampai dapat!!!"
" tapi...."
" maaf tidak ada tapi-tapian... sekarang yang pertamakali aku taklukkan adalah ibumu terlebih dahulu..."
" lah aku saja belum bilang setuju kenapa abang malah mau ke mommy dulu ..??"
" pokoknya harus dapat dukungan orang dalam dulu baru gampang mengurusmu!"
" enak saja... meski kedua orang tua ku iya, kalau aku tidak juga tidak akan terjadi..."
tidak apa-apa aku punya Tobby untuk menaklukkanmu dalam hati Alfred.
" ya kan namanya usaha, besok kita akan terbang ke negaramu, bersama Tobby!!"
" Lalu bagaimana dengan negaramu??"
" abang kau sudah gila!"
" Aku akan mempersiapkan kepulangan kita !"
" terserah!" Julia pun segera pergi , tapi hatinya terasa senang sampai Alfred dapat melihat garis bibirnya mengembang.
" ah yes ....aku masih ada harapan!!" Alfred melangkah menuju Paviliunnya dengan bersenandung bahagia.
Dans menggeleng kepala melihat kelakuan yang begitu kekanak-kanakan dari sanga Raja.
" Hai Zayn .." menyapa dengan senang hati.
" Bagus, keliaran terus sampai mampus...!"
" kau !!" Dans sudah menodongkan pistol pada kepala Zayn
" jangan-jangan Dans..."
" tapi dia kurang ajar yang mulia!!"
"kurang ajar??, yang kurang ajar itu rajamu!!!"
" Yang Mulia ijinkan aku membunuhnya!" Dans sudah habis kesabaran.
" bunuh lah bunuh!" ujar Zayn percaya diri.
" jangan jangan jika kau membunuhnya harapanku sirna, aku aka. kembali ke negara Julia bersama Tobby untuk mengejar restu ibu mertua!"
__ADS_1
" apa?, aku akan membunumu!!!"teriak Zayn kesetanan dengan rencana Alfred yang diluar nurul eh nalar.
" sabar Zayn....heheh hanya kau yang bisa membantuku, heheheh"
" tidak kau membuatku gila aku juga mau menikah!!!, bagaimana jika aku kembali Natali sudah dengan orang lain...!"
" ayolah Zayan hanya sampai ibumer merestui!!"
" Gila aku bisa gila...." Zayn memegangi kepalanya.
" aku akan membantumu mendapatkan perkebunan itu kan juga untuk mahar yang di minta mertuamu!!"
sialan raja ini tidak bisa diremehkan sekarang
dalam hati Zyan.
Zayn tidak tahu jika, Alfred dan Roy berhubungan baik, semenjak Roy mengadu pada Sansan jika dirinya belum siap melepaskan putri semata wayangnya untuk menikah, dan kebetulan Alfred sangat bergantung pada Zayn, itu adalah rencana kedua belah pihak dengan campur tangan Sansan, dengan kesepakatan, dengan berdalih Roy meminta pada Zayn untuk memberikan mahar berapa ribu hektar kebun sawit jika memang bersungguh-sungguh, Mau tidak mau Zayn kembali pada Kenzo dan Sansan untuk meminta pekerjaan, dan ditawarilah jika sebenarnya Raja negara F bisa memberikan secara cuma-cuma jika Zayan mau membantunya menangani Julia.
jadi ini adalah sindikat bahahaha...
" Baiklah!!" Zayn pun hanya bisa bergantung pada Kampret itu,
" jangan terlalu lama, aku akan kehilangan Natali!!" tegas Zayn.
" aku juga sedang berjuang bukan kau seorang, makanya. kita harus bekerja sama?!"
" ya baiklah..." Zayn menyetujuinya tanpa pikir panjang lagi.
" Hemmm, Dans...kau harus menjaga doplikat raja dengan baik!"
" saya harus menjaga anda Yang Mulia!"
" sudah bawa dia padamu, aku sendiri tidak takut selagi aku duduk di singgahsana!"
" kau memang bisa di andalkan Zayn, kalau begitu Dans aturkan kepulangan kita ke negara Julia besok!"
" baik!" Dans pun segera pergi dengan perintah rajanya.
sialan, jika bukan karena Natali, aku juga tidak sudah di perintah...dalam hati Zayn.
" apa yang kau pikirkan Zayn??"
" tidak, kau dan ibu Julia seumuran kan??, tidak kebayang, bagaimana kau akan memanggilnya bumer...!"
" kau dengan ayah mertuamu juga lebih tua kau bukan, kau yang lebih tua bagaimana memanggil ayah mertua??"
" ahahahahahahahahahah" Raja asli dan raja palsu itu tertawa dengan garis hidup mereka yang konyol.
" jika semua sudah cinta maka terjang saja!!" ujar Zyan
" benar....hehehehe...ah aku mau istirahat, besok aku perjalanan jauh, Yang Mulia negara ini saya serahkan pada anda, saya undur diri..."
" baik aku akan menghancurkannya..." uhar zayn.
" maka perlebunan sawit tidak akan menjadi milikmu begitu juga Natali..."
" sialan kau!!"
" hahahahahahahahahaha" sekarang Alfred sangat puas bisa menekan Zayn dengan kelemahannya
__ADS_1
memang sangat merepotka jika orang lain tahu kelemahan kita.