GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
297.O.o ketahuan


__ADS_3

Satu minggu pun telah berlalu,Diana sudah pergi meninggalkan negaranya dan kenangannya.


Fahad pun kembali pada istrinya


" Kau kemana saja sayang?, kenapa kau tidak memberiku kabar sama sekali?"


" Apa kau merindukanku??" tanya Fahad.


" tentu saja aku merindukanmu!"


menempelkan tubuhnya pada Fahad.


" Aku sangat lelah,...!"


" Lelah???"


" ehmm, tolong jangan boros-boros dulu, aku sudah tidak bekerja lagi dengan nonaku!"


" Apa??"


" Ya, aku harap kau bisa membantu mengatur keuanganku, rumah ini perbulannya 50juta, tolong bantu aku mengaturnya!"


" Baik-baik!, sekarang istirahatlah sayang!, aku mau pergi dulu!"


" Kemana??, aku baru pulang Yuna, kau sudah mau pergi??"


" Maaf sayang ,tapi aku sudah janji pada teman-teman ku!"


" pergilah!" Fahad segera naik ke atas dan segera masuk ke kamarnya.


rasanya sangat kesal dengan perubahan Yuna yang begitu besar,


Fahad pun teringat akan pesan Yuda, tapi dia takut mengetahui kebenarannya.


Tok tok tok...


" Tuan...!"


" Ya...!'


"ini minuman untuk anda minuman rempah, sepertinya anda lelah!'


" Siapa kau??"


" Saya, pembantu di sini tuan...!"


" pembantu??"


" iya...!"


" Tapi aku belum bisa mempekerjakan pembantu!"


" Nyonya yang mempekerjakan saya tuan!"


" Berapakah gaji yang istriku berikan padamu??"


"3,5 juta perbulan!"


" Hanya segitu??, apa yang kau kerjakan??"


Karna yang Fahad tahu gaji mbak Zara sekitar 15juta perbulan.


" Semua tuan, mencuci piring, baju, memasak, bersih-bersih lalu mengurus taman!"


" Itu sangat sedikit untuk semua pekerjaan yang kau lakukan, kenapa kau mau??"


" Cukup kok Tuan, saya sudah bersyukur!"


" Siapa namamu??"


" Anggita Tuan!"


" Berapa umurmu, kau masih sangat kecil!"

__ADS_1


" 13 tahun...!"


" Ha??, kenapa sudah bekerja??'


"Iya, ini pekerjaan pertama saya di sini tuan, saya dari kampung, butuh pekerjaan untuk nenek saya yang sedang sakit!'


Fahad memegangi kepalanya, kenapa istrinya mulai banyak memberinya masalah akhir -akhir ini.


" Tuan....!"


" kau harus berada di pihakku, laporkan semua kegiatan istriku di rumah ini padaku, aku akan memberikan perawatan terbaik untuk nenekmu di kampung, tulis alamatmu di sini!" memberikan ponselnya.


sebenarnya penghasilan Fahad cukup banyak karena membantu mengurus resto.


" Tuan sungguhan??"


"Ya, katakan padaku apa yang kau lihat dan tahu saat kau tinggal di sini!"


Anggita mendekat pada Fahad dan berbisik di telinga Fahad.


" Apa kau sungguh bisa mempertanggung jawabkan ucapanmu Anggita??"


" Saya berani bersumpah tuan!"


" Baiklah kau boleh pergi, aku akan mencari tahu kebenarannya, jika itu benar maka aku akan menambah gajimu!"


" baik tuan terimakasih banyak tuan...!"


" ehmmm!"


Anggita pun pergi,


Fahad melepaskan dasinya dengan kasar,


" Jika ucapan Anggita itu benar maka Fahad akan membalas semua itu berkali-kali lipat!"


Fahad segera meminum habis minuman buatan Anggita dan segera pergi begitu saja mengendarai mobilnya.


Fahad dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Sansan.


Sansan yang sedang olahraga di ruang tengah itu terheran dengan kelakuan Sepupunya itu, tumben-tumbenan dia tidak berakhlak.


" Apa Fahad??"


"San, di mana Om??"


" Ada di atas di ruang kerja!" Fahad tanpa permisi segera menaiki tangga dengan cepat, Sansan si tukang kepo langsung mengikuti Fahad.


blaaaaaarrrrr


pintu di buka dengan kasarnya oleh Fahad.


" Apa Fahad mengaggetkan om saja!"


" Om, tolong berikan aku jawaban yang aku tanyakan waktu itu!"


" Ah, kau harus tenang, kenapa kau seperti orang kesurupan!'


" Om, aku tidak bisa menunggu lagi!'


" Fahad duduklah dulu!"


teriak Sansan kesal.


" Ya, redakan amarah mu dulu lalu ceritakan apa yang membuatmu begitu marah??" sambung Kenzo


Dai dan Noah yang sudah ada di ruangan Kenzo lebih dulu segera mendudukan paksa Fahad.


" Kata pembatu di rumahku, Robert sering masuk ke dalam kamarku dan Yuna dan itu setiap malam!"


" Wooo, pembantumu cukup menarik!" ujar Sansan tepuk tangan.


" Lihatlah ke layar, sana!" Kenzo menunjuk layar besar yang menempel di dinding .

__ADS_1


Fahad menurut,


" Tahan ya...mari kita buktikan ucapan pembantumu itu benar atau salah!"


Wooo betapa mata Fahad melotot melihat kelakuan Yuna yang sangat tak terduga.


" Apa mau di lanjut??"


tanya Kenzo.


Fahad menggeleng, dia tak sanggup melihatnya lagi, ternyata benar apa yang dikatakan Anggita.


" Aku akan membunuh mereka berdua!!!"


saat akan beranjak, Dai dan Noah menahan Fahad tetap duduk.


" Jangan itu terlalu ringan untuknya...!"


ujar Sansan.


" Lalu??"


" heheheh serahkan mereka padaku ya Fahad???" pinta Sansan yang paling suka buat onar itu.


" Fahad, sekarang temui mama dan papamu, bukankah kau sudah cukup bersalah pada mereka karena prasangkamu??"ujar Kenzo


" benar, itu yang paling penting, untuk urusan balas dendam biar aku yang memulainya untukmu Fahad, kau hanya cukup melihatnya!" sambung Sansan.


Air mata Fahad berkaca-kaca mengingat mamanya yang tidak pernah dia pikirkan selama ini.


" Memang mama di mana om sekarang?"


" Anak macam apa kau itu sampai tidak tahu keberadaan mamamu!" gumam Sansan


" Mamamu di Swiss!"


" Bantu Fahad ke sana om!"


" Oke, Dai...tolong antar Fahad!"


" Siap tuan!"


" tapi om, apa om tahu tentang hubungan kakakku dan Martin sudah sampai tahap mana??"


" maksudnya??"


" Om kakakku sudah 4 bulan mengandung anak Martin??"


" Apa??" semuanya terkejut.


" Fahad jangan bercanda!" tegas Cindy terkejut.


" Oh, Martin...aku tidak percaya dia senekat itu??, itu akan menjadi rumit!" Kenzo memijat keningnya.


" kapan kau tahu itu??"


" saat paman Arnold kecelakaan, aku marah karena kakak ternyata diam-diam berhubungan dengan Martin, tapi kakak juga marah padaku, dan pingsan lalu kami membawanya ke rumah sakit, kata doket ibu dan bayinya aman, belum sempat meminta penjelasan, Diana menghubungiku, jika paman Arnold kecelakaan!"


" Oh GOD, aku tidak berpikir mereka akan begitu nekat, Fahad rahasiakan hal ini dari kedua orang tuamu lebih dulu, dia akan sangat kecewa, dan lagi untuk Diana, jangan membahasnya lagi, pamanmu sedang menyelidiki kasus kematian ayahnya diam-diam, jangan mencaritahu tentang Diana lagi selama satu tahun, Dia harus aman tanpa seseorang pun mengetahuinya!"


" Apa ada bahaya yang mengancamnya??"


" Ada, karena Arnold meninggalkan harta yang cukup fantastis pada putri tunggalnya, uang santunan juga cukup besar,itu pun banyak kerabatnya ingin berebut hak wali untuk Diana mengingat dia belum berumur 17tahun, oh Tuhan, kalian masih muda tapi begitu banyak masalah besar menerpa!"


"Baik aku mengerti, Lalu bagaimana dengan Robert??"


" Kau kira selama kau menghidupi Yuna dan ibunya, uangnya kemana kalau tidak padanya??" sahut Sansan.


" Apa??"


" Bodoh, begitu juga kau tidak tahu!" umpat Sansan.


"Lihat saja, aku akan menghancurkannya!"

__ADS_1


" Sekarang kau pergi ke Swiss minta maaf pada tante!, kau akan tahu semua kebusukan istrimu dari mulut Tante Vevey, dia begitu menyayangimu, dan tidak ingin mengekspose kebusukan istrimu karna dia tidak mau kau akan membencinya karena kebodohanmu!, yang pasti akan lebih percaya dengan istrimu!"


Dada Fahad semakin terasa sesak, betapa butanya hati dan matanya selama ini, dia sangat malu pada dirinya sendiri sekarang.


__ADS_2