
" Saudara Nathan, bisakah kita berbicara sebentar?"
" Ya boleh!"
" aku teringat dengan Zelene, teman lama bos Bram yang berada di penjara!"
" Iya, kenapa dengan dia?"
" Apa kemungkinan dia bisa keluar penjara?"
" kemungkinan keluar hanya 17% Chiko!"
" Hmmm, baiklah!"
" Apa kau berencana mengeluarkan nya?"
" Hanya rencana!"
" Ada apa denganmu?"
" Ehmmm, itu karna aku merasa dia akan bisa di andalkan untuk Black Dragon!"
" Kan sudah ada kau!"
" Menjadi Backing masih sangat bisa, namun untuk memegangnya, aku tidak bisa sepenuhnya!"
" Zelene, dia tercatat sebagai penghianat negara, bagaimana bisa kau yakin dia akan membawa Black Dragon menjadi lebih baik, bagaimana jika sebaliknya!"
" Dia belum tahu kan jika Bos Bram, sudah tiada?"
" mungkin saja sudah!"
" Aku yakin dia akan mencari dalang dari kasus ini sampai ke ujung dunia!"
" Hmmm, itu benar!, masalah pertemanan dia cukup bisa diandalkan!"
" Ya, ada cara yang mudah, Bunuh Zelene untuk berganti identitas baru!"
" Maksudmu... merekayasa?"
" Hmmm, jika dia mau, jika tidak ya kita tidak bisa berbuat apa-apa!"
" benar juga, nanti jika ada waktu aku kan membesuknya!"
" Ya,....apa hanya itu yang ingin kau bicarakan?"
" oh, ya...aku sangat merasa curiga dengan Martin!"
" Kenapa?, dia anak yang baik loe!"
" Bukan itu, aku merasa Martin menutupi keberadaan adiknya Juno!"
" Ahhhh, aku juga sudah lama tidak mendengar kabar juno dan renata, terakhir juga setelah pemakaman itu kudengar kedua adiknya belajar ke luar negeri, emang apa yang kau curigai?"
" Aku pernah bertanya padanya , tentang adiknya, bukankah adiknya juno baru saja menjadi dokter kenapa tiba-tiba ke luar negeri?"
" Hmm, bisa saja kan memperdalam ilmu kedokterannya!"
" Aku berniat untuk merekrut Juno untuk menjadi dokter pendamping Sasha, namun Martin menolaknya!"
" Kenapa begitu?"
" entah, setiap kali menyebut Juno dia pasti akan terkejut dan merubah topiknya!"
" Ah??, ada apa ya?"
" Aku sudah meminta gery mencari tahu keberadaan kedua adik Martin namun tidak ada jejaknya!"
" jangan-jangan mereka mengubah identitas!"
__ADS_1
" Nah itu juga, aku masih meminta gery untuk mencari tahu keberadaan kedua Adik Martin!"
" Ya, waspada juga boleh!, aku tahu kau sangat khawatir dengan keamanan Sasha, tapi jangan mencurigai anak - anak angkat Jovan, kau tidak lihat bagaimana Martin melindungi dan menjaga keponakan - keponakanmu kan?"
" Aku tahu!"
" Hmmm, jadi berhentilah mencurigai anak - anak baik itu!"
" Hmmm, okelah!"
" Ada lagi?"
" hmmm, hanya saja Cindy dan Matin apa kau tidak perhatikan mereka?"
" Urusan percintaan anak muda apa kau juga mau ikut campur?"
" Tidak, mereka terlalu polos dalam memahami perasaan mereka!"
" Hahahaha, kau membicarakan dirimu sendiri?"
" Aku??"
" Hmmm, selama kau mengikuti Bram, kau hanya dekat dengan satu wanita ya itu Sasha, apa kau yakin rasamu itu murni karna rasa setiamu pada Bram?"
Kata - kata Nathan itu sangat menusuk ke hati Chiko
" Kenapa diam?, kau sendiri juga tidak bisa memahami perasaanmu, kau, dan juga keponakan - keponakanku itu, kalian sama saja, kalian memiliki kelebihan dalam segala hal namun minim dalam percintaan...!"
Chiko masih terdiam, ...
" Chiko, jika di suruh memilih kau dan Kenzo, aku akan memilih Kenzo!, namun Kenzo sudah mempunyai istri jadi teepaksa aku memihakmu!"
" Bukankah, dirimu memihak Kenzo tadi?"
" Aku hanya ingin melihat ekspresi wajahmu saat itu memastikan apakah kau benar-benar tidak apa - apa, jika Kenzo bersama Sasha, aku melihat kau mengepalkan tangan beberapa kali saat aku mengatakan dukungan ku pada Kenzo, apalagi Cindy!"
" Lagian, aku juga tidak pantas untuk Sasha...jadi jangan di pedulikan Laksmana!"
" aku sudah mempersiapkan hatiku untuk di benci olehnya!"
" Dia tidak akan membencimu, marah itu pasti, namun dia tidak akan bisa membencimu!"
" Aku tidak berani mempercayai perkataanmu Laksmana!"
" Ya, terserah padamu!, poinmu untuk mendapatkan Sasha itu lebih besar, dari pada Kenzo, namun jika Kenzo bertekad melepaskan istrinya sudah beda cerita lagi!"
" Dia akan melepas istrinya!"
" Tentu saja, jika hatinya tergoyahkan dia akan menceraikan istrinya!"
" tergoyahkan?"
" Kau juga tahu kan, kebodohanku di masalalu?, kisah Kenzo hampir sama denganku, mantan istriku adalah putri dari atasanku, apa yang di katakan atasan adalah perintah, aku tidak bisa membantah meskipun aku tidak mencintai putrinya, aku menikah dan sudah ku coba, semakin aku belajar untuk mencintainya hatiku semakin membenci, aku tak pernah merasa memiliki rumah setiap kali aku pulang bertugas, padahal aku memiliki istri,aku lebih menyukai berada diatas kapal dari pada pulang, namun setelah bertemu dengan Savina, duniaku benar - benar terguncang, sampai akhirnya aku memutuskan untuk bercerai, meski sudah pasti melukai orang lain, dan banyak orang yang membenciku, rasa gilaku pada Savina membuat semua tidaklah sulit, aku harus menemukan wanita yang ku cintai, jika harus menjungkir balikan dunia ini akan tetapku lakukan untuk mendapatkan nya!"
" Padahal,bisa saja Laksmana kehilangan jabatannya ya?"
" Aku tidak peduli!"
" sungguh?"
" Hmmm, meski aku di coret dari Kartu keluarga ku juga aku akan memperjuangkan Savina!"
" Kegigihan Laksamana memang di atas rata -rata!"
" Lalu bagaimana denganmu?"
" Jika memang Kenzo memiliki kegigihan itu maka aku akan melepaskan perasaanku!"
" Ya, masalahnya istri Kenzo ini latar belakangnya tidak mudah...!"
__ADS_1
" Latar belakang istri Laksamana juga tidak biasa, dia menjadi pewaris satu - satunya keluarga Torang!"
" hehehe di mataku dia hanya wanita lugu yang bodoh saat itu!"
" hehehe...aku ingat karena aku yang menjaga istrimu saat kau bertugas!"
" Hmmm, kejarlah apa yang ingin kau capai!"
" aku akan berusaha!"
" hmmm....baiklah, jika tidak ada lagi yang kau bicarakan, aku harus kembali!"
" Tidak ada ,hanya itu saja!"
" Baiklah aku pulang dulu ya!"
" Hati - hati dijalan!"
Chiko pun segera kembali menuju kamar Sasha,
Kenzo dan Sasha berbincang-bincang...
" Suamiku, kau sudah kembali?"
" Ya, kalian sedang membicarakan apa?"
"Ya, banyak...kata Kenzo aku adalah super pembuat onar,apakah itu benar suamiku?"
" Hahah ya, bukan hanya kau, Sansan juga sama sepertimu!"
" Benarkah?, aduh pasti kau sangat pusing dan kerepotan ya?, maaf ya suamiku, kemarilah sayang!"
Chiko pun mendekat pada Sasha,
" Lihat, aku membuatkan ini sebagai permintaan maafku selama ini padamu, apa kau menyukai nya??"
" Apa pun yang kau buat aku menyukainya!"
" Menunduklah!"
Chiko pun menundukan kepalanya.
" Ini musim dingin hari - hari sering hujan, aku harap ini bisa mengurangi rasa dingin saat kau berada di luar, aku menghabiskan waktu 1 minggu membuat Sweater ini, apa suamiku menyukainya?" Sambil memakaikan Sweater pada Chiko.
" Nyuuuut nyuuuut....!" Hati Kenzo sangat nyeri melihat pemandangan didepan matanya.
" Wah kau membuatnya pas di tubuhku!"
" Ya, aku tahu persis ukuran tubuh suamiku, apa suamiku sungguh - sungguh menyukainya"
" Hmmm, Suka terimakasih sayang!"
Sasha membelai wajah Chiko tersenyum puas dengan jawaban Chiko.
" Lihat jarimu, terluka!"
" Tak apa, hanya tusukan jarum, heheh!"
" Lain kali tidak usah merajut lagi ya??, muuuachhh, lihat tangan indahmu jadi begini!"
Chiko mencium jari - jari Sasha.
" Ahhhhh.... karna suamimu sudah tiba, aku pamit ya, aku lupa ada janji!" Ujar Kenzo berpamitan.
" Oh?, sudah mau pulang?, kenzo sering - seringlah datang kemari menemaniku mengobrol!"
" Tentu, sampai jumpa!" Kenzo pun segera keluar.
Sambil memegangi dadanya yang terasa sakit tapi tak berdarah.
__ADS_1
Author
yuk banyakin Like dan komen beri semangat biar bisa Crazy up tiap hari ya.