GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
425. Teman lama


__ADS_3

Sampailah mereka di restoran masakan jawa pusat A.


mereka segera masuk ke ruangan VIP, ternyata semua sudah menunggu, Vevey sekeliling, Sasha sekeluarga Kenzo, juga tentunya Putra dan Incess.


" Loh kak ini siapa??" tanya Vevey


" teman lama kakakmu!" sahut Savina.


" oh...begitu..."


" maafkan kami, karna ikut bergabung dengan acara keluarga kalian...maaf sekali jika mengganggu..." ujar Rumana.


" Oh ya silahkan duduk..."


Rama dan Rumana pun duduk, semua memandang ke arah Rumana yang sangat percaya diri duduk di sebelah Nathan.


" tante, itu seharusnya kursi mommyku dan sebelahnya lagi itu kursiku..." ujar Julia yang baru datang.


" oh maafkan aku..." Rumana langsung menggeser tempat duduknya


" Dad, mom...maaf terlambat..."


" laksmana ini anak perempuan anda?? cantik sekali..."


" Ya Rumana, dia saudara kembar putraku Julius..."


" sekarang berapa Anak Laksmana??"


" 4, sekarang aku sudah mau memiliki cucu...dia adalah Putra pertamaku dan menantuku, Suhail ini anakku yang kedua, dan Julia Julius anak kami ke tiga!"


" pasti sangat ramai ya rumah laksmana"


," tentu saja..."


Fahad pun tiba membawa semua makanan yang sudah di masaknya lalu menata semua di meja makan.


" selamat ya buat kakak ipar atas kehamilannya, semoga sehat slalu ibu dan anak!" ujar Fahad.


" Terimakasih Had..."


" tentu saja ayo semuanya di nikmati, eh loh tuan Rama juga ada??" ujar Fahad terkejut.


" iya tuan Fahad, anda sangat luar biasa, meskipun seorang pengusaha hebat, anda masih mau terjun dalam urusan kecil ini..."


" inilah yang membuat saya besar , ini bukan urusan kecil ...untuk saya ..."


" oh hebatnya keluarga ini ya??, saya sangat terkesan!" ujar Rumana.


" oh Vey gimana cindy??"


" sudah lebih baik kak...tapi masih belum berani keluar..."


" syukurlah jika begitu...aku lega ..."


" iya kak..."


mereka menikmati hidangan yang ada sampai habis dan berbincang banyak hal sampai waktu tak terasa sudah petang.


dan pulanglah mereka ke kediaman masing-masing.


" ibu...kenapa kau tampak sedih??"


tanya Rama.


" Andaikan dulu ibu bertekad kuat mendapatkan Laksmana, maka semua kebahagian keluarga itu pasti menjadi milik kita nak..."


" ibu apa yang kau katakan??, ibu tidak boleh berbicara seperti itu, Rama sudah sangat bahagia dengan adanya ibu...apa ibu tidak bahagia dengan adanya Rama??"


" bagaimana mungkin setelah kakek tiada hanya Rama yang ibu miliki satu-satunya di dunia ini ... tentu saja bahagia, tapi kenapa orang - orang itu bisa begitu bahagia dengan keluarganya??, tapi kita tidak... sepertinya itu tidak adil..."


" ibu sangat menyukai Laksmana??"


" siapa yang tidak menyukai orang sehebat Laksmana, nak..."


" Ibu, bukankah ayah Rama lebih hebat darinya??"


" Tentu saja nak...kenapa kita tidak bisa hidup bersama bahagia seperti keluarga itu???"

__ADS_1


" Ibu dulu Uncle San juga mencoba melamar ibu, dia juga hebat bu...tapi ibu tidak mau..."


" Ya, mana bisa memaksamu hati nak,nak...apa kau menyukai Fathia?"


" ibu bukankah ibu dengar sendiri jika nona Fathia akan menikah, apalagi dia seorang Jendral bintang 5 rasanya sangat merinding!"


" kenapa jika dia seorang Jenderal??, selagi janur kuning melengkung kau masih ada jalan,,,ibu akan mendukungmu "


" Jangan seperti itu ibu, Rama tidak ingin menyakiti orang lain, apalagi untuk kepentingan atau perasaan Rama sendiri!"


" kau itu seperti ayahmu, apa-apa langsung mengalah sebelum mencoba..."


" aku putranya tentu saja mirip ibu..."


" kau juga lihat Julia juga cantik , anak-anak dikeluarga itu sangat cantik-cantik dan berbudi, padahal mereka juga hanya lahir dari seorang wanita biasa tanpa latar belakang yang hebat, kenapa anak-anaknya begitu terlihat mahal - mahal dan mereka sudah memiliki bisnis di usia muda..."


" ibu kau jangan terlalu melihat nikmat orang lain dan lupa bersyukur, hidup kita sudah lebih baik juga kan, ibu juga tidak boleh meremehkan orang lain ibu..."


" iya iya, coba kau mau denga Julis itu, ibu akan besanan dengan Laksamana, kau bisa masuk dalam keluarga hebat itu nak..."


" ibu aku tidak bisa masuk ke sana, ibu kau jangan begini...aku hanya ingin wanita yang sederhana saja ..."


" kau sangat keras kepala, kau harus tahu keluarga baik dan terpandang itu yang harusnya kau cari untuk menaikan namamu di dunia bisnis..."


" masih banyak cara lain bu...."


" Ya..."


anakku ini tidak mau mendengarkan aku...


dalam hati Rumana.


Di kediaman Pratama.


" Siapa sih itu tadi??" tanya Julia pada daddyya agak kesal.


" itu pengaggum sejati Daddymu!" sahut Savina.


" sungguh??, pantas dia sangat gatal..." ujar Julia.


" hemmm kalian ini kenapa??, daddy kan juga tidak ada apa-apa dengan dia..."


" pikir daddy jika teman Daddy akan datang ternyata tidak mau malahan!"


ujar Nathan.


" teman siapa lagi??'


" namanya Sandy, dia dulu menyukai Rumana.."


" hais...alasan tidak masuk akal, lihat dengan jelas Daddy, mommy lebih cantik dari siapapun..."


" tentu saja...siapa yang bisa menandingi kecantikan ibu kalian??, haduh kalian itu sangat berprasangka buruk dengan Daddy..."


ting tong tong...


" siapa malam-malam bertamu??"


" Biar putra yang buka dad..."


putra pun segera membuka pintu,


" selamat malam, apakah Nathan ada??"


" maaf anda siapa??"


"oh katakan pada Nathan aku teman lamanya, Sandy..."


" astaga Daddy baru saja membicarakan anda loe tuan...ayo masuk...."


" oke..."


" Dad orang yang kau sebut datang!"


" Loeh San...." Nathan segera memeluk sahabat lamanya itu.


" ayo duduklah..."

__ADS_1


" maaf mengganggu malam-malam bertamu..."


" ayo anak-anak ini uncle kalian uncle San, istri ku kau masih ingat dia kan??"


" tentu saja bagaimana kabar anda tuan??" sapa Savina.


" tentu saja baik...."


" hai uncle..." Sapa Julia


" oh ini putrimu ??,cantik sekali ya"


" jelaslah...kau ini kenapa tidak menikah-menikah aku sudah mau mempunyai Cucu loe..."


" hahahaha,tidak tahu belum ada yang klik di hati..., rupanya kita sudah tua ya Than...kau bertemu Rumana??'


" ya kau kenapa tidak datang tadi??'


" Aku tidak ingin bertemu dengan Rumana..."


" apa gara-gara kau tidak jadi menikah dengannya??'


" Bukan, aku sangat senang karena tidak menikah dengannya, dia memiliki ambisi yang sangat besar, setelah ayahnya meninggal dia menjadi seenaknya sendiri..


makanya aku membatalkan pertunangan kita..."


"kenapa uncle?" tanya Julia.


" aduh gadis kecil ini sangat ingin tahu ya??"


" Iyalah uncle..."


" Tentu saja, karena hidupnya terlalu bebas, uncle tidak bisa menikahi wanita seperti itu meskipun dia sangat cantik..."


" bagus uncle, uncle masih terlihat muda, cari saja yang berbudi luhur jangan hanya cantik!!!" ujar Julia.


" hahahah Than, anakmu cantik sekali sih??, bagaimana jika aku jadikan istri saja..."


" Ayo duel kalo berani, enak saja...kau sudah bujang lapuk, mau mengincar darah muda..."


" hahahahah...kenapa kau juga dapat darah mudakan?, kenapa aku tidak boleh, Julia bagaimana jika kau dengan uncle..."


" Hah??, uncle...yang muda masih banyak Julia masih sehat matanya!"


" julia kau tidak boleh begitu!" ujar Savina


" hahaha, tidak apa-apa Savina"


" Julia minta maaf pada uncle..." pinta Nathan.


" Maafkan Julia uncle, Julia hanya bercanda kok.."


" santai saja..."


" Tapi Julia, Uncle juga sangat tampan loe, dia juga tidak kalah berwibawa dari Daddy!" ujar Putra.


" Hemmm... benar sih bang ,tapi...,Uncle maaf uncle bukan seleraku hehehehe, eh tapi aku punya dua kandidat loe uncle kalau mau..." ujar Julia.


" uncle, masih suka sendiri Julia hahahah,.."


" ehmmmm..begitu...kalau nanti mau aku punya 2 orang hehehe..."


" apa itu Yuzan dan Ami??" tanya Nathan.


" Ya dong Dad... bagaimana menurut Daddy..."


" selera Letnan San ini tidak seperti itu putriku .."


" seperti apa??"


" Wanita kalem, penurut...yakan San?'


" berjalannya waktu orang akan berubah Than, sekarang hanya ingin wanita yang mau menerima ku saja apa adanya dan tidak banyak tuntutan..."


" oh seperti itu....baguslah ...kau mau menginap di sini San??, biar istriku siapkan kamar untukmu..."


" boleh... kebetulan aku bosan tinggal di rumah dinas..."

__ADS_1


" oke..."


Savina pun segera menyiapkan kamar untuk Sandi, anak-anak pun segera masuk ke kamar untuk istirahat sementara Nathan dan Sandy masih berbincang banyak hal, karena memang sudah lama tidak bertemu.


__ADS_2