
Sampailah mereka di restoran masakan jawa pusat A.
mereka segera masuk ke ruangan VIP, ternyata semua sudah menunggu, Vevey sekeliling, Sasha sekeluarga Kenzo, juga tentunya Putra dan Incess.
" Loh kak ini siapa??" tanya Vevey
" teman lama kakakmu!" sahut Savina.
" oh...begitu..."
" maafkan kami, karna ikut bergabung dengan acara keluarga kalian...maaf sekali jika mengganggu..." ujar Rumana.
" Oh ya silahkan duduk..."
Rama dan Rumana pun duduk, semua memandang ke arah Rumana yang sangat percaya diri duduk di sebelah Nathan.
" tante, itu seharusnya kursi mommyku dan sebelahnya lagi itu kursiku..." ujar Julia yang baru datang.
" oh maafkan aku..." Rumana langsung menggeser tempat duduknya
" Dad, mom...maaf terlambat..."
" laksmana ini anak perempuan anda?? cantik sekali..."
" Ya Rumana, dia saudara kembar putraku Julius..."
" sekarang berapa Anak Laksmana??"
" 4, sekarang aku sudah mau memiliki cucu...dia adalah Putra pertamaku dan menantuku, Suhail ini anakku yang kedua, dan Julia Julius anak kami ke tiga!"
" pasti sangat ramai ya rumah laksmana"
," tentu saja..."
Fahad pun tiba membawa semua makanan yang sudah di masaknya lalu menata semua di meja makan.
" selamat ya buat kakak ipar atas kehamilannya, semoga sehat slalu ibu dan anak!" ujar Fahad.
" Terimakasih Had..."
" tentu saja ayo semuanya di nikmati, eh loh tuan Rama juga ada??" ujar Fahad terkejut.
" iya tuan Fahad, anda sangat luar biasa, meskipun seorang pengusaha hebat, anda masih mau terjun dalam urusan kecil ini..."
" inilah yang membuat saya besar , ini bukan urusan kecil ...untuk saya ..."
" oh hebatnya keluarga ini ya??, saya sangat terkesan!" ujar Rumana.
" oh Vey gimana cindy??"
" sudah lebih baik kak...tapi masih belum berani keluar..."
" syukurlah jika begitu...aku lega ..."
" iya kak..."
mereka menikmati hidangan yang ada sampai habis dan berbincang banyak hal sampai waktu tak terasa sudah petang.
dan pulanglah mereka ke kediaman masing-masing.
" ibu...kenapa kau tampak sedih??"
tanya Rama.
" Andaikan dulu ibu bertekad kuat mendapatkan Laksmana, maka semua kebahagian keluarga itu pasti menjadi milik kita nak..."
" ibu apa yang kau katakan??, ibu tidak boleh berbicara seperti itu, Rama sudah sangat bahagia dengan adanya ibu...apa ibu tidak bahagia dengan adanya Rama??"
" bagaimana mungkin setelah kakek tiada hanya Rama yang ibu miliki satu-satunya di dunia ini ... tentu saja bahagia, tapi kenapa orang - orang itu bisa begitu bahagia dengan keluarganya??, tapi kita tidak... sepertinya itu tidak adil..."
" ibu sangat menyukai Laksmana??"
" siapa yang tidak menyukai orang sehebat Laksmana, nak..."
" Ibu, bukankah ayah Rama lebih hebat darinya??"
" Tentu saja nak...kenapa kita tidak bisa hidup bersama bahagia seperti keluarga itu???"
__ADS_1
" Ibu dulu Uncle San juga mencoba melamar ibu, dia juga hebat bu...tapi ibu tidak mau..."
" Ya, mana bisa memaksamu hati nak,nak...apa kau menyukai Fathia?"
" ibu bukankah ibu dengar sendiri jika nona Fathia akan menikah, apalagi dia seorang Jendral bintang 5 rasanya sangat merinding!"
" kenapa jika dia seorang Jenderal??, selagi janur kuning melengkung kau masih ada jalan,,,ibu akan mendukungmu "
" Jangan seperti itu ibu, Rama tidak ingin menyakiti orang lain, apalagi untuk kepentingan atau perasaan Rama sendiri!"
" kau itu seperti ayahmu, apa-apa langsung mengalah sebelum mencoba..."
" aku putranya tentu saja mirip ibu..."
" kau juga lihat Julia juga cantik , anak-anak dikeluarga itu sangat cantik-cantik dan berbudi, padahal mereka juga hanya lahir dari seorang wanita biasa tanpa latar belakang yang hebat, kenapa anak-anaknya begitu terlihat mahal - mahal dan mereka sudah memiliki bisnis di usia muda..."
" ibu kau jangan terlalu melihat nikmat orang lain dan lupa bersyukur, hidup kita sudah lebih baik juga kan, ibu juga tidak boleh meremehkan orang lain ibu..."
" iya iya, coba kau mau denga Julis itu, ibu akan besanan dengan Laksamana, kau bisa masuk dalam keluarga hebat itu nak..."
" ibu aku tidak bisa masuk ke sana, ibu kau jangan begini...aku hanya ingin wanita yang sederhana saja ..."
" kau sangat keras kepala, kau harus tahu keluarga baik dan terpandang itu yang harusnya kau cari untuk menaikan namamu di dunia bisnis..."
" masih banyak cara lain bu...."
" Ya..."
anakku ini tidak mau mendengarkan aku...
dalam hati Rumana.
Di kediaman Pratama.
" Siapa sih itu tadi??" tanya Julia pada daddyya agak kesal.
" itu pengaggum sejati Daddymu!" sahut Savina.
" sungguh??, pantas dia sangat gatal..." ujar Julia.
" hemmm kalian ini kenapa??, daddy kan juga tidak ada apa-apa dengan dia..."
" pikir daddy jika teman Daddy akan datang ternyata tidak mau malahan!"
ujar Nathan.
" teman siapa lagi??'
" namanya Sandy, dia dulu menyukai Rumana.."
" hais...alasan tidak masuk akal, lihat dengan jelas Daddy, mommy lebih cantik dari siapapun..."
" tentu saja...siapa yang bisa menandingi kecantikan ibu kalian??, haduh kalian itu sangat berprasangka buruk dengan Daddy..."
ting tong tong...
" siapa malam-malam bertamu??"
" Biar putra yang buka dad..."
putra pun segera membuka pintu,
" selamat malam, apakah Nathan ada??"
" maaf anda siapa??"
"oh katakan pada Nathan aku teman lamanya, Sandy..."
" astaga Daddy baru saja membicarakan anda loe tuan...ayo masuk...."
" oke..."
" Dad orang yang kau sebut datang!"
" Loeh San...." Nathan segera memeluk sahabat lamanya itu.
" ayo duduklah..."
__ADS_1
" maaf mengganggu malam-malam bertamu..."
" ayo anak-anak ini uncle kalian uncle San, istri ku kau masih ingat dia kan??"
" tentu saja bagaimana kabar anda tuan??" sapa Savina.
" tentu saja baik...."
" hai uncle..." Sapa Julia
" oh ini putrimu ??,cantik sekali ya"
" jelaslah...kau ini kenapa tidak menikah-menikah aku sudah mau mempunyai Cucu loe..."
" hahahaha,tidak tahu belum ada yang klik di hati..., rupanya kita sudah tua ya Than...kau bertemu Rumana??'
" ya kau kenapa tidak datang tadi??'
" Aku tidak ingin bertemu dengan Rumana..."
" apa gara-gara kau tidak jadi menikah dengannya??'
" Bukan, aku sangat senang karena tidak menikah dengannya, dia memiliki ambisi yang sangat besar, setelah ayahnya meninggal dia menjadi seenaknya sendiri..
makanya aku membatalkan pertunangan kita..."
"kenapa uncle?" tanya Julia.
" aduh gadis kecil ini sangat ingin tahu ya??"
" Iyalah uncle..."
" Tentu saja, karena hidupnya terlalu bebas, uncle tidak bisa menikahi wanita seperti itu meskipun dia sangat cantik..."
" bagus uncle, uncle masih terlihat muda, cari saja yang berbudi luhur jangan hanya cantik!!!" ujar Julia.
" hahahah Than, anakmu cantik sekali sih??, bagaimana jika aku jadikan istri saja..."
" Ayo duel kalo berani, enak saja...kau sudah bujang lapuk, mau mengincar darah muda..."
" hahahahah...kenapa kau juga dapat darah mudakan?, kenapa aku tidak boleh, Julia bagaimana jika kau dengan uncle..."
" Hah??, uncle...yang muda masih banyak Julia masih sehat matanya!"
" julia kau tidak boleh begitu!" ujar Savina
" hahaha, tidak apa-apa Savina"
" Julia minta maaf pada uncle..." pinta Nathan.
" Maafkan Julia uncle, Julia hanya bercanda kok.."
" santai saja..."
" Tapi Julia, Uncle juga sangat tampan loe, dia juga tidak kalah berwibawa dari Daddy!" ujar Putra.
" Hemmm... benar sih bang ,tapi...,Uncle maaf uncle bukan seleraku hehehehe, eh tapi aku punya dua kandidat loe uncle kalau mau..." ujar Julia.
" uncle, masih suka sendiri Julia hahahah,.."
" ehmmmm..begitu...kalau nanti mau aku punya 2 orang hehehe..."
" apa itu Yuzan dan Ami??" tanya Nathan.
" Ya dong Dad... bagaimana menurut Daddy..."
" selera Letnan San ini tidak seperti itu putriku .."
" seperti apa??"
" Wanita kalem, penurut...yakan San?'
" berjalannya waktu orang akan berubah Than, sekarang hanya ingin wanita yang mau menerima ku saja apa adanya dan tidak banyak tuntutan..."
" oh seperti itu....baguslah ...kau mau menginap di sini San??, biar istriku siapkan kamar untukmu..."
" boleh... kebetulan aku bosan tinggal di rumah dinas..."
__ADS_1
" oke..."
Savina pun segera menyiapkan kamar untuk Sandi, anak-anak pun segera masuk ke kamar untuk istirahat sementara Nathan dan Sandy masih berbincang banyak hal, karena memang sudah lama tidak bertemu.