
Tak lama Yuna pun keluar,
" Eh, eh, Anggita kok kamu lancang makan?, saya belum makan loe?" ujar Yuna halus.
" Oh maaf ya Yun, aku lapar tadi kamu kelamaan, aku nggak bisa makan sendirian, nunggu kamu lama, aku ajak dia makan , ayo makan cepat!" ujar Sansan.
" I...i...iya tante...maaf membuatmu menunggu lama!"
" Nggakpapa kok Santai ajalah barang kali ada yang ingin kamu sembunyikan lebih dulu!"
" Eh?, apa maksudnya tan??"
" Eh, tadi aku ngomong apa ya kon lupa, aduh, siapa namamu ??"
" Aku Yuna tan....!"
" Bukan kamu, ini gadis cantik ini, kalau kamu kan udah nggak gadis!"
" Hah??" Yuna makin Terkejut.
" Yakan kamu udah menikah kan?, kok kaget!"
" Ahahah, iya tan...dia namanya Anggita tan, dari kampung jauh, dia butuh pekerjaan jadi aku kerjakan di sini heheh!"
" Wah, berapa gaji Anggita yang pintar masak ini Yun??"
" 3,5 tan...heheh kasihan untuk berobat neneknya katanya, jadi aku kasih gaji 3,5 perbulan tan, itung-itung sedekah!" bermaksud menjilat Sansan dengan bangga.
" Sedekah dong kamu??"
" Iya tak apalah Tan orang, Yuna juga pernah ngerasain susah, tahu rasanya jadi Anggita!"
" Lakok kamu Yun, maksud aku si Anggita!"
" Kok Anggita Tante?, Kan Yuna yang bayar!"
" Loh, kamu dapat uang.dari mana memangnya??, kamu kerja??"
Yuna sedikit kesal dan tersinggung dengan pertanyaan Sansan.
" Ah, benar Fahad adalah suami yang baik, jadi semua keuangan kamu yang atur ... istri hebat kamu Yun, menggaji Anggita aja 3'5 juta wow.... pinter menghemat uang kamu!"
Yuna yang tadi mau marah, terlambung kembali dengan pujian Sansan.
" Ah, tante bisa saja....!"
sebenarnya Yuna tidak tahu menahu soal silsilah keluarga Pratama, jadi Yuna tidak tahu Sansan ini sebenarnya apanya Fahad, karena sampai sekarang menikah baru dia yang datang mengunjunginya, meskipun Yuna sudah beberapa kali bertemu dengan Sansan karena terapi, jadi Yuna mencoba menghormati penolongnya itu.
" iya.... oh ya kamu tahu nggak, berapa gaji ART, di keluarga Pratama??"
" Tidak tahulah tante, mungkin sama lah!"
" eh, ngawur...gaji mbak Zara di rumah Fahad itu, sekitar 15 juta perbulan loe Yun, masak kamu samain Anggita, Anggita masih kecil jadi gaji segitu banyak, padahal itu tidak seberapa loe!" maklum team julid kan Sansan.
__ADS_1
betapa terbelalaknya mendengar gaji yang cukup fantastis.
" Itu baru pokok, loe ya...makan,minum ,kebutuhan lain, semua di tanggung majikannya, kayak pembalut, sabun, sembarang kalir lah yah...free dong, bonusnya 5 juta, jadi 20 juta, belum lagi Kalau Akhir tahun, 3x lipat gaji loe!"
Anggita dan Yuna menelan ludahnya mendengar ocehan Sansan.
" Anggita, coba ketemu sama tante Fahad dulu, aku angkut dah, berani aku bayar kamu 20 jutalah perbulan!"
Anggita dan Yuna semakin menelan ludahnya.
" Tapi nggak papa ya Anggita, majikanmu memang rejekinya masih segitu, kamu harus setia sama majikan kamu terutama Fahad karena dia yang punya uangnya Yuna kan cuma menyalurkan, pokoknya aku minta kamu buat setia sama Fahad, nanti kalau rejeki dia melimpah pasti kamu juga naik gajinya!"
Anggita mengangguk senang, karena Fahad sudah menepati janjinya memberikan perawatan terbaik pada neneknya.
" Tapi tan, Fahad mengatakan jika dia sudah tidak bekerja lagi...!"
" Oh sungguh??" pura -pura terkejut.
" Iya...aku masak bohong!"
" kenapa kau santai sekali mengatakannya??"
" aku yakin Fahad akan berusaha keras memenuhi tanggung jawabnya tan!" senyum penuh percaya diri.
" kau kan sudah sehat kembali, kenapa kau tidak bekerja membantu suamimu??'
" Aku ingin tapi Fahad melarangku Tan!"
" tentu saja tan!"
" Iya jangan sia - siakan Fahad Yun, takutnya nanti menyesal loh, Fahad sangat memperjuangkan kamu, dia bukan seperti kebanyakan anak sekarang menjadi benalu bagi seorang wanita, kan bodoh sekali wanita itu kan kalau di tempelin benalu???"
" eh, i...iya tan!"
" Makanlah aku dan Anggita sudah mau habis,kamu kenapa nggak makan??"
" nanti saja tante, hehehe...!"
" Oh kamu nunggu Fahad toh, istri yang baik deh kamu, Fahad nggak salah pilih...eh la tapi yang di kamar siapa itu tadi Yun??"
" eh, di di kamar??, tidak ada tan!"
" Eh masak, aduh jangan - jangan rumah ini ada hantunya Yun, tadi pas kamu buka itu aku lihat ada sekelibat pria gitu...astaga ati-ati Yun, ini kan rumah baru ya, mungkin masih angker, kamu tahu kan itu kisah genderuwo yang hamilin anak orang, ih sadis ngeri sedap banget, kok tahu-tahu hamil 9 bulan kan!"
" eh nyonya itu dikampung saya itu beneran loe ada itu nyata!" Sahut Anggita dengan polosnya.
" Eh serius nggit???"
" Iya nyah, serius...itu masih perawan lo nyah!"
" Ih tahu dari mana kamu masih perawan??"
" iya kan belum nikah nyonya!"
__ADS_1
" Nggit, sekarang itu banyak janda meskipun belum menikah, udah jaman modern iyakan Yun!"
" kok bisa janda belum menikah nyah!"
" Ya bisalah kamu masih kecil jangan di bahas...bahas genderuwo tadi aja, eh barang kali itu anak pacarnya atau selingkuhannya kan gak tahu anak jaman sekarang memang berani Nggit, yakan Yun??"
Yuna hanya mengangguk saja,Yuna merasa jika Sansan seperti sedang menyindirnya, tapi Yuna merasa sudah menutupi semuanya dengan baik, jadi tidak mungkin itu ketahuan.
" Anggita, kalau udah selesai kamu beresin aja ke belakang!" pinta Yuna halus
" Baik Nyah!"
" Anggita aku bantuin ya!"
" eh tan jangan, biar anggita aja, itu udah pekerjaannya!"
" loh ART kan kerjanya cuma membantu Yun, jangan salah artikan seperti itu, mamaku saja meski ada Art masih cuci, masih masak dan ngepel rumah, jadi art di rumah cuma bantuin aja loe, tidak mengerjakan semuanya total...!"
" Ah, tapi Tante tamu biar Yuna aja yang bantuin tante duduk aja ya!"
dengan sangat terpaksa Yuna membantu memberesi sisa makanan ke dapur, sambil memberikan pandanga tajam pada Anggita saat di dapur.
" Yun, aku nginep sini boleh??"
" Ha???" Yuna sanga terkejut
"kenapa gak boleh, tapi udah malam ternyata, kamar mu itu kan menunjuk kamar Robert karena tadi Yuna tidur di sana!"
" Eh bukan itu kamar tamu tan!"
" oh, la kamu ngapain di kamar tamu??"
" hehehe, pingin suasana baru aja Tan, biar semua di pake gitu gak ada yang kosong!
" Ya udah aku tidur kamar tamu aja Yun!"
" Jangan-jangan tan!"
" Lah kenapa jangan, akan aku tamu!"
" tidur di kamar atas aja ya!"
" Lah nanti kalau Fahad datang masak bertiga??"
" nanti Fahad biar tidur di kamar tamu!"
" Nggak enak Yun, di sini aja ya!"
Sansan memaksa untuk menempati kamar tamu.
Yuna segera menghalangi pintu itu agar tidak dibuka Sansan.
jantungnya sudah berdebar kencang mau copot...
__ADS_1