GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
435. Ribuan penyesalan


__ADS_3

" Maafkan putra saya nyonya..."


ujar Melda tak enak hati pada Anna.


" Tidak masalah, saya mengerti atas kegundahan anda dalam membesarkan Melvin!"


" benarkah??"


" Ya,... begitulah tidak perlu saya ceritakan, tapi kenapa anda tidak menikah lagi nona?, anda masih muda loe..."


" masih trauma..."


" kalau begitu datanglah ke sini bermain , biarkan Melvin bermain dengan anak-anak saya..."


" bolehkah??"


" tentu saja boleh..."


" terimakasih nyonya..."


" Panggil saya anna..."


" panggil aku Incess juga..."


" dan aku Julia..."


Melda. tersenyum senang pada akhirnya ada orang yang mau menerima keadaannya, karena banyak orang memandang Melda seakan ancaman karena janda muda .


setelah hampir seharian bermain, Melda di panggil oleh Frank untuk di ajak kembali pulang, namun Melvin terlanjur nyaman dan tidak mau di ajak pulang.


" Melvin besok pulang sekolah main ke sini lagi..." tegas Frank.


" tidak mau kakek, Franky mau tidur di sini..."


" besok Melvin sekolah loe!" Melda juga membujuk putranya itu.


" Loe ,haloo uncle Frank..." sapa Fahad.


" oh ini kau Fahad??, keponakan Nathan??" tanya Franky.


" benar uncle...lama tidak berjumpa!"


" papa...papa..." Melvin langsung memeluk kaki Fahad meminta bantuan.


" ada apa boy??"


Fahad menggendong Melvin


" Melvin mau tidur di sini...!"


" tidak Melvin kamu besok sekolah!" bentak Melda


" oh Melvin sudah sekolah ??"


" sudah papah...."


" wah papa sangat suka dengan anak yang rajin sekolah...apa Melvin rajin sekolah??"


" Ya..."


" Kalau begitu Melvin harus pulang lebih dulu ya, besok kan Melvin sekolah...!"


" Tapi Melvin masih mau di sini loe, mau bobok sama Dhiren dan Nora!"


" Bagaimana jika malam Minggu melvin bobok sininya??"


" iya malam minggu saja Vin..." tambah Anna.


Melvin melihat ke arah Frank dan juga Melda, keduanya menganggukan kepala.


" Baiklah, janji ya malam minggu melvin boleh bobok sini??"

__ADS_1


ujar Melvin.


" ya, sekarang Melvin harus menurut ya pada ibu dan. kakek!" ujar Fahad mencium pipi Melvin


" ya pah..." Melvin terbujuk rayu akhirnya oleh Fahad .


Melvin turun dari gendongan Fahad dan berlari pada ibunya, Melvin akhirnya mau di ajak pulang oleh ibu dan kakeknya.


saat akan masuk ke dalam mobil, Sandy memanggil Frank.


" Frank..."


" oh??, Sandy??"


" Franky, apa kau sudah menganggur??'


" hehehehe, ya aku pensiun dini...aku menjalankan bisnis kecil..."


" apa kau merendah untuk meroket??"


" mana ada, ..."


" ini menantumu??, cantik juga ya??"


" diamlah , kau tidak boleh mendekatinya!"


" Kakek ayo pulang!" tegas Melvin terlihat sudab mengantuk berat.


" San, mainlah ke rumah...kabari aku, sekarang aku pulang dulu!" Franky segera masuk mobil setelah berpamitan dengan semuanya dan pergi.


" San, kau katanya konsisten??"


ujar Nathan


" aku hanya memuji saja apa salahnya?"


" sudahlah tidak mau berdebat denganmu San!" Nathan menghampiri kedua cucunya karena sudah lama tidak bercengkrama dengan mereka.


" aku jadi tidak sabar segera melihat anak kalian berdua lahir!" ujar Nathan pada Putra dan Incess.


" Ya, oh... ya Putra bisa bantu cek beberapa persiapan pernikahan adikmu??, Daddy masih ada urusan dan mommy mu masih ada kerjaan yang tidak bisa di tinggalkan!"


" baiklah, baiklah...kami akan urus itu Dad, kalau begitu beri tahu tempatnya..."


" nanti aku kirim ya..."


" Ok..."


...----------------...


Sementara Julius sibuk menyelesaikan misinya.


beberapa kali Yuna bekerja sama dengan Julius, dan akhirnya bisa membereskan persoalan perdagangan manusia sampai ke akarnya.


Julius juga memberikan himbauan pada anak-anak remaja agar tidak pernah tergiur dengan bujukan orang yang tidak dikenal.


Julius mengerahkan beberapa anak buah untuk memantau situasi di setiap daerah-daerah yang banyaknya pelaporan anak hilang.


" Yuna, kerja bagus!" ujar Julius.


" apakah masih ada kesempatan untuk saya hidup setelah membantu anda tuan??"


" Kau belum menyelesaikan pekerjaanmu...ini baru satu!"


" apa anda bisa berjanji jika saya akan baik-baik saja setelah membantu anda??, saya masih ingin balas dendam pada Robbert dan meminta maaf pada ibu saya tuan..."


Julius diam membisu, dia tak bisa memenuhi janji pada Yuna.


" Tuan..."


" aku akan membantumu untuk membalas Robbert dan aku akan mempertemukan kau dengan ibumu, 2 hal itu yang bisa aku janjikan padamu Yuna!!"

__ADS_1


Julius sebenarnya melihat perubahan besar pada Yuna, namun bagaimana pun dia tidak akan bisa menikmati hidup damai karena sudah mengusik keluarganya.


" setidaknya saya punya kesempatan untuk memohon ampunan pada ibuku!"


" kau mau makan apa??"


" apa boleh saya makan masakan Fahad??"


" Tidak!!"


" Kalau begitu biarkan saya makan makanan siap saji saja tuan dan teh botol"


" mau ice cream??"


" Tuan bukankah anda jijik pada saya, kenapa sekarang menjadi begitu baik?"


" aku tidak baik, bukankah sebuah kerja keras harus di bayar??, aku akan memberikan uang kau belilah apa yang kau mau...ingat kau tidak akan bisa kabur kemana pun...!!" tegas Julius


" saya akan segera kembali tuan..."


Yuna pun pergi dengan lembaran uang yang diberikan oleh Julius.


Yuna datang ke toko bunga Aina, membeli bunga terbaik, namun dia tidak bertemu Aina, setelah membeli dia pergi ke makam sang ayah, di sana Yuna menangis dan meminta maaf pada sang ayah atas semua kebodohannya, setelah itu dia pergi membeli dua makanan cepat saji dan ice cream, Yuna pun segera kembali ke tempat di mana di harus tinggal dengan keamanan yang tinggi saat bekerja sama dengan Julius.


" tuan, ini makanan anda..."


" aku tidak usah...!"


" Tapi aku sudah terlanjur membelikan!"


Julius yang tadinya rebahan pun segera duduk, menerima box makanan siap saji dari Yuna.


" apa kau sangat suka makanan cepat saji??"


" Ya, ...tuan tidak suka??"


" biasa saja...."


" kalau begitu ayo makan tuan..."


" hem..."


Yuna merogoh sakunya dan mengembalikan sisa uang Iyus.


" ini tuan kembaliannya!"


" ambil!"


" terimakasih!"


Yuna makan sambil menangis, entah apa yang di tangisinya


" berhenti menangis atau aku akan kehilangan selera makan!"


" oh maafkan saya tuan, saya hanya menyesali perbuatan saya, saya tidak mau disiksa lagi setiap hari,...saya tahu saya makhluk berdosa di muka bumi ini, ...."


" kau baru menyesal, simpanlah sesalmu itu !"


"Iya tuan..."


" aku harus pulang, kau ingatlah kau tidak akan bisa lari ke mana pun !"


" tunggu tuan, bisakah aku berbicara dengan Aina suatu hari nanti??"


" tidak!!"


" kalau begitu, sampaikan permintaan maafku padanya, terimakasih pernah menjadi sahabat terbaikku, dan maaf karena sudah menyakitinya"


Julius pun pergi tanpa meninggalkan sepatah kata pun pada Yuna.


Yuna tertunduk, air matanya mengalir begitu deras, hatinya di tusuk ribuan penyesalan yang menyesakkan hatinya, berkali-kali dia berandai-andai .

__ADS_1


Andaikan waktu bisa ku putar kembali, bisakah aku memperbaiki segala kerusakan yang telah aku perbuat selama ini, bisakah aku tidak mengenal Robert?, bisakah ayahku hidup kembali??, bisakah persahabatan ku dengan Aina menjadi tulus dan bisakah aku mencintai Fahad dengan sepenuh hati???


dalam hati Yuna.


__ADS_2