
" Mas...bajunya... pakai yang sesuai ukuran mu!" memberikan beberapa set baju pada Fannan.
" Hahah, aku sungguh merasa konyol, Cindy ingatlah Size pakaianku ya!"
" Apa??"
" XL ...!"
" XL...?, oke...akan Cindy ingat!"
Fannan pun segera berganti baju dan berdandan sangat rapi kemudian keluar kamar.
" Cindy, kau malah ikut libur hari ini ya??"
" Iya rasanya lumayan juga libur 2 kali ini , aku ternyata yang sangat gila kerja!"
Cindy menoleh ke arah Fannan, dan sangat terpesona dengan tampilan Fannan dengan pakaian pilihan, tampa sadar Cindy mendekat dan merapikan bagian pundak Fannan yang masih terlipat.
Pundaknya lebar sekali
dalam hati Cindy.
"ehem ehem..., maaf orang tua ini numpang lewat ke dapur!" ujar Vevey yang berpapasan dengan adegan yang manis.
" mama, aku hanya membantu mas Fannan Merapikan baju saja!" Cindy malah salah tingkah.
" Apa sayang, mama tidak melihat apa-apa, hahaha...Cindy memang harus libur sesekali jangan bekerja teruslah, kau ini bukan karyawan kenapa tidak bersantai sesekali, jangan hanya saat kau sakit baru istirahat!"
" Iya ma...!"
" Kau sungguh tak pernah libur?" tanya Fannan khawatir.
" Heheheh" Cindy hanya merenges.
" Nak Fannan, jika nak Fannan tidak keberatan tolong ajak putri tertuaku itu melihat indahnya dunia!"
" Aih baik Nyonya saya meminta ijin untuk mengajaknya keluar hari ini!"
" Tentu saja boleh asal putriku mau loe...!"
" Cindy apa kau mau?"
" Iya ayo pergi mas...!"
" kalau begitu orang tua ini hanya bisa berpesan hati - hati di jalan ya, selamat bersenang-senang!" Vevey menyemangati putrinya dan segera masuk ke dalam kamar.
" Apa yang membuatmu bahagia istriku??"
tanya Hiro penasaran.
" Aku sangat gemas pada merek berdua sayang, mereka sangat serasi, tapi.... sepertinya Cindy masih belum melupakan masa lalu!"
Hiro menarik Vevey ke dalam pelukannya,
" Butuh waktu, bukankah kau lebih mengerti hal ini?, itulah yang sedang di rasakan Cindy sayang!"
"ehmmm benar, tapi Fannan sangat baik kan sayang jika itu dari kacamata kepalamu bagaimana?"
" Hmmmmmm...dia pria yang sama sabarnya denganku bukan?'
" Hahahaha benar juga...hahahaha aku berharap Cindy melupakan masa lalunya dan hidup bahagia!"
" Aku juga berharap dia juga begitu...!"
" Sayang terimakasih sudah menyayangi mereka seperti anak - anakmu sendiri!"
" Tentu saja, tanpa mereka aku juga tidak akan di sini sekarang!"
" kau ini menyebalkan...!"
" Sayang, Sasa akan menikah, bagaimana dengan ehem...ehem...???"
" Apa itu?, apa kau sakit, mana yang terasa. tidak enak?" memeriksa tubuh Hirosan.
Hiro segera menarik Vevey ke pelukannya, dan berbisik di telinga Vevey.
" Sasha sudah baik - baik, dan akan menikah, bukankah kau bilang akan melahirkan keturunanku??"
" Aih ...kau masih mengingatnya?"
" Ya, aku sangat bersyukur memiliki Cindy, Aina dan Fahad mereka anak yang sangat hebat, lalu bolehkah aku juga memiliki satu atau dua lagi??'
__ADS_1
" Tentu saja sayang, jika suamiku memintanya itu adalah kewajibanku menjadi istrimu!"
" Manisnya istriku ini, kita istirahat lebih dulu, menenangkan pikiran dan mood yang baik, karena aku juga ingin mencetak anak yang luar biasa seperti ketiga kakaknya!"
" hahahahaha...baiklah nanti kita akan berusaha bersama, aku sangat lelah ,kita memang harus istirahat dulu!"
menyandarkan kepalanya pada tubuh Hirosan.
...----------------...
Di toko Aina.
" Selamat datang, apa ada...., kalian kenapa datang?"
" Aina, apa kami tidak boleh datang?" sahut Iyus kesal.
" Tentu saja boleh, bukankah di rumah ada tamu?"
" Itu kan tamu Cindy!"
" Iya Kak Aina...kita beri waktu untuk kakak Cindy , kami tahu Abang asuh adalah pria baik!"
" Aku juga tidak menyangka, mereka bisa bertemu?"
" Itu namanya takdir...!" Sahut Fahad
" Tidak abang asuh, ini bisa bertemu Cindy di mana selain di dekat tempat dinas.
" Tunggu, kau benar...aku tahu maksudmu!"
" sudah lebih jelasnya Kita ke sana sekarang!"
" Kalian apa yang kalian bicarakan?" tanya Aina bingung.
" selamat si...Tuan...!"
" Oh Nona Yun...!"
" Yuna, kau datang lagi?, apa tidak bekerja?"
" Ehmmm...tidak...!"
" Apa yang kau bawa?, oh kau membawakan makanan untuk Fahad lagi?"
" Nona Yun, apa kakakku tidak mengatakan apapun pada anda?"
" Apa tuan?"
" Jangan merepotkan diri lagi, aku terima bekalnya,lain kali jangan kau buatkan lagi ya!"
" Apa tuan tidak cocok dengan masakan Yuna, maafkan saya... karena memang tidak bisa menyamakan selera tuan, Yuna akan cari pekerjaan lagi, jika sudah nanti Yuna akan beli bahan yang terbaik untuk memasakan anda tuan!"
" Nona Yun, bukan itu maksudku...bukankah kau harus mementingkan kebutuhanmu lebih dahulu, aku tidak bermaksud merendahkanmu, tapi dengan begini aku akan menyusahkanmu bukan?"
" Tidak akulah yang menyusahkan anda tuan muda, tolong jangan menolaknya tuan!"
" Aih...ya sudah terserah pada nona Yun saja ...!"
" Sungguh, terimakasih Tuan muda!"
" Eh Aina...temanmu butuh pekerjaan kenapa kau tidak memberikan pekerjaan padanya?" ujar Iyus.
" Tidak jangan...itu aku tidak mau merepotkan Aina tuan...aku akan mencari pekerjaan lain!"
" Bukannya aku tidak menawarkan, aku sudah menawarkan pekerjaan tapi dia tidak mau, aku bisa apa?"
tidak berdaya.
" nona Yun, apa keahlian anda?"
" Ehmmm...saya tidak memiliki keahlian apapun, selain bersih - bersih atau merapikan rumah!, itu kenapa aku di berhentikan dalam pekerjaan!"
" Pantas saja dia temannya Aina...!" Iyus keceplosan .
" Iyus....kau mulai lagi!"
" Maaf ,maaf mulutku sudah terlanjur tidak ada remmnya!" Menutup mulutnya rapat.
" Nona Yun ingin bekerja di mana?"
tanya Fahad lembut.
__ADS_1
" Ehmmm ....saya tidak ada keunggulan apa pun, jadi tidak berani berangan-angan!, yang terpenting ada kerjaan dan dapat penghasilan!"
" Kak, Aina... hubungi papah Hiro... untuk memasukannya di tokonya, bagian kebersihan, aku pergi dulu kak, nona sampai jumpa terimakasih untuk bekalnya, ucapan terimakasihnya cukup sampai di sini saja...!" Fahad dan Iyus pun segera pergi.
" Bagaimana bisa kau dingin sekali kepada wanita yang kau sukai Fahad???' Iyus tak habis pikir.
" apa aku dingin?, tidak...bukankah itu sangat lembut?, di mana salahnya?"
" Kau sangat mirip dengan tante Vevey, hanya wajahmu saja mirip dengan om Jovan, tapi bagaimana bisa kau tidak banyak usaha untuk menaklukkannya, kenapa aku tidak berpikir cara seperti itu ??, aku mengejar dengan gila dan malah di tolak mentah-mentah!"
" Itu cara salah yang baik, bukan? kau bisa tahu wanita macam apa Yohana itu!, aku yakin jika dia tahu latar belakang mu yang asli...dia akan berbalik mengejarmu nanti!"
" Aku sudah terlanjur muak padanya...tapi dia sangat cantik!"
" Ya sih cantik, saat melihat pertama kali aku juga sempat tertarik tapi dia kan wanita yang kau bawa jadi tidak menarik lagi di mataku!"
" hilih...tapi Yuna menurut ku juga biasa saja apanya yang kau suka?"
" Yuna hanya akan cantik di mata pria yang tepat...!"
" Hohoho...baiklah saudara ku kau ini diam - diam banyak jurusnya rupanya!, ngomong - ngomong bekal itu boleh di bagi tidak??"
" Tidak!!"
" Hih...kau ini sangat pelit...!"
" kita selesaikan urusan kita baru bahas makan!"
"yayaya....!"
mereka pun segera masuk ke dalam rutan dan menemui Martin secara langsung.
" Martin apa kakakku datang ke sini, beberapa hari yang lalu?"
" Tidak!"
" Jangan berbohong!!!"
" Kenapa aku berbohong....?, apa yang kalian inginkan lagi?"
" Tidak hanya memastikan saja, hehehe berarti kakakku benar - benar sudah membuka hati untuk pria yang lebih baik!"
" Ya Cindy sangat cantik dan baik, jika mendapat bajingaaan ini akan sangat di sayangkan!"
" Jika kalian membual pergi saja... sampai nanti aku bebas, aku akan mendapatkan kakakmu lagi!" ujar Martin
Mana mungkin Cindy melupakanku, meski pun aku tidak pantas di maafkan, tapi hanya aku yang boleh memilikinya.
dalam hati Martin mulai gelisah.
" Lihatlah... mereka sangat serasi kan?" Iyus menunjukan ponselnya terlihat Cindy sedang mengambilkan makanan untuk Fannan.
" itu hanya editan, aku tidak akan percaya...kalian hanya ingin membuatku tidak tenang kan di dalam penjara?, tak apa... bagaimana pun aku memang tidak pantas di maafkan, aku akan menebus semuanya setelah hukumanku berakhir, aku berjanji akan menjaga kalian dan tidak akan membiarkan orang lain menyakiti kalian lagi, termasuk juga keluarga ku!"
" Lihat yang ini....!" terlihat Foto Fannan dan Cindy yang terlihat sangat akrab dan terlihat Cindy yang tersenyum dengan bahagia.
" Iyus bagaimana kau bisa mengambil gambar Abang asuh dan kakakku?, kau mengintip mereka ??"
" sedikit Fahad sapa tahu terjadi sesuatu !"
" Diam, Cindy sangat mencintai ku dia pasti akan memaafkanku dan kami akan berbaikan!, nyatanya dia datang membawa makanan untukku beberapa hari lalu!" Martin pun terpancing .
" Fahad, ayo pergi kita sudah dapat jawabannya!"
" Ya..!" Fahad dan Iyus pun segera meninggalkan rutan itu.
" Abang asuh membantu kakakmu berbohong, sepertinya abang asuh sudah tahu kronologinya...!"
" kakakku belum bisa melupakan Martin, tak apa pelan - pelan saja...lain kali aku akan membicarakan hal ini dengan abang asuh!"
" Ya, baiknya begitu...ayo kita makan!"
"Kau belilah makanmu sendiri jangan mengganggu makanku!"
" sedikit saja aku juga ingin mencicipi masakan adik iparku!"
" Jangan harap!"
" Haaa...ya sudah...belikan aku mie ayam itu tuh!"
" Ya cepat asal jangan makan bekalku!"
__ADS_1
mereka pun segera memasuki warung Mie ayam ,setelah itu mereka kembali pulang.