
setelah selesai berbincang lama di makam ayah dan pamanya mereka pun segera kembali ke apartemen yang di sewa oleh Dai untuk tempat tinggal sementara mereka berdua
" Diamlah, di sini jangan berulah aku akan mencari informasi tentang keluargamu beru bertindak!"
" apa aku tidak boleh jalan - jalan?"
" aku khawatir kau membuat masalah untukku Tasya!"
" Tidak aku berjanji, aku ingin ke suatu tempat untuk mengambil sesuatu!"
" Ya sudah, apa perlu ku antar?"
" Tidak perlu!"
" Baiklah, ....aku pergi dulu!" Dai segera menuju Black Dragon.
dan Tasya, berjalan keluar lalu menaiki bus entah menuju kemana.
Bascamp Black Dragon.
" Paman aku kembali, aku ingin membuat perhitungan pada paman!" Dai / Rio mencari Gerry dengan segera.
" Rio...hahaha kau semakin tampan nak, penampilan mu seperti orang jepang!"
" Ah, aku tidak tersanjung!"
" Ayolah, jangan marah, begitu saja marah kau ini!, aku yakin kau sangat menikmati tugasmu bersama Aogiri,...!"
" Ah, itu memang benar aku menemukan banyak hal dan sesuatu yang tidak paman dapatkan setidaknya!"
" Wao...anak ini sombong sekali, ya!"
" Paman, bagaimana kabarmu?"
" Aku baik, hanya saja kau kembali di saat yang tepat !"
" Kenapa paman??"
" Hmmm, ini tentang kecelakaan yang kita coba gali informasinya!"
" Oh ya bagaimana??"
" kau kenal Martin bukan?"
" ya...!"
" Semuanya bersangkutan dengannya!"
" Apa???, jadi dalangnya adalah Martin??"
" Jadi Dalangnya adalah Adiknya Juno dan Renata, lalu Martin membantu menutupi kasus dan menghapuskan semua bukti dan mengirim kedua adiknya ke Negara M!"
" Apa??, Tasya pasti sangat kecewa mendengar ini!" guma Dai.
" Siapa Tasya??"
" Oh tidak bukan apa - apa paman, lalu di mana Martin??"
" Di penjara, ...!"
" Lalu apa semua tahu??"
" Hanya nyonya kita yang tidak tahu tentang ini, sementara!"
" oh, lalu bagaimana dengan nona Sansan??"
" Dai, sesuai dengan bukti yang kau dapatkan dulu, dia memang bukan Sansan yang asli,dia hanya orang yang mirip dengan nona kecil, sementara biarlah begini untuk kebaikan nyonya!"
" Aku tahu itu paman, ... apa nyonya sudah pulang?"
" Sudah, datanglah ke sana pekernalkan dirimu!"
" Baik!" Dai pun segera mengunjungi tempat tinggal Sasha.
Terlihat Sansan palsu turun dari mobil,
" Nona, selamat siang....!" sapa Rio/Dai
" Kak Rio, kak Rio??, kakak kau sudah pulang??"
" Sudah nona, nona apa kabar??"
" Aku baik, kakak ayo masuk!"
__ADS_1
"Baik!" Dai/ Rio mengikuti dari belakang.
" Bunda, aku pulang!"
" Oh putriku sudah pulang, cepat cuci tangan ganti baju lalu makan siang!"
" Bunda, aku membawa tamu!"
" Oh siapa??"
" Saya Rio, salam kenal kepada nyonya saya adalah orang dari Black Dragon!"
" Oh, ya??, aku tidak ingat apapun tentang itu, mari kita kenalan lagi!"
Kita sudah pernah kenal nyonya saat dulu sebelum kecelakaan menimpa keluarga anda dalam hati Rio/Dai.
" Tidak masalah nyonya!, Saya senang melihat anda sudah sangat sehat!"
" Terimakasih, aduh kamu kok manis sekali, kamu juga masih sangat muda, kebetulan hari ini aku memasak terlalu banyak, siapa tadi namamu?"
" Rio nyonya!"
" ohya, Rio ayo kita makan bersama!"
Rio mengangguk mengikuti Sasha menuju ruang makan.
" Mbok, ambilkan piring satu lagi untuk Rio!"
" Oh nak Rio...lama tidak berjumpa!"
" Siang mbok!" sapa Rio sopan.
" Tante ,nenek Natalie pulang!"
" Cucuku cepat ganti baju, ayo makan sini!" Ujar Mbok yem.
" cucu??" Rio sangat keheranan.
" Ah, nak Rio...itu Cucu saya ikut saya tinggal di sini, karena papa mamanya di Korea!"
" Oh....!"
Tak lama Sansan dan Natali datang ke meja makan sambil tawa canda keduanya terlihat sangat akrab.
dalam hati Rio/ Dai.
" Ah, ayo semua makan!"
ujar Sasha.
" Oh kak Rio...ini Natalie, kenalkan!"
" Ah, senang bertemu dengan anda!" ujar Dai tersenyum.
" Ya kakak salam kenal!" Balas Natali.
" Nyonya, di mana Panglima??"
" Oh suamiku?, ada hal penting jadi 2 hari ini tidak pulang!"
" Oh begitu..!." Dai melihat ke arah Sansan, namun dirinya baru tersadar beberapa bagian tubuhnya penuh luka lebam yang di Samarkan dengan make up.
Namun Dai tidak langsung menanyai Sansan,
setelah selesai makan dan berbincang, Dai pun segera berpamitan, dan mengajak Sansan untuk keluar.
" Kakak mau mengajak Sansan kemana?"
" Nanti nona juga tahu!"
namun Sansan melihat, Zayn yang sedang merokok di halaman depan.
" Kakak, sebentar ya??"
Sansan segera menghampiri Zayn,...
" Om Zayn...!"
" Ya...!"
" Bagaimana apa om menemukan keluarga ku??"
" Ehmm, aku sudah mengamankannya, tenanglah...!"
__ADS_1
" Syukurlah,...!"
" Ya, keluarga mu ada di tangan kami, sebaiknya kau tahu apa yang harus kau lakukan, jika tidak kami bisa lebih kejam dari istri Kenzo!"
" Siap om, tenanglah....jika begitu Sansan pergi dulu!"
Sansan segera kembali pada, Rio
" Sudah???"
" Ya, ayo...!"
Mereka pun pergi bersama menuju apartemen Rio/ Dai
sementara, tujuan Tasya adalah dia kembali di mana dia dan keluarganya mengalami kecelakaan.
Mengingat hal itu, Tasya benar - benar trauma, namun, dia menguatkan hatinya, dengan selangkah, berjalan dia menahan sesak di dadanya, rasanya Tasya sudah hampir kehabisan oksigen,
" Ahhh ...haaaaa...haaaa...!" Kakinya gemetaran, air matanya sudah hampir mengalir namun dia berusaha menahan sekuat tenaga.
" Haah...hahh...aku tidak boleh kalah, aku harus sampai ke pohon besar itu!" setelah cukup lama berperang dengan batinnya sampailah Tasya di depan pohon besar yang masih ada dan masih berdiri, di mana Jovan dengan sekuat tenaganya menyelamatkannya dan memintanya untuk berdiam di balik pohon besar itu.
Tasya segera menggali Tanah di dekat pohon itu, ternyata barang - barang milik bundanya kalung pemberian Kenzo masih tersimpan di sana.
" Ponsel bunda..., kalungku masih ada, syukurlah, hiks hiks hiks....!" Tasya menangis sendirian di balik pohon besar itu.
"Drrrrttttt drrrrrtttt...!"
" Ehmm...ya Dai...!" sambil terisak - isak
" Kau menangis??, kau dimana??"
" Huhuhuhu....nanti lagi aku matikan ponselnya!" Tasya segera mematikan ponselnya.
" Anak ini kenapa lagi???"
Dai segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" kakak, ada apa?, aku takut jangan mengebut!"
" Darurat!" ujar Dai, segera melacak keberadaan Tasya.
" Anak itu kenapa ada di tempat itu???" Dai semakin khawatir dan semakin menambah kecepatan.
" Gunakan sabuk pengaman!" ujar Dai.
Sansan sudah sangat ketakutan, dengan mobil yang melaju tidak wajar itu.
Ciiiiiiiiiiiit.....
Dai segera turun dan mencari keberadaan Tasya.
" Tasya, Tasya... Tasya....!" Teriak Dai sangat cemas, Sansan mengikuti langkah kaki Dai yang terlihat kebingungan.
" Huhuhuhu huhuhuhu....Daiiii...huhuhu kenapa kau kemari?"
" Tasya Ada apa??"
" huaaaaaaaaaaaa.....!" Tasya semakin kencang menagis
Dai segera memeluk Tasya lalu menepuk punggungnya agar tenang.
Siapa wanita ini, apa dia kekasih kak Rio?, apa jangan-jangan kak Rio ingin mengenalkan pacarnya padaku?
jadi kak Rio sudah punya pacar??
dalam hati Sansan palsu merasa sangat kecewa.
" kita pulang, dulu ya!"
Dai segera menggendong Tasya, dan membawanya ke mobil.
" nona tolong bukakan pintu mobilnya di depan, nona duduk dibelakang tidak apa kan??"
" Ya, tidak apa - apa!" Sansan membukakan pintu mobil dan dia segera duduk di belakang.
" jangan menangis seperti anak kecil bisa tidak sih, membuat orang khawatir saja!" Dai memakaikan sabuk pengamanan pada Tasya kemudian mengusap lembut kepala Tasya untuk menenangkan nya.
Hah....iri sekali, jika aku menangis sesegukan seperti itu, apa kak Rio juga akan melakukan hal yang sama? dalam hati Sansan.
" kau mau minta apa??, aku akan membelikannya untukmu, tapi kau harus berhenti menangis!"
" Tidak aku mau pulang!"
__ADS_1
" Baiklah kita pulang!" Dai segera masuk dan melaju menuju apartemennya.