GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
93. Kesedihan merata


__ADS_3

Pukul 12 siang ...


Semua keluarga Pratama berkumpul ke aula tengah, Kenzo pun juga datang .


" Di mana Cindy??"


tanya Nathan pada yang lainnya.


" Kakak, Cindy sudah tahu soal ini!"Zayn memberitahu Nathan.


" Anak itu pasti sedang sangat terpukul!"


Nathan merasa khawatir.


" Kakak sebenarnya ada apa kenapa dengan Cindy??"


Vevey menjadi sangat khawatir.


" Suamiku, katakanlah dengan jelas pada kami, ada masalah apa sampai kita harus berkumpul di sini?"


" Om Chiko, di mana bang Martin, kenapa sedari aku pulang aku tidak melihatnya?" Fahad' bertanya pada Chiko.


" Benar, bang Martin juga bagian dari kita kan?" Sambung Aina.


" Kalian tenanglah, aku juga bingung ini kabar baik atau buruk aku merasa enggan menyampaikan ini!" Ujar Nathan tak sampai hati menyampaikan


" Bolehkah, Zayn yang menyampaikan?"


" Ya, sampaikanlah Zayn!" Nathan membiarkan Zayn yang menyampaikan semuanya.


" Kami sudah menemukan dalang dari kecelakaan itu!"


" Wah, sungguh??" Semua sangat terkejut dan akhirnya mendapatkan hasil setelah berberapa tahun berusaha keras mencari.


" Hanya saja orang di belakang semua ini adalah orang yang kalian sayangi!"


Semua saling memandang satu sama lain dengan tanda tanya.


" Dalangnya adalah Juno dan Renata, kemudian Martin membantu menghilangkan bukti dan menutupi kasus ini dengan sangat rapat, lalu mengirim kedua adiknya keluar negeri!"


Seketika semua Syok dengan penjelasan singkat dari Zayn.


" Om Zayn,...jangan bercanda!!!" Fahad sangat tidak percaya muka terkejutnya tidak bisa dia sembunyikan, begitu juga dengan Vevey.


" Zayn, coba katakan semua itu tidak benarkan??"


tanya Vevey yang sangat syok berat, Hiro mencoba menenangkan istrinya dengan mengusap punggung Vevey perlahan.


" Ya om, katakan itu tidak benar, mereka adalah saudara kami!" Sahut Aina.


" memang itu kebenarannya, Martin sudah mengakuinya dia sekarang ada di dalam penjara!"


" Oh tidak, ini pasti Lelucon!" Vevey sangat tidak bisa menerima semua kabar ini.


Savina juga menenangkan Vevey, agar tetap tenang, Julius melihat wajah Fahad yang sudah berubah menjadi sangat Murka.


" Fahad, ini memang tidak bisa diterima, apa kau ingin memukul Martin??"


" Yus, jangan memperkeruh suasana!" Ujar Julia.


" ini kita juga tidak bisa menyalahkan semua pada anak - anak!" Sambung Chiko.


" Kenapa kau berbicara begitu Chiko???" Savina sangat heran.


" Ah...benar, hiks hiks benar ...!" Ujar Vevey membenarkan perkataan Chiko.


" Jadi titik permasalahannya di mana?, kenapa mereka tega mencelakai papa dan om Bram??" tegas Fahad.


" Papahmu menutupi kebenarannya, ayah kandung Martin dulu adalah manager di resto papahmu, namun dia menggelapkan uang perusahaan, mama memecatnya sepihak, manager itu hampir membunuh mama, dia ingin menabrak mama, namun papa hiro lah yang menyelamatkan mama, dan manager itu sekarat, semua organ tubuhnya hancur, kemungkinan sembuh itu 1% saja,papa dan om kalian menyampaikan hal itu pada istri manager ma, namun istri manager itu malah, ingin Suaminya di suntik mati dengan alasan tidak mampu membayar rumah sakit, dan harus membiayai ke tiga anaknya, ibu Martin menandatangani persetujuan itu, dengan murah hati papah kalian memberikan uang ratusan juta untuk ibu Martin namun dia malah kabur meninggalkan ke 3 anaknya, papahmu akhirnya mengangkatnya menjadi anak dan memberikan semua kebutuhan mereka seperti anak - anaknya sendiri hiks hiks hiks, kenapa menjadi begini?, papahmu tidak mengatakan kebenarannya karena tidak ingin mereka terluka karena perbuatan orang tuanya, huhuhuhu Suamiku, huhuhu...lihatlah karna kau terlalu baik kau mencelakai dirimu sendiri!"


mendengar hal itu Fahad sedikit mereda,


" Ya Martin juga sangat terpukul, mengetahui bahwa ibunya sendiri yang telah membunuh ayahnya!"


" Hiks hiks...mereka anak yang malang, namun Mereka juga harus bertanggung jawab atas perbuatannya!"


" pantas semenjak Fahad pulang, kak Cindy hanya mengurung diri di kamar, dana ku tidak melihat Martin!" Ujar Fahad kesal.

__ADS_1


" Oh putriku, dia pasti sangat kecewa, bagaimana dia mengatasinya??, pria yang di cintai nya...huhuhuh!" Vevey tak sanggup melanjutkan perkataannya.


" Maksud mama apa??"


" Fahad ,Aina dan Semua, baru saja kami merestui mereka menjadi sepasang kekasih, bagaimana pun mereka tidak ada hubungan darah , kami tidak bisa menghalangi mereka yang saling mencintai satu sama lain!"


Hiro menjelaskan pada semua.


" Huhuhuhuhu...!" Vevey menangis tersedu-sedu.


Fahad mengepalkan tanganya, dia sangat tidak terima dengan semua ini.


Sementara Aina masih mencoba mencerna semua masalah yang terjadi.


" Keponakanku pasti sangat dilema!" Ujar Nathan.


" Bagaimana pun kasus ini harus selesai,mereka harus di hukum sesuai hukum yang berlaku!" Ujar Kenzo.


Fahad berdiri dan segera pergi dengan wajah yang sangat muram.


" Fahad kau mau kemana??" tanya Julius yang mengikuti dari belakang.


" Ah, itu yang ingin aku sampaikan,Hiro kau tenangkan istrimu lebih dulu!" Ujar Nathan.


Hiro segera memabawa istrinya pulang, Aina mengikuti papa mama nya dari belakang.


" Suamiku, aku sangat terkejut...!" Ujar Savina.


" Sama sayang, aku juga masih tidak bisa berfikir untuk sekarang, kepalaku sangat pusing sekali memikirkan hal ini!"


" Lalu mau di bagaimana kelanjutannya?" Tanya Zayn.


" Cari lah Juno dan Renata sampai dapat!"


tegas Nathan.


Suhail dan putra pun bergegas pergi mendengar kabar itu.


" Mau kemana??" tanya Nathan.


" Ya sudah, hati - hati jangan gegabah!"


" Kalau begitu Laksmana aku akan kembali ke rumah sakit lebih dulu!"


ujar Chiko.


" Hmmm ya, jangan sampai ini terdengar kepada Sasha!"


" Baik!"


" Kakak, aku akan ikut bersama Suhail dan Putra!"


sambung Kenzo


" Ya tolong jaga kedua putraku, agar tidak salah langkah!"


Kenzo pun segera menyusul Putra dan Suhail.


" Tugas ku sudah selesai bukan kak?"


" Ya terimakasih Zayn...apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"


" Aku akan menjaga kalian!"


" hmmm... kau fokus pada anak - anak Jovan dan Bram, tolong Ya!"


" Baik, kakak istirahatlah!" ujar Zayn


Zayn pun juga pergi.


" Istriku, kau bisa lanjut bekerja!"


" Tidak aku akan menemanimu, kau pasti sangat terpukul dengan semua ini!"


" Hemmm... Adikku sangat tidak beruntung!"


Nathan sangat sedih dengan semua yang terjadi.

__ADS_1


" Tapi jika aku lihat, Martin bukan anak yang tidak baik!"


" Dia menutupi kasus ini dengan sangat lama, untuk melindungi adiknya, aku juga pasti akan sama jika itu terjadi di keluarga ku, dia mirip Zyan saat muda!, bedanya dia tetap berada di pihak kita!"


" Rumit, sekali... kasihan Vevey dan anak - anaknya!"


" Mom, aku akan ke toko... mommy temanilah Daddy!"


Julia pun segera pergi, Julia juga sebenarnya ikut merasa terpukul, dan sedih namun dia tahu jika dia tidak bisa membantu apapun, dia lebih baik kembali bekerja, karena menagis pun juga tidak akan merubah semuanya menjadi lebih baik.


Sementara Fahad segera mendobrak pintu kamar kakak tertuanya.


" Fahad???" Cindy sangat terkejut.


Fahad' segera memeluk kakak tertuanya itu.


" Hey, anak nakal apa yang kau lakukan?" Cindy, berusaha keras untuk menutupi kesedihannya.


" Jangan berpura-pura lagi, aku sudah cukup hebat untuk melindungi mu!, aku akan melindungimu kakak, andalkan aku mulai sekarang, jangan mengandalkan orang itu lagi!"


" Iyus, aku tidak mengerti ini situasi apa, otakku tidak sampai untuk memahaminya,tapi aku merasa sangat sedih, hihihi!" Ujar Aina pada Julius yang berada di sampingnya.


Julius yang slalu dingin dan cuek itu tiba - tiba meraih tubuh Aina, dan memeluknya untuk membuatnya lebih tenang.


" Huaaaaa....Iyus...aku sangat sedih huhuhuhu!"


Sepupuku yang ini sedihnya pasti 3x lipat dengan IQ yang di milikinya.


dalam hati Julius


Julius mendudukkan Aina di ruang tamu,


" Kau sedih kenapa??"


Julius bisa menebak jika Aina tidak paham dengan situasi yang mengejutkan ini, karna otaknya akan semakin lemot saat terkejut.


" Aku tidak paham, dengan semua, aku merasa aku tidak bisa apa-apa untuk menguatkan saudara- saudaraku!"


" heheh, sebaiknya kau sedih karna dirimu saja, jika kau paham, kau akan menderita!" ujar Julius yang membiarkan si lemot bersandar di pundaknya.


" Benar kau benar, aku sangat sedih karena otakku terlalu lemot, tapi hari ini kau sangat baik aku tidak terbiasa!"


" Haha, apa kau ingin aku tempeleng lagi, seperti saat kecil dulu??"


" Itu, itu itulah penyebab aku lemot, kau yang menyebabkannya, kau ternyata jahat!"


" Hahah, kalau begitu aku tempeleng sekali lagi agar otakkmu kembali seperti semula!"


" Apa itu bisa??"


" Tentu saja bisa!"


" Kalau begitu lakukanlah Yus,...!"


" Pffffttt....!"


otak dia memang sangat bermasalah,


Julius yang ingin menghibur malah tertawa sendiri.


" Ayo cepatlah!!"


" Baiklah, pejamkan matamu!"


Dengan segera Aina memejamkan matanya.


" Maafkan aku ya Aina!"


" Bukkkkkkkkkkkkkkkk!"


Julius memukul punggung belakang Aina sampai pingsan.


" Ah, akhirnya dia tidak menangis lagi!, aku adalah orang yang baik hati sekali rupanya"dengan berbangga atas perbuatannya yang dia pikir itu adalah cara terbaik untuk menenangkan seseorang, Julius segera membawa Aina ke kamarnya dan menidurkan di ranjang, kemudian Julius segera menuju kamar Cindy.


Author


oh Julius kau sungguh tidak berakhlak...😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2