
Yuda pun tiba pukul 8 malam
" Nyonya,....!"
" Hallo Yud, ayo ke resto aku kasih tahu kerjaanmu untuk besok, kalau malam adikku yang handle, kau bisa istirahat di kamar belakang!"
mereka pun segera ke resto,
Ternyata Fahad masih sibuk dengan laptopnya, dan tak menyadari kedatangan kakaknya.
" Fahad, ...!"
" Oiii kakak ...!"
" Fahad kenalkan ini Yuda, dia akan menghandle kerjaan di pagi sampai sore!"
" Ha??"
" Halo tuan salam kenal Yuda!" mengulurkan tangan.
" Panggil Fahad saja, Yud!"
Yuda melihat ke arah Cindy,
" Ya kalian seumuran panggil Fahad saja, Fahad tidak keberatan!"
" Fahad, kan kerjanya sama tuh cuma Shift nya saja kalian yang beda, tolong ajari Yuda dong, oh ya...Yuda juga pinter masak, kau bisa belajar darinya Fahad!"
"Yud, aku tidak pernah meragukan penilaian kakakku, aku percaya, jadi mohon bantuannya!"
" Kalau begitu aku juga ya Fahad!"
" Baiklah, kakak pamit kalau begitu, kakak masih kurang enak badan!"
" Oke kak...!"
" Baik Nyonya hati-hati!"
" Yud, sini aku kasih tahu kerjaan kita!" Menarik duduk Yuda di sampingnya , Fahad mengajarkan semua yang dia tahu, dan memberitahu apa saja yang harus mereka lakukan.
Yuda pun manggut - manggut paham,
" Yud, aku lapar aku boleh coba masakanmu??, sambil belajar!"
" Boleh, di mana aku bisa memasak??"
" Ayo ikut aku!"
mereka segera ke dapur, Yuda memngajari beberapa resep yang dia pelajari secara otodidak.
" Kau belajar dari mana Yud??, sekolah ya??"
" tidak, bahkan saya tidak lulus SMA!"
" Apa??"
"Sungguh Fahad, lidahku sangat perasa, aku menghafal resep dari menebak, rasa dari suatu masakan lalu berlajar dari Youtobe, itu saja!"
" Ini enak loe, aku tak percaya jika kau belajar otodidak!"
"itu terserah jika kau tidak percaya!"
" Tapi bagaimana kau bisa bertemu kakakku??"
Yuda terdiam, dia tidak mungkin mengatakan jika dia orang dari Martin, Yuda tahu jelas konfliknya.
" Hei...!"
" Aku memiliki bos yang sangat menyukai masakan dari resto ini, jika tidak masakan dari sini dia tidak mau makan, sampai akhirnya aku penasaran dan ikut membeli di sini, ternyata memang benar enak, aku menjadi langganan di sini, sampai akhirnya nyonya, mengenalku!"
" Kenapa kau memanggil kakakku nyonya??, di belum menikah!"
Deg...
" Heheh, tidak tahu sudah terbiasa, nyonya juga tidak keberatan!"
" Kau aneh banget sih!"
" Fahad, aku bantu apa?? aku jarang tidur awal, aku biasa tidur jam 12!"
" Kalau begitu kau minta lembur saja pada kakak, jadi aku bisa kontrol ke cabang lain!"
" Oh ya aku akan bicarakan pada nyonya!"
" Yaz begitu sajalah...!"
" Fahad, kau sudah menikah??"
" Sudah, ....!"
" Kenapa nyonya belum dan kamu sudah??"
__ADS_1
" Oh itu, kakak sepertinya belum move on dari masalalu!"
" Kenapa??"
" kepo loe!"
"Ya kan mumpung nggak ada kerjaan ngobrolah, kan tadi aku cerita juga tentang hidupku!"
" Ya mungkin kakak masih mencintai mantannya, jadi tidak bisa membuka hati untuk yang lain!"
" bagaimana jika mereka bersemi kembali??"
"siapa??"
" nyonya dengan mantannya!"
" Aku tidak akan membiarkannya Yud!"
" Kau tidak boleh seperti itu Fahad, bagaimana jika itu di posisimu??"
" Kau banyak bicara Yud!"
" baiklah aku diam, hanya saja kita tidak akan bisa mengendalikan hati!"
Fahad terdiam, dia mengingat dirinya yang juga mengecewakan orang tuanya, menghentikan mimpinya hanya untuk sebuah Cinta yang baru dikenalnya.
" Yud, jika kau mempunyai dua pilihan, kau memilih untuk tetap mengejar mimpimu atau mengejar Cintamu??"
Yuda berpikir sejenak, karena pilihan itu cukup berat jika harus memilih.
" Sayangnya aku tidak pernah mengenal cinta, jadi sepertinya aku mengejar mimpi saja!"
" Hilihz menyebalkan...!"
" Ya itu pilihanku, kenapa??"
"Seandainya kau mengenal Cinta bagaimana??"
" Aku seorang pria sejati, sebelum aku mengenal cinta aku lebih baik mengejar mimpiku lebih dulu baru mengenal Cinta, tidak ada kata terlambat mengenal cinta walaupun sudah berumur!"
" Kenapa begitu aku kurang puas dengan jawabanmu!"
" Pengalaman dalam dunia karir itu terbatasi umur mumpung masih muda, aku ingin bergelut dengan beberapa pengalaman dan pekerjaan, setelah di rasa cukup, aku baru akan mengenal cinta, cinta kan tidak ada batasan umur Had, kamu mau jadi kakek aja kalau banyak duit, naksir cewek mana aja dapat!"
" aneh loe..., kita nggak sepaham!"
Drrttt drrrrtttt
" Ya Tuan????"
" Yud, nyonyamu lagi ngidam pingin ubi goreng tapi yang ungu, harus cabut langsung dari kebon!" Yuda langsung ternganga tak kuasa dengan permintaan nyonyanya yang semakin ke sini, semakin ke sana.
" Ngapa Yud?, muka loe kayak lengkuas geprek!" terheran dengan ekspresi Yuda.
"nggak papa, ini ada tugas sampingan Had!, bentar- bentar Had!"
" Tuan, kemana saya harus mencari ubi ungu yang langsung dicabut dari kebon??, ini juga sudah malam loe tuan jam 11 malam!"
" Abangggghgggg ubiiii unguuuu cepatttt, udah pingin banget abangggg!" suara Cindy merengek terdengar oleh Yuda.
" Tuan, saya akan cari sekarang!" mematikan panggilannya.
" Had...."
" Apaan??"
" Daerah sini yang ada kebon ubi mana Had??'
Fahad terkejut dengan pertanyaan aneh Yuda,
" Loe kira gue tahu??"
" Ya barang kali Had, ini misi penting!"
" Bodo, gue mau lanjut kerja dulu!"
" Had, bantuin gue dong, ayolah...nanti gue bagi resep rahasia gue!"
" Apa??"
" Bantuin lah cari ubbi ungu yang belum di panen!"
Fahad terdiam,
" Had loe udah. diem 20menit loe, 40 menit lagi tutup ini resto mau sampai kapan mikir??"
" Cerewet,mau di bantu mikir nggak??"
" Iya iyalah!"
" Bantuin pembukuan dulu Yud, gue mau mikir!"
__ADS_1
" Yayay,...!" Yuda segera merangkap pembukuan hari ini.
tak terasa waktu menunjukkan pukul 12, saatnya menutup resto.
setelah Yuda membantu semuanya, Yuda segera duduk di samping Fahad
" Gimana Had??, udah ketemu belum??"
" Ih diem dulu, loe yang kerja sampingan gue yang pusing!"
" Eh, kam kau punya istri, awas lor nanti kalau nyidamnya aneh-aneh!"
Fahad tertegun dengan ucapan Yuda,
" cuba aku tanya Sepupuku dulu!"
" Halo julia...!"
" Ya Had ada apa?, udah jam 12 loe!"
" Jul, loe kan bikin kue dari bahan ubi, loe tahu nggak di mana tuh beli ubinya??"
" Aku udah ada pemasok Had!"
" Kasih tahu dong....kalau bisa yang ubinya masih fresh cabut dari kebon!"
" Anjaaaay aneh-aneh aja loe!"
" Ini ni ada orang ngidam pingin ubi ungu cabut langsung dari kebon!"
" Eh istrimu hamil Had??"
" Bukan, bukan...gimana ada nggak??"
" Aku tanya dulu ya sama pemasokku, nanti aku kabari lagi!"
" Oke!"
Panggilan pun berakhir...
" Gimana Had??"
" Tunggu nanti di kabarin!, lagian itu bayik durhaka amat sih minta aneh-aneh,nyusahin orang aja!"
" Ati-ati loe nanti istrimu nyidamnya malah pingin belai kepala singa!"
" Diem ah resek banget sih loe...!"
entah kenapa mereka berdua meskipun baru saja bertemu sudah seperti kawan lama, mereka seperti satu frekuensi.
drrrrrrrrt drrrrtttttt.
" Gimana Jul...??"
" Ada tapi jauh tahu Had, 2 jam perjalanan!"
" Gila!"
" Iya, aku kirim alamatnya kalau mau deh!"
" 2 jam perjalanan Yud, mau??"
Yuda pun mengangguk...
" Kirim Jul..."
" Oke aku kirim!"
" Makasih ya Jul!"
setelah mendapat kiriman alamat , Fahad segera mengirim ke Yuda.
" Had, temani yok!"
" Ogah!"
" ayolah, janji deh gua bantuin rekap satu minggu!"
" sebulan!"
" Oke deh berangkat!"
akhirnya mereka berdua pun berangkat menuju alamat yang di berikan oleh Julia tadi.
sepanjang perjalanan Fahad menggerutu mengumpat bayik yang membuat ibunya ngidam aneh-aneh sampai akhirnya menyusahkan orang lain itu.
~Author~
aduh Fahad andai kau tahu bayik yang kau umpat itu adalah calon keponakanmu.
ayo tinggalkan komen dan like ny dong biar semangat.
__ADS_1
untuk Yuyun si kunti dan kunto sabar ya, nanti tetep ketahuan kok.