
" Syukurlah jika begitu kami juga tidak khawatir lagi tante..."
ujar Julius.
" oh ini kah saudara Cindy??, cantik sekali..." Fanya yang melihat Aina sangat terpesona.
" iya dong kak, diakan calon istriku pastilah cantik!" ujar Julius bangga.
" oh kamu yang bernama Julius...??"
" benar kak...."
" kamu harus banyak sabarnya ya, ...mungkin kau belum bisa menikah di waktu dekat, yang penting kamu harus slalu percaya pada Aina, itu saja..."
" oh siap kak terimakasih!"
" Oh ya, saya ingin mempersiapkan semuanya tapi mohon maaf sekali,saya lupa jika saya baru datang ke sini dan tidak tahu kanan kiri, bisakah saya meminta bantuan dari keluarga Cindy, mohon maaf sekali ya ini"
Ujar Fanya.
" Hahahahahaha...begini saja, sebenarnya apa yang harus kami bantu??"
" semuanya hehehehehe... jadi kami akan memberikan uangnya, mohon maaf ini bukannya apa tapi ini kan sudah kewajiban dari pihak laki-laki, karena akan membawa Cindy dalam keluarga kami, jadi semua adalah tanggung jawab kami pihak laki-laki, ya mohon maaf jika nominal tidak sesuai harapan...bolehkan kami meminta noreknya??"
Vevey pun memberikan nomer reknya, Vevey menghargai sekali maksud kakak Fanan ini.
Fanya pun mengirimkan uang pada Vevey,
" mohon maaf ya nyonya...tuan jika kami tidak begitu banyak uang" ujar Fanya merendah.
Vevey melihat nominal yang masuk di Bankingnya.
" oh astaga, ini terlalu banyak, sebenarnya kita mau mengadakan pesta yang besar atau sederhana???"
" Cindy sangat berharga untuk adik saya nyonya, saya juga sangat menyayanginya...kami akan memberikan pernikahan terbaik untuk Cindy karena dia menyetujui sendiri untuk menikah dengan Fanan, untuk uang belinya nanti biarkan dan pernak-pernik lainnya, nanti saya akan minta tolong 2 anak muda ini membantu saya di sini!"
" dengan senang hati kak..." sahut Julius.
" baiklah, bagaimana dengan keluarga anda nona Fanya??"
" kami hanya hidup berdua saja nyonya...kami tidak mengundang siapapun, kecuali mungkin seperti rekan-rekan dekat Fanan saja... untuk keluarga Cindy, monggo mau bagaimana "
" Kami juga hanya akan mengundang keluarga inti dan orang - orang terdekat kami..."
" Oh baiklah jika begitu saya lega, maaf sekali lagi hehehehe"
" tidak masalah kami senang karena kami terlibat dalam pernikahan anak kami" sahut Hirosan.
...****************...
Di ruang tamu kediaman Alexcey
" Dai apa kau sudah mendapatkannya??"
" Sudah Sya, tapi... orang yang memiliki mobil di tahun itu sudah meninggal lama, katanya sih ada kamera di dalam mobil itu, tapi mobilnya sudah di jual setelah pemilik itu meninggal!"
__ADS_1
" lalu...??"
" aku telusuri di tangan siapa mobil itu dibeli saat itu, dan dapat...hanya saja mobil itu mengalami kecelakaan ditahun berikutnya, semuanya hancur semua barang-barang bukti kecelakaan ada di tangan kepolisian, itu bukan ranahku mencari ke sana, cobalah minta tuan Julius memberikan jalan"
" lumayan ribet sih jadi memang kita hanya bisa meminta bantuan ajudan komisaris itu...dia mungkin baru bisa bergerak setelah pernikahan Cindy!"
" Kalau mencari mobilnya Mungkin sudah menjadi rongsok, tapi kalau seperti cctv mungkin masih tersimpan di kepolisian..."
" Benar Dai, terimakasih..."
" lalu apa tugasku selanjutnya....??"
" coba kau temui om Zayn, kenapa dia lama sekali??, dia sangat betah apa tinggal di istana!"
" Dia sengaja mengulur waktu untuk mendapatkan pemasukan yang banyak, tapi lagian sepertinya belum ada tanda-tanda raja di serang sayang...."
" ya benar, itu bukan masalah internal kita, jadi tidak perlu pusing..."
" Noah apa kau juga mau melaporkan??"
" Ya nyonya, jauh perkembangan Robert, sudab semakin naik di kejayaanya...apakah sudah mau bertindak??" tanya Noah.
" Tak ku Gatik ini luar biasa...apa Gatik sudah mulai bergerak???"
" sudah, kapan saja siap mengkudeta Robert, dia akan menggantikan posisi Robert, yang sudah bekerja keras untuk mendirikan perusahaan RB..."
" hemmm, sekarang kita gunakan Yuna, untuk mengacau...berikan perawatan pada Yuna, dan doktrin dia untuk mematuhi perintah kita...jika keadaannya sudah membaik, atur dia untuk bergerak sesuai rencana noah..."
" Baik nyonya..."
" siapa yang mau disiksa setiap hari??, jika dia mau tetap di sana biarkan maka tidak usah mematuhi perintah, lagian dia hanya alat, jika sudah tidak berguna dia akan segera diistirahatkan dengan tenang...."
" Siap bos... dimengerti..." Kenzo memeluk istrinya dengan gemas.
" tidak sia-sia aku menjomblo begitu lama, sekali jatuh cinta langsung mendapatkan spek bidadari, superhero, dan juga super membuat masalah..."
Tasya tertawa mendegar ucapan suaminya, karena memang benar adanya, dia dan bundanya memiliki kelebihan dalam mencari masalah untuk orang lain.
" tiba-tiba aku ingin sekolah om..."
" Tidak usah sayang ya...tidak usah, kau sudah pintar, takutnya kau yang akan mengajari gurumu di sekolah..."
" kenapa??, aku kan ingin lebih pintar karena makan bangku sekolah..."
" kalau begitu nanti aku belikan bangkunya, kamu tinggal makan saja, bagaimana???"
" apa, kau kira aku anai-anai (Rayab)???'
" lah itu tadi ingin makan bangku sekolah!"
"Sudah ah malas..." langsung merajuklah Tasya.
" Hemmm,...sayang tiba-tiba aku ingin,..."
" ingin apa??, masih pagi apa kau ini hanya bisa menyiksa istrimu saja??"
__ADS_1
" aku kan belum selesai bicara lo??!"
" apa??, katakan yang jelas makanya!"
" aku mau mengajakmu Honeymoon...heheh"
" sama saja, kau hanya ingin mencoba di tempat yang berbeda dasar laki-laki isi kepalanya hanya begitu-begitu saja..."
" Tasya, kamu tidak boleh begitu dengan suamimu!" Yuki yang datang membawa makanan.
" Mama...,,,"
" anak sialan ini, masih berani memanggilku mama, seberapa kau hebat dan tangguh di luar sana, kau adalah seorang istri, kau tidak bisa berbicara sembarangan dengan suamimu, hormati suamimu, lembutlah dengan suamimu..."
" ma, kau dan papa juga galak, bahkan suka melempar panci saat mama marah..."
booookkkkk...
Yuki memukul bokong Tasya karena kesal, slalu saja menjawab.
" aaagggh mama, ampun...tapi itu kenyataannya..."
"Booookkkkk..."
" Aaaaagggg, om Ken tolong aku mertuamu ini sangat galak, ommmm...."
" kau tadi mengomeli tuan Kenzo, sekarang kau minta perlindungannya, dasar anak nakal!"
" Sudah Yuki, jangan sakiti istriku, dia masih kecil, pelan-pelan saja..."
ujar Kenzo setengah menahan tawa.
" Tuan, aku harus mendidiknya, ini memalukan..."
" om... mertuamu menggila" Tasya bersembunyi dibelakang Kenzo menghindari pukulan ibu angkatnya.
" Yuki, tolong hentikan..."
" tidak tuan, dia harus minta maaf pada tuan!"
" aaaaaa...mama ampun...."
Kenzo memegangi tangan Yuki yang masih ingin memukul panttat Tasya.
" Yuki, jangan kau pukul terus panttat istriku ini, itu bagian terpenting dalam penampilannya, sudah tidak masalah, aku tidak marah padanya..."
" weeeekkk" Tasya mengejek ibu angkatnya itu .
" Apa om??, dasar mesum kau om...om otakmu harus dicuci!"
" anak kurang ajar, tuan aku harus mengajarnya dengan baik..."
" tidak..." Tasya segera berlari menyelamatkan diri, Yuki mengejarnya.
" Hahhhhhh ...sampai kapan mereka akan berhenti bertengkar???" Kenzo kembali duduk dan memegangi keningnya.
__ADS_1
Rumahnya sangat meriah sekali...