GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
255. Tekad bulat


__ADS_3

" apalagi yang kau butuhkan Fahad??"


" Tidak ada, terimakasih...!" Sejak saat itu Fahad merasa tidak begitu di pandang oleh keluarganya sendiri.


" Kalau begitu jika kau sudah menentukan semuanya kabari kami...!"


" Apa tidak ada wali yang mendampingi ku berbicara pada ibu Yuna??"


" Tenanglah Paman ,papa, dan om mu akan datang saat sudah kau putuskan waktunya, uang 40juta itu jadikan mahar...!" tegas Nathan


" untuk hantaran biar papa yang urus...!" sambung Hiro.


" ehmmm baik...!"


" Fahad Kenapa kau terlihat tidak puas??" Tanya Sasha


"Tidak tante, hehehe terimakasih semua...ini kan hari jadi kakak, rasanya tidak tepat membahas ini, ayo kita makan lagi...!" ujar Fahad mencairkan suasana agar tidak menegang.


" Ya benar... setelah ini ayo berkeliling membagi makanan dan uang...!" Ujar Cindy senang, dan pada akhirnya dia bisa merasakan merayakan kebahagiaan berulang tahun saat semua kepahitan terlewati.


" Kalian para anak muda saja yang bekeliling...kami orang tua ada sesuatu yang harus di bicarakan lagi...!" Ujar Nathan.


" Baik...!"


setelah mereka selesai makan mereka berbagi kelompok untuk membagi 1000 kotak makanan dan amplop .


Tentu saja Aina bersama Iyus, Fahad bersama dengan Julia, dan kedua sahabat barunya, dan Tiara/ Sansan palsu bersama Nathali dan juga Zayn, lalu tersisalah Cindy Fanan dan juga putra.


" Abang, kita kemana?" tanya Cindy


Putra teringat akan Incess, dia memiliki teman-teman di bawah kolong jembatan.


" Ayo kalian ikut aku!"


mereka pun berangkat ke tempat tujuan mereka masing-masing


" Cindy kau penasaran dengan Calon abang??" tanya Putra.


" Ya sangat...!"


" Kau akan bertemu dengannya, tapi aku tidak turun ya, kau dan Fannan saja yang membagikan...!"


" Oh?? apa hubungannya??"


" Dia pasti ada di sana...anak itu sangat tomboi, selalu memakai topi terbalik dan juga, tindik cukup banyak di telinganya...!"


" Ha????" Cindy terkejut


Apa-apaan ini selera abang?, memang sekarang menjadi istri seorang anggota memang sudah tidak seribet dulu lagi, tapi kenapa bisa yang model begini?


dalam hati Cindy terkejut dan membayangkan betapa brandalnya pasti.


" Kita sudah sampai, lihat banyak anak-anak di sana...!"


"Abang di deketin dong ke sana!" Pinta Cindy.


" Oke, tapi aku tidak turun ya...!"


" Iya ,iya tenanglah....!" Cindy dan Fannan pun turun berjalan menuju kolong jembatan,betapa hati Cindy terenyuh melihat banyak anak tidur beralaskan kardus dan berbantal batu.


" Kakak cari apa?" salah seorang anak bertanya Cindy.


" Adik, kakak bawa cukup banyak makanan di sana...panggil semua teman-temanmu untuk mengantri di sana ya...!" pinta Cindy halus.


" Wah makanan??"


" Ya....!"


" Haiii semua kakak ini bawa makanan ayo ke sana...!" menunjuk mobil strada berwarna hitam.


Semua yang tertidur segera bangun dan semuanya segera berlari menuju mobil berbaris rapi


" Abang, ayo ...!" Ajak Cindy menggandeng tangan Fannan.


Cindy memperhatikan semua orang yang berbaris sambil membagikan makanan dan amplop, matanya mencari-cari seseorang yang sudah di ciri kan Abangnya.


" Kau mencari apa Cindy?"

__ADS_1


"Ehmmm calon abang!"


" Dia di sanan!" Fannan menunjuk ke lorong jembatan, terlihat gadis berseragam abu-abu itu duduk sambil menghitung beberapa lembar uang dengan senyum Pepsodent.


" Mas, Cindy ke sana ya???"


" oke...!"


Cindy mengambil satu kotak makanan dan amplop lalu berlari ke arah gadis yang masih fokus menghitung rupiah.


" Hai....!" Sapa Cindy dengan ramah


" Oh hai...!" tetap menghitung rupiahnya


" Apa kau colut???" tanya Cindy meringis.


" Heheh kakak ini cenayang ya ..!" jawab gadis itu.


" Hari ini adalah ulang tahunku, aku membagi banyak makanan apa kau mau menerimanya??"


menodongkan kotak makanan berserta amplop.


Mata Gadis itu tertuju pada Amplopnya, Gadis itu segera menerima dengan mata yang bersinar terang dan senyum yang mengembang.


Cindy tersenyum melihat tingkah gadis itu cukup menggemaskan.


" apa kau baru mendapatkan untung besar??" tanya Cindy.


" Tidak kakak, aku sedang mempersiapkan untuk pelarianku kakak, aku menjual semua barang-barang ku untuk kabur!"


" Ha??"


" Kakak aku ini masih sangat muda ,tapi ayahku bertekad menjodohkanku pada orang tua...memang ku akui dia sangat tampan di usianya yang sudah berumur, tapi itu sangat jauh, aku ingin memutuskan masa depanku sendiri!"


" Pffffttttt....!" Cindy menahan tawa karena abangnya di panggil orang tua.


di sini keduanya salah paham yang satu mengira Nathan adalah calonnya, dan Cindy mengira Abangnya di panggil orang Tua.


" kakak menertawaiku...?"


" Tidak, maaf tapi kenapa kau tidak menerima saja...??"


" Hahahahahahaha...!" Cindy tak bisa menahan tawanya.


Dia sekarang mengerti kenapa abangnya setuju dalam perjodohan ini, gadis itu cukup tangguh dan unik.


Gadis itu tanpa ragu membuka amplop dari Cindy.


" Wooo syukurlah dapat tambahn 500ribu...kakak makasih ya...!" ujar Incess senang.


" Apa itu cukup untuk tambahan kau kabur??, jika tidak aku bisa tambahkan...!" Ujar Cindy.


" Tidak kak, kakak pasti sudah keluar banyak uang, ini cukup, jika kakak bingung menghabiskan uang kakak, kakak bisa menanggung hidup anak-anak di sini, seperti berikan mereka tempat tinggal yang nyaman, dan sekolah gratis!"


Cindy tersenyum semakin mengembang, mendengar perkataan Calon iparnya.


Dia tidak tamak,.tidak membedakan status karna dia anak dari teman paman pasti sudah pasti berada, memang mungkin gadis ini sangat nakal.


dalam hati Cindy.


" Aku akan menerima idemu, siapa namamu??"


" Ah, aku malu menyebutnya!"


" kenapa??"


" Karna itu berbanding terbalik denganku!"


" Siapa??"


" Princess....!"


" wah, itu cocok denganmu karena kau sangat cantik dan tidak sombong...!"


" Benarkah kak??"


" Sungguh, memangnya uangmu sudah terkumpul berapa??"

__ADS_1


" Baru 7 juta kak...heheh, aku akan menarik setengah uang kartuku, lalu baru pergi dari rumah...!"


" Oh ya??, kapan rencananya.?"


" nanti setelah aku lulus aku kumpulkan dulu, aku baru selesai ujian jadi tinggal pengumuman baru kabur membawa ijazah!"


Cindy menahan tawanya,


" ehmmm...apa kau perlu bantuanku untuk kabur??"


" tidak, hehehe.... terimakasih kak...!"


" Baiklah, jika kau perlu bantuan hubungi aku ya!" memberikan kartu nama.


" wah, kakak pemilik restoran masakan Jawa?"


" Aku hanya melanjutkan bisnis papahku...!"


" Hebat, kakak terimakasih lain kali aku tidak akan sungkan...!"


" Hahaha bagus...siapa tahu kita bisa menjadi saudara!" Ujar Cindy.


" Ah benar, aku ingin memiliki saudara perempuan , jadi kita bisa bersaudara??"


" Tentu saja!"


" Yeaaaaahhhhhhh....!" Incess melompat begitu rianggg.


" Okey, hubungi aku ya.... aku harus lanjut lagi...aku akan mengatur teman-teman mu agar hidup lebih baik...!" ujar Cindy pergi melambaikan tangan


Incess merasa berhalusinasi karena bertemu perempuan yang cantiknya mengalahkan 7 bidadari, dan mengatakan sesuatu yang menyenangkan telinganya.


" Ah, maaf mas Cindy terlalu asik mengobrol, anaknya sangat menggemaskan!"


" Tak apa, sudah selesai ayo lanjut!" mereka segera masuk ke mobil.


" Abang, sepertinya kau bertepuk sebelah tangan!"


meledek Putra.


" Hehehe,...!" putra terkekeh


" Dia menyiapkan tabungan untuk kabur abang, hahahaha...!"


" Mau kabur kemana??, dia tidak akan bisa kabur dari abang!"


" Abang, kau pemaksaan dia tidak mau dengan orang tua!"


"Hahahahaha" semuanya tertawa


" aku sudah memberikan kartu namaku abang, tenang saja aku akan membantu Abang hehehehehe...!" ketawa jahat Cindy membuat Fannan terkekeh.


" Kau cukup jail rupanya!" ujar Fannan.


" Ini demi kebahagiaan abang....!"


" Hahahahhah... terimakasih Cindy...!"


mereka pun segera lanjut membagikan sisa kotak yang ada.


" Fahad, apa kau yakin akan menikah muda??" ujar Julia


" Hmmm....!"


" Padahal itu bukan kesalahanmu kan Fahad, kenapa kau yang menanggungnya??"


" Salahku Julia, dia janjian denganku...jika tidak dia pasti tidak akan seperti ini!"


" Ehmmm...siapa tahu dia memiliki janji dengan orang lain, tidak denganmu...kau mungkin yang terlalu percaya diri Fahad!"


" Tidak Yuna adalah sahabat kak Aina, aku yakin dia wanita baik-baik!"


" Nona kotaknya sudah habis!" Ujar Yuzan


" Kalian bisa istirahat dulu di mobil ...!" Ujar Julia.


" Fahad, kau masih terlalu muda tahu, kau seharusnya bisa mengejar cita-citamu...belum ada kata terlambat bukan??"

__ADS_1


" Terimakasih Julia, aku tahu kau sangat khawatir padaku...aku sudah membulatkan tekadku...!"


" ehmm...semoga kau slalu bahagia Fahad!" Julia sebenarnya sangat menyayangkan keputusan saudaranya itu tapi mau bagaimana lagi, karena Yuna adalah sahabat Aina itu memang pasti wanita baik.


__ADS_2