
" Kenapa kita malah membicarakan masa lalu kita?" ujar Nathan teringat bahwa ada hal penting lainnya.
" Heheh, ternyata perjalanan cinta kak Nathan lumayan rumit!"
" Ya begitulah yang terbaik memang sulit di dapatkan,jadi kapan kalian akan menikah?"
" secepatnya lah Vey!" tambah Savina.
" Ya benar!"
" Tapi Sasha masih terbaring di rumah sakit kak...!"
" Dia juga akan merestuimu jika dia sadar, hanya saja kalian tidak boleh mengadakan pernikahan yang mewah, sederhana saja!"
" Tak masalah , kami juga berniat seperti itu kak!" sahut Hiro.
" Hmmm...kau sungguh tidak keberatan Hiro?, ini adalah pernikahan pertamamu kan?"
" Ya...!"
" Wah...kau sangat luar biasa ya!"
" Kemewahan jika tidak membawa kebahagiaan apa arti dari semua itu kakak!"
" Benar sekali...Vevey juga tidak mengadakan pernikahan mewah di pernikahan pertamanya!"
" Oh ya?"
" Ya lah, adikku ini sangat sederhana Hiro, kau tidak akan menyesal melabuhkan hatimu padanya!"
" Aku tahu itu kak, jadi bisakah kami menikah di bulan ke tiga?" tanya Hirosan.
" Sekarang pun boleh kenapa lama - lama?, aku sangat tenang jika dia bersama dengan pria yang tepat, bagaimana pun dan sampai kapan pun dia adalah adikku dia adalah bagian keluarga Pratama,itu tidak akan berubah meski dia menjadi istrimu!" tegas Nathan.
" Hmmmm, aku sangat mengerti tentang keharmonisan keluarga Pratama, dan kami memilih dibulan ketiga karna memang dibulan itu jadwal kita tidak padat !"
" Kalian benar-benar pekerja keras, ya semoga semua nya lancar sampai hari H, jika membutuhkan sesuatu maka katakan saja pada kami, karna kau menikahi adikku maka kau juga adikku dan bagian dari keluarga Pratama!"
" Terimakasih banyak karna sudah menerima Hiro di keluarga Kakak!"
" Hmmm....sama - sama, kalau begitu kumpulkan anak - anak dan beritahu mereka kabar ini, sekalian aku ingin bertanya pada Fahad!"
" Ya ,kak Vevey sudah meminta anak - anak berkumpul saat makan malam!"
" Baiklah!" sampai jumpa nanti malam jika begitu!"
...----------------...
Makan malam di Aula utama.
anak - anak Vevey dan Nathan sudah berkumpul kecuali Suhaik dan Putra mereka masih menjalankan tugas mereka.
Jadi hanya ada, Martin, Cindy, Fahad dan si Kembar saja.
Vevey memberitahu pada anak - anak dan keponakannya tentang pernikahannya di bulan ke 3.
Mereka sangat bahagia mendengar akhirnya mamanya mau menerimu si uncle, yang akan menjadi papah tiri mereka.
Nathan menggunakan kesempatan itu untuk membuat Fahad dan Julius membuat keputusan untuk masa depan mereka.
" Okey, sekarang saatnya berbicara masa depan untuk Julius dan Fahad!"
" Oh? kenapa Dad?"
" Kalian ini sadarkah menjadi beban keluarga?" tanya Nathan.
" Sangat sadar Paman!" jawab Fahad.
__ADS_1
" Meskipun kami sudah lulus tapi kami masih di bawah umur Dad!"
jawab Julius santai.
" itu anakmu!" ujar Nathan Savina mulai agak emosi.
" jangan marah, yang dikatakan Julius juga tidak salah!" Savina membela putranya.
" Okey, kita ke Fahad dulu, Fahad Paman ini juga termasuk orang tuamu, katamu kau sangat menyukai dunia militer, bagaimana jika masuk tes di bulan ke lima?"
Fahad terdiam dan berpikir sejenak,
" Bukankah kau sangat mengagumi kedua kakakmu??, ikutilah jejaknya !, paman tidak membantu mereka dengan nama paman, mereka murni dengan tekat mereka, meskipun masih di tingkat rendah paman yakin mereka akan cepat naik tingkat, jadi bagaimana denganmu?"
" Ya paman Fahad sudah memikirkannya dengan matang!"
jawab Fahad sangat yakin.
" Bagus, jadi???" Nathan sangat senang
" Jadi Fahad memutuskan untuk menjadi Polisi!!"
" Krik krik krik"
" Puffffffffffftttt " Julius menahan tawanya
" Apa??" Nathan terkejut.
" hmmm, kenapa menjadi Polisi???" tanya Vevey yang juga bingung karna selama ini Fahad slalu mengatakan sangat ingin menjadi Tentara.
" Maaf paman, membuat paman kecewa!"
" Tidak, juga nak...menjadi polisi juga tidak buruk!, tapi paman sangat ingin tahu alasan mu kenapa berubah pikiran?"
" Alasan pertama di keluarga ini anak laki-laki nya hampir semua menjadi tentara, alasan kedua, karna nenek juga seorang polisi dan aku ingin meneruskan nya, dan alasan ketiga karna aku ingin segera membawa Sansan pulang, karna jika menjadi tentara maka aku tidak leluasa bergerak mencari Sansan!"
" Lalu Julius, kau bagaimana???" tanya Fahad.
" aku masih menikmati menjadi beban keluarga!" Jawab Julius santai.
" Kauuuuuuuuuu!" Nathan langsung naik darah, dan mengambil Vas kaca di depannya.
" Sayang itu Vas kaca!!!, letakkan kau akan menyakiti putramu!" teriak Savina marah pada Nathan.
" iya iya ini Vas kaca berbahaya, berbahaya" Nathan segera meletakan Vas itu dengan pelan, nyalinya menciut didepan sang istri.
Dan itu membuat semua tertawa melihat Sang komandan sangat patuh pada istrinya.
" Julius, kau juga jangan tidak sopan dengan Daddymu nak, kau harus menentukan masa depanmu, jika tidak ingin menjadi abdi negara kau bisa menjadi apapun yang kau ingini asalkan itu hal yang positif!" Savina menasihati Julius.
" Ya Julius, kau kan seorang laki-laki jangan mempermalukan ku sebagai kembaranku lah!" Sahut Julia.
" Ya nanti akan ku pikirkan kan!" jawab Julius tenang.
" Julius kau tidak ingin menjadi polisi?" tanya Fahad.
" Tidak, aku tidak suka yang rumit dan penuh tekanan, aku sangat menyukai kebebasan!"
" Kenapa Jiwa Bram ada di dirimu?, aku sangat ingat saat dia seumuran mu dia juga mengatakan hal sama pada kakek dan nenekmu!" ujar Nathan.
" Kenapa tidak bergabung dengan Black Dragon Julius?" tanya Martin.
" Tidak mau, aku tidak suka memecahkan masalah!"
" Ya karna kau pembuat masalah!" sahut Nathan kesal.
" Bagaimana bisa kau mengatakan anakmu pembuat masalah??" Savina tidak terima.
__ADS_1
" Heheheheh, ya sudah Julius masih bisa memikirkan nya kok kak, jangan terlalu memaksa takutnya akan tidak baik!" Ujar Vevey.
" Benar sekali yang dikatakan Vevey!" Savina sangat setuju.
" Julius, kau bisa keliling dunia untuk mencari sesuatu yang cocok untukmu!" Hiro memberi saran.
" Anak ini jangan dilepaskan!" sahut Nathan.
" Kenapa???, biarkan Julius sendiri yang memutuskan!" Savina sangat membela putranya .
" Aku tidak bermaksud membuatmu mengikuti jejakku, karna dulu aku juga sangat sama keras kepalanya denganmu, dan aku akhirnya memutuskan untuk berkeliling dunia, untuk melihat dan mencoba apa yang kusukai dan cocok untuk ku, dan akhirnya aku memilih pekerjaan seperti sekarang, itupun aku melakukan banyak percobaan dan jatuh bangun!"
" Nah, iya aku lihat Julius ini sangat menyukai kebebasan kakak!" sambung Vevey
" Ya sudah terserah dia saja!"
akhirnya Nathan menyerah membujuknya menjadi seperti dirinya.
Dan perbincangan malam itu berakhir...
Keesokan harinya Vevey dan keluarganya berziarah ke makam mendiang Jovan dan Bram.
setelah berziarah Vevey mengujungi Sasha,
tenyata Mbok yem sedang di sana.
" Mbok!" sapa Vevey.
Mbok Yem menangis sesenggukan, Vevey memeluk mbok Yem menenangkan.
Mbok Yem juga sangat menyayangi Vevey karena bagaimanapun Vevey adalah majikan pertamanya, setelah menikah dengan Jovan Vevey tidak pernah meninggalkan mbok Yem sampai akhirnya mbok Yem melayani Sasha dan Bram.
" Nyonya, ....!"
" Iya mbok, ada apa?"
" Mbok Yem sedikit lega nyonya mau menikah lagi!"
" Terimakasih mbok Karna tidak pernah meninggalkan kami dalam keadaan apapun"
" Tidak, nyonya...mboklah yang berterimakasih karna nyonya mbok bertemu dengan putri saya, kalian orang - orang baik, semoga slalu dalam lindungan Tuhan!"
" Aamiin, jangan menangis lagi mbok, Shasa juga akan sedih mendengarnya!"
" Baik nyonya!"
" Oh ya mbok...Roy dan Jihan juga akan kembali ke korea dibulan ke 3, oh Natali Sekarang secantik apa ya?" ujar Vevey
"Iya nyonya, akhirnya bisa bertemu dengan Cucu mbok Yem!"
" Maafkan Vevey ya mbok karna Vevey Roy dan Jihan harus lebih jauh dari mbok Yem dan harus tinggal di sana untuk mengurus Resto kami!"
" Tidak, mbok sangat berterimakasih nyonya!"
" Aduh mbok jangan seperti itu...kita ini keluarga mbok!"
" Baik nyonya!"
Nyonya Vevey memang tidak pernah berubah, slalu baik dan rendah hati.
dalam hati mbok Yem .
Author karena ada permintaan setiap hari update maka author kabulkan...
doakan slalu author sehat ya dan slalu bahagia jadi biar gila update biar kalian seneng
tolong ****** pelit like ya😘
__ADS_1