
" Iyus aku haus....!"
" Siap aku ambil minum...!"
Iyus segera ke dapur mengambil minuman untuk Aina.
" ini minumlah...!"
" Air es???"
" Ya, bukankah kau suka minum air es??"
" tapi aku sedang sakit!"
" Tapi kan bukan tenggorokan mu?"
" Tapi aku tidak mau es!"
" Baik aku ambil yang panas!"
" Tidak aku tidak mau panas!"
" lalu apa?"
" Minuman hangat!"
" Oke....!"
......................
" Ini, minum hangat...!"
" Kenapa air putih hangat?"
" bukankah kau minta minuman hangat?"
" Ya teh hangat!"
" Oh, baik....!" Iyus segera kembali ke dapur.
"Ini minumlah!"
" buehhh ini masih panas!"
" Ahhhh pait....!"
" huuuuft kekentalan!"
" Hiiiiih...manis sekali....!"
Iyus sudah bolak balik dapur ke kamar Aina yang jaraknya lumayan jauh itu.
Hihihi...rasakan kau...
dalam hati Aina menahan tawa.
" Ini...Aina...tidak kental, tidak manis, tidak pahit, tidak panas, tidak dingin!" memberikan dengan senyuman yang tulus penuh keyakinan.
Kenapa dia tidak marah sama sekali?, apa dia sudah sadar? dan bisa belajar dari kesalahan??
syukurlah jika begitu.
Aina merasa sangat senang.
Aina pun meminum minuman buatan Iyus segera
Mata Aina pun terbelalak,
" Bbbbbbbbbrrrrrrrrrrrrrrr bleeeeh bleeeeh...Asin sekali !"
" Bukankah ini sesuai permintaanmu Aina??"
" kau sengaja!"
__ADS_1
Iyus mendekati Aina dan meletakkan kedua tangannya ke ranjang yang mengapit Aina wajah mereka sangat dekat
" Kau mau membalas dendam padaku Aina??, aku memang salah aku sudah mengakuinya, aku sudah minta maaf, aku sudah bertanggung jawab merawatmu, tapi kau malah mempermainkanku ,Jika kau tak ingin melihatku tak masalah aku akan pergi, tapi jangan permainkan ketulusanku, karna aku tidak main-main dengan ketulusanku padamu!" Iyus mengingatkan Aina karena kesal dia melakukannya dengan tulus tapi dipermainkan.
Aina sangat ketakutan saat Iyus memperlihatkan wajah garangnya,selama ini Iyus memang menyebalkan namun Aina tak pernah melihat Iyus yang seperti saat ini, paling juga cuek atau senyum tipis, tapi kali ini Iyus terlihat sangat menakutkan di banding saat marah - marah dan memukul, matanya sangat menakutkan.
Aina mundur dan menundukkan wajahnya karena takut dan tertekan, tapi Air mata Aina mengalir begitu deras tanpa terdengar ada rengekan dari bibirnya.
" Aku minta maaf Iyus....jangan melihatku seperti itu lagi...aku takut, baik aku akan menurut padamu, aku tidak akan dekat dengan pria lain , aku akan mengandalkanmu, aku tahu di sini aku hanyalah anak angkat, tapi apa aku juga tidak memiliki kebebasan sama sekali?"
" Aku bebaskan dalam semua hal kecuali dekat dengan pria lain!"
" Kau, apa yang kau mau, jika aku tidak boleh dekat dengan pria lain bagaimana aku bisa menemukan kebahagiaanku??, aku juga ingin menikah dan punya an.....ummmmmmh...!"
Iyus mencium bibir Aina karena sangat kesal dengan ucapannya,
" Ahhhh ....aku tidak bisa bernafas!" Aina mendorong Iyus sekuat tenaga.
Apa?, kenapa aku malah menciumnya??
ohahaha aku sudah gila!!
Iyus sangat bingung dengan dirinya sendiri.
" Iyus kenapa kau menciumku???"
" Aku, aku.... pokoknya kau harus ingat janjimu, aku ada urusan!" IYus pun terburu-buru keluar wajahnya sangat merah .
" Kenapa tiba-tiba udaranya sangat panas??"
Gumam Iyus ,Iyus tak menyadari jika di ruang tamu ada Hiro dan Vevey yang sedang bersantai.
" apalagi ini sayang??, kenapa muka Iyus sangat merah?, dia sepertinya keluar dari kamar Aina!"
" Apalah daya orang tua ini??, sepertinya telah terjadi sesuatu yang menyesatkan sampai dia kabur seperti itu!" ujar Vevey menggeleng kepala.
" Kau tidak masuk,coba lihat putrimu masih utuh tidak?"
" ahh...jika langsung masuk itu akan mencurigakan, tunggu 5 menit lagi!"
Sementara Aina juga masih sangat syok...
Aina memegangi bibirnya,
" Apa??, apaaa?, kenapa dia menciumku?, dia sudah gilaaaaa, Ciuman pertamaku?? Aaacccccccccccccch!" Aina segera masuk ke dalam selimutnya.
Aina masih berperang dengan hati dan pikirannya.
" Aina...!"
" Mama??" Aina segera bangkit keluar dari selimutnya.
" OMG, Tuhanku...kau siapa??" Vevey terkejut mengambil gagang pel didekat pintu melihat Aina yang bonyok.
" ma ini aku Aina!"
* Apa??, kenapa denganmu, kok bisa begini??"
memegang wajah putrinya.
" apa Iyus yang memukulmu??, keterlaluan anak itu!"
" Bukan ma...ini hanya Aina tidak hati - hati....!"
" Aina, kau adalah putriku... meskipun kau tidak terlahir dari rahimku, namun aku yang merawatmu, dari lahir sampai dewasa, aku tahu kau berbohong atau tidak!"
" ma...!"
" Katakan yang sebenarnya apa yang terjadi padamu??, jangan menutupi apapun dari mama ,mama akan mencari tahu sendiri kebenarannya!"
" Jadi, pelanggan Aina meminta tolong Aina menjadi kekasih pura-puranya agar ibunya mau menjalani operasi!"
" Ya lalu?"
__ADS_1
" Aina tidak tahu menyinggung Iyus di mana tapi dia melarangku dengan pria mana pun ma, dan tadi pelanggan Aina meminta tolong lagi, mau tak mau Aina membantu, Dan Iyus tiba-tiba datang memukul Nam Hubbert, Aina mencoba menghentikannya namun Aina malah kena pukul!"
" Oh... sebenarnya apa hubunganmu dengan Iyus Aina??"
" Bukankah saudara ma???" jawab Aina polos.
" Aina, putriku... bagaimana bisa seorang pria marah tanpa sebab, apa lagi yang dilakukan Iyus selain menghajar pria itu?"
" Sebelumnya Iyus menasehati ku tidak boleh percaya pad pria asing apalagi menerima hadiah dari orang yang baru dikenal, tapi itu kan juga niat Aina membantu!"
" Aina tidak salah yang di katakan Iyus, kita harus hati-hati pada orang lain, Jangankan orang lain, kau tahu siapa yang menyebabkan om dan papahmu meninggal??"
" Jika Aina tidak salah memahami, itu Juno kan ma...!"
" Ya, Iyus sangat menjagamu hanya saja mama juga tidak tahu dengan perasaannya terhadapmu, mama akan tanya jawablah jujur!"
" Ya ma...!"
" Apa yang terjadi padamu dan Iyus barusan??"
" Oh??"
Bagaimana ini, apa aku harus menjawabnya dengan Jujur bagaimana jika mama marah padaku dan Iyus.
" Mama tidak akan marah, kau adalah anak perempuan yang harus mama jaga, jadi jika itu sebuah kesalahan mama tidak akan marah, mama berjanji!"
" Itu...ma...itu...Aina mengerjai Iyus karena kesal, tapi Iyus marah dan sangat menakutkan Aina katakan jika Aina tidak boleh dengan pria lain bagaimana Aina bahagia?, Aina juga ingin memiliki keluarga memilik anak, dan bahagia, tapi, tapii.....!"
" Tapi apa??"
" Ma...jangan marahi Iyus ya...marah saja pada Aina!"
" Kenapa kau melindunginya?, apa yang dia lakukan?"
" Itu...itu...ma...mama janji kan tidak marah?"
" Tentu saja...!"
"tadi tiba-tiba Iyus mencium Aina!"
" Apa?????"
" Mama berjanji tidak marah kan?"
" Aih...Aina...apa kau juga menyukai Iyus??"
" Bagaimana bisa, Iyus lebih muda satu tahun dari Aina ...dan lagian kan kami saudara!"
" Anakku ,anakku... kau dan Iyus juga tidak ada hubungan darahkan?"
" Tapi tidaklah ma...Iyus sangat menyebalkan dia bukan tipe Aina!"
" Hihihi...lalu bagaimana jika Iyus menyukaimu?"
" Mana ada dia hanya sangat suka bila Aina menderita!"
" Hmmmm...jika begitu Mama yang akan menasehati Iyus...jika tidak perlu ikut campur urusan Aina lagi!"
" Ma...jangan...!"
" Kenapa??"
" Tidak usah ma...!"
" Ya sudah jika begitu kalian sudah dewasa, kalian bisa menyelesaikan masalah kalian sendiri, tapi ingat kata mama...jika kau menyadari perasaanmu pada Iyus, itu tidak masalah, mama tidak akan melarang,memang dia lebih muda, sifatnya sangat keras kepala seperti pamanmu, memang Aina yang harus banyak bersabar nantinya!"
" Mama...apa yang mama bicarakan?"
" Hahaha...sudah, Aina istirahat besok ambil libur saja ya...!"
" Baik ma...!"
" Okey, mama keluar dulu...!"
__ADS_1
Vevey pun segera keluar kamar Aina sambil tersenyum dan menggeleng kepala.