GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
417. Mengejutkan


__ADS_3

Julius sudah berdandan ala-ala sultan, membawa rekan kerjanya 2 perempuan, berdandan juga syahdu ala-ala wanita gatal.


" bang, begini sudah meyakinkan??"


tanya rekan kerjanya.


" oke..."


" bang kau bilang, anak pemilik kasino itu kenal denganmu, sia - sia dong kita menyamar??"


" penyamaranku apa mudah di ketahui??"


" ya itu terlihat kau lebih tua... seperti sugar daddy...dengan sugar baby..."


mereka pun segera memasuki kasino, Julius pun ikut bergabung bermain di Kasino.


Julius ini sangat pandai bermain judi,trik trik permainan judi itu dia kuasai sejak SMP, dengan Fahad.


7 kali permainan Julius memenangkan 4 x sapuan, sisanya memang sengaja dikalahkan, karena jika dia menang berturut-turut dia akan dihajar seperti dulu saat pertama kali main di sini , lagian dia bermain judi untuk menyelidiki bukan memenangkan semua permainan.


" Hei bocah, ayo pasang lagi..."


" Paman, aku baru pertama kali datang di sini, memangnya apa yang paling menarik di sini??"


" ah mendekatlah sini...."


"apa paman??"


" Di sini, anak dari pemilik tempat ini sangat cantik..."


" oh benarkah??,secantik apa itu?? dengan 2 wanita ku ini cantik mana??"


" cantik nona Yohan lah..."


tetaplah cantikkan, Ai Ai ku...


dalam hati Julius.


" Apa aku bisa mendekatinya??"


" Bisa, anda bisa memakainya juga kalau bisa membayarnya dengan harga tinggi..."


" apa dia menjual tubuhnya??"


" Ya...tapi harganya di luar nalar untuk satu jamnya 10M..."


" bbbbbbrrrrrrrrrrrrrrrrr..."


" apa ??, lubang dia mahal sekali??"


" Tapi dia sangat cantik, tidak ada kencantikan sempurna seperti nona itu..."


" tetap saja dia pelacur..."


" ssssttttt....jaga bicaramu !!, kau akan kehilangan nyawamu di sini"


brengsek, hampir saja aku menyukai seorang pelacur, eh tapi tunggu...kenapa dia sangat ingin masuk keluarga Pratama??, dia bahkan tahu pasti sisilah keluarga ku, sedang keluarganya saja sangat gelap, kenapa dia berani mengejar Suhail??, apa yang sebenarnya terjadi?, apa dia tidak takut keluaganya habis oleh keluarga ku?'


Julius merasa sangat janggal.


" Sejak kapan ada hal seperti ini??, apa dia anak kandung??"


" aku tidak tahu hal itu, semua orang mengatakan dia adalah anak pemilik kasino ini terlepas dia anak kandung atau anak angkat aku tidak tahu ..."


" wah satu jam 10m seenak apa itu ya??"


" aku tidak tahu, tapi ketua ku sudah memakainya 7x..."


" waaooow dia pelacur elite, bagaimana cara bokingnya..."


" Itu Kau harus punya kartu VIP di sini nak..."


" memang berapa biaya kartu Vip??'


" 2M"

__ADS_1


" wooooh..."


" mahal kan, kau tidak akan mampu nak...."


benar juga aku paling miskin di keluargaku, menyedihkan sekali, aku bergaya sultan tapi isi rekeningku saja tidak bisa untuk membeli kartu VIP.


dalam hati Julius menangis karena sangat miskin.


" benar, aku tidak mampu ..." ujar Julius.


" Kau harus bekerja keras lagi nak..."


" benar paman...hah, kalau begitu sampai di sini dulu paman, aku akan bekerja keras untuk mendapatkan kartu VIP"


" ah, aku setiap rabu ke sini, kita bertemu lagi ok.."


Julius menggandeng kedua rekan kerjanya itu keluar dari tempat Kasino itu.


mereka pun segera ke parkiran mobil mereka yang memang di parkir di pinggir jalan yang jauh dari tempat kasino itu.


" Abang, kau mau menghabiskan uangmu untuk hal seperti itu??"


" Aku tidak sekaya itu, kalian gila apa??" sambil melepaskan semua pakaiannya.


" Itu biar aku bantu bersihkan wajah Abang!"


" tidak usah terimakasih!"


" sebentar itu sebelah situ..." rekan kerjanya itu membantu membersihkan wajah Iyus dengan sapu tangan.


tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnn


dyaaaaaarrrrrrrrr...


terdengar suara klakson keras dari jalan.


" Woiiii... sembarangan berhenti di jalan kau,!!! keluar!!!"


" Apa itu??kau cek sana ada apa, aku berganti pakaian dulu..."


sementara kedua rekannya yang masih pakai baju wanita gatal menghampiri keributan ditengah jalan.


" Ada apa ini pak??"


" suruh keluar orang di dalam mobil ini...!!, lihat dia mengerem mendandak...membuat ku menabrak dan di tabrak...!!"


tok tok tok...


" kakkkk tolong buka, pintunya...kami akan menjamin keselamatan anda jika anda mau keluar!"


kaca mobil itu diturunkan,


" hiks hiks maaaffff...hukhiiks..."


" Lah nona apa anda terluka??, kenapa menangis??!"


" jangan berakting, kau....biar lepas hukum...memang air matamu itu berguna!, tolong lapor polisi...aku mau selesaikan jalur hukum!!"


" Saya polisi..." 2 rekan Julius itu menunjuka kartu anggotanya.


tak lama Julius pun turun tangan menghampiri kerumunan yang tak henti.


" Ada apa??, ayo pinggir kan dulu, apa ada yang terluka?"


Julius yang sudah berseragam itu mengarahkan untuk menepikan mobil dan kendaraan yang mengalami kecelakaan itu, agar jalanan tidak macet.


" nah kebetulan sekali , pak ini nona ini berhenti mendadak membuat kami celaka..."


" baik, nona...kenapa anda??" Julius terkejut karena yang bermasalah adalah Aina.


" nona apa anda terluka?, atau ada Kendala dengan kendaraan anda??" berpura-pura tidak kenal.


Aina menggeleng kepala dengan menunduk.


" boleh saya minta lihat surat - suratnya??" Aina masih menunduk dan menunjuk ke arah jok mobilnya.

__ADS_1


" Kalian urus yang lain, apakah ada yang terluka, bawa semua ke kantor dulu..."


2 rekan itu segera mengurus pengendara lain ya juga terlibat, karena tidak ada yang terluka mereka segera di bawa ke kantor polisi termasuk Aina.


Di ruangan Julius.


" sayang, apa yang terjadi??"


" apa kau slalu bermain-main dengan rekan wanitamu??!" ujar Aina menangis.


" bukan kau salah paham!"


" aku melihatnya kau sangat mesra dengan mereka!!"


" iya aku salah karena lupa tidak memberitahumu dulu, jangan marah maafkan aku..."


" kau juga pura-pura tidak mengenalku!!, itu menyakiti hatiku...!"


" Ai, jika aku mengakuimu begitu saja, dan membantumu itu akan mencoreng institusi kami lagi.. sekarang kau tahu, institusi polri sedang hancur di mata publik..."


" Maaf"


" aku sudah mengurusnya untukmu, lain kali bawa sopir saja okey??"


" kau sudah salah paham, aku sedang menyamar untuk menyelidiki Yohana dan juga keluarganya...kami sedang menyamar..."


" Kalian berdua masuklah..."


kedua rekan Julius segera masuk.


" nona maafkan kami, jika membuat anda salah paham, tapi kami benar - benar sedang membantu abang menyelidiki...tidak ada niat lain..."


" benar nona,..."


" kau mendengar itu dari mulut mereka langsung bukan??'


" iya, ...maafkan aku karena salah paham..."


" Ya... kalian bisa kembali, apa mereka sudah beres??"


" Sudah bang..."


" Baiklah terimakasih!"


kedua rekan itu pun keluar.


" apa kau sudah makan sayang??"


" belum..."


" Ayo makan siang, lalu aku akan antar pulang, mobilmu sudah di bengkel, nanti akan di antar ke rumah ..."


" Yusz aku minta maaf ya..."


" apa hanya maaf??"


" tapi kau juga salah ...tidak memberitahu ku lebih dulu, kau menyebalkan!"


Julius memeluk Aina dengan erat,


" hemmm, aku bersyukur kau tidak kenapa-kenapa...besok aku akan memberimu sopir untukmu, ...jangan pernah menyetir sendiri..."


" iya...."


" rupanya Ai ku Cemburu..."


" siapa??, aku hanya terkejut saja!"


" iya iya Ain tidak cemburu heheheh, muuuach muaaach..." mencium pipi Aina dengan gemas.


" ini ditempat kerjamu, jangan seperti ini..."


" ah, kalau tidak di tempat kerja boleh seperti ini, kalau begitu kita cari tempat!"


" buu bukan begituuu...."

__ADS_1


tapi Julius tidak perduli Julius menarik Aina dan membawanya pergi dari tempat kerjanya.


__ADS_2